Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Mengingkari Janji


__ADS_3

Ho Chen ingin menanyakan lebih lanjut kepada pria tersebut namun dia merasakan kehadiran beberapa orang mendekat ke arahnya.


"Ada yang datang..!." Kata Ho Chen menatap ke arah belakangnya.


Jiu Rui yang berdiri di belakang Ho Chen juga menoleh kebelakang dan menatap ke arah yang sama dengan Ho Chen. Walau Jiu Rui tidak dapat merasakan nya, namun dia percaya perkataan Ho Chen selalu benar.


Setelah beberapa saat, terlihat sekitar 10 orang berpakaian serba hijau datang menghampiri Ho Chen, dan mereka masing-masing membawa pedang, dan semua nya adalah pendekar Langit.


"Tenyata Kamu berada di sini!." Kata salah seorang dari mereka.


"Lihat ada gadis kecil yang cantik di sini, jika begini Tuan Muda Shuo pasti sangat senang."


"Benar, bukan hanya bisa mendapatkan Kepala Desa itu, melainkan dapat gadis cantik juga!."


Pandangan mereka semua tertuju kepada Qiao Lin, sedangkan Ho Chen mengerutkan dahinya setelah mereka menyebut nama Tuan Muda Shuo.


Jiu Rui segera berdiri di depan Qiao Lin dan menghalangi pandangan mereka agar tidak terus-terusan memandangi Qiao Lin.


"Minggir jangan halangi pandangan Kami, jika tidak aku potong-potong tubuh mu menjadi serpihan-serpihan daging kecil." Bentak salah seorang dari mereka karena merasa Jiu Rui mengganggu pemandangan indah nya.


"Jangan menunggu lagi, cepat tangkap kepala desa itu bersama gadis kecil di sana, sisanya kalian habisi saja!." Seru salah satu dari mereka.


"Tunggu dulu..! Bukankah tujuan kalian ingin menangkap ku? Kalau begitu tangkap saja aku, tapi ku mohon kalian jangan mengganggu mereka, mereka tidak ada hubungan apapun dengan ku..!." Kata Lho Zian berbicara dengan melangkah kan kaki nya mendahului Ho Chen.


"Kamu pikir kami peduli akan hal itu, mau ada hubungan atau tidak, bagi kami selama kami puas dan senang maka tidak ada yang akan bisa menghentikan Kami.!" Setelah berkata demikian mereka langsung maju tanpa memperdulikan pandangan Ho Chen yang menatap mereka dengan dingin.


"Kak Rui, Lin, habisi mereka semua! Orang-orang seperti mereka tidak pantas lagi untuk hidup di dunia ini." Perkataan sekaligus perintah Ho Chen mengejutkan Jiu Rui Qiao Lin dan Lho Zian.

__ADS_1


"Chen, aku..!." Qiao Lin ragu begitu juga dengan Jiu Rui, mereka yakin tidak akan mampu membunuh salah satu dari mereka, itu karena mereka semua adalah Pendekar Tingkat Langit, sedang kan mereka berdua hanya Pendekar Tingkat Bumi.


"Kamu tidak perlu cemas, asal kau mau membunuhnya maka mereka akan dengan senang hati memberikan nyawa mereka kepada kalian berdua, ucapan ku benar bukan?." Kata Ho Chen sekaligus bertanya dengan tersenyum lebar kepada mereka semua yang sudah semakin dekat.


"Kurang ajar,  ku bu..!." Pedang mereka hampir mencapai tubuh Ho Chen, namun tiba-tiba saja tubuh mereka tidak bisa di gerakkan, tubuh mereka terasa berat sehingga mereka semua jatuh berlutut dengan menundukkan kepala mereka.


"Kalian berdua jangan ragu, jika kalian berdua masih ragu, kalian tidak akan pernah bisa belajar bagaimana hidup sebagai seorang pendekar." Kata Ho Chen berbicara kepada Jiu Rui dan Qiao Lin kemudian melangkah kan kakinya menuju Lho Zian yang terpaku menyaksikan semua itu.


Qiao Lin dan Jiu Rui saling berpandangan kemudian mencabut pedang mereka masing-masing dan berjalan mendekati para pendekar yang sudah tidak bisa bergerak itu.


Tangan keduanya memengang pedang dengan erat namun dengan sedikit gemetar. Walau mereka sudah pernah bertarung dan melukai musuhnya, namun dalam hal membunuh, mereka tidak pernah melakukannya.


Qiao Lin mengangkat pedang nya dengan perasaan campur aduk, sedangkan pendekar yang akan di bunuhnya hanya bisa menelan ludah keringat dingin mulai keluar dari keningnya, dia bingung apa yang sudah di lakukan Ho Chen kepadanya dan juga rekan-rekan nya.


