Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Tidak berdaya


__ADS_3

Secara perlahan tangan Yihua memegang wajah Ho Chen untuk memastikan bahwa Ho Chen yang berada di hadapannya itu sungguh nyata.


"Bagaimana? Apa kau masih mengira aku ini adalah ilusi?." Tanya Ho Chen.


Namun bukannya menjawab justru bibir Yihua mulai bergetar ingin menangis kemudian menangis sejadi jadinya sebelum akhirnya memeluk Ho Chen dengan erat membuat Ho Chen yang sudah kebingungan semakin sakit kepala.


Tangisan Yihua terdengar hingga keluar kamar, jendral Yin Lun dan lainnya juga mendengar tangisan Yihua, namun mereka tidak berani masuk, jendral Yin Lun teringat akan kejadian sebelumnya, saat itu Yihua juga berkali-kali menangis seperti ini, jendral Yin Lun masuk untuk menenangkan sang putri kaisar tersebut, namun bukannya bisa menenangkan Yihua justru jendral Yin Lun dan beberapa dayang istana terkena imbas kemarahan Yihua, sejak itu mereka tidak lagi berani masuk jika Yihua menangis, kecuali Yihua sendiri yang memanggil mereka.


Jendral Yin Lun hanya menghela nafas panjang. "Aku bingung, sebenarnya penyakit apa yang ada di tubuh Tuan Putri?." Ucap jendral Yin Lun.


"Kamu mau nanya sama siapa jendral? Jika tabib saja tidak tahu, apalagi dengan kami!." Jawab penasehat Yuwen.


"Iya aku juga tahu itu, namun tetap saja semua ini membuatku semakin penasaran." Kata jendral Yin Lun.


"Menurutku sakitnya tuan putri seperti orang yang mungkin sedang sedih atau patah hati." Kini giliran Miu Yimin yang bicara.


Semua mata segera tertuju ke Miu Yimin dan sekaligus bertanya. "Memangnya Tuan Putri memiliki seorang kekasih? Bukannya selama ini dia hanya berada di dalam istana saja, bahkan jika pun keluar itupun hanya dua kali dalam sebulan." Kata penasehat Yuwen.


"Apa kalian sudah lupa akan kedekatan Tuan Putri dengan murid sang legenda Feng Ying? Bukankah kondisi Tuan Putri berubah seperti ini ketika mendengar pendekar itu sudah meninggal di tangan Raja Iblis!." Kata Miu Yimin mengingatkan mereka akan Ho Chen.


Mereka barulah ingat akan kedekatan Yihua dengan Ho Chen, walau sudah berlalu sekitar dua tahun, namun mereka juga tidak lupa akan hal itu.


Mereka terus berbicara akan kondisi Yihua yang sekaligus mengaitkan masalah sakitnya Yihua yang menurut mereka ada hubungannya dengan kematian Ho Chen, di dalam kamar Yihua sendiri sedang meluapkan rasa sedih dan rindunya kepada Ho Chen.

__ADS_1


Yihua sudah tidak perduli akan status dirinya sebagai Putri Kaisar, Yihua memeluk Ho Chen begitu erat dan tidak mau melepasnya, mau tidak mau Ho Chen pun memeluk Yihua sekaligus memenangkannya.


"Apa kau sudah merasa baikan? Kalau begitu bicaralah, aku akan mendengarkan nya, siapa tahu aku bisa membantu kondisimu kembali seperti dulu." Kata Ho Chen.


Yihua masih memeluknya sambil menangis tersedu-sedu di sertai dengan gelengan kepala dan berbicara dengan suara lembutnya sekaligus sedikit terdengar serak.


"Selain dirimu tidak ada yang bisa mengobati hatiku, selama ini hatiku sangat merindukan mu, kesepian, sakit, sekaligus sedih setelah mendengar akan kematianmu." Yihua berbicara namun tetap tidak mau melepas pelukan nya.


"Kemana saja kamu selama ini? Kenapa kamu tidak memberi kabar, atau setidaknya memberi tanda bahwa dirimu masih hidup, apa selama ini kamu benar-benar tidak mengetahui akan perasaan hatiku? Perlu kau tahu, aku tidak mampu jika harus berpisah lagi dari mu. Aku-aku..! Aku mencintai mu Chen, jadi Ku mohon jangan lagi pergi dariku, dan tinggalah di sini berada di sisi ku, selamanya!."


Ho Chen terkejut atas pernyataan Yihua sekaligus mulai mengerti jika yang membuat Yihua seperti ini di karena kan kabar akan dirinya yang di kiranya sudah mati.


