
"Pendekar Chen, ini..!." Sui Long kehabisan Kata-Kata walau koin tersebut tidak sebanyak kekayaan sekte-sekte besar, namun bagi Sui Long yang baru membuat sekte koin tersebut sangatlah banyak.
"Senior tidak perlu se sungkan itu, aku membantu kalian tentu dengan sebuah harapan, carilah murid sebanyak mungkin dan latihlah mereka agar menjadi pendekar hebat, dan terutama untuk kalian ber tujuh! Aku harap kalian benar-benar akan berubah dan berlatih lah supaya kalian menjadi kuat, capailah puncak tingkat energi teratas, karena kelak aku akan membutuhkan kekuatan kalian untuk menghadapi musuh yang lebih besar lagi." Kata Ho Chen.
Mereka bertujuh saling memandang satu sama lain, mendengar Ho Chen menyebutkan musuh nya yang lebih besar lagi, mereka sempat berpikir jika musuh Ho Chen adalah salah satu ketua sekte besar.
"Kami berjanji pendekar, kami akan merubah sifat kami dan akan berlatih supaya kelak tidak mengecewakan pendekar." Ucap mereka serempak.
"Sekte ini adalah sekte netral, jangan sesekali berbuat hal yang merugikan orang lain, ingat aku bisa membantu kalian dan memberi kalian sesuatu untuk bisa melangkah labih maju, jika kalian melakukan hal yang bertentangan dengan hukum dan aturan ku, maka aku bisa mengambil kembali akan apa yang telah aku berikan ini." Kata Ho Chen.
Ho Chen melangkah keruangan yang lain kemudian mengeluarkan bermacam kitab yang selama ini dia simpan di dalam gelangnya. "Kalian hanya memiliki dua Tehnik saja, jadi kitab-kitab ini aku tinggalkan disini agar para anggota baru mempelajarinya, namun setiap murid dan anggota baru tetap harus memeberikan kontribusi ketika ingin membaca dan mempelajari kitab-kitab ini, ini semua juga demi kemajuan sekte kalian." Kata Ho Chen kemudian meletakkan beberapa kitab dengan berbagai tehnik, salah satunya adalah tehnik pedang terbang.
Tentu saja tidak semua kitab Ho Chen simpan di sana, kitab Air Suci pemberian Miu Yimin, kitab Tehnik bumi pemberian Biksu Shiao Seng, dan juga kitab sihir dari Dunia Astral. Kitab-kitab tersebut akan tetap Ho Chen simpan di dalam gelangnya.
Bagi Qiao Lin dan Jiu Rui yang memang sudah mengetahui cara kerja gelang tersebut tentu tidak terkejut, namun bagi Sui Long dan murid-murid nya itu sebuah pemandangan yang aneh. Sejak awal mereka ingin sekali bertanya dari mana asal semua barang-barang tersebut, namun tidak ada yang berani menanyakannya karena takut jika Ho Chen nanti jadi tersinggung.
Setelah semua urusan selesai Ho Chen keluar ruangan dan memberi mereka arahan sekaligus menyuruh mereka segera mencari murid-murid agar sekte cepat berkembang.
"Senior, jika anda memiliki pengalaman tentang obat-obatan penyembuh dan penambah energi saya sarankan agar mengajari beberpa murid tentang cara membuatnya, itu sangat di perlukan agar nantinya kalian tidak perlu lagi mencari pil penyembuh." Kata Ho Chen.
"Saya hanya mengerti sedikit tentang obat-obatan pendekar, itu pun hanya obat penyembuh biasa, sebenarnya di kekaisaran Yun ini ada satu orang yang bisa membuat obat paling mujarab, namun orang tersebut jarang sekali muncul, entah di mana sekarang dia berada, bisa jadi saat ini dia berada di kekaisaran lain." Kata Sui Long.
Mendengar itu Ho Chen langsung teringat akan Dewa Obat yang pernah di ceritakan Oleh Su Hui. "Senior, apa orang itu di juluki Dewa Obat?." Tanya Ho Chen.
"Jadi kau sudah mengetahuinya? Iya dia di juluki Dewa Obat." Kata Sui Long membenarkan.
Ho Chen mengangguk namun dia tidak mau menceritakan dari mana dia mengetahui nama tersebut, begitu juga Sui Long tidak mau menanyakan Ho Chen dari mana dia mendengar nama tersebut.
__ADS_1
"Senior kami mohon pamit dulu, besok pagi kami berencana akan meninggalkan Desa ini, jadi malam ini kami akan beristirahat lebih awal." Kata Ho Chen.
Itu semua tentu hanya alasan saja karena Ho Chen masih ingin berlatih di Alam Batin nya. Sui Long segera mengantarkan Ho Chen hingga kedepan pintu, setelah selesai berpamitan, Ho Chen Qiao Lin dan Jiu Rui segera pergi meninggalkan Sekte Hutan Bambu dan pergi menuju tempat ia menginap semalam.
Setelah Ho Chen tidak terlihat Liang Yin segera membahas Ho Chen dengan gurunya. "Bagaimana Guru?." Tanya Liung Yin.
