Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Penyesalan terakhir Touli


__ADS_3

Mata Touli merah menyala dia menatap Ho Chen dengan tajam, ini adalah puncak kekuatanya, walau dia sendiri tidak menduga akan menggunakannya untuk melawan seorang anak yang masih muda, namun menurutnya itu pantas karena anak inilah yang akan menjadi ancaman bagi sektenya.


“Hari ini aku atau kau yang akan mati." Kata Touli kemudian menyerang Ho Chen dengan sangat cepat.


“Tehnik Api Bumi - Naga Api."


Touli melepaskan energi apinya, api tersebut kemudian membentuk seekor naga yang panjangnya mencapai 200 meter. Naga tersebut meliuk-liuk di udara dan mengaum dengan sangat keras.


“Tehnik Air Suci - Naga Air"


Ho Chen juga melepaskan energi air kemudian membentuk seekor naga yang juga sama panjangnya dengan naga api milik Touli.


Kedua naga tersebut saling menyerang di udara sehingga terdengar suara seperti dua naga sedang mengaum.


Mata Qiao Lin Dan Jiu Rui tidak bisa berkedip melihat dua ekor naga besar dan panjang yang sedang bertarung di udara. Suatu fenomena yang langka melihat dua ekor naga yang terbentuk dari dua jenis unsur yang berbeda dan berlawanan sedang bertarung.


“Ini bukan lagi pertempuran tingkat pendekar biasa." Kata Jiu Rui.


Qiao Lin tidak berbicara di sangat takjub melihat kekuatan Ho Chen yang sangat besar, namun yang masih menjadi beban pikirannya adalah ke tidak pedulian Ho Chen ketika ada api yang hampir membunuhnya.


Ho Chen segera melesat menyerang Touli begitu juga Touli tidak mau diam saja menunggu naga nya yang mungkin akan kalah oleh naga milik Ho Chen.


“Tehnik Api Bumi - membakar Bumi."


Touli menyemburkan api besar ke arah Ho Chen. Namun Ho Chen bisa melewati semburan api tersebut dan tidak menghindarinya karena tubuhnya di selimuti energi yang berbentuk air.


“Tehnik Air Suci - Bola Air."


Dari telapak Ho Chen mengeluarkan air yang sangat banyak kemudian berputar di sekeliling Touli, melihat air yang mengurung nya Touli berniat terbang lebih tinggi, namun air tersebut segera merapat dan menutup tubuh Touli.

__ADS_1


“Si-sial...!." Gerutu Touli kemudian seluruh tubuhnya tertutup oleh air, dia kesulitan untuk bernafas, bahkan api di tubuhnya manjadi padam.


Naga api yang muali kewalahan melawan naga air pun ikut menghilang karena pengguna energinya sudah tidak bisa mengendalikannya.


“Berakhir sudah, terimalah ini." Kata Ho Chen.


“Tehnik Halilintar - Dewa Halilintar."


Ho Chen megarahkan tangan kirinya ke langit sedangkan tangan kanan nya ke arah Touli. Kemudian sambaran halilintar yang sangat besar menyambar tangan kirinya dan keluar lewat tangan kanannya yang mengarah ke Touli yang sudah tidak berdaya di dalam bola air tersebut.


Booomm!!."


Tampa bisa menghindari halilintar tersebut menghantam bola air, kemudian meledak. Tubuh Touli terjatuh ke tanah, kondisinya tubuhnya hampir hangus akibat Sambaran halilintar yang mengenainya, di tambah lagi dia berada di dalam air, membuatnya semakin parah.


Tehnik Halilintar yang Ho Chen gunakan adalah puncak dari kitab Halilintar, hanya orang yang memiliki energi yang sangat besar yang bisa menggunakannya.


“Kau sudah babak belur begini, dari pada kau menderita sepeti ini, biar aku yang akan mengakhiri penderitaan mu dengan cepat." Kata Ho Chen yang masih terlihat dingin.


Ho Chen mengeluarkan pedangnya dan berniat mengakhiri Touli dengan cepat, namun belum sempat Ho Chen bergerak. Tiba-tiba muncul bila hitam namun sangat panas mengarah kepadanya.


Ho Chen segera menghindari bola hitam terbit, sehingga bola tersebut menghantam batu. Anehnya bola tersebut menutupi batu besar, dan menyala seperti api namun warnanya tetap berwarna hitam.


