
"Wu Jian, bagaimana? Apa semuanya sudah di bagikan kepada mereka?." Tang Li bertanya tentang sumbangannya, dia khawatir sumbangan yang ia berikan tidak cukup untuk para warga tersebut yang ditinggal oleh suaminya berperang.
Tang Li memandangi Ho Chen, dia melihat Ho Chen yang tidak berlutut di hadapannya hanya tersenyum lembut, namun Tang Li diam-diam meneliti dan mengukur kekuatan Ho Chen, namun tidak berhasil.
Tang Li sendiri sempat belajar ilmu bela diri, saat ini dia berada di Tingkat Awal 4. Sedangkan Ho Chen, semenjak ia berhasil menembus Tingkat Alam Dewa, walau baru awal, dia sudah bisa menyembunyikan kekuatannya, sama seperti Feng Ying yang bisa menyembunyikan seluruh kekuatannya.
"Yang Mulia, sebenarnya...!." Wu Jian mulai menceritakan semua yang di alaminya beserta seluruh rekannya, hingga ia bertemu dengan Ho Chen.
Tang Li terlihat lesu dan juga merasa bersalah, namun dia berusaha menyembunyikan nya kemudian menatap ke arah Ho Chen yang sedari tadi hanya diam mendengarkan mereka berdua yang sedang berbicara.
"Pendekar Chen, terima kasih banyak telah menyelamatkan Wu Jian, aku Tang Li berhutang pada pendekar." Kata Tang Li.
"Pangeran Li tidak perlu bersikap seperti itu, sudah sepatutnya saya menolong saudara Wu, jadi Pangeran tidak perlu merasa berhutang budi kepada saya!." Jawab Ho Chen.
"Yang Mulia, sebaiknya Yang Mulia bergegas mengungsi dari sini, saya khawatir mereka akan datang malam ini untuk membunuh Yang Mulia." Wu Jian sebenarnya tidak ingin memotong pembicara Tang Li dengan Ho Chen, namun dia terpaksa memotong pembicaraan keduanya karena ini menyangkut keselamatan Tang Li.
Tang Li hanya tersenyum kecil sambil menggelengkan kepala kemudian berkata. "Wu Jian, andai mereka benar-benar akan datang kesini untuk membunuh ku, aku tidak takut dan tidak akan pergi kemana-mana.
Di luar sana para prajurit ku sedang bertempur mempertaruhkan nyawa mereka demi diriku, sedangkan diriku disini malah lari ketika bahaya datang langsung mendatangi ku, menurut mu, apa itu pantas? Jika para prajurit yang mendukung ku rela mati, maka aku pun juga tidak takut mati." Kata Tang Li.
Ho Chen kagum dengan Tang Li, sosok tersebut memang sangat cocok untuk menjadi seorang pemimpin. Namun pemikiran tersebut menurut Ho Chen juga tidak benar, walau terkesan pemberani namun sama saja jika pangeran itu harus mati, semua pengorbanan dan perjuangan prajurit akan menjadi sia-sia, terutama bagi yang sudah gugur.
Wu Jian juga memiliki pemikiran yang sama dengan Ho Chen, dia ingin kembali membujuk Tang Li, namun Ho Chen segera berkata sesuatu.
"Tunggu, aku mencium bau amis darah!." Kata Ho Chen.
Wu Jian mulai panik, sedangkan Tang Li mengerutkan dahi, dia tidak merasakan apapun sehingga Tang Li sedikit kebingungan.
__ADS_1
Ho Chen menoleh ke arah pintu depan dengan tajam merasakan sekelompok orang yang berjumlah ratusan datang. "Mereka sudah tiba di sini." Kata Ho Chen.
Selesai berkata demikian, pintu gerbang langsung terbuka dengan sangat keras, bahkan salah satu daun pintu terlepas dari tempatnya.
Terlihat tiga sosok yang berdiri di pintu gerbang yang sudah terbuka itu, dan di belakang nya ratusan prajurit memakai baju hitam berbaris rapi.
Ketiga sosok tersebut semuanya berada di Tingkat Langit, dua berada di Tingkat Langit Puncak 2, dan satu orang yang berumur sekitar 35 tahun berada di Tingkat Langit Awal 4.
"Tio Bai...!." Wu Jian mengenali salah satu pendekar tersebut.
"Apa saudara Wu mengenali salah satu dari mereka?." Ho Chen menatap Wu Jian seraya bertanya.
Wu Jian mengangguk kemudian menunjuk ke arah pendekar yang memiliki kekuatan Tingkat Langit Awal 4.
"Dia adalah Tio Bai, salah satu mantan prajurit dari Raja Tang Yu, Tio Bai adalah prajurit terkuat dan terhebat, dia juga adalah pendekar Jenius dari generasinya saat ini. Sekarang dia sudah berada di Tingkat pendekar Api, membuat dirinya menjadi salah satu calon terkuat di seluruh wilayah kerajaan Luwuen." Kata Wu Jian.
Wu Jian dan pangeran Tang Li saling ber pandangan, mereka berdua heran karena Ho Chen tidak mengetahui tentang Pendekar Api.
Pendekar Api adalah Tingkat kekuatannya. Yang terlemah adalah pendekar Tingkat Bumi, kemudian naik ke Tingkat Angin, dan selanjutnya ke Tingkat Air, dan yang terakhir Tingkat Api.
Tingkat Bumi memiliki tiga tahap, pendekar Bumi tahap 1 sampai 3. Dia atasnya lagi ada Tingkat Angin yang juga memiliki Tiga tahap, setelah itu Tingkat Air yang juga memiliki Tiga tahap, dan yang terakhir Tingkat Api yang juga memiliki Tiga tahap.
Menurut Wu Jian, masih ada kekuatan di atas Tingkat Api, namun di seluruh kerajaan manapun, belum ada yang bisa mencapai Tingkat tersebut.
Ho Chen menebak dengan pikirannya sendiri. "Mungkin yang mereka maksud Tingkat Bumi adalah Tingkat Jiwa Awal 1 sampai puncak 3. Sedangkan Tingkat Angin, adalah Tingkat Jiwa Awal 4 sampai Tingkat Bumi puncak 2.
Yang di maksud Tingkat Air, mungkin Tingkat Bumi Awal 3 sampai Tingkat Langit Puncak 1. Dan yang terakhir adalah Tingkat Api , mungkin Tingkat Langit Awal 2 sampai puncak 4.
__ADS_1
Kemungkinan yang di maksud Tingkat lebih tinggi itu adalah Tingkat Alam. Itu berarti pendekar yang terkuat di sini adalah pendekar Tingkat Api, atau Tingkat Langit." Pikir Ho Chen yang mulai mengerti akan kekuatan dunia yang ia datanginya ini.
Yang Ho Chen herankan, dia merasakan ada energi aneh di dalam tubuh Tio Bai, Energi yang tidak ia kenal sama sekali. Namun Ho Chen tidak bertanya, melihat pangeran Tang Li dan Wu Jian seperti keheranan setelah Ho Chen bertanya tentang Tingkatan, membuat dia tidak lagi mau membuat mereka jadi salah paham akan dirinya.
Sekitar puluhan prajurit segera menghadang jalan mereka dengan perisai di tangan kiri dan membawa tombak serta pedang. "Lindungi Pangeran, bentuk formasi pertahanan..!." Salah seorang berseru dan segera semua prajurit merapatkan kan diri dan mengerahkan perisai ke depan dengan ujung tombak di atas perisai.
"Kalian pikir, pertahan seperti ini akan mampu menahan ku untuk menangkap Pangeran Li..? Apa kalian lupa siapa aku hah..? Bahkan seratus dari kalian tidak akan mampu melawan ku.." Seru Tio Bai kemudian mengarahkan Golok nya yang memiliki gagang panjang menyerupai gagang tombak ke depan kemudian berseru keras.
"Serang dan habisi siapa pun yang berani menghadang kalian..!." Seru Tio Bai.
Para ratusan prajurit segera menyerang dengan berteriak keras penuh semangat yang membara.
Tio Bai dan Dua orang yang di sampingnya juga ikut maju menyerang. Tio Bai mengayunkan golok panjang nya ke para prajurit yang berusaha bertahan dengan perisai mereka, dalam satu kali ayunan, beberapa prajurit yang berusaha bertahan terlempar mundur menabrak rekan-rekan nya yang di belakang, perisai mereka terbelah menjadi dua.
"Tenaga dalam nya terlalu besar, jika begini, tidak akan ada yang mampu menahannya..!." Kata Wu Jian, tubuhnya bergetar hebat melihat Tio Bai membantai beberapa pasukan dengan sangat mudahnya.
Ho Chen kembali menatap Wu Jian sejenak kemudian menoleh ke arah Tio Bai dan Dua orang rekannya yang kini berlari ke arahnya.
"Tenaga dalam ya! Pantas aku merasa aneh dengan energinya." Gumam Ho Chen, akhirnya dia ingat pernah mendengar dari Ming Hao tentang tenaga dalam, di mana seseorang akan mengandalkan tenaga fisik dan pernapasan untuk melatih tenaga dalam itu.
Ho Chen juga bisa membandingkan, antara pendekar Langit dari dunianya jika bertarung dengan Tio Bai dalam tingkat yang sama, maka pendekar yang dari dunia nya akan kalah, itu di karenakan fisik yang di miliki oleh pendekar seperti Tio Bai sangat kuat dan juga keras, di tambah lagi tenaganya yang besar.
Andai mereka menemukan cara untuk mencapai Tingkat Alam Ho Chen tidak tahu akan seperti apa tenaga mereka, yang pasti akan sangat mengerikan.
Tio Bai dan Dua temannya sudah sampai di hadapan pangeran Tang Li kemudian mulai berbicara. "Maaf pangeran, saya akan bicara baik-baik kepada pangeran. Lebih baik pangeran menyerah sekarang supaya kami tidak perlu melakukan kekerasan atau memaksa pangeran!." Kata Tio Bai.
Tio Bai sebenarnya terkejut melihat sosok pemuda tampan yang berdiri di samping Pangeran Tang Li. Dia tidak bisa mengukur kekuatan pemuda itu sama sekali, sehingga menganggap pemuda tersebut adalah rakyat biasa yang sedang bertamu.
__ADS_1
Namun di sisi lain Tio Bai juga merasa bahwa Pemuda di samping Tang Li itu terlihat memiliki sesuatu yang aneh, namun Tio Bai berusaha menyembunyikan rasa keterkejutan nya dan memilih berbicara dengan pangeran Tang Li.