
Ho Chen bukannya tidak tertarik dengan lawan jenisnya, apa lagi gadis secantik Yihua maupun Qiao Lin, masalahnya banyak tugas yang harus ia selesaikan, sebelum semua masalah bisa dia selesaikan, maka dia masih belum siap untuk menjalin hubungan asmara karena akan mengganggu konsentrasinya.
Ho Chen duduk di kursi, bisa saja dia pergi meninggalkan Yihua, namun dia tidak melakukannya kerena Yihua sudah terlanjur mengetahui akan dirinya yang masih hidup, jadi dia tetap akan menunggu Yihua bangun dan akan menjelaskan semuanya.
Ho Chen masih mencari solusi dan jawaban yang tepat untuk disampaikan kepada Yihua agar tidak perlu menyakiti atau melukai perasaanya gadis itu.
Di saat Ho Chen sedang berusaha mencari solusi, tiba-tiba suara langkah beberapa orang segera terdengar menuju ke kamar Yihua, Ho Chen menatap ke atas menatap langit-langit kamar Yihua dan segera melayang menempel ke langit-langit yang lebih tinggi.
Terlihat Kaisar Hong dan permaisuri serta jendral Yin Lun dan dan Miu Yimin dan di ikuti dari belakang nya penasehat Yuwen yang juga masuk kedalam kamar Yihua. Dan Ho Chen mulai mendengar pembicaraan mereka.
"Wajahnya berseri-seri dan tidurnya juga sangat nyenyak, sebenarnya apa yang sudah terjadi?." Tanya Kaisar Hong setelah mengamati wajah putrinya yang seolah-olah sangat bahagia.
"Hamba juga tidak mengerti Yang Mulia, namun yang hamba dengar, tuan putri hanya menangis kemudian tidak terdengar suaranya." Jawab Jendral Yin Lun.
Permaisuri membelai rambut putrinya dengan lembut. "Melihat raut wajahnya, sepertinya dia telah menemukan sesuatu, mungkin sesuatu yang membuatnya bahagia sehingga bisa tertidur senyenyak ini."
"Benar sekali Permaisuri, selama beberapa bulan ini hamba tidak pernah melihat Tuan Putri tidur nyenyak seperti sekarang, entah apa penyebabnya, namun hamba cukup senang kerena Tuan Putri sudah bisa tertidur kembali." Miu Yimin yang selalu menemani Yihua jelas mengerti akan kondisi Yihua sehari-harinya.
Ketika mereka masih membicarakan kondisi Yihua yang tiba-tiba pulih itu, Yihua justru ngigau di dalam tidurnya.
"Jangan pergi lagi ku mohon! Biarkan aku terus memeluk mu menatap wajah mu! Chen peluklah aku dan jangan kau lepas lagi."
Semua terkejut mendengar Yihua yang mengigau, terlebih lagi Ho Chen yang berada di atas mereka, kini dia menjadi malu sendiri, walau tidak ada yang melihatnya, namun wajah Ho Chen memerah, andai saja ada yang melihatnya, pasti Ho Chen akan mencari tempat untuk menyembunyikan wajahnya.
"Kenapa kau malah mengigau sepeti itu Yihua..!." Gerutu Ho Chen dalam batinnya yang merasa kehilangan muka.
__ADS_1
"Chen..?." Kaisar Hong dan Permaisuri sama menyebut nama Ho Chen.
"Jadi selama ini penyakit putri ku karena perasaan nya kepada Chen'er?." Kaisar Hong menebaknya.
"Sepertinya memang begitu, sepertinya hatinya terluka ketika mendengar kabar tentang kematian Chen'er, sehingga dia merasa terpukul dan kehilangan." Ucap permaisuri.
Kaisar Hong menghela nafas panjang, sebenarnya dia juga berharap agar Ho Chen bisa menjadi pasangan putrinya, namun harapannya langsung berubah menjadi kesedihan dan kehilangan setelah mendengar kabar kematian Ho Chen di tangan para iblis.
"Sepertinya dia sedang memimpikan nya, biarkan saja kita tidak perlu membangunkannya." Kata Permaisuri sebagai seorang ibu dia tidak tega melihat putrinya yang terlihat menderita, apalagi dia lebih mengerti akan perasaan sesama wanita, jika dia membangunkan Yihua, yang ada hanya akan menambah lukanya kembali setelah mengetahui jika yang di alaminya hanyalah mimpi.
"Putri ku, walau ayah tidak memiliki kekuatan yang besar, namun ayah bersumpah akan memberantas para iblis dan seluruh sekutunya yang telah membunuh Chen'er." Kata Kaisar Hong sekaligus mengepalkan tangannya dengan geram.
Ho Chen yang mendengar itu merasa tersentuh atas kepedulian keluarga Kaisar kepada dirinya. "Terima kasih atas kepedulian kalian." Kata Ho Chen menyampaikan kepeduliannya dalam batinnya.