Walau dia tahu jika Yihua sakit karena dirinya, namun berat bagi Ho Chen untuk menerima Cinta Yihua, namun dia juga tidak sampai hati jika harus membuat hati gadis cantik itu terluka, menurutnya hati Yihua sudah cukup lama tersiksa, tidak bijak rasanya jika dirinya kembali menambah luka di hati gadis tersebut, namun dia juga belum siap jika harus menjalin hubungan asmara di saat dirinya mengemban tugas berat, di tambah lagi semua orang sudah mempercayakan masalah ini kepada dirinya.


Hal ini mengingatkan akan kisah Kang Jian dengan Peiyu, di mana Peiyu yang awalnya seorang wanita baik-baik bisa berubah hanya karena kesalahan Kang Jian yang salah dalam mengambil keputusan.


"Yihua, apa kita akan bicara sambil berpelukan seperti ini?."


Yihua menjawab dengan cepat. "Iya, biarkan aku memeluk mu lebih lama, itu pun jika dirimu tidak keberatan."


"A-aku..! Aku tidak keberatan..!." Jawab Ho Chen dengan terpaksa dan sedikit ragu.


Mendengar itu Yihua semakin memeluk Ho Chen dengan erat, untungnya tenaga Yihua tidak seberapa, jika sampai Yihua memiliki tenaga yang besar, pasti tulang-tulang di tubuh Ho Chen akan hancur karena pelukan Yihua yang begitu kuat.

__ADS_1


"Chen, aku mohon jangan dulu melepas pelukan mu." Kata Yihua dengan suara sedikit pelan seolah-olah akan tertidur.


Ho Chen akhirnya ikut memeluk Yihua dengan lembut namun dengan perasaan bercampur aduk tidak jelas.


Benar saja, setelah beberapa saat Yihua tertidur dengan sangat lelap di pelukan Ho Chen, gadis tersebut seperti sangat kelelahan, dan itu juga menjadi tidurnya yang paling nyenyak selama beberapa bulan terakhir.


Ho Chen berencana membaringkan Yihua di tempat tidurnya dan ingin membiarkan gadis itu beristirahat, namun anehnya biarpun sudah nyenyak ternyata pelukan gadis itu sangat kuat dan erat.


Ho Chen berusaha terus melepaskan pelukan tersebut, ketika hampir berhasil, gadis tersebut seolah-olah sadar dan kembali memeluknya.


Ho Chen mulai mengutuk dirinya sendiri, andai sejak awal dia datang dengan membuka jati dirinya kepada Kaisar Hong itu akan lebih baik, setidaknya Ho Chen masih bisa di bantu oleh para penjaga atau setidaknya oleh orang-orang istana untuk melepaskan pelukan Yihua yang tertidur lelap.


Kini terpikirkan oleh Ho Chen akan jendral Yin Lun di depan kamar. "Sebaiknya aku memintanya untuk melepas pelukan ini dan biar dia yang di peluk sampai dia bangun nantinya."


"Ah tidak-tidak, jika aku meminta bantuannya bukankah jendral itu akan berpikir jika aku melakukan hal senonoh kepada Yihua, apa lagi kedatangan ku yang seperti pencuri! Jika sampai ketahuan bukankah aku akan tetap tinggal di sini, dan jika memaksa pergi, bukankah aku akan mencoreng kehormatan Yihua sebagai Tuan Putri."


Kepala Ho Chen terasa ingin pecah rasanya, ini baru pertama kalinya dia di sulitkan oleh seorang perempuan, serangan jendral iblis saja mampu Ho Chen lawan, namun serangan perasaan Yihua membuat Ho Chen tidak berdaya.


Ho Chen melihat ke sekeliling kamar Yihua mencari sesuatu yang dapat membantunya. "Apa aku harus seperti ini terus, sampai berapa lama? Masak sampai besok!." Batin Ho Chen jika sampai salah satu orang istana masuk dan menemukan mereka berdua Yang sedang berpelukan seperti itu, Ho Chen tidak bisa membayangkan lagi akan apa yang akan terjadi berikutnya.


Ho Chen kembali menggunakan sihir penghentian waktunya, Hanya itu satu-satunya cara agar bisa melepas pelukan Yihua.


Walau Yihua sudah terlihat seperti patung, namun Ho Chen melepaskan diri dari pelukan Yihua secara perlahan-lahan, kemudian menggendong tubuh gadis tersebut dan membaringkan nya di tempat tidur kemudian menyelimuti nya.

__ADS_1


Ho Chen menjentikan jarinya dan waktu pun kembali normal, dia menghela nafas lega, kemudian menatap wajah Yihua yang sangat cantik itu kemudian mengelus pipinya seraya berkata. "Kamu sangat cantik dan juga cerdas, seharusnya kamu mencari orang yang lebih baik dari diriku, masih banyak lelaki tampan keturunan bangsawan di luar sana, dari pada kau mencintai pria seperti diriku, yang bahkan dirimu tidak mengetahui akan siapa diriku ini yang sebenarnya." Kata Ho Chen dengan berkata lembut.


__ADS_2