Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Dua Pendekar Berkekuatan Dewa


__ADS_3

"Terima kasih senior, ini semua karena bimbingan senior! Tanpa senior, saya tidak akan mungkin bisa mencapai nya." Jawab Ho Chen dengan membungkuk kan kepala memberi hormat dan rasa terima kasih yang mendalam.


"Aku hanya membantumu dengan memberi arahan saja, selebihnya itu adalah usaha mu sendiri!." Kata Yinfei.


"Senior, jika boleh tahu, kenapa senior mau membantu saya untuk bisa mencapai kekuatan Dewa ini?." Tanya Ho Chen, menurutnya, Yinfei melatihnya sampai sejauh ini pasti memiliki alasan, jika tidak, mana mungkin dia mau melatih serta membantunya hingga menjadi sekuat ini.


Yinfei tersenyum tipis kemudian berjalan ke samping Ho Chen. "Aku akan mengatakan akan alasan ku. Namun sebelum aku mengatakannya sebaiknya kamu simpan sumber kekuatan yang ada di belakang kepalamu itu!." Yinfei menunjuk lingkaran putih yang ada di belakang kepala Ho Chen.


Ho Chen menurut dan menghilangkan lingkaran tersebut yang ternyata lingkaran tersebut adalah sumber kekuatan Milik Ho Chen, lingkaran tersebut sebagai pertanda bahwa dia sudah memiliki kekuatan Dewa, karena hanya dewalah yang memiliki kekuatan lingkaran tersebut.


Jika Ho Chen mengaktifkan lingkaran kekuatan tersebut, maka tidak satupun yang akan mampu mengalahkannya.


"Chen'er, pemikiran mu memang benar! Aku melatih mu karena ada sesuatu yang aku inginkan dari mu!."


"Katakanlah senior!." Kata Ho Chen penasaran.


"Dahulu kala ada empat Mahluk Kuno yang mengancam seluruh Alam semesta...!." Yinfei memulai ceritanya agar Ho Chen mengetahui akan alasannya melatih dirinya.


Yinfei menceritakan tentang empat Mahluk Kuno yang konon katanya sangatlah kuat, masing-masing dari mereka memiliki kekuatan yang sangat besar.


Bukan hanya berkekuatan besar, namun tubuh mereka juga sangat besar. Mereka sering menghancurkan banyak dunia mahluk hidup yang mereka singgahi dan menjadi ancaman bagi seluruh Alam semesta.


Ketika semua mahluk penghuni berbagai dunia berpikir tidak akan ada yang bisa menghentikan keganasan empat Mahluk Kuno tersebut, tiba-tiba muncul lima pendekar berkekuatan Dewa yang mampu menghentikan nya.


Mereka bersatu menyatukan kekuatan untuk mengalahkan ke empat Mahluk Kuno tersebut. Mereka berhasil mengalahkan nya namun tidak berhasil membunuhnya, akhirnya mereka mengurung masing-masing mahluk di empat tempat yang berbeda dan sangat berjauhan.


Kurungan tersebut saat ini di lindungi oleh segel dengan lima formasi sihir. Setelah selesai menyegel Mahluk Kuno tersebut, ke lima pendekar tersebut juga menghilang entah kemana.


Saat ini segel Lima formasi sihir mulai melemah, butuh Lima orang pendekar Dewa untuk bisa membuat dan memperkuat segel tersebut, dan jika sampai Mahluk Kuno tersebut berhasil lepas dan di biarkan, maka seluruh Alam semesta akan kembali terancam.


Saat ini Yinfei berusaha mencari dan juga melatih seseorang agar menjadi Pendekar Dewa. Saat ini baru ada empat orang yang sudah memiliki kekuatan tersebut, dan salah satunya adalah Ho Chen.


Sekarang hanya tersisa satu orang lagi, dan Yinfei tidak tahu orang tersebut ada di dunia mana, kemungkinan juga orang tersebut belum lahir.

__ADS_1


"Chen'er, aku harap suatu saat nanti kamu bersedia membantu kami untuk kembali menyegel Mahluk Kuno tersebut, jika bisa membunuh mereka, itu juga akan lebih bagus lagi!." Kata Yinfei.


"Saya pasti akan membantu senior, apa lagi ini memyangkut keselamatan seluruh Alam semesta, jadi bagaimana mungkin saya akan diam saja!." Kata Ho Chen walau dia sendiri sedikit terkejut dan tidak menyangka jika ada mahluk sekuat itu di Alam semesta.


"Terima kasih Chen'er atas pengertiamu!." Kata Yinfei.


Ho Chen tentu tidak menerima tanda terima kasih tersebut, karena menurutnya dirinyalah yang pantas berterima kasih kepada Yinfei.


Mereka berdua meninggalkan ruangan latihan tersebut dan pergi menemui Hanzi dan yang lainnya di luar.


Hanzi dan yang lainnya terpana melihat perubahan pada tubuh Ho Chen, bukan hanya kekuatan nya saja yang terlihat berubah, wajahnya juga terlihat sangat ber kharisma.


Mereka semua melihat Ho Chen dan Yinfei yang sama-sama memiliki aura energi berwarna emas seperti melihat dua Dewa yang sedang berjalan ke arah mereka.


Setelah Yinfei dan Ho Chen berada di hadapan mereka semua, Hanzi, Ming Hao, Yu, Yin, Yang, Kun, dan Niu langsung berlutut kepada mereka berdua.


