
Mereka berdua terkena aura Energi Raja. Sehingga tubuh mereka akan sangat sulit untuk di gerakkan.
“apa yang kalian lakukan? Cepat habisi anak muda itu!." Pria yang berkumis kembali memberi perintah ketika melihat kedua rekanya hanya berdiri diam.
Mereka berdua tidak ada yang bisa berbicara. Sehingga membuat pria berkumis itu semakin marah. “dasar kalian tidak berguna." Ucapnya dengan geram.
Kemudian pria berkumis itu mencabut pedangnya dan bergerak maju menyerang dengan sangat cepat. Dia yakin Ho Chen tidak akan bisa menghindari serangannya.
Memang benar Ho Chen tidak menghindari tebasan pedang tersebut, justru malah menangkisnya dengan tangan yang di selimuti energi berbentuk angin sehingga membuat pria berkumis itu kembali terkejut.
“Perubahan energi..?" Pria berkumis melompat mundur beberapa langkah dia tidak menduga Ho Chen bisa menggunakan perubahan energi, menurutnya Ho Chen hanya berada di tingkat Jiwa, dan tidak mungkin bisa melakukan perubahan energi.
“Siapa kamu sebenarnya.?" Tanya pria berkumis itu dengan sedikit waspada.
“Siapa diriku? Apa itu penting?" Jawab Ho Chen dengan tersenyum tipis.
“Baiklah, kali ini aku akan benar benar menghabisimu." Pria berkumis tersebut mengeluarkan seluruh kekuatannya.
“Tehnik Pedang Hitam-Tebasan malam"
Pria berkumis memainkan pedangnya dengan pola yang sulit di tebak, dengan kecepatan yang sulit di lihat oleh mata.
Lagi-lagi Ho Chen hanya bertahan dari serangan tersebut dengan mengunakan tangan yang di selimuti anergi angin, sekaligus mengamati setiap gerakan lawannya dan mencari titik lemahnya.
“Anak muda ini..! Kenapa bisa?" Pria berkumis semakin di buat bingung.
“Apakah sebatas ini saja?" Ho Chen kembali mengejek lawannya. “kalau begitu giliran ku." Ucap Ho Chen sekaligus melepas tingkat energinya.
“Mustahil...! Ini tidak mungkin..!” pria berkumis melompat mundur begitu merasakan Tingkat energi Ho Chen meningkat dengan cepat, dari tingkat Jiwa naik ke Tingkat Bumi puncak 3.
Walau Ho Chen sudah naik ke Tingkat Bumi, namun seharusnya anak seusia Ho Chen seharusnya hanya bisa berada di Tingkat Jiwa awal 4, dan itu sudah termasuk yang paling berbakat.
“Sepertinya dia tidak semuda yang terlihat." Gumam pria berkumis, menurutnya Ho Chen adalah orang yang segenerasi dengannya dan menggunakan Tehnik agar terlihat seperti anak muda.
“Kenapa?. Apa kalian sudah menyerah?" Tanya Ho Chen kepada mereka bertiga.
__ADS_1
Mereka bertiga hanya saling memandang, mereka tidak tau harus berbuat apa. “bagai mana ini? Apa kita mundur saja?." Tanya pria yang bertubuh kurus.
“Apa yang kalian takutkan?. Ayo kita serang bersama." Ucap pria berkumis
Kemudian mereka segera bergerak maju secara bersamaan
“Kalau begini aku akan menggunakan Tehnik itu." Gumam Ho Chen ketika melihat mereka bertiga bergerak ke arahnya.
Ho Chen mengeluarkan pedangnya dari balik jubahnya, pedang tersebut di ambil dari gelangnya namun Ho Chen mengeluarkan di belakang jubahnya agar tidak terlalu menarik perhatian.
Begitu ketiganya tinggal 5 langkah, Ho Chen meluruskan pedangnya kedepan.
“Tehnik Pedang Langit - pembelah langit"
Ho Chen mengayunkan pedangnya lurus kedepan, dan seketika energi putih melesat lurus dengan sangat cepat.
Mereka bertiga yang masih berlari kearah Ho Chen dengan sangat cepat pun tidak bisa menghindari tebasan energi tersebut.
“Awas..! Menghindar...!" Seru pria berkumis dengan cepat melompat kesamping kiri. Dan pria bertubuh kurus juga melompat ke samping kanan. Sedang salah satu temannya tidak bisa menghindari tebasan tersebut sehingga mengenai tubuhnya.