"Ayo kita keluar, dan biarkan Hua'er beristirahat, sekalian kita akan menyambut kedatangan Ketua sekte Bukit Halilintar Kang Jian dan ketua Sekte Bintang Emas Qian Shin." Kata Kaisar Hong kemudian pergi meninggalkan Yihua yang tidur di kamarnya seorang diri tanpa ada yang menyadari keberadaan Ho Chen di atas mereka.
Kaisar Hong sendiri sudah berada di aula pertemuan menunggu kehadiran Kang Jian dan Qian Shin yang akan segera tiba.
Sedangkan Ho Chen menemani Yihua di kamarnya, sebenarnya Ho Chen merasa aneh tinggal di dalam kamar wanita, apalagi hanya berdua, andai saja yang menemani Yihua adalah laki-laki hidung belang, maka habislah Yihua karena pasti laki-laki tersebut akan mengambil ke untungan untuk menodai nya.
Yihua tidak tidur cukup lama, ketika dia bangun dia mendapatkan dirinya sudah terbaring di tempat tidurnya. "Apa aku tadi hanya bermimpi jika dirinya masih hidup?." Gumam Yihua dia hampir kembali mau menangis ketika merasa semuanya hanyalah mimpi namun segera kaget setelah suara Ho Chen menyapa nya.
"Itu bukan Mimpi, karena aku memang masih hidup!."
Yihua segera menoleh ke arah sumber suara tersebut, dia membalikkan mukanya dan menutup matanya rapat-rapat kemudian kembali menatap Ho Chen, dia takut dia masih dalam keadaan bermimpi.
__ADS_1
"Auw..!." Yihua mencubit lengannya sendiri memastikan bahwa ini nyata.
"Ternyata benar ini bukan mimpi." Ucapnya dengan tersenyum lebar.
Dia bangkit dari tempat tidurnya dan berniat berdiri, namun Ho Chen segera menghampiri dan menyuruhnya untuk tetap di tempat tidurnya.
"Chen, kemana saja kamu selama ini? Dan apa sebenarnya yang telah terjadi padamu? Kenapa kamu tidak pernah menemui ku? Apa kamu sudah melupakan aku? Apa kehadiran cucu ketua sekte Gunung Es itu membuat dirimu melupakan ku? Apa kau....!."
Ho Chen segera menempelkan jarinya di bibir Yihua yang merah dan lembut, bukan maksud ingin menyentuhnya namun memintanya untuk diam, sepeti biasa Yihua pasti akan memberikan pertanyaan yang banyak kepada Ho Chen. "Kau masih belum berubah rupanya, kalau mau bertanya satu-satu dulu, jangan sekaligus, aku jadi bingung menjawab pertanyaan mu yang banyak itu."
Ho Chen tidak habis pikir akan Yihua yang mengetahui akan ke ikut sertaan Qiao Lin bersama dirinya, namun dia tetap akan menjelaskan semuanya.
Yihua Mengangguk, matanya menatap wajah Ho Chen dengan mata yang bersinar-sinar, seolah-olah menatap masa depan yang sangat cerah.
Ho Chen mulai menjelaskan. "Yang pertama, aku pergi berkelana ketempat Guru ku berada, bukankah aku sudah mengatakan hal ini padamu?
Yang kedua, aku baik-baik saja, aku sengaja membiarkan para iblis itu menyebarkan tentang kematian ku! Dengan memalsukan kematian ku, aku bisa berlatih dengan tenang.
Yang ketiga, jarak antara aku dan kamu sangat jauh, jadi agak sulit bagiku untuk datang menemui mu, saat ini aku datang ke kota ini karena ingin menghentikan penyerangan para iblis itu.
Yang ke empat, aku tidak pernah melupakan mu, andai aku melupakan mu, aku tidak akan mungkin datang jauh-jauh kesini untuk menyelamatkan mu dari penyerangan iblis itu
Yang kelima, ini tidak ada hubungannya dengan Qiao Lin, dia hanya ikut berpetualang dengan ku, lagi pula di sana ada kak Rui yang juga menemani ku." Ho Chen menjawab satu persatu pertanyaan Yihua.
Yihua yang sudah terlanjur mengungkapkan perasaannya sudah tidak lagi merasa canggung lalu berkata kepada Ho Chen. "Chen, apa kamu akan pergi lagi, dan meninggalkan ku sendirian lagi seperti dulu?." Tanya Yihua.
__ADS_1
Ho Chen mulai menggaruk kepalanya, dia masih belum menemukan solusi yang baik untuk di utarakan.
"Yihua! Aku memiliki Takdir yang sangat besar, Takdir ku adalah melindungi kalian semua, aku tidak bisa menghindari takdir ini! Sebenar aku juga tidak mau, aku juga ingin hidup tenang dan damai, memiliki keluarga lengkap, memiliki istri dan anak, namun mau bagaimana lagi! Coba kamu bayangkan, jika seandainya aku tidak melaksanakan Takdir ini, dan hanya menuruti keinginan serta ke egoisan kita berdua, apa yang akan terjadi selanjutnya? Para iblis akan menghancurkan seluruh Dunia, semua mahluk hidup akan dimusnahkan, termasuk manusia, apa itu yang kamu inginkan?."