
"Bagaimanapun caranya, kita tetap harus kesana! Gunung Es adalah satu kekuatan aliansi, jika sampai Gunung Es musnah...!" Kang Jian sudah kesulitan untuk berkata-kata.
"Ketua, bagaimana kalau kita menghubungi sekte Hutan Siluman, bukankah mereka memiliki siluman Elang raksasa yang mampu terbang dengan kecepatan tinggi," kata salah satu jagoan.
Semua saling mengangguk, menurutnya hanya itu jalan satu-satunya, walaupun semuanya tidak bisa ikut pergi ke Sekte Gunung Es.
"Baiklah, saudara Heeng, pergilah kesana dan jelaskan kepada mereka akan situasi yang terjadi sekarang di Sekte Gunung Es," kata Kang Jian.
"Baik Ketua, saya akan berangkat sekarang juga," Jian Heeng tidak menunggu lebih lama lagi, dia segera pergi menuju ke Sekte Hutan Siluman untuk meminta bantuan mereka.
Setidaknya butuh waktu lima hari bagi Jian Heeng untuk tiba di Sekte Hutan Siluman, namun Jian Heeng sebisa mungkin bergerak lebih cepat, dengan kekuatannya yang sudah mencapai Tingkat Alam Puncak 2, ilmu meringankan tubuhnya jadi 3 kali lebih cepat dari biasanya.
"Saudara Heeng, kamu adalah harapan terakhirku!" gumam Kang Jian.
"Yuan, pergilah ke Pilar Angin, kita membutuhkan bantuan semua Aliansi, minta bantuan Ketua Yuen untuk menyebarkan berita ini kesemua Aliansi!"
Yuan langsung pergi menuju ke Sekte Pilar Angin, Sekarang Yuan sudah menjadi salah satu jagoan di Sekte Bukit Halilintar, dia berhasil memasuki Tingkat Alam Awal 1 sehingga menambah daftar jumlah jagoan di Sekte Bukit Halilintar.
Sekte Pilar Angin sangat cepat menyampaikan informasi, jika Yuan bisa lebih cepat untuk tiba di sana, maka informasi dari Yuan akan tersebar dengan sangat cepat, bahkan jika Yuan kembali ke Bukit Halilintar sekalipun, maka informasi dari Pilar Angin yang akan tiba lebih dulu di Sekte Bukit Halilintar dibandingkan dirinya.
Namun Yuan setidaknya butuh dua minggu untuk bisa sampai kesana, waktu yang cukup lama.
"Semoga semuanya berjalan lancar sesuai harapan!" Kang Jian hanya bisa menunggu hasil dari mereka berdua yang ditugaskan
***
"Bagaimana kabarmu?"
"Aku baik-baik saja!"
tidak jauh dari sekte Bukit Halilintar, seorang wanita muda sedang berbicara dengan seorang pria, namun mereka berdiri dengan punggung mereka yang berhadapan, keduanya tidak bertatap wajah, melainkan saling membelakangi.
"Maafkan aku, aku terpaksa melakukan semua ini agar rencanaku untuk membalas dendam pembunuh ayahku bisa terwujud, aku berencana untuk memusnahkan semuanya sampai ke akar-akar!" kata pria tersebut
__ADS_1
"Aku mengerti! Namun caramu akan membuat banyak jatuh korban, dan kamu akan menjadi musuh semua sekte. Sebaiknya kamu kembali saja!" kata wanita tersebut.
"Maafkan aku, aku benar-benar tidak bisa, aku tahu yang aku lakukan ini tidak benar, namun aku akan menanggung semuanya ini sendiri, jika semua sudah selesai dan aku bisa selamat, aku ingin kita menikah kemudian membangun sebuah rumah kecil dan kita akan tinggal berdua bersama anak-anak kita nantinya," kata si pria.
"Aku harap itu bisa terwujud!" si wanita berbicara lemas.
"Apa ada kabar tentangnya?" tanya pria tersebut.
"Belum ada,"
"Suatu hari aku pasti akan berhadapan dengannya!" kata si pria dengan menghela nafas.
"Sepertinya ada orang! maaf aku harus pergi, jaga dirimu!" setelah berkata demikian, pria tersebut langsung menghilang tanpa jejak.
Wanita tersebut terdiam sesaat sebelum melihat orang yang berjalan dengan tergesa-gesa. "Guru! Guru mau pergi kemana?" sapa wanita muda tersebut.
"Aku mau pergi ke Sekte Hutan Siluman. Apa yang kamu lakukan sendirian di sini?"
Wanita muda tersebut menggelengkan kepala sambil menjawab. "Tidak ada, aku hanya ingin jalan-jalan saja melihat pemandangan," jawabnya.
