
Saat bersamaan, para ketua dari perguruan besar aliran lurus dan aliran bebas juga pergi menuju ke istana kerajaan. Delapan ketua perguruan yang masing-masing membawa 5 pendekar terkuat menemani mereka.
Jumlah total nya 48 pendekar, mereka datang karena karana penasaran kepada pendekar yang berhasil mengalahkan ketua perguruan Bulan Merah Loi Seng.
Lima hari berikutnya, kabar akan datangnya para ketua perguruan besar aliran Lurus dan aliran Bebas ke istana terdengar oleh Pangeran Tang Li, tentu Pangeran Tang Li sangat senang, walau mereka datang hanya untuk mengetahui kebenaran tentang ketua perguruan Bulan Merah yang di tangkap, namun Pangeran Tang Li akan berusaha membangun hubungan kerja sama dengan mereka.
Tepat pada hari ke enam, para Ketua perguruan sudah tiba di depan istana, sedangkan Pangeran Tang Li sudah mempersiapkan jamuan besar untuk menyambut kedatangan mereka.
Mereka segera di arahkan ke tempat jamuan yang telah di sediakan oleh para pelayan istana.
"Para ketua sekalian, ini adalah sebuah kehormatan bagi saya karena para Ketua mau datang berkunjung ke istana saya." Kata Pangeran Tang Li yang berdiri sambil berbicara kemudian membungkukan badan.
"Pangeran kedua, sepertinya kabar akan kesederhanaan dan sangat rendah hatinya sepertinya tidak berlebihan! Aku sangat salut!." Salah satu ketua berbicara dengan tertawa memuji sikap Pangeran Tang Li.
Ketua itu terlihat sepuh, memakai baju berwarna emas dengan gambar pedang di punggung nya, dia adalah ketua perguruan besar Pedang Emas yang bernama Wo Aozi. Salah satu dari aliran Lurus.
"Ketua Wo terlalu memuji, saya hanya seorang Pangeran yang derajatnya masih sangat kecil, saya tidak berani berkata lancang kepada semua para ketua yang hadir di sini." Kata Pangeran Tang Li sambil tertawa kecil.
Wu Jian berdiri di samping Pangeran Tang Li, dia melihat semua para Ketua yang hadir, tentu dia mengenali semuanya karena mereka adalah ketua dari perguruan besar.
Selain Wo Aozi dari perguruan Pedang Emas, hadir juga Ketua dari perguruan Matahari Timur yang bernama Fu Zai, yang juga dari aliran Lurus.
Aliran Lurus berikutnya yang hadir adalah Xe Li Shin Ketua dari perguruan Mata Elang. Berikutnya adalah seorang wanita tua yang bernama Lun Fu Lin, ketua perguruan Danau Biru.
Sedangkan dari aliran bebas ada empat ketua yang juga ikut hadir, yaitu Xin Fayun dari perguruan Tujuh Bintang.
Xiao Xang Ketua perguruan Tapak Dewa.
Lin Gou Yi ketua perguruan Teratai Putih.
Bai Long Ketua perguruan matahari.
__ADS_1
"Pangeran, aku rasa pangeran sudah mengetahui akan maksud kedatangan kami semua ke istana pangeran ini!." Kata Lun Fu Lin.
Pangeran Tang Li mengangguk, tentu dia mengetahui nya. Dia menoleh ke arah Wu Jian dan menyuruh nya untuk memanggil Ho Chen.
Wu Jian bergegas menemui Ho Chen di belakang istana, setelah beberapa saat, Wu Jian dan Ho Chen memasuki ruangan.
Pangeran Tang Li bangkit dari tempat duduk nya dan menyapa Ho Chen. "Pendekar Chen, mereka semua adalah para Ketua perguruan aliran Lurus dan aliran bebas. Mereka datang ke sini ingin bertemu dengan Pendekar Chen." Kata Pangeran Tang Li berbicara dengan nada sopan.
Wajah semua yang hadir di ruangan tersebut terlihat kecewa, itu karena Ho Chen masih sangat terlihat muda, di tambah lagi mereka semua merasa Ho Chen hanyalah manusia biasa, karena mereka tidak merasakan adanya kekuatan dalam diri Ho Chen, mereka heran, kenapa Pangeran Tang Li memanggilnya pendekar?
"Para senior semua, nama junior adalah Ho Chen. Ada keperluan apa para senior ingin menemui Junior?." Tanya Ho Chen setelah selesai memperkenalkan namanya.
"Aku pikir pendekar yang di beritakan adalah pendekar hebat, ternyata hanya anak baru kemarin sore!." Ucap Bai Long dengan mencibir Ho Chen kemudian memalingkan wajahnya.
Ho Chen tersenyum canggung ketika dirinya di sebut seperti itu, dia sakit hati dengan perkataan Bai Long namun menahannya.
"Maaf senior, junior tidak tahu apa yang membuat senior berkata seperti itu kepada junior, jika junior melakukan kesalahan, maka junior minta maaf." Kata Ho Chen.
Ho Chen sebenarnya memang tersinggung terhadap mereka, namun dia berusaha tetap tenang, karena dia masih memandang Pangeran Tang Li, setidak untuk saat ini.
"Sudahlah!." Kata Wo Aozi kemudian menoleh kepada Pangeran Tang Li.
