Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Menuju ke istana


__ADS_3

Karena yang begitu mendesak, dan juga mereka tidak tau kapan musuh akan menyerang! Kaisar memerintahkan para jendral untuk pergi mengantarkan surat kepada seluruh sekte besar yang masih beraliansi, karena hanya para jendral yang bisa pergi dengan cepat di bandingkan para utusan lainnya.


Setidaknya paling cepat butuh dua minggu bagi para jendral mengantarkan surat hingga tiba kembali ke istana.


Kaisar Hong akan merekrut lebih banyak pendekar untuk menambah kekuatan istana, walau dia tahu itu semua tidak akan cukup untuk mengalahkan para pasukan iblis dan para sekutunya.


Tanpa Kaisar sadari jika di dalam kota sudah ada empat orang yang sedang menjaga istana tanpa sepengetahuan Sang Kaisar.


Dari ke empat orang tersebut, salah satunya adalah Feng Ying, dan tiga lainnya berasal dari kekaisaran Ming dan kekuatan mereka juga setara dengan Feng Ying bahkan ada yang lebih tinggi lagi dari nya.


***


"Saudara Heng! Aku penasaran dengan orang yang bernama Feng Ying itu! Apa dia memang sekuat seperti yang di ceritakan kalian?." Liu Qi Shu bertanya kepada Wei Heng yang berjalan di sampingnya, perjalanan mereka sudah sangat dekat dengan istana paling cepat mereka akan tiba dua minggu lagi, dan paling lambat tiga minggu.


"Benar, dia memang sangat kuat, jika kita yang melawannya itu tidak akan cukup mengalahkannya, hanya jendral iblis lah yang mampu melawannya sekaligus mengalahkannya." Jawab Wei Heng.


"Bagaimana dengan ku? Apa kekuatan ku tidak cukup untuk mengalahkannya?." Tanya lagi