Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Lebih dekat dan lebih akrab


__ADS_3

"Coba ulangi perkataan mu, bilang kalau aku ini pohon kecil!." Kata Niu, suaranya sudah tidak kecil seperti sebelumnya, malah terdengar seolah seperti seorang ibu-ibu yang sedang marah.


Jiu Rui terdiam dia hanya bisa menganga melihat Niu yang sekarang berubah menjadi besar. Melihat Jiu Rui sudah tidak bisa berkata-kata lagi, Niu tersenyum puas kemudian tubuh nya kembali mengecil seperti sebelumnya.


"Ayo kita lanjutkan lagi perjalanan kita!." Ajak Ho Chen.


Mereka kembali melanjutkan perjalanan nya, kali ini bertambah lagi satu rekannya yaitu Niu, membuat suasana semakin berbeda.


"Apa bisa kalian ceritakan selama Aku tertidur apa saja yang terjadi di dunia kalian ini?." Niu membuka suara dan menanyakan apa yang ia tidak ketahui ketika masih tertidur.


"Nona Niu, kamu sama aku aja sini, aku akan menceritakan semua yang ingin kau ketahui!." Kata Qiao Lin.


"Kau manusia yang baik dan sangat cantik,andai kau terlahir di kaum Elf, pasti kamu akan menjadi rebutan mereka di sana." Kata Niu memperhatikan Qiao Lin.


Qiao Lin merasa senang dengan pujian Niu, namun dia juga bingung karena dia tidak mengetahui seperti apa kaum Elf itu.


Niu memanjangkan lengannya dan meraih baju Qiao Lin kemudian tubuhnya mulai berpindah dan duduk di bahu Qiao Lin. "Em.. wangi sekali aroma mu, apa manusia suka memakai wewangian?." Tanya Niu setelah berada di bahu Qiao Lin.


Niu tidak seperti Naga Putih yang pendiam, dia justru cerewet dan selalu bertanya berbagai hal yang ia tidak ketahui.


Jiu Rui hanya melirik Niu sebentar, dia masih terbayang dengan tubuh Niu yang besar dan seram, sudah tidak ada lagi keinginan nya untuk menggendong atau menyentuhnya lagi, dia takut ketika berada di pundaknya, terbayang Niu akan membesar dan menindih tubuhnya hingga terbenam ke tanah.


Membayangkan hal itu, Jiu Rui menelan ludah, bulu kuduk belakang lehernya juga ikut merinding dan akhirnya hanya memilih diam mendengarkan ocehan mereka berdua yang sedang asik berbicang-bincang.


Qiao Lin sendiri mulai menjelaskan tentang apa yang Niu ingin ketahui, mulai kebiasaan manusia pada umumnya, sekaligus kehidupan sehari-hari yang manusia lakukan.

__ADS_1


"Nona Niu, apa kau tahu jika di dunia ini saat ini sedang dalam masalah?." Tanya Qiao Lin.


"Mana aku tahu, seingat ku sebelum aku tertidur, saat itu dunia ini tidak terlalu membahayakan, bahkan manusia kala itu sangat lemah." Kata Niu mencoba mengingat-ingat ketika saat sebelum ia tertidur dulu.


"Saat ini dunia kami sedang di serang oleh kaum Org!." Kata Ho Chen yang berjalan di samping Qiao Lin.


Expresi wajah Niu berubah seketika, dia nampak terkejut mendengar perkataan Ho Chen. "Kaum Org juga berada di sini? Jangan bilang kalau ketiga Raja juga berada di sini?."


"Benar, ketiga Raja juga berada di sini!." Jawab Ho Chen.


Qiao Lin dan Jiu Rui memandangi Niu dan Ho Chen secara bergantian, mereka baru tahu jika iblis itu disebut Org.


"Jika memang benar demikian penghuni dunia ini bisa terancam punah! Chen kau harus cepat berlatih dan meningkat kan Qi mu lebih tinggi lagi." Kata Niu dia duduk di pundak Qiao Lin dan menatap langit.


Ho Chen terdiam dan hanya mengangguk kan kepala, dia tentu sudah tahu kerena dia sudah pernah pergi ke dunia Astral.


