Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Hanya seorang


__ADS_3

Qiao Lin dan Jiu Rui hanya bisa melihat Ho Chen yang sudah pergi. Walau Qiao Lin sudah mengetahui kemampuan Ho Chen, namun tetap saja dia khawatir.


Ho Chen kembali mengenakan topeng dan bergegas menuju ke pintu Sekte Ular Hijau. Ho Chen mengatur rencana di perjalanan kepada Naga Putih dan Niu.


"Baiklah, kami akan bergerak jika mendapat kan instruksi dari mu." Kata Naga Putih.


Berbeda dengan Naga Putih, Niu malah tidak senang dengan rencana Ho Chen. "Lebih baik kita langsung menyerang, jika menunggu mu bicara basa-basi dengan mereka itu akan terasa membosankan." Kata Niu yang tidak mau menunggu, karena menunggu itu sungguh sangat membosankan.


Ho Chen hanya menggaruk kepalanya, dia sudah menduga jika Niu yang akan protes. Namun masalah nya dia tidak bisa langsung menyerang begitu saja. Dia ingin menemukan keberadaan Shou Jie terlebih dahulu, jika sampai pertarungan terjadi lebih awal, apalagi begitu melihat Naga putih nantinya, bukan tidak mungkin Shou Jie akan lari terlebih dahulu.


"Aku hanya akan membuat sedikit keributan untuk memancingnya keluar, jika dia sudah keluar menemui ku, baru kita berperang." Kata Ho Chen.


Jarak antara Sekte Ular Hijau dengan bukit tempat Jiu Rui dan Qiao Lin berada tidak terlalu jauh sehingga mereka akan bisa melihat dari tempat itu.


Ho Chen tiba di depan pintu masuk Sekte Ular Hijau. Terlihat sekitar 10 penjaga pintu sedang berdiri dengan pedang di pinggang mereka.


"Berhenti..! Siapa kamu, dan mau apa datang ke sini..?." Salah satu pengawal menghentikan kuda Ho Chen yang berjalan santai ke arah mereka, mereka sangat waspada, terlebih lagi Ho Chen yang mengenakan topeng.


"Aku hanya ingin bertemu dengan Shou Jie. Sebaiknya kalian tidak menghalangi jalan ku!."


Perkataan Ho Chen membuat mereka semua semakin menghadang pintu masuk. "Serahkan semua senjata mu, maka kamu boleh masuk." Kata salah seorang dari mereka, dia mencabut pedang nya dan mengarahkan kepada Ho Chen.


"Apa kalian melihat aku membawa senjata..? Minggir..! Aku tidak ada waktu untuk meladeni kalian!." Kata Ho Chen dengan nada dingin.


"Kurang ajar, cepat tangkap dia..!." Seru penjaga paling depan.


Mereka semua langsung menyerang Ho Chen, sedangkan Ho Chen masih terlihat tenang.


Salah satu penjaga mengayunkan pedang nya dengan cara melompat tinggi. Pedang tersebut dia arah ke kepala Ho Chen, Ho Chen dengan santai nya menghindari tebasan pedang tersebut dan melewati depan wajahnya.


Ho Chen memukul penjaga yang mengayunkan pedang dengan pukulan tapak, seketika itu juga penjaga tersebut terlempar hingga menabrak tembok dan jatuh dengan munta darah.

__ADS_1


Penjaga sisanya masih berusaha menyerang Ho Chen dengan tebasan ke arah kakinya, Namun lagi-lagi Ho Chen menhindari tebasan tersebut, Ho Chen menjepit pedang tersebut ke perut Naga Putih dengan sebelah kakinya, ketika penjaga tersebut berusaha menarik pedangnya, tendangan Ho Chen mengenai wajah sang penjaga sehingga terpental.


Penjaga tersebut memegangi wajahnya karena kesakitan. Tidak satupun dari mereka yang berhasil melukai Ho Chen yang masih berada di atas kudanya, malah sebaliknya, satu persatu dari mereka mendapatkan pukulan dan berakhir dengan kondisi kritis.


Salah satu penjaga segera menyadari jika Ho Chen bukan lah pendekar biasa, dia segera berlari kedalam untuk menemui para jagoan dan juga Shou Jie untuk melaporkan hal tersebut.


Tindakan Ho Chen juga berhasil menarik perhatian anggota yang lain, dan segera mereka datang untuk membantu para penjaga yang terlihat kesulitan menangkap nya, bahkan melukainya.


Ho Chen melihat para anggota yang lain mulai berdatangan, rencana nya untuk membuat keributan terlebih dahulu berjalan dengan lancar, namun dia tidak menduga jika yang datang ke arahnya sungguh sangat banyak.


"Kalian pikir dengan jumlah kalian itu bisa menghentikan ku, sebaiknya kalian panggil pendekar dan jagoan kalian kesini..!." Kata Ho Chen dengan suara lantang dan menggema.


