
Perlahan-lahan tubuh Raja penguasa malam menghilang dan lenyap tak tersisa. Sebenarnya Raja penguasa malam tidak mati, dia kembali ke dunianya sendiri karena sudah kalah bertarung dengan Ho Chen.
Setelah Raja penguasa malam menghilang, awan hitam yang tebal berangsur-angsur menghilang, dan akhirnya semuanya kembali normal seperti semula.
"Sekarang gilaran mu." Kata Ho Chen menatap Jendral Sui yang sudah tidak bisa bergerak akibat di kurung di dalam bola angin.
"Tolong jangan bunuh aku, aku akan melakukan apa saja untukmu, jika kau ingin aku akan menjadi bawahan mu, tolong lah tuan beri aku kesempatan dan akan menjadi pengikut mu."
Jendral Sui terus memelas meminta pengampunan, berbagai cara telah ia coba agar Ho Chen tidak membunuhnya.
Ho Chen yang masih muda dan tidak mengerti akan rayuan dan tipuan iblis akhirnya menjadi kasihan melihat Jendral Sui yang sudah tidak berdaya.
"Aku akan mengampuni mu, namun kau tidak boleh mengacau lagi di dunia ini, kembali lah kamu ke dunia mu, apa kamu menyanggupinya?." Tanya Ho Chen.
"Tentu-tentu tuan, saya tidak akan mengacau lagi di dunia ini." Jawab Jendral Sui dengan mengangguk-anggukan kepalanya dengan cepat.
Ho Chen mengangguk dan menghilangkan kurungan anginnya. "Sekarang kau bisa pergi dari sini." Kata Ho Chen kemudian berbalik dan berniat pergi menyusul Wei Heng dan Liu Qi Shu.
"Baik Tuan..!." Kata jendral Sui dengan tersenyum lebar ketika melihat Ho Chen yang membelakangi nya, Jendral Sui segera membuat energi senjata dari asap hitam dan membentuk seperti tombak.
"Manusia bodoh!." Ucapnya kemudian melemparkan tombak asap hitam tersebut ke punggung Ho Chen.
Ho Chen yang berniat terbang merasakan sesuatu menyentuh pundaknya.
Blusssh!!!
Tombak hitam bukanya menusuk punggung Ho Chen justru menjadi asap hitam kemudia lenyap.
Ho Chen berbalik menghadap ke jendral Sui yang wajahnya terlihat ter kejut seolah-olah tidak percaya akan apa yang terjadi barusan.
"Kaum Iblis sampai kapan pun memang tidak bisa di percaya." Ucap Ho Chen dengan nada dingin.
Jendral Sui perlahan-lahan mundur, rasa takut mulai menyerang nya, dan menyesal akan keputusannya untuk datang membantu Liu Qi Shu.
"Ampun tuan, aku salah, maafkan aku ku mohon!." Jendral Sui mengulang Kata-Kata kembali, namun mana mungkin akan berhasil setelah dia mengingkari janjinya.
"Kau kira aku akan kembali mempercayai mu." Kata Ho Chen, kemudian membuat energi angin nya.
__ADS_1
"Kau..!." Jendral Sui sudah tidak bisa lagi berbicara, dia segera menyerang Ho Chen karena cara memelas sudah tidak mempan lagi padanya.
"Tehnik Angin - Pusaran Angin."
Ho Chen melayang tinggi ke udara kemudian melepaskan Tehnik anginnya dari atas jendral Sui.
Pusaran angin yang sangat besar turun dan mengurung tubuh jendral Sui, jendral Sui berusaha menahan pusaran tersebut, namun tidak berhasil karena energi pusaran tersebut sangat besar membuat semua pohon-pohon terbang dengan akar-akar nya.
Jendral Sui terus di gulung oleh pusaran angin tanpa ada jeda sedikitpun baginya untuk bergerak.
Semakin lama jendral Sui semakin melemah, di samping kekuatannya yang memang lemah dengan angin, dia juga sulit untuk bernafas.
Jendral Sui akhirnya tewas di dalam pusaran angin, dan akhirnya tubuhnya pun juga ikut lenyap menjadi asap hitam.
Ho Chen menghela nafas kemudian menatap ke arah selatan, dia dapat merasakan beberapa energi besar yang sedang bertarung di sana.
"Aku harus cepat menghentikan pertempuran ini." Gumam Ho Chen dan terbang mencari keberadaan Wei Heng terlebih dahulu.