Sui Long menghela nafas panjang kemudia berbicara. "Pendekar ini masih sangat muda namun kekuatannya sangat besar; dan juga memiliki berbagai macam Tehnik, seharusnya pendekar sehebat itu sangat terkenal, namun kenapa aku tidak mengenalnya?." Kata Sui Long.
Liang Yin sejak awal ingin sekali membunuh beberapa pendekar dari sekte-sekte besar, dia ingin melihat sekuat apa murid-murid dari sekte-sekte besar, ketika melihat Jiu Rui dan Qiao Lin dia kira kekuatan murid-murid sekte besar hanya sekuat mereka, namun sekarang dia baru sadar setelah melihat Ho Chen.
Ho Chen yang sangat kuat tidak pernah berpikir mencari masalah, justru Ho Chen bersikap sebaliknya, melihat itu Liang Yin menjadi malu pada diri sendiri dan berjanji di dalam hatinya akan berlatih lebih kuat agar bisa mengikuti jejak Ho Chen.
"Dari pada kamu melamun, sebaiknya kau ajak saudara-saudara mu untuk segera mencari murid!." Kata Sui Long yang melihat muridnya melamun sendiri.
Liang Yin segera berpamitan dan memanggil ke enam saudara-saudara nya untuk pergi mencari murid baru. sedangkan Sui Long masih berdiri sambil berpikir. "Apakah aku harus menjadi ketua sekte Hutan Bambu, atau sebaiknya pendekar Chen saja yang menjadi ketua Sekte?." Pikir Su Long namun Sui Long yakin Ho Chen pasti akan menolaknya mengingat Ho Chen akan pergi meninggalkan desa.
"Chen, kenapa kamu membantu mereka?." Qiao Lin bertanya setelah berada di tempat ia tinggal.
Ho Chen hanya tersenyum lembut kemudian balik menjawab. "Aku tahu kau benci dan marah kepada mereka, begitu juga dengan ku."
Qiao Lin heran mendengarnya. "Kalau begitu kenapa kamu justru membantu mereka? Apa alasan mu?." Tanya kembali Qiao Lin.
"Kau tau, setiap orang memiliki kepribadiannya masing-masing begitu pula sifat nya. Selama manusia yang jahat masih memiliki sedikit saja kebaikan di hatinya, itu sudah cukup untuk di jadikan sebuah perubahan! Intinya, selama mereka di beri kesempatan untuk berubah, maka aku yakin mereka masih memiliki harapan untuk bisa memperbaiki kesalahan mereka selama masih ada orang yang bisa membimbing mereka dengan benar." Kata Ho Chen.
"Bagaimana jika masih belum bisa berubah?." Tanya lagi Qiao Lin karena dia masih belum yakin jika mereka bisa berubah.
"Mereka sudah tahu apa konsekwensi nya, lagi pula aku yakin mereka akan belajar dari kejadian semalam." Kata Ho Chen dengan tersenyum tipis.
__ADS_1
Qiao Lin hanya bisa mengalah, kemudian dia membahas yang lainnya.
"Chen, kau datang dengan memakai topeng, kenapa? Apa agar aku tidak mengenali mu?." Qiao Lin teringat dengan topeng Ho Chen, awalnya dia heran, namun kakondisi saat itu tidak memungkinkan untuk bertanya.
"Aku memakai topeng karena..!." Ho Chen mulai menjelaskan alasannya memakai topeng, mulai dari kabar tentang kematian nya dan juga alasan kenapa dia lebih memilih menutup jati dirinya.
Qiao Lin jelas terkejut mendengarnya, dia tidak pernah mendengar kabar tersebut. Andai dirinya juga mendengar kabar tersebut, pasti dia sudah pergi dari Desa untuk mencari kebenarannya.
"Apa kau hanya memiliki satu topeng saja?." Tanya Qiao Lin.
Ho Chen segera menatap nya dengan heran. "Aku memiliki beberapa lagi sebagai cadangan, memangnya kenapa?."
Qiao Lin pun segera menjawabnya. "Aku ingin memakai nya juga! Sejak aku keluar dari sekte, kebanyakan masalah terbesar ku adalah wajahku ini." Kata Qiao Lin.
Ho Chen memandang wajah Qiao Lin kemudia berkata. "Wajahmu? Benar juga! Wajahmu sangat cantik, jadi wajar banyak lelaki yang tertarik akan kecantikan wajahmu." Kata Ho Chen berpikir dengan mengelus dagunya sendiri.
"Jika para lelaki tertarik akan kecantikan ku, bagaimana dengan mu?." Tanya Qiao Lin dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Aku...!." Ho Chen tidak mampu untuk menjawabnya.
"Chen, aku ingin bertanya, tolong jawab dengan jujur." Kata Qiao Lin yang mulai berbicara serius.
"Mau bertanya apa? Katakanlah." Kata Ho Chen.
Qiao Lin sedikit ragu, dia mengambil nafas dalam-dalam kemudian memberanikan diri untuk bertanya. "Chen, sudah berapa lama kita pergi berkelana bersama! Dengan Waktu selama itu, apakah ada perasaan hati mu kepadaku?." Tanya Qiao Lin.
Ho Chen. "???!!."
__ADS_1