Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
YinFei


__ADS_3

Tubuh Ho Chen terasa seperti mati tara ketika berpindah tempat. Saat ini yang Ho Chen lihat hanyalah butiran-butiran cahaya yang gemerlapan, dia seperti meluncur di lorong berwarna dan terus bergerak hingga akhirnya dia merasakan kakinya sudah menyentuh tanah.


"Kita sudah sampai." Kata Ming Hao kepada Ho Chen, Naga Putih, Dan juga Niu.


Ho Chen terpana melihat ke sekelilingnya, yang Ho Chen lihat saat ini seperti di alam mimpi saja, dia berdiri di depan rumah, atau lebih tepatnya seperti istana yang sangat megah.


Istana ini berada di puncak gunung yang sangat besar, dan puncak nya sangat luas. Banyak sekali gunung besar lainnya, semua gunung melayang di langit.


Di setiap gunung juga ada bangunan-bangunan besar, bahkan ada satu gunung yang melayang lebih tinggi di penuhi banyak Pohon bunga persik.


"Apa nama tempat ini seribu Gunung melayang ya?." Gumam Ho Chen dalam.


Yang lebih mengejutkan nya lagi, kepadatan Energi Alam yang tidak masuk di akal, Ho Chen yakin, jika dia bisa menyerap energi Alam ini, bukan tidak mungkin dia akan mencapai Tingkat Alam Puncak 3, atau bahkan Puncak Alam Dewa.


Ming Hao dan sosok misterius tersebut berjalan menuju ke dalam, sedangkan Ho Chen dan yang lainnya hanya bisa terpana dengan mulut menganga.


"Guru, apa ini istana senior itu?." Ho Chen sudah tidak tahan lagi untuk bertanya setelah masuk kedalam dan melihat seluruh ruangan yang sangat lebar dan juga luas, menurut perkiraan Ho Chen, luasnya empat kali kota Anming.


"Ini bukan istana, melainkan rumahnya!." Kata Ming Hao singkat tidak peduli akan sikap keterkejutan Ho Chen yang kini berhenti melangkah menatap gurunya dengan perasaan tidak percaya. Andai bukan karena dia menganggap Ming Hao sebagai Guru, maka dia pasti akan protes keras kepada gurunya karena merasa Ming Hao sedang mengerjainya.


"Baiklah, sebelum aku memberikan kabar yang penting ke pada mu, aku persilakan dirimu bertanya apa yang ingin kamu tanyakan kepadaku!." Kata sosok tersebut dengan tersenyum lembut sehingga semakin terlihat cantik padahal laki-laki.


Ho Chen maju dua langkah kedepan dan membungkuk kan badannya. "Senior, nama junior adalah Ho Chen, jika Junior boleh tahu, siapakah senior ini, dan apa tujuan senior membawa junior ketempat ini?." Tanya Ho Chen.


Sosok tersebut mengangguk kan kepala nya lalu mulai menjawab pertanyaan Ho Chen. "Aku memiliki banyak nama di berbagai tempat, jika mengingat asal dunia mu, kau bisa memanggil ku Yifan. Aku adalah manusia sama seperti dirimu, namun dari dunia yang berbeda. Aku adalah salah satu dari lima penghuni Dunia Awan." Kata Yinfei.


"Lalu apa hubungannya dengan Junior?." Tanya Ho Chen yang tidak mengerti kenapa dirinya di bawa ke Dunia Awan ini.


"Aku tahu salah satu Qi hidup berada di dalam dirimu, bukan kah kamu sudah pernah pergi ke Dunia lain yang bernama dunia Astral?."


Ho Chen mengangguk namun tidak bertanya apa-apa.


"Aku adalah Orang yang melatih salah satu Kaum Elf yang bernama Hanzi, dan aku juga yang memberi Qi hidup padanya." Kata Yifei.

__ADS_1


Ho Chen terkejut mendengar nya. "Itu artinya Senior Yin adalah guru senior Hanzi?." Tanya nya.


"Bisa di bilang begitu." Jawab Yinfei dengan tenang.


Ho Chen menahan nafasnya, dia tidak bisa membayangkan berapa kira-kira usia Yinfei sebenarnya. Mengingat Gurunya Feng Ying saja memiliki umur yang begitu panjang.


Yinfei berjalan ke arah Ho Chen dan mengambil pergelangan tangan yang ada gelang nya. "Hanzi bangunlah!." Kata Yinfei.


Gelang tersebut mengeluarkan cahaya putih terang kemudian keluar dari dalam gelang. Sosok pria tampan bertelinga panjang runcing ke atas dan memakai baju serba putih berdiri di depannya.


"Tuan Yinfei." Hanzi menyapa kemudian memberi tanda Hormat nya.


Yinfei tersenyum hangat kepada Hanzi kemudian mulai berbicara padanya. "Hanzi, sudah lama tidak bertemu, sekarang kamu malah jadi Roh, andai kamu membuka pintu ke enam pasti tidak akan jadi seperti ini!." Kata Yinfei walau berbicara seperti biasa, namun nadanya menunjukkan rasa kekecewaan.