“Apa itu api hitam?." Kata Ho Chen yang masih melihat api tersebut membakar batu dan tidak mau padam.


Ho Chen kembali menatap Touli yang ternyata sudah ada tiga mahluk yang berdiri di sana. Ho Chen mengenal dari salah satu ketiga mahluk tersebut. “Kau muncul juga akhirnya, apa kau terlalu takut sehingga datang membawa bantuan?." Tanya Ho Chen setelah mengetahui salah satu mahluk tersebut, dia tidak lain adalah jendral Ori bersama dua iblis lainya.


“Manusia! Kau tidak akan melawanya, akulah sekarang yang akan menjadi lawanmu." Kata salah satunya, bentuk tubuhnya sedikit berbeda dengan jendral Ori, dia memiliki dua tanduk di kepalanya dan memancarkan energi yang sama dengan jendral Ori ketika jendral Ori masih belum di kalahkan oleh Ho Chen.


Ho Chen menyipitkan matanya kemudian bertanya. “Apa kau juga termasuk jendral iblis?." Tanyanya.

__ADS_1


“Kami bertiga adalah jendral iblis, namaku jendral Jed, dan ini jendral Sui. Tugas kami kali ini untuk membunuhmu." Kata jendral Jed dengan nada meremehkan Ho Chen.


“Jadi kalian bertiga ingin membunuhku?." Tanya Ho Chen.


Jendral Jed tidak menjawab dia hanya tersenyum sinis kemudian menoleh ke arah Touli yang sudah sekarat. “Ori! Seperti dia tidak akan terselamatkan. Lebih baik kau membunuhnya kemudian mengambil darahnya untuk di serahkan ke Raja iblis merah." Kata jendral Jed kepada Jendral Ori.


Touli tidak percaya mendengar perkataan jendral Jed tersebut. Dia ingin bergerak namun tubuhnya benar-benar sudah tidak bisa di gerakkan sama sekali.


Touli mengumpat habis dalam hatinya kepada jendral Jed, dia mulai menyesal karena sudah ikut bersekutu dengan mereka, kini dia merasa semuanya sudah terlambat untuk menyesal, dia menatap Ho Chen dan berkata di dalam hatinya.


“Pendekar muda, maafkan aku, sebenarnya aku lebih suka jika kau membunuhku dari pada harus di bunuh oleh para iblis ini. Jangan sampai kau kalah pendekar muda, aku harap kau bisa membinasakan para iblis ini sekaligus membunuh raja iblis." Kata Touli yang berbicara di dalam hatinya kemudian pandangannya menjadi gelap.


Ho Chen bisa merasakan tatapan Touli, kali ini bukan tatapan kebencian yang Ho Chen rasakan, namun seperti tatapan menyesal, sekaligus pesan dan harapan.


Jendral Ori langsung memenggal kepala Touli, dan mengambil darahnya. Jendral Sui segera membungkus tubuh Touli dengan asap hitamnya kemudian mengirimnya entah kemana.


Ho Chen yang melihat itu menjadi geram, dia tidak menduga jika Touli harus mati di tangan jendral iblis yang ia ikuti, bahkan Touli sendiri sampai rela harus kehilangan nyawanya demi menutupi keberadaan mereka itu.


“Sekarang ayo kita lanjutkan urusan kita." Kata jendral Jed.


Kali ini Ho Chen mulai waspada, kalau musuhnya hanya satu Ho Chen tidak terlalu hawatir. Namun kali ini dia akan menghadapi tiga jendral iblis sekaligus, dan dia belum tau kekutan apa saja yang di miliki oleh kedua jendral iblis yang baru dia lihat itu.


“Aku harus menggabungkan kedua energi Guru Ming Hao dan Yu. Kalau tidak, maka aku mungkin akan kalah." Kata Ho Chen.


Jendral Jed mengeluarkan bola hitam kecil di jari telunjuknya kemudian mengarahkan ke arah Ho Chen. Denga cepat bola kecil tersebut melesat ke arahnya.


Ho Chen melompat ke udara dia berniat menghindar dengan cara terbang, namun begitu sampai di atas, asap hitam juga segera menyerangnya lagi.


Ho Chen terus menghindari serangan dari dua jendral tersebut. Dia memperhatikan api hitam yang menyala besar di atas genangan air, anehnya api itu bahkan tidak mati walau bersentuhan dengan air.

__ADS_1


__ADS_2