Wanita muda tersebut memandang gurunya yang sudah menjauh, kemudian pergi kedalam Sekte Bukit Halilintar.
***
"Benarkah yang kamu katakan saudara Heeng?" Xiu Huan, Nuwa dan Xinxin sama-sama terkejut dengan informasi yang disampaikan oleh Jian Heeng.
Sekte Hutan Siluman saat ini mulai melemah akibat serangan yang dilakukan oleh ribuan mayat siluman, walau bantuan dari Sekte Lembah Tengkorak juga datang, ditambah lagi beberapa anggota dari Sekte Bukit Halilintar juga membantu, namun masih saja ada yang jatuh korban, bahkan Xiu Huan kehilangan 2 jagoan di pertempuran tersebut.
"Ketua Xiu, Ketua Jian ingin meminta bantuan Ketua Xiu, dia ingin meminjam siluman burung untuk pergi ke Sekte Gunung Es," kata Jian Heeng.
"Saudara Heeng, kamu tidak perlu khawatir, bawalah 10 siluman burung bersamamu, satu burung mampu membawa lima orang sekaligus, setidaknya sektemu bisa mengirim 50 pendekar terhebat yang kalian miliki." kata Xiu Huan.
"Terimakasih ketua Xiu, itu sudah cukup bagi kami!" kata Jian Heeng.
__ADS_1
"Mari ikut saya!" Xiu Huan mengajak Jian Heeng untuk mengikuti dirinya.
Mereka berempat berjalan ke arah belakang sekte, dan ternyata ada sekitar hampir seratus siluman burung dengan berbagai jenis.
Xinxin mengeluarkan 10 ekor burung, dia hanya memanggil mereka saja, dan ke sepuluh burung tersebut menuruti tanpa melawan.
Jian Heeng berdecak kagum melihat para siluman burung yang begitu jinak kepada Xinxin, bahkan seolah-olah mengerti akan isyarat yang Xinxin ucapkan kepada mereka.
"Saudara Heeng, segera bawa burung ini, mereka sudah mengerti akan tugas mereka. Sekarang saya akan menghubungi Saudari Shilin, saya dan saudara Shilin akan menyusul setelahnya," kata Xiu Huan.
Jian Heeng mendekati siluman burung tersebut, dia sedikit khawatir karena wajah siluman burung tersebut terlihat buas dan menyeramkan.
"Naiklah punggungnya! Tidak perlu takut mereka tidak akan berbuat jahat, karena tugas mereka hanya mengatakan kalian nanti ke Sekte Gunung Es," kata Xiu Huan.
Walau Xiu Huan berbicara begitu, namun Jian Heeng masih merasa merinding ketika ditatap oleh siluman burung tersebut.
"Kyakkk..!" Burung yang dinaiki oleh Jian Heeng bersuara lantang kemudian melebarkan sayapnya.
Jian Heeng yang belum siap dan belum duduk dengan benar hampir terpental ketika siluman burung tersebut mulai mengepakkan sayapnya dan kemudian terbang ke udara diikuti oleh ke sembilan siluman burung lainnya.
Jian Heeng mengumpat keras dalam hatinya setelah berhasil duduk dengan benar. Kecepatan terbang siluman burung tersebut cukup cepat, dalam beberapa tarikan nafas saja, Sekte Hutan Siluman sudah tidak lagi terlihat.
"Jadi seperti ini rasanya terbang!" gumam Jian Heeng dalam hatinya, dia bisa melihat semua pemandangan dari langit, dia sama sekali tidak pernah merasakan bagaimana rasanya terbang, namun sekarang dia bisa menikmatinya walau dia hanya menaiki siluman, namun itu terasa menyenangkan sekali.
Siluman burung terbang begitu cepat, dalam waktu hampir satu hari Jian Heeng sudah dapat melihat wilayah Sekte Bukit Halilintar dari kejauhan.
Jian Heeng terus mengarahkan siluman burung tersebut ke arah bangunan yang ada di atas bukit. Mereka terbang sedikit lebih rendah membuat semua penghuni Bukit Halilintar menjafi heboh setelah melihat 10 ekor siluman burung raksasa terbang di atas rumah mereka.
Tidak lama Jian Heeng mendarat di depan bangunan utama Sekte. Kang Jian dan semua para jagoan dan pendekar sudah menunggu di sana.
"Terimakasih saudara Heeng, istirahatlah dulu! Nanti malam kita akan berangkat," Kata Kang Jian.
Jian Heeng pergi ke rumahnya dia sama sekali belum istirahat sehingga terlihat sangat lelah.
__ADS_1
Kang Jian memerintahkan beberapa orang untuk memberikan makanan kepada kesepuluh siluman burung tersebut, dan kesepuluh siluman burung diberi makanan daging Ayam yang Jumlahnya tidak sedikit.