Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kelompok Ular Hijau


__ADS_3

Mereka berjalan sampai setengah hari dan berlangsung aman tanpa ada kendala yang berarti, mereka menginap di perjalanan dengan membuat beberapa tenda untuk beristirahat.


Ho Chen dan yang lainnnya juga di buatkan tenda oleh mereka tenda yang tidak terlalu besar namun cukup untuk lima orang, sedangkan Ho Chen hanya bertiga.


Zhu Yu mengundang Ho Chen dan lainnya untuk makan malam bersama, dikarenakan tenda Zhu Yu sangat besar dan luas maka meja jamuan makanan pun juga sangat besar.


Semua para pendekar di undang untuk makan malam total para pendekar yang ada di ruangan tersebut berjumlah 30 orang sudah termasuk Ho Chen  dan kedua rekannya.


Semua mata para pendekar tertuju kepada Qiao Lin karena hanya dia sendiri satu-satunya wanita yang berada di sana.


Di samping masih muda belia, wajah cantik Qiao Lin juga menjadi pusat perhatian, banyak dari mereka yang menatap Qiao Lin dengan nafsu ingin memiliki, namun ada juga yang menatap Qiao Lin dengan rasa kasihan karena mereka menyayangkan Qiao Lin yang masih muda dan cantik harus pergi tanpa pengawalan dari jagoan atau setidaknya pendekar yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi.


Di saat semua mata semua para pendekar tertuju kapada Qiao Lin dengan pikiran mereka masing-masing! Ho Chen malah memperhatikan seluruh ruangan yang terlihat luas dan juga banyak hidangan di hadapannya yang di suguhkan.


Hal ini membuat Qiao Lin semakin marah, dia ingin mengumpat namun tidak bisa. "Sebenarnya apa yang ada di pikiran mu saat ini Chen?." Batin Qiao Lin.


Zhu Yu tiba setelah semua para pendekar sudah berkumpul di tempat jamuan makan malam. "Terima Kasih kerena kalian masih mau menjaga kami hingga tiba di kota nanti." Ucap Zhu Yu dengan membungkukkan badan.


"Kau tidak perlu bersikap formal seperti itu saudagar Zhu! Aku masih mau menjaga dan mengawal rombongan mu juga karena bayaran yang kau berikan kepadaku." Kata salah seorang pendekar yang berumur 27 tahun, kemudian dia melirik Qiao Lin. "Dan juga kau sudah membawa hiburan untukku di sini!." Ucapnya yang masih melirik Qiao Lin sambil menjilati bibirnya.


"Apa maksudmu tuan..?." Qiao Lin jelas tidak terima akan sikap pendekar tersebut seolah-olah merendahkan dan menganggap dirinya sebagai wanita murahan.


"Ah.. kalau kau marah seperti itu kau terlihat semakin cantik nona kecil, aku jadi tidak sabar ingin melihat mu menghibur kami malam ini." Kata pendekar lainnya yang juga menatap Qiao Lin penuh nafsu dan semakin tertawa keras.


"Jaga mulut mu, apa kau pikir aku wanita penghibur ha..?." Qiao Lin semakin naik pitam.

__ADS_1


Beberapa pendekar yang bernafsu melihat Qiao Lin tertawa keras. "Lihatlah dia semakin cantik kalau semakin marah.


Qiao Lin menatap Ho Chen yang terlihat ikut tersenyum tipis. "Kau..! Apa kau juga berpikir hal yang sama dengan para binatang ini..?." Qiao Lin semakin tersulut emosi ketika melihat Ho Chen juga ikut tersenyum.


"Pikiran mu terlalu cepat untuk menuduh ku seperti itu." Kata Ho Chen.


"Lalu kenapa kamu juga ikut tersenyum ketika mereka merendahkan ku..?."


Ho Chen kembali tersenyum. "Aku tersenyum karena membayangkan, akan seperti apa mereka jika senior Qiao Ho mengetahui jika cucu kesayangannya di rendah kan seperti ini


Mereka semua yang tertawa tersedak nafasnya sendiri sambil menelan ludah. "Anak muda kau jangan bercanda apa maksud mu nona ini cucu ketua sekte Gunung Es?." Tanya pendekar berumur 30 tahun.


Jiu Rui ikut angkat bicara. "Kenapa kami harus becanda, dia memang cucu ketua sekte Gunung Es namanya adalah Qiao Lin, putri tunggal Qiao Jin dan cucu satu-satunya Qiao Ho." Kata Jiu Rui.