"Pangeran, jika pangeran ingin meminta bantuan kami untuk mendukung kubu Pangeran, bukan seperti ini caranya, menyebarkan isu bahwa ketua perguruan Bulan Merah berhasil di tangkap, tapi nyatanya semua hanya omong kosong saja!." Kata Wo Aozi.
"Apa maksud Ketua Wo, apa ketua Wo mau berkata kalau kami menyebarkan berita palsu demi mendapatkan dukungan Kalian?." Pangeran Tang Li mulai merasa tidak senang setelah mendengar perkataan Wo Aozi.
"Hehehe..! Pangeran-pangeran, walau kamu terlihat lebih baik dari pangeran pertama, namun sifat kalian ternyata sama saja, lihat pangeran pertama, dia ingin menjadi Raja malah meminta bantuan kepada aliran sesat, sedangkan Pangeran kedua, malah membuat berita tidak benar hanya karena ingin mendapatkan dukungan dari kami!." Kata Xin Fayun.
Semua ketua mengangguk-anggukan kepala nya pertanda setuju dengan perkataan Xin Fayun, sedangkan wajah Pangeran Tang Li menjadi merah, dia tidak menduga perbincangan menjadi tidak terarah. Pangeran Tang Li ingin berbicara lagi, namun Ho Chen menepuk pundaknya.
"Pangeran, biar aku saja yang bicara!." Kata Ho Chen kemudian menatap mereka semuanya dengan tatapan tajam.
__ADS_1
Pangeran Tang Li menghela nafas kesal, walau dia bukan tandingan mereka, namun demi harga diri, pangeran Tang Li tidak akan diam begitu saja, walau pun di hadapan nya adalah para pendekar-pendekar sakti. Dia hanya bisa menurut dan menyerahkan kepada Ho Chen.
"Para senior sekalian, maaf jika Junior ikut berbicara, namun senior semua adalah pendekar terpandang, perkataan para senior sangat tidak pantas." Kata Ho Chen.
"Kenapa, apa karena kalian dari dalam kerajaan maka kami harus bersikap sopan?." Tanya Fu Zai dengan mengangkat alisnya dan melotot ke arah Ho Chen.
"Bersikap baik dan sopan tidak harus memandang setatus seseorang, melainkan menjaga perasaan seseorang tidak peduli dia orang kecil sekalipun.
Senior tadi bilang pangeran pertama telah melakukan kesalahan karena meminta dukungan dari aliran sesat, jika begitu kenapa kalian tidak mendukung Pangeran kedua dan ikut melawan aliran sesat dari kubu Pangeran pertama?." Tanya Ho Chen.
"Kami tidak mau ikut campur masalah politik kerajaan!." Jawab Xe Li Shin.
Ho Chen tersenyum lebar kemudian kembali berkata. "Kalian masih mengaku sebagai pendekar dari aliran Lurus! Mana buktinya? Tidak mau membantu pangeran kedua karena alasan tidak mau ikut campur masalah politik.
Apa kalian tidak melihat, banyak masyarakat yang menjadi korban akibat kebiadapan dari aliran sesat, jika saja yang melakukan itu hanya prajurit pangeran pertama sendiri, biarlah pangeran kedua dan para pasukan nya yang mengatasinya, namun yang melakuakan ini justru dari aliran sesat, namun kalian yang mengaku sebagai aliran lurus justru menutup mata. Itu tidak ada bedanya kalian dengan para pendekar aliran sesat itu!."
"Cukup!." Lin Gou Yi yang sejak tadi diam langsung terlihat sangat murka ketika mendengarkan perkataan Ho Chen yang panjang dan bahkan menganggap mereka sebagai bagian dari aliaran sesat.
Pangeran Tang Li jelas terkejut, dia tidak menyangka jika Ho Chen berkata demikian, sedangkan Wu Jian pergi keluar secepat mungkin karena takut.
"Jaga bicaramu anak muda! Jika tidak maka jangan salahkan aku jika terpaksa memberi mu pelajaran." Kata Lin Gou Yi sambil menatap Ho Chen dengan nafsu membunuh.
"Owh..! Jadi seperti ini sifat asli pendekar yang ada di dunia ini, pantas tidak ada kedamaian sama sekali di dunia ini, ternyata orang-orang yang di anggap hebat, adalah pendekar yang suka mementingkan diri sendiri saja." Kata Ho Chen yang perkataannya berhasil memancing emosi mereka semuanya kecuali pangeran Tang Li.
"Kurang ajar..! Akan aku bungkam mulut pedas mu itu..!." Lin Gou Yi melompat dari tempatnya ke arah Ho Chen dia berniat memukul wajah Ho Chen.
Ho Chen tidak berusaha menghindari serangan Lin Gou Yi, sedangkan Lin Gou Yi tidak mengurangi tenaganya sama sekali.
Ketika pukulannya tinggal setengah meter lagi mencapai wajah Ho Chen, tiba-tiba Ho Chen mengibaskan sebelah tangannya ke arah Lin Gou Yi.
Energi angin mendorong Tubuh Lin Gou Yi mundur hingga melewati tempat duduknya dan jatuh dengan posisi berlutut.
__ADS_1
Semua terkejut melihat kejadian itu, walau Lin Gou Yi tidak terluka sama sekali, namun mereka yakin jika yang Ho Chen lakukan bukanlah kibasan tangan biasa.