
"Apa kau mengetahui sesuatu?." Jendral Ori bisa melihat perubahan wajah jendral Sui kemudian menanyakan nya padanya.
Jendral Sui mengangguk sekaligus menjawabnya. "Ini adalah Qi milik Raja penguasa malam, salah satu mahluk kuat yang berasal dari di mensi lain." Kata jendral iblis Sui.
"Siapa yang memanggilnya ke sini?." Tanya lagi Jendral Ori.
"Liu Qi Shu, jika dia memanggilnya berarti dia sedang menghadapi musuh yang sangat kuat disana."
"Pantas saja mereka terlambat datang, jadi musuh sudah lebih dulu menghadang perjalan mereka!." Ucap jendral Ori.
"Ori, aku harus kesana untuk membantu Raja penguasa malam, lagi pula di sini tidak ada yang menyenangkan." Kata Jendral Sui kemudian terbang menuju ke tempat Wei Heng berada.
Jendral Ori menatap kepergian jendral Sui sampai tidak terlihat lagi, kemudian meminta ke dua jendral iblis lainnya untuk langsung menyerang dan meratakan kota Anming.
Kini tiga jendral iblis mulai ikut maju menyerang dan membantai bahkan melenyapkan orang-orang yang ada di depan mereka.
Kang Jian, Qian Shin, dan para jendral kaisar mulai khawatir ketika melihat tiga jendral iblis yang mulai menampakkan diri dan maju menyerang secara bersamaan.
"Sepertinya ini akan menjadi kekalahan kita." Ucap Qian Shin dengan sedikit lemas.
"Benar saudara Qian, namun aku tidak akan menyerah, aku akan melawan dengan semua yang ku miliki. Demi masa depan anak-anak kita, demi kedamaian seluruh penghuni dunia ini, walau harus mati sekalipun aku tidak akan menyesal."
Perkataan Kang Jian membuat semua yang mendengarnya terkejut, satu demi satu mengikuti perkataan Kang Jian dan kemudian maju menghadapi lautan pasukan iblis.
"Manusia Bodoh, kalian benar-benar ingin mati? Baiklah aku akan mengabulkannya." Seru jendral Ori dengan suara keras hingga terdengar ke seluruh istana.
Jendral Ori mengarahkan satu telapak tangannya ke arah para prajurit istana dan para murid kedua sekte yang sedang bertarung.
"Ter bakarlah!!!."
Api merah menyembur keluar dari telapak tangan jendral Ori, semburannya sangat besar dan panas.
Semua prajurit dan murid-murid sekte melihat semburan api dari atas yang mengarah kepada mereka hanya bisa menelan ludah, dan hanya bisa pasrah menunggu api tersebut membakar mereka.
"Tehnik Air - Semburan Air."
__ADS_1
Tiba-tiba semburan air yang juga sama besarnya menahan api tersebut sehingga seluruh area pertempuran tertutup dengan kabut asap yang sangat tebal.
Semua berhenti bertarung dan masing-masing mengambil jarak, semuanya menunggu kabut tersebut menghilang dan ingin melihat siapa yang datang membantu.
Ketika kabut sudah menipis, terlihat seorang perempuan tua berumur 50 tahunan berdiri memakai baju berwarna emas melayang di atas mereka.
"Siapa nenek itu?." Tanya Kang Jian kapada Qian Shin.
Qian Shin hanya mengangkat bahunya, dia juga sama penasaran nya dengan Kang Jian.
"Bukankah itu sesepuh Feng!." Kata Kang Jian.
Semua menoleh ke arah yang di katakan oleh Kang Jian dan melihat Feng Ying yang juga melayang bersama dua orang lagi yang tidak mereka kenal.
"Kau lagi rupanya! Ternyata mahluk seperti mu memang lebih suka membuat kekacauan dari pada kedamaian." Kata Feng Ying kepada Jendral Ori.
Jendral Ori tidak terkejut melihat kedatangan Feng Ying, yang membuatnya kaget adalah wanita tua yang saat ini berada di bawahnya, bukan karena kekuatannya saja yang bikin kaget, namun Tehnik yang di miliki oleh wanita tua itu.