Semuanya menjadi diam bahkan mereka yang awalnya ingin terus menggoda Qiao Lin hanya bisa saling menatap rekannya sendiri dan mengumpat dalam hati.


Qiao Lin tidak menjawab dia bangkit dan membalikkan badan. "Selera makan ku sudah hilang." Ucapnya kemudian melangkah pergi meninggalkan tempat jamuan.


Ho Chen tidak melarangnya sedangkan Jiu Rui yang terkenal sangat menyukai makanan akhirnya memilih keluar mengikuti Qiao Lin karena dia tahu saat ini suasana hati Qiao Lin sedang tidak baik, menurutnya tidak bijak meninggalkan Qiao Lin pergi seorang diri keluar karena dia ingin menghibur Qiao Lin agar tidak terlalu berlarut-larut.


Zhu Yu ingin pergi menyusul Qiao Lin dan mengajak nya kembali untuk ikut makan malam namun Ho Chen melarangnya.


"Kalau begitu silahkan di nikmati jamuan hidangan ini..!." Seru Zhu Yu namun dengan perasaan tidak terlalu enak.


Nafsu makan mereka sudah tidak ada lagi, mereka semua masih menyesal telah menyakiti perasaan cucu dari salah satu ketua sekte besar aliran putih.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam mereka semua undur diri, sedangkan Ho Chen pergi ke tempat Qiao Lin berada untuk melihat keadaan nya.


"Sebaiknya kau tidak terlalu memikirkan ucapan mereka, sekarang mereka semua sekarang sudah menyesali perbuatan mereka." Kata Ho Chen dan duduk di samping Qiao Lin yang masih terlihat murung.


"Seharusnya kamu jangan memberitahukan akan siapa diriku, aku ingin merobek mulut orang itu lebih dulu." Kata Qiao Lin yang masih sangat geram.


Ho Chen tersenyum tipis mendengar perkataan Qiao Lin, andai dirinya berada di posisi yanh sama dia pasti juga akan memiliki pemikiran yang sama dengan Qiao Lin.


Setelah beberapa saat mereka berdua saling berbicara Jiu Rui datang dengan membawa beberapa makanan kering untuk dia makan bersama Qiao Lin.


Mereka semua istirahat semalaman tanpa menyadari jika salah satu di antara orang-orang di dalam rombongan ada yang mati dengan kondisi perut ter tusuk belati dengan gagang berbentuk kepala ular berwarna hijau.


Saat pagi tiba barulah di ketahui jika salah satu orang bawahan Zhu Yu ada yang mati terbunuh.


Ho Chen juga datang untuk melihat mayat tersebut. "Ini pasti ulah kelompok Ular Hijau..!." Ucap salah satu dari mereka setelah melihat ukiran gagang belati kecil yang runcing tersebut.


"Kelompok Ular Hijau? Siapa mereka.?." Tanya Ho Chen dia belum mendengar akan adanya kelompok Ular Hijau tersebut, yang ia tahu hanya kelompok Rantai Besi dan kelompok enam kapak bersaudara.


"Apa kau tidak pernah mendengar tentang kelompok Ular Hijau itu? Mereka itu adalah kelompok perampok besar dan cara mereka bekerja adalah dengan cara memburu target dengan cara membunuh sambil sembunyi-sembunyi." Kata salah satu pendekar menjelaskan kepada Ho Chen.


Ho Chen mengangguk sedikit banyak dia sudah mendapatkan gambaran tentang cara kerja mereka, dia yakin mereka akan terus bergerak kerena tergiur dengan barang-barang dagangan Zhu Yu yang banyak.


"Seberapa kuat kelompok mereka ini?." Tanya Lagi Ho Chen yang ingin mengetahui kekuatan mereka.


Pendekar tersebut menggelengkan kepala pelan. "Aku tidak tau pasti! Namun menurut kabar kelompok mereka sangat besar, bahkan hampir menyamai kekuatan sekte-sekte besar di kekaisaran Yun." Ucapnya.

__ADS_1


Ho Chen menggaruk pipinya dan terlihat berpikir, menurutnya jika kabar tersebut memang benar, itu artinya walau kekaisaran Yun bergerak sekalipun tidak akan mudah untuk memberantas kelompok Ular Hijau tersebut.


__ADS_2