
***
Jendral iblis begitu kaget ketika merasa ada yang menariknya dari belakang. Namun dia tidak sempat menoleh kebelakang.
Pandangan Jendral iblis tiba-tiba berubah, kini bukan lagi Ho Chen yang berada di hadapa nya, melainkan Raja iblis. Jendral iblis tersadar jika dirinya di tarik kembali ke sekte Darah iblis.
“Kamu terlalu gegabah Jendral Ori..! Aku tahu! kamu terlalu meremehkan manusia.
Itulah yang menjadi kesalahan terbesarmu."
Kata Raja iblis.
Jendral iblis terdiam, dia menyadari kesalahannya akibat terlalu meremehkan manusia. Sehingg dia tidak tau kalau ternyata ada manusia yang memiliki kekuatan yang tidak kalah dengan kekuatanya.
Tidak lama Wei Heng dan lainya juga muncul di sana, Touli segera menghampiri Wei Heng yang masih belum sadarkan diri. Sedangkan Peiyu berusaha menyembuhkan lukanya. Dia mengalami beberapa luka serius saat bertarung dengan Shilin.
“Touli! Bawa Wei Heng kesini..!" Kata Raja iblis.
Touli segera mengangkat tubuh Wei Heng dan meletakkannya di depan Raja iblis. Peiyu terdiam, ini baru pertama kalinya dia melihat Raja iblis secara langsung. Walau raja iblis hanya berbentu api! Namun Peiyu dapat merasakan pancaran energi yang dimiliki Raja iblis tersebut.
Sebuah api kecil mengarah ke tubuh Wei Heng. Begitu api tersebut mengenai tubuh Wei Heng! Api tersebut langsung membesar dan menyelimuti tubuh Wei Heng.
Peiyu melotot melihat kejadian tersebut, dia tidak menduga kalau Raja iblis akan membakar tubuh Wei Heng, namun dugaan Peiyu ternyata keliru.
Setelah beberapa saat api tersebut padam, dan tubuh Wei Heng masih utuh, bahkan bajunya pun tidak terbakar.
Wei Heng tersadar dari pingsannya. Dia bangkit dan menemukan dirinya sudah berada di dalam sektenya sendiri. “Apa yang sudah terjadi? Kenapa aku sudah berada di sini?." Tanya Wei Heng keheranan, karena sebelumnya dia masih berada di sekte Pilar Angin.
Peiyu yang berdiri di belakang hanya bisa memandang heran, dia tidak pernah mendengar ada api yang bisa menyembuhkan seperti itu.
“Kita akan bicarakan masalah dirimu bisa berada di sini nanti saja, sekarang kita tidak bisa berada di sini, karena mereka pasti akan menyusul dan menyerang kita. Terutama orang tua dan anak muda itu." Ucap jendral iblis dia masih mengingat akan kekuatan Feng Ying dan Ho Chen.
__ADS_1
Saat ini kekutan jendral iblis benar-benar sangatlah lemah, andai Feng Ying saat ini menyerangnya! Maka jendral iblis sudah tidak akan sanggup lagi melawannya.
Wei Heng hanya menyetujui dan tidak lagi membahas tentang dirinya yang tiba-tiba sudah berada di sektenya sendiri.
“Sekarang kekuatan kita sudah sangat melemah, lebih baik kita memindahkan tempat ini agar tidak ada yang bisa menemukan keberadaan kita." Ucap jendral iblis.
“Beri aku waktu sekitar 2 tahun lagi, aku akan membuat pasukan iblis yang lebih kuat dan lebih banyak." Kata Raja iblis.
“Rajaku, aku membawa darah manusia. Mohon terimalah persembahan ku ini...!"
Jendral iblis menyerahkan darah yang sudah di kumpulkan dari para pendekar yang gugur dalam pertempuran.
Pasukan iblis yang memiliki tugas mengumpulkan darah manusia ketika pertempuran terjadi akan menjadi asap dan kembali ke tubuh jedral iblis. Asap tersebut tentu membawa darah yang sudah di kumpulkan. Jadi jendral iblis tidak perlu Repot-repot meminta kepada mereka.
“Kerja bagus Jendral Ori." Ucap Raja iblis.
“Hari ini aku akan memindahkan tempat ini ke tempat lain dan nama sekte juga akan ku ubah nantinya." Ucap jendral iblis.