Berbeda dengan yang lainnya, kini Jiu Rui mulai sedikit iri kepada adik angkatnya tersebut, dia berpikir andai dirinya bisa sekuat adiknya, maka dia merasa pantas berdiri sejajar dengan adiknya.


Kini Jiu Rui baru menyadari jika keberadaan dirinya hanya membebani adiknya, kebanyakan masalah besar selalu di selesaikan oleh adiknya sehingga Jiu Rui merasa dirinya sangat tidak berguna.


"Kak Rui, pikiran mu itu terlalu berlebihan, ingatlah kita disini adalah saudara, sudah sepantasnya kita saling membantu dan juga saling menjaga. Kakak tidak perlu khawatir, jika kita sudah tiba du Gunung Tirai Kabut nanti, aku akan melatih mu langsung agar kekuatan mu semakin meningkat." Kata Ho Chen yang bisa menebak akan apa yang sedang di pikirkan Jiu Rui hanya dengan melihat raut wajah nya saja.


"kamu bisa membaca pikiranku?." Jiu Rui terkejut karena apa yang ia pikirkan di ucapkan oleh Ho Chen dengan sangat tepat.


Ho Chen menggelengkan kepalanya disertai jawaban. "Terlihat jelas di wajahmu!." Kata Ho Chen.

__ADS_1


Jiu Rui merasa malu kerena ketahuan akan ke irian dan juga penyesalan nya. Namun juga dapat menyadarkan nya, jika memang butuh kesabaran dan juga latihan yang memang tidak sebentar. Terakhir kali Jiu Rui berlatih ketika dirinya berada di desa Hutan Bambu. Dari latihannya tersebut dia berhasil naik ke Tingkat Bumi Awal 2, dan dengan kekuatannya dia berhasil mengalahkan pendekar yang setingkat lebih tinggi darinya.


Qiao Lin sendiri sudah berada di Tingkat Bumi Awal 4 di usia yang bergitu muda, itu sudah termasuk paling berbakat di antara para pendekar muda segenerasi nya jika saja tidak memasukkan Ho Chen kedalam nya.


"Kemana kita selanjutnya, apa kita akan mencari Kaum Org itu?." Tanya Niu kepada Ho Chen.


"Kamu bicara apa, kamu pikir jika kamu bertemu dengan salah satu Raja mereka apa kamu sanggup melawannya?." Kata Naga Putih namun tidak ada yang mengerti perkataannya kecuali Ho Chen dan Niu.


"Aku hanya bertanya, lagi pula aku kan masih baru bergabung dengan kalian jadi tidak tahu kemana tujuan kita saat ini." Kata Niu.


"Kami kan belum menjawab apapun, kenapa kamu malah bicara begitu nona Niu?." Tanya Qiao Lin dia merasa tidak ada yang menjawab pertanyaan Niu, namun Niu berbicara seolah-olah sudah ada yang menjawabnya.


Niu menunjuk Naga Putih sekaligus berkata. "Kuda jelek itu yang menjawab ku tadi!." Kata Niu.


Qiao Lin langsung menoleh ke Naga Putih yang masih berjalan tanpa terlihat menoleh atau apapun.


"Mereka bertiga ini sangat aneh!." Batin Qiao Lin, dia memang mengetahui jika Naga Putih sebenernya adalah seekor Naga besar, namun dia tidak pernah mendengar Naga Putih berbicara seperti manusia.


Tanpa terasa matahari sudah mulai menghilang dan akan di gantikan oleh malam, mereka memilih menginap di jalan dengan membuat api unggun sebagai penghangat.


Seperti biasa setelah selesai makan malam, Ho Chen pasti akan memasuki Alam Batin dan berlatih dengan Ming Hao,


Jiu Rui dan Qiao Lin sedang mendengarkan Niu yang menceritakan kisah tentang Hanzi dan juga dunia nya. Banyak yang di ceritakan oleh Niu sehingga membuat Qiao Lin dan juga Jiu Rui merasa senang, dan juga mereka bertiga semakin lebih dekat dan lebih akrab.


Sedangkan Naga Putih berbaring di samping Ho Chen, dia bukan sedang tidur, melainkan menjaga tubuh Ho Chen yang sedang latihan. Dengan keberadaan Naga Putih dan Niu di sana, kini Ho Chen sudah tidak lagi khawatir karena tubuhnya pasti akan aman dan bisa berlatih dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2