Namun Ho Chen tidak menemukan keberadaan mereka. "Apa mereka sudah sampai? Tidak mungkin! Seharusnya mereka masih dalam perjalanan."
Karena jarak antara dirinya dan tempat pertempuran sudah sangat dekat, Ho Chen lebih memilih ke tempat pertempuran.
"Sepertinya aku tidak di butuhkan disini." Kata Ho Chen setelah melihat pertempuran tersebut, namun dia merubah kembali pendapatnya. "Mungkin sebaiknya aku mengurangi jumlah mereka saja!."
Ho Chen turun ke tengah-tengah pertempuran dan dengan kekuatannya air dan es nya Ho Chen mulai melenyapkan para pasukan iblis dengan sangat mudahnya.
"Tehnik Air Suci - semburan naga air."
Ho Chen menyemburkan air yang sangat banyak dari telapak tangannya, dengan semburan air sekuat itu, para pasukan iblis mulai ketakutan, mereka ingin mundur namun terlambat karena air Ho Chen lebih dulu mengenai mereka.
Para pasukan iblis mulai berkurang, bukan hanya Ho Chen yang berhasil mengurangi jumlah mereka, namun Feng Ying juga tidak kalah banyak mengurangi jumlah mereka.
Jendral Ori kaget setelah melihat sosok satu lagi yang memiliki kekuatan Air yang sangat kuat.
"Benar-benar menyebalkan!." Jendral Ori melihat kedua jendral lainya yang juga kesulitan menghadapi lawan nya.
"Manusia sialan...!." Jendral Ori mengutuk dalam batinnya.
__ADS_1
Dengan menggunakan telepati, dia segera menghubungi ke dua jendral lainnya untuk segera mundur, jendral iblis Lu dan jendral iblis Kai segera menurut.
Jendral Ori melepaskan api yang sangat besar kepada Su Hui yang di balas dengan air yang sama kuatnya dan kembali temoat tersebut tertutup kabut tebal.
"Tehnik Angin - Hembusan angin Gunung."
Ho Chen menghilangkan semua kabut tersebut, setelah kabut menghilang ternyata ke tiga jendral iblis sudah tidak terlihat karena mereka terbang dengan kecepatan tinggi menjauhi pertempuran.
Para pasukan iblis tiba-tiba juga ikut menghilang setelah ke tiga jendral iblis tersebut menghilang.
"Guru bisa melihat kearah mana mereka pergi?." Tanya Ho Chen dengan berbisik.
Sebenarnya Ho Chen kaget ketika melihat jendral Ori yang juga ikut dalam pertempuran itu, yang Ho Chen ingat seharusnya Jendral Ori tidak bisa bertarung saat siang hari, hari ini dia justru melihat jendral Ori.
Feng Ying mengangguk, kabut tidak akan menjadi penghalang bagi mata Feng Ying.
"Mereka terbang ke arah utara sekaligus menyusul para sekutu nya yang lebih dulu pergi sebelum tiba di sini."
"Pantas aku tidak melihat mereka ketika sedang terbang kesini, ternyata mereka tidak mengarah ke sini."
"Gunakan ilmu ruang waktu guru, kita akan menyusul mereka!." Kata Ho Chen.
Feng Ying menggelengkan kepalanya kemudian berkata. "Sebaiknya kita membantu mengurus para korban di sini." Kata Feng Ying yang melihat banyak korban dari para prajurit dan para murid ke dua sekte.
Ho Chen menghela nafas kemudian mengangguk. Kang Jian dan Qian Shin datang menghampiri Ho Chen di ikuti oleh ke empat jendral istana.
"Terima kasih sesepuh Feng berkat bantuan kalian berlima kami semua bisa selamat dan berhasil melewati pertarungan ini." Kata Kang Jian dengan membungkukkan badannya yang du ikuti oleh lainnya.
Ketiga pendekar dari kekaisaran Ming berdiri di samping Ho Chen sambil memperhatikan Ho Chen yang masih mengenakan topeng nya itu.
"Sepertinya dalam waktu dekat, kekaisaran Yun akan mendapatkan kejayaan nya." Kata Su Hui, dia berbicara sepeti itu karena melihat Ho Chen yang menurutnya masih muda namun memiliki kekuatan yang sama dengan mereka.
***
pengumuman!
**besok malam libur.
__ADS_1
dan akan lanjut malam selasa.
Terima kasih**