Setelah matahari terbit, sekta Darah iblis dan Sekte Racun Langit menghilang. Dan kedepa nya tidak akan ada yang tahu akan nasib kedua sekte tersebut.
***
Di sekte Pilar Angin sedang di adakan acara pemakaman besar-besaran. Mereka semua terlihat sangat sedih melepas teman dan suadara mereka yang gugur dalam pertempuran.
Jenasah sekte aliansi yang lain juga di makamkan di sana. Sebagai tanda bahwa aliran Putih Hitam dan Netral pernah menjadi aliansi.
Jiu Rui juga sudah keluar dari ruang bawah tanah dengan Yuen Fang dan Ling Chiyi istri Yuen. Begitu mendengar kabar akan Ho Chen yang sudah keluar dari latihanya, Jiu Rui segera pergi menemuinya.
Jiu Rui begitu senang ketika melihat Ho Chen kembali. Mereka mengobrol di kediaman Yuen, Jiu Rui terus menceritakan tentang pengalamannya selama berada di sekte Pilar Angin.
Sedangkan Ho Chen hanya menjadi pendengar setianya. Setelah hari mulai larut! Kang Jian, Qiao Ho, Ming Mei, Biksu Shao Sheng, Yuen dan Feng Ying datang dan ikut mengobrol.
__ADS_1
“Chen'er ceritakanlah tentang dirimu saat berlatih di sana..!" Kata Kang Jian dengan penasaran.
Ho Chen tersenyum kemudian mulai menceritakan pengalamannya ketika berlatih di dunia yang berbeda itu.
“Yang ketua Yuen bilang dunia yang berbeda itu bernama dunia Naga, semua penghuninya adalah para Kaum Ras Naga." Cerita Ho Chen.
Mereka semua mendengarkan dengan penuh antusias.
“Apakah naga itu sama bentuknya dan besarnya dengan Naga Air yang kamu buat?." Tanya Qiao Ho. Menurutnya Tehnik Air yang di gunakan Ho Chen berbentuk naga yang sangatlah besar. Dan belum pernah dia melihat naga sebesar itu walau itu hanyalah sebuah tehnik.
Ho Chen mengelengkan kepalanya. “Walau mereka satu Ras, namun bentuk mereka berbeda-beda. Dan besarnya juga berbeda-beda. Tehnik Naga yang saya buat masih kurang besar di bandingkan dengan naga aslinya." Ucap Ho Chen.
Mereka semua melongo seakan tidak percaya akan cerita Ho Chen.
“Lalu bagaimana dengan kekutan mereka? Apa sifat mereka sangat buas?." Yuen juga ikut bertanya.
“Mereka semua sangat kuat, bahkan banyak yang memiliki kekuatan yang setara dengan Guru.."
“Setara denganku..?" Feng Ying kini ikut terkejut setelah mendengar banyak naga yang memiliki kekuatan yang setara denganya.
“Benar guru! Mereka semua hidup damai dan ramah. Mereka di pimpin oleh satu Naga yang sangat besar dan kuat, mungkin melebihi kekutan guru."
“Kamu tidak mempermainkan kami dengan cerita anehmu itu kan?." Biksu Shao Sheng bertanya, karena cerita Ho Chen sangatlah tidak masuk akal.
“Biksu! Menurut anda apa pantas junior seperti ku mempermainkan para senior semua?." Jawab Ho Chen dengan serius.
Biksu Shao Sheng merasa Ho Chen memang terlihat berkata jujur. “Maafkan Aku mungkin karena pikiranku terlalu tua untuk mencerna semua ceritamu itu..!" Kata Biksu Shao Sheng.
“Biksu Botak, dari semua orang di sini! Hanya aku yang paling tua disini.." Feng Ying merasa sedikit tersinggung dengan ucapan Biksu Shao Sheng. Dia merasa biksu Shao Sheng sedang menyindirnya.
“Ah sesepuh Feng! jangan dulu cepat tersinggung, bagaimana pun aku juga tua kan.?" Biksu Shao Sheng menjawab dengan tertawa kecil.
__ADS_1
Mereka semua tertawa menyaksikan perdebatan antara mereka berdua. Selama pertempuran semalam, malam ini mereka sedikit melepaskan beban dengan canda tawa.