Qiao Lin menutup mata dan kemudian menebas leher pendekar tersebut. Kepala pendekar tersebut langsung terpisah dari tubuhnya dan kemudian ambruk ke tanah dengan tubuh kejang-kejang kemudian diam tidak bergerak.


Jiu Rui juga melakukan Hal yang sama, namun dia tidak menutup matanya sehingga melihat langsung kepala pendekar yang ia tebas jatuh menggelinding ke tanah.


Qiao Lin mematung, dia menjatuhkan pedang nya namun tatapan nya kosong seperti memandang ruang hampa


Ho Chen datang mendekati nya dan menepuk pundak Qiao Lin yang masih mematung. Qiao Lin tersadar dan segera memeluk Ho Chen kemudian menangis di perlukannya.


Berbeda dengan Jiu Rui, setelah dia membunuh pendekar tersebut, dia merasakan sensasi yang berbeda, yang di rasakan Jiu Rui saat ini seperti aura yang yang keluar dari tubuh pendekar yang sudah di bunuhnya itu memasuki tubuh nya, dia merasakan sedikit hangat namun hanya sesaat.


Ini adalah pertama kali mereka melenyapkan nyawa seseorang sehingga batin mereka sedikit syok dan terguncang.


"Kalian harus kuat, cepat atau lambat, kalian akan mengalaminya juga." Kata Ho Chen yang di peluk oleh Qiao Lin.

__ADS_1


Ho Chen menatap delapan pendekar yang tersisa kemudian kembali berbicara. "Kalian tahu kenapa aku menyuruh kalian membunuh mereka dan apa alasannya?." Tanya Ho Chen kepada Qiao Lin dan Jiu Rui.


Qiao Lin berhenti menangis dan melepaskan pelukannya dan di sertai dengan gelengan kepala. Jiu Rui pun juga sama.


"Mereka memang tidak pantas lagi untuk hidup dan di beri kesempatan lagi, itu di sebabkan pemimpin mereka yang sudah mengingkari janjinya padaku. Aku yakin mereka berasal dari kelompok Ular Hijau, sedang kan Tuan Muda Shuo yang mereka maksud itu pasti Shuo Zie, keponakan Shuo Jie." Kata Ho Chen.


"Sekarang ayo kita tanyakan kepada Tuan itu, apa yang sebenarnya terjadi!." Kata Ho Chen mengajak Jiu Rui dan Qiao Lin.


"Adik Chen, bagaimana dengan mereka?." Tanya Jiu Rui.


Ho Chen berbalik dan menatap mereka semua yang masih belum bisa bergerak lalu berkata. "Tentu saja mereka harus mati!." Kata Ho Chen kemudian mengarahkan sebelah tangannya.


"Tehnik Kristal Es - Pembekuan Es Abadi."


Kabut Putih keluar dari telapak tangan Ho Chen dan membekukan mereka semua dalam waktu tiga terikan nafas saja.


"Tehnik Bumi - Getaran Bumi."


Ho Chen menghentakkan kakinya ke tanah membuat bumi sedikit bergetar, ke delapan pendekar yang sudah membeku itu menjadi retak kemudian hancur menjadi serpihan es kecil.


Kedelapan pendekar tersebut mati tanpa mengetahui apa penyebab mereka mati, mereka pasti tidak akan menduga jika pengejarannya terhadap kepala desa berakhir kehilangan nyawa mereka sendiri.


Ho Chen menghampiri Lho Zian yang masih terpana akan kejadian tersebut, dia yakin jika Ho Chen adalah pendekar yang berada di Tingkat Bumi Awal 4, namun dia sedikit ragu, itu karena Ho Chen mampu membunuh ke sepuluh pendekar Langit dengan sangat mudah nya, bahkan tidak menyentuhnya sama sekali.


Lho Zian berpikir jika dirinya yang menyerangnya, kemungkinan besar dirinya lah yang akan mati. Kini Lho Zian yakin jika Ho Chen lebih kuat dari dirinya terlepas usianya yang masih sangatlah muda.


"Tuan,sebenar nya siapa anda, dan ada masalah apa antara Tuan dengan kelompok Ular Hijau?." Tanya Ho Chen.

__ADS_1


Lho Zian segera menjawabnya namun dengan suara sedikit merendah dan berhati-hati karena takut salah bicara.


"Pendekar Muda, terima kasih sudah menyelamatkan saya, Nama saya Luo Zian, Saya adalah kepala Desa Jinhu, sedangkan mereka bukan lagi kelompok Ular Hijau, melainkan adalah anggota sekte Ular Hijau." Kata Lho Zian.


__ADS_2