"Maafkan aku Tuan, aku memang belum sempat membuka pintu ke enam di tambah lagi dengan situasi yang mendesak saat itu." Hanzi menoleh kepada Ho Chen yang berdiri di sampingnya.


"Karena itu, aku berencana mendidik anak ini agar bisa membuka pintu ke enam nya suatu saat nanti." Kata Hanzi.


"Aku mengerti, sekarang beristirahatlah kamu di sana, serahkan saja dia padaku." Kata Yinfei.


Yinfei memandang Ho Chen yang saat ini merasa canggung di tatap oleh Yinfei. "Bukalah topeng mu!."


Ho Chen menurut dan membuka topeng nya, sedangkan Yinfei saat ini berjalan ke arah pilar besar yang berwarna emas. "Kamu manusia yang beruntung, di usia mu yang begitu muda, kamu sudah bisa membuka lima pintu.


Kamu harus tahu, kekuatan besar tidak akan mudah untuk di dapatkan, seperti Hanzi, dia bisa mencapai kekuatan ke Tingkat Raja Alam dengan bantuan ke enam Qi hidup."


Yinfei terus meberitahukan fungsi dari Qi hidup tersebut. Masing-masing Qi hidup akan menyatu ke tubuh Tuannya dan menyatu dengan nadinya.


Qi hidup pertama akan menyatu dengan nadi kepala. Qi hidup kedua akan menyatu dengan tangan kanan. Qi hidup ketiga di tangan kiri. Qi hidup ke empat menyatu di hati. Qi hidup ke lima di kaki kanan dan yang ke enam di kaki kiri.


Semua ada tujuh dengan tuannya, dimana Qi alami milik tuannya berpusat di bagian perut sebagai pusat dan sumber kekuatan alaminya.


"Kamu lihat Ming, dia adalah perwujudan dari Qi hidup yang ada di kepala, karena itu dia lebih cerdas dari yang lainnya.

__ADS_1


Qi hidup yang ada di dalam tubuh mu adalah Yu, dia akan terus tinggal di dalam dirimu dan tidak akan pernah keluar karena dia sudah menyatu dengan hatimu.


Qi hidup kaki kanan adalah Kun, dia adalah Qi hidup yang mengandalkan kekuatan, karena itu dia menjadi Qi hidup yang terkuat dari yang lainnya.


Qi hidup kaki kiri adalah Niu, dia lebih cepat dari energi lainnya dan juga bisa memberikan kekuatannya untuk membantu kondisi mahluk hidup, karena Qi Niu adalah sumber kehidupan dan juga bisa mematikan." Yinfe menghentikan penjelasannya.


"Senior masih ada yang kurang, saat ini saya sedang mencari Dua yang tersisa dari mereka semua, namun belum menemukannya hingga sekarang." Kata Ho Chen.


Yinfei tersenyum lembut kemudian kembali berkata. "Maksud mu Qi hidup tangan kanan dan kiri?."  Ho Chen mengangguk.


"Qi hidup tangan kanan bernama Yin, dan yang kiri bernama Yang, mereka berdua memiliki kekuatan yang berlawanan namun juga berdampingan.


Yin adalah sumber dingin gelap dan sejuk, sedangkan Yang, adalah sumber panas terang dan hangat. Qi mereka tidak akan bisa terdeteksi karena Qi milik mereka adalah Qi alam." Yinfei berjalan menghampiri Ho Chen.


"Mungkin kalian semua tidak menyadari jika mereka berdua sudah ada pada dirimu!." Kata Yinfei.


Semua nya terkejut termasuk Ho Chen. "Senior, apa maksud senior? Junior tidak mengerti!." Ho Chen bingung.


"Aku melihatmu memegang Qi keduanya ketika berada di tepi danau!." Ucap Yinfei.


Ho Chen berusaha mengingat, setelah beberapa saat barulah ia sadar. "Senior, apa maksud senior adalah kedua pusaka ini?." Ho Chen mengeluarkan pedang Lidah Api dan pedang Dewa Air.


Yinfei mengangguk membuat Ho Chen tidak percaya jika selama ini dia sudah memiliki kedua pecahan energi yang tersisa, terutama pedang Lidah Api yang lebih dulu menemaninya.


"Pantas kalian berdua di sebut pusaka terkuat, ternyata kalian adalah pecahan energi!." Ho Chen memandangi kedua pedangnya dengan tatapan yang berbeda, dia sudah tidak lagi menganggap kedua pedang tersebut sebagai pusaka, melainkan sebagai perwujudan energi yang sama dengan Naga Putih dan Juga Niu.


"Ho Chen ikutlah denganku!." Kata Yinfei dia berjalan ke arah pintu besar di sampingnya kemudian di ikuti oleh Ho Chen.


Mereka berdua memasuki ruangan kosong, ruangan tersebut semuanya berwarna seperti emas, namun kosong tidak ada satu benda apapun kecuali hanya tiga Tiang yang sangat besar.


"Aku akan melatih mu agar bisa memiliki kekuatan Dewa dan juga memiliki hidup Abadi." Kata Yinfei.


***

__ADS_1


ini sudah hampir setengah perjalan dari cerita ini. terima kasih bagi yang masih setia menunggu dan membaca karya saya yang tidak seberapa ini


__ADS_2