"Kau datang membawa bala bantuan rupanya, apa segitu takutnya kamu padaku hah?." Kata jendral Ori dengan mengangkat kepalanya.
"Bantuan ku cuma dua sedangkan kamu punya tiga, bukankah itu sudah beda."
Feng Ying maju mendekati jendral Ori lalu berkata. "Apa kamu pikir aku ini bodoh?." Ucap Feng Ying dengan mendekatkan wajahnya yang agak keriput di wajah jendral Ori lalu kembali lagi dan berbalik.
"Aku tahu salah satu dari kalian pergi membantu manusia sekutu mu yang sedang kerepotan menghadapi lawannya disana!." Kata Feng Ying.
Mata jendral Ori menyala merah, dia tidak mau ber basa-basi lagi. "Jendral Lu, jendral Kai, serang mereka! Namun jangan menyerang nya, dia adalah bagianku." Perintah jendral Ori kemudian maju menyerang Feng Ying.
Jendral Ori berhenti kembali setelah melihat dinding air muncul di hadapannya.
"Aku yang akan melawan mu." Ucap wanita tersebut kemudian terbang ke samping Feng Ying.
"Saudara Feng, ijinkan aku bertarung dengan nya, sudah lama aku tidak bertarung dengan lawan yang kuat, semoga dia kuat seperti yang kau katakan."
Apa kamu yakin?." Feng Ying memastikannya lagi dan di balas anggukan oleh wanita tersebut.
__ADS_1
"Berhati-hati lah saudari Su Hui, walau air bisa mematikan api namun api juga bisa melenyapkan air, ku harap kau juga tau itu!."
Setelah berkata demikian Feng Ying turun kebawah mendatangi pasukan iblis yang masih berdiri menunggu perintah untuk menyerang.
Jendral Ori mengutuk Feng Ying ketika melihat Su Hui datang untuk menyerangnya, karena tidak ada pilihan lain, mau tidak mau dia harus melawan Su Hui.
Semua pasukan iblis maju menyerang setelah melihat jendralnya bertarung, prajurit istana di pimpin oleh empat orang jendral juga maju menyerang pasukan iblis di tambah oleh ribuan murid dan 11jagoan dua sekte besar.
Feng Ying juga menyerang pasukan iblis, dia berada di tengah-tengah ribuan pasukan iblis, Feng Ying dengan sangat mudah melenyapkan pasukan iblis seorang diri membuat pasukan iblis lainnya memilih menjauh dan memilih bertarung dengan prajurit istana.
Ketiga jendral iblis bertarung melawan tiga pendekar dari kekaisaran Ming, mereka sama-sama berada di Tingkat Alam Dewa sehingga pertarungan mereka mulai menggetarkan bumi dan langit.
***
Ho Chen terus menghindari serangan Raja penguasa malam, kecepatan gerakan dan serangan nya sungguh sangat cepat, sampai-sampai Ho Chen di paksa dalam posisi bertahan.
Berkali-kali Ho Chen terkena serangannya, namun tidak ada satu luka pun ditubuh Ho Chen sehingga membuat Raja penguasa malam keheranan.
Walau Raja penguasa malam tidak bisa bicara, namun Ho Chen mengetahui dari raut wajah nya jika Raja penguasa malam sedang keheranan.
"Kekuatanmu sangat besar, kau lebih cocok menjadi salah satu jendral iblis dari pada menjadi Raja kelelawar." Kata Ho Chen.
Raja penguasa malam tidak memperdulikan perkataan Ho Chen, dia kembali menyerangnya dengan menggunakan kuku-kuku panjang nya yang tajam.
"Sihir Logam"
Ho Chen membuat seluruh pergelangan tangannya tertutup Logam, kemudian menangkis cakaran Raja penguasa malam.
Trannnnk!!!
Cakaran Raja penguasa malam dan lengan Logam Ho Chen berbenturan menimbulkan suara serta percikan api kecil.
melihat pertarungan keduanya yang tidak kunjung usai, Liu Qi Shu berniat membantu Raja penguasa malam, namun membatalkan niatnya setelah melihat ada yang terbang dan mendekat ke arahnya.
"Jendral Sui." Liu Qi Shu menyapa jendral Sui yang baru tiba di hadapan nya.
__ADS_1