"Senior Han, Guru, aku mohon jangan berlutut seperti itu padaku, bangunlah!." Ho Chen berusaha membujuk mereka untuk kembali berdiri, karena menurutnya dialah yang seharusnya berlutut di depan Ming Hao.


"Semuanya, mungkin hari ini aku akan kembali ke dunia ku, jika kalian memilih ingin tetap tinggal di sini, aku tidak akan melarang kalian!." Kata Ho Chen.


"Senior semua, jangan memanggil ku tuan, tolong panggil aku seperti biasanya saja." Kata Ho Chen.


Saat ini, Hanzi sudah berhasil mencapai kekuatan Tingkat Raja Semesta, setingkat lebih tinggi dari kekuatan sebelumnya karena bantuan dari kelopak Bunga Lotus Emas. Hanzi juga berhasil memiliki tubuhnya kembali bahkan lebih kuat dari tubuhnya yang terdahulu.


Sedangkan ke enam wujud Energi juga mengalami kemajuan pesat, dan mereka semua sudah berada di Tingkat Raja Alam.


Ho Chen saat ini sudah memiliki banyak ilmu bela diri, dan juga berhasil menciptakan berbagai macam ilmu sihir.


"Chen'er Saat ini tidak akan ada satu mahluk pun di dunia mu yang bisa mengalahkan mu. Jadi pesanku gunakanlah kekuatan mu dengan bijak, dan juga terimalah ini sebagai hadiah kenang-kenangan dariku!." Yinfei mengubah Zirah sisik naga Ho Chen menjadi berwarna Emas.


"Zirah ini sangat kuat, bahkan jika tubuh mu bertabrakan dengan batu  yang berada di Alam semesta, Zirah ini tidak akan lecet sedikitpun." Kata Yinfei.


Ho Chen tidak menolaknya kemudian merubah zirah emas tersebut menjadi kain biasa berwarna putih. Lagi pula walau tanpa Zirah tersebut, Ho Chen tidak akan terluka, dan tidak akan ada senjata yang sanggup melukainya walau tampa mengunakan Zirah tersebut.

__ADS_1


"Tu..! Maksudku Chen'er, jika di ijinkan, kami ingin melihat kekuatanmu walau cuma sebentar!." Kata Ming Hao.


"Guru Ming, aku bukannya tidak mau, saat ini hanya senior Yinfei lah yang bisa mengimbangi kekuatan ku, jika kami berdua berlatih tanding, aku khawatir, tempat ini akan hancur dalam satu kali pertukaran serangan, jadi lupakan sajalah!." Kata Ho Chen.


"Ehem..! Ming, yang di katakan Ho Chen benar, apa kamu ingin melihat tempat ini hancur hanya karena ingin melihat kekuatan nya?." Kata Hanzi menambahkan.


"Tidak apa-apa Chen'er, mari kita coba!." Yinfei tiba-tiba berkata seperti itu membuat semuaya melebarkan mata mereka.


"Apa senior yakin tidak apa-apa?."


Yinfei mengangguk kemudian terbang ke Langit dan di susul oleh Ho Chen. "Aku akan mengunakan 50 persen kekuatan ku, jadi kerahkan juga seluruh kekuatan mu!." Kata Yinfei kemudian muncul lingkaran cahaya di belakang kepalanya.


"Baik senior!." Kata Ho Chen yang juga memunculkan lingkaran cahaya di belakang kepalanya.


"Inikah Kekuatan dan wujud Dewa itu?." Hanzi dan yang lainnya menahan nafas mereka setelah merasakan kekuatan dua pendekar berkekuatan Dewa sedang berhadapan.


Mereka belum bertarung namun energi mereka yang berwarna emas sudah saling berbenturan sehingga membuat semua gunung yang melayang bergetar dan hampir kehilangan keseimbangan nya.


Kali ini Yinfei sudah tidak meletakkan tangannya di belakang pinggangnya seperti dulu, karena Ho Chen yang sekarang sudah tidak bisa di anggap remeh lagi.


Yinfei dan Ho Chen sama-sama maju menyerang dan mengadu tapak mereka, seketika itu juga dunia seperti di tarik oleh energi ke arah kedua tapak yang membentur dan kemudian terdengar suara seperti dentuman yang tertahan dan akhirnya meledak.


DUUUPP!!!."


BOOOMM!!!."


Ledakan dari benturan kedua tapak membuat daya kejut yang luar biasa besar, awan-awan yang berkumpul menghilang begitu saja tersapu oleh gelombang kejut, sedangkan gunung-gunung besar yang melayang di dekat mereka terkena imbasan gelombang tersebut langsung hancur menjadi butiran debu halus.


Ho Chen melepaskan energi angin yang membentuk tiga pusaran raksasa, sedangkan Yinfei melepaskan energi yang sama. Tiga pusaran Angin raksasa melawan energi yang sama dan saling mendorong.


Tempat Hanzi dan yang lainnya sangat jauh dari tempat Ho Chen berlatih tanding dengan Yinfei, namun tubuh mereka seperti di tarik angin ke arah pusaran raksasa yang saling mendorong tersebut.


Beruntung nya mereka segera mengalirkan Energi ke telapak kaki mereka agar tidak terhisap ke arah pusaran raksasa tersebut.

__ADS_1


"Cukup..!." Kata Yinfei.


Yinfei khawatir, jika terus di lanjutkan Dunia Awan pasti tidak akan mampu bertahan. Ho Chen pun menyadari hal itu, karena banyak gunung-gunung besar yang sebelumnya melayang kini sudah lenyap.


__ADS_2