“Sialan kau...!" Teriak pria berkumis ketika melihat tubuh rekannya tewas dengan kondisi tubuh terbelah menjadi dua.
Andai tebasan itu mengenai dirinya sudah pasti akan sangat sulit dia bayangkan. Kini dia memandangi Ho Chen dengan tatapan takut. Menurutnya Ho Chen bukanlah manusia melainkan monster.
Nenek Kiew menutup mata Shiao Lang dan juga matanya sendiri. Bagi mereka yang manusia biasa tidak akan sanggup melihat pemandangan itu. Nenek Kiew akhirnya membawa Shiao Lang masuk agar tidak melihat sesuatu yang lebih mengerikan.
Beruntungnya tidak ada warga di daerah itu karena mereka semua sedang keluar, Kini hanya tersisa mereka saja di tempat pertempuran tersebut.
“Kau...! Kau tak akan aku ampuni..!" Seru pria berkumis dengan geram dan kembali menyerang Ho Chen.
“Tehnik Pedang Hitam - bayangan pedang."
Seketika pedang pria berkumis menjadi lima dengan bentuk yang sama dan bergerak maju seperti memiliki kesadaran sendiri.
Ho Chen pun tidak tinggal diam dia juga melawan dengan energi penuh.
__ADS_1
“Tehnik Mata Angin - Pusaran Angin."
Ho Chen memutar pergelangan tangannya dan berhenti dengan tangan membentuk tapak, kemudia mendorong kedepan. Terlihat pusaran Angin berputar dari telapak tangannya dan dengan cepat menjadi besar.
Ke lima pedang yang sedang beterbangan pun di gulung oleh angin tersebut.
Ho Chen kaget ketika melihat pria berkumis tersebut mendadak muncul di belakangnya . Dan pria tersebut menusuk Ho Chen dari belakang.
“Arghh...!" Ho Chen yang belum siap karena serangan tersebut akhirnya terkena tusukan pedang di pinggangnya.
Tidak sampai di situ, pria berkumis juga memukul bahu Ho Chen dengan sangat kuat sehingga Ho Chen terpental ke depan sejauh 3 meter.
“Kakak Chenn...!" Shiao Lang berteriak ketika melihat Ho Chen yang terpental. Andai tidak di tahan oleh nenek Kiew kemungkinan Shiao Lang sudah berlari menolong Ho Chen.
“Dasar licik..!" Ucap Ho Chen sambil batuk darah.
Pria berkumis tersebut tertawa melihat Ho Chen yang sudah terkena tusukan dan juga pukulan. “Aku sudah bilang, kamu harus mati hari ini. Jadi kamu tidak usah melawan biar aku membunuhmu dengan cepat." Ucap pria berkumis dengan senyum lebar.
“Chen'er apa kamu baik-baik saja?" Ming Hao yang sedari tadi diam dan tidak mengganggu Ho Chen karena takut memecah konsentrasinya kini ikut hawatir.
“Guru, bagai mana aku baik-baik saja?. Jelas-jelas aku terluka." Jawab Ho Chen dengan nada kesal.
“Aku tahu! apa kamu mau aku membantu?" Tanya Ming Hao.
Ho Chen ingin menjawab namun pria berkumis sudah bergerak maju dan berniat membunuh Ho Chen dengan sekali tebasan.
“Chen'er cepat menghindar...!" Seru Ming Hao ketika melihat pria berkumis sudah berada tepat di depan Ho Chen dengan pedang mengarah ke atas.
Ho Chen ingin menghindar namun tenaganya sudah habis akibat terlalu banyak mengeluarkan darah.
“Guru, aku tidak memiliki tenaga." Jawab Ho Chen dengan pasrah.
“Tidak Chan'er kamu harus berusaha." Ucap Ming Hao.
Ming Hao tidak bisa mengunakan tubuh Ho Chen seperti Yu. Dia hanya bisa menggunakan tubuh Ho Chen apabila Ho Chen sudah berada di Tingkat Langit dan memiliki 1000 energi.
__ADS_1
“Matilah kamu anak muda!" Seru pria berkumis dan mengayunkan pedangnya ke kepala Ho Chen.
“Tidak...! Jangan bunuh Kakak Chen." Teriak Shiao Lang yang masih di tahan oleh neneknya.