Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Obat bius


__ADS_3

***


Rombongan Zhu Yu tiba di kota Dayuan setelah berjalan selama dua hari, begitu tiba di kota Jiu Rui dan Qiao Lin mencari penginapan, mereka berencana menunggu kedatangan Ho Chen di kota tersebut.


Setelah hari mulai menjelang malam, Zhu Yu datang mengundang mereka makan malam di tempat mereka, awalnya Qiao Lin menolak namun Jiu Rui memaksanya agar ikut pergi makan malam dengan Zhu Yu.


Qiao Lin akhirnya menurut dan pergi bersama Zhu Yu di penginapannya, di sana sudah ada para pendekar yang berkumpul, ketika melihat Qiao Lin dan Jiu Rui memasuki ruangan, semua menjadi diam.


Dari semua pendekar yang hadir hanya satu yang masih tertarik dengan kecantikannya, sejak awal pendekar ini tidak banyak bicara, dia menatap wajah Qiao Lin sesekali menelan ludah. "Tunggulah, nanti kau akan takluk kepadaku." Batin pendekar tersebut.


Ketika masih menatap wajah Qiao Lin tiba-tiba  ada yang menepuk pundaknya. "Apa yang kau pikirkan saudara Liung?." Tepukan dan pertanyaan teman nya menyadarkan nya.


."Tidak ada...!." Jawabnya mengalihkan pandangannya ke tempat lain.


Pendekar tersebut bernama Liung Bhao salah satu pendekar dari sekte menengah aliran netral.


Liung Bhao berusia 31 tahun dan saat ini kekuatannya berada di Tingkat Bumi awal 2, sama seperti Qiao Lin yang juga berada di Tingkat yang sama.


Liung Bhao berasal dari kota Dayuan, dia di usir dari sekte karena berani melecehkan salah satu murid perempuan sekte tersebut.


Liung Bhao tidak sendiri ada 3 orang lagi temannya yang juga ikut di usir, mereka semua berada di Tingkat yang sama juga dengan Liung Bhao.


Salah satu temannya adalah orang yang pertama kali mengganggu Qiao Lin ketika baru pertama kali bertemu.


"Para pendekar semuanya, terima kasih sudah menemani dan menjaga kami di perjalanan, untuk itu setelah selesai makan malam saya akan memberikan bayaran sesuai dengan yang saya janjikan." Kata Zhu Yu.


"Tuan Zhu tidak perlu sungkan, kami melakukan pekerjaan ini juga karena di bayar, jadi sudah tugas kami melindungi dan menjaga tuan yang membayar kami!." Kata salah seorang pendekar dengan tersenyum lebar.


"Jika begitu mari kita nikmati dulu hidangan malam ini mumpung selagi hangat!." Kata Zhu Yu mempersilahkan mereka semua untuk makan malam.


Mereka semua menikmati mati makan malam yang sudah di sediakan, semua terlihat menikmatinya kecuali Qiao Lin, gadis itu tidak selera makan karena masih memikirkan keadaan dan keberadaan Ho Chen saat ini, karena sudah dua hari tidak ada kabar dari nya.

__ADS_1


"Adik Lin! Makanlah dulu, sejak kepergian adik Chen kamu jarang makan, aku khawatir nanti kamu sakit." Kata Jiu Rui dia lupa jika pendekar sudah berada di Tingkat Bumi mereka bisa tidak makan salam berminggu-minggu, karena pendekar yang berada di Tingkat tersebut bisa menyerap energi sebagai pengganti makanan.


Qiao Lin hanya mengangguk pelan, dia hanya mengambil beberapa makan dan memakan dengan pelan seakan-akan makanan tersebut tidak terasa enak baginya.


Jiu Rui hanya menggelengkan kepala. "Memang benar kata petua, jika makan dengan orang yang di cintai makanan tanpa sayur pun pasti akan terasa nikmat." Batin Jiu Rui yang melihat Qiao Lin benar-benar Tidak selera makan.


Setelah selesai makan malam mereka berkumpul di ruangan yang cukup lebar, Zhu Yu mulai membayar satu persatu para pendekar tersebut, mereka di bayar dengan koin emas sebanyak seratus keping emas.


Qiao Lin dan Jiu Rui tidak ada di ruangan tersebut karena mereka lebih dulu pergi setelah selesai makan.


"Adik! Nanti malam kita akan pergi ke tempat cucu ketua Gunung Es, kita akan menangkapnya malam ini dan menyekap nya, kan lumayan buat menghangatkan tubuh kita makan ini." Liung Bhao keluar dari penginapan Zhu Yu bersama ke tiga saudara se perguruan nya, dia mulai menyampaikan pikiran jahatnya kepada ke tiga saudaranya tersebut.


"Kakak! Apa kau serius? Bagaimana kalau kita ketahuan oleh ketua Gunung Es? Apa lagi ada pendekar Chen, jika sampai ketahuan bisa tamat riwayat kita.!." Kata orang yang di panggil adik oleh Liung Bhao.


"Benar saudara Liung, ini terlalu beresiko! Sebaiknya urungkan  niat mu." Jawab salah satu temannya mengingatkan.


Liung Bhao hanya tersenyum. "Itu jika kita ketahuan, lagi pula pendekar yang bernama Chen itu tidak ada di sini bukan? Jika kita sudah puas kita tinggal membunuh cucu dari ketua sekte Gunung Es tersebut, jadi tidak akan ada yang mengetahui kejadian ini." Kata Liung Bhao.


"Mereka berdua tidak mungkin tidur sekamar jadi tenang saja, tadi aku sudah menyelidiki mereka." Ucap Liung Bhao.


Mereka semua hanya menggelengkan kepala, mereka memang sudah mengenal watak saudara se perguruan nya itu.


Sesuai yang di katakan oleh Liung Bhao! Qiao Lin dan Jiu Rui memang menyewa kamar masing-masing dan jarak antara kamar mereka cukup jauh.


Qiao Lin sendiri hanya duduk sendiri di kamar nya, dia masih belum bisa tidur dan hanya menatap ke arah luar jendela.


Ketika sudah larut malam, Qiao Lin membaringkan badan di tempat tidurnya, namun belum sempat dia menutup mata, dia dapat merasakan beberapa langkah kaki yang secara perlahan menuju ke arah jendela kamarnya.


Qiao Lin segera bangkit dan mengambil pedang di samping bantal nya, dia berniat menuju ke arah jendela namun tiba-tiba beberapa jarum melesat ke arahnya.


Qiao Lin segera menangkis beberap jarum tersebut dengan mudah. "Tunjukkan dirimu, jangan jadi pengecut hanya berani menyerang secara sembunyi-sembunyi, keluarlah dan hadapi aku..!." Seru Qiao Lin.

__ADS_1


Tidak ada jawaban dari luar sehingga Qiao Lin memutuskan untuk keluar dengan melewati jendela.


Setelah tiba di luar jendela, Qiao Lin melihat empat orang memakai baju warna hitam serta penutup kepala lari menjauhinya.


Tanpa merasa curiga Qiao Lin segera mengejar ke empat orang tersebut dengan ilmu meringankan tubuhnya.


Mereka berempat lari ke arah hutan seolah-olah sedang ketakutan.


"Mau lari kemana kalian!." Qiao Lin mempercepat langkah nya, setelah sampai di dalam hutan, Qiao Lin kehilangan jejak ke empat orang tersebut.


"Sial..! Kemana perginya mereka?." Qiao Lin mulai kesal, dia berencana kembali ke penginapan karena dirinya sudah cukup jauh dari kota.


Baru beberapa langkah Qiao Lin ingin pergi, jarum-jarum kecil kembali muncul menyerang nya, kali ini jumlahnya lebih banyak dari sebelum nya.


Dalam kondisi gelap dan tanpa penerangan apapun, Qiao Lin kesulitan untuk melihat arah datangnya jarum-jarum tersebut, namun dengan cepat juga dirinya membuat energi es dan melapisi seluruh tubuh nya dengan es yang cukup tebal.


Alhasil, jarum-jarum tersebut tidak mampu menembus lapisan es tersebut dan berjatuhan ada pula yang masih nyangkut di bajunya.


"Jarum ini di lumuri dengan obat bius!." Qiao Lin mengambil jarum tersebut dan merasakan aroma dari obat bius tersebut.


***


**Perhatian


Terserah jika ada tamh mau menganggap novel ini sebagai Plagiat.


yang jelas ini memang karya saya sendiri, beda plagiat beda lagi dengan ter inspirasi.


dan nama-nama tokoh utama dan peran pendamping sudah di pasang dan memakai karakter sesuai dengan arti namanya.


Jika ada yang merasa novel ini sebagai Plagiat, novel ini bisa di laporkan tanda seru di pojok kanan atas, dan silahkan pilih laporan Melanggar hak cipta.

__ADS_1


sekian terima kasih**.


__ADS_2