Perkataan Ho Chen membuat mereka heran, jika Ho Chen adalah seorang jagoan Alam, setidaknya dia harus membawa belasan Jagoan yang juga berada di Tingkat Alam. Namun nyatanya, Ho Chen hanya seorang diri saja, tidak mungkin mampu mengalahkan mereka semua, Terlebih lagi ada belasan Jagoan Tingkat Alam di sekte mereka.


Tanpa ragu lagi, anggota sekte Ular Hijau berdatangan menyerang Ho Chen, mereka bagai semut yang datang hanya untuk melawan satu orang saja.


***


"Saudara Zu, akan lebih baik jika kamu pergi menyusul mereka kesana!." Kata Shuo Jie berbicara kepada Zu Xuan.


Xu Xuan adalah jagoan Tingkat Alam awal 3, dan hampir memasuki Puncak. Sedangkan satunya lagi bernama Gui Lo yang juga jagoan Tingkat Alam awal 3.


"Ketua, andai sampai besok Tuan Muda Shuo belum juga tiba, maka saya akan pergi kesana." Kata Zu Xuan.


Shou Jie menyandarkan tubuhnya ke kursi, bukan Shuo Zie yang tunggu atau pun di khawatirkan, melainkan Cincin penghisap yang ia tunggu.


"Ketua, apa masih belum ada kabar dari anngota kita yang bersama dengan para pasukan iblis?." Gui Lo kini membahas masalah lain.


Shou Jie hanya menggelengkan kepala, kabar terakhir yang ia dengar hanyalah kabar kekalahan ketika berusaha menyerang istana kekaisaran Yun.


Mereka masih mengobrol tiba-tiba seorang anggota masuk dengan panik. "Ketua! Di depan ada orang yang sedang membuat kekacauan."

__ADS_1


Belum sempat anggota tersebut meneyelasai kan laporannya Zu Xuan membentaknya. "Apa kamu tidak melihat kalau kami sedang berbicara, apa perlu aku mengeluarkan kedua bola matamu itu!." Kata Zu Xuan yang tidak terima ketenangan mereka terganggu.


"Siapa orang yang bikin kekacauan di depan, dan berapa banyak mereka?." Gui Lo berbicara dengan tenang, namun jawaban dari pelapor membuatnya ikut naik pitam.


"Ha-hanya seorang Tuan...!." Jawabnya dengan gugup.


"Hanya seorang saja..? Dan kamu melapor kesini? Benar-benar tidak berguna..!." Ucap Gui Lo dengan mengangkat tangannya berniat membunuh anggota pelapor tersebut.


Tentu saja pelapor tersebut berkeringat dingin dan menelan ludah nya, untungnya Shou Jie segera menghentikannya.


"Jelaskan padaku ciri-ciri nya, siapa tahu aku mengenalnya, dan mungkin dia memang datang hanya untuk bertemu dengan ku!." Kata Shou Jie.


Pelapor tersebut bernafas lega dan segera menjelaskan ciri-ciri orang yang membuat kekacauan tersebut. "Orang ini masih muda, dia datang seorang diri dengan menaiki kuda, dan wajah nya di tutup dengan topeng putih."


Penjelasan dari pelapor tersebut membuat Shou Jie bangkit dari tempat duduk nya. "Dia memakai Topeng putih..!?." Kata Shuo Jie yang terlihat sangat terkejut, begitu juga dengan Zu Xuan dan Gui Lo.


Bukan lagi rahasia, semua sekte sudah mengetahui pendekar bertopeng tersebut, terlebih lagi Sekte Ular Hijau yang sudah mendengar akan kekalahan para pasukan iblis yang berhubungan dengan pendekar muda yang memakai topeng putih, tidak tanggung-tanggung, pendekar bertopeng tersebut berhasil mengalahkan Dua Jendral Iblis dan juga Dua mahluk lain yang kekuatannya juga setara dengan para Jendral iblis tersebut di hari yang sama.


"Kenapa dia datang ke Sekte kita?." Tanya Gui Lo.


"Sebaiknya kita kesana, mungkin dia hanya ingin berbicara kepadaku." Kata Shou Jie dan segera keluar dari ruangan tersebut dan di ikuti oleh Zu Xuan dan Gui Lo.


Karena sekte Ular Hijau sangat luas, Shou Jie memilih terbang, dia melesat dengan sangat cepat membuat Zu Xuan dan Gui Lo hanya bisa menatapnya sambil berlari.


Shou Jie menelan ludah nya setelah sampai di lokasi. Setengah dari area sekte kini sudah hancur, Shou Jie juga melihat sebagian wilayah sekte nya di penuhi oleh akar dan pohon berduri yang sangat banyak.


Shou Jie menemukan seseorang yang sedang bertarung melawan Tiga belas jagoan Tingkat Alam. Walau di kepung oleh Tiga belas jagoan, nyatanya mereka tidak sedikit pun yang dapat menyentuhnya, bahkan beberapa jagoan mulai terlihat terluka.


***


__ADS_1


Bonusnya besok malam saja, sekarang saya masih sibuk kerja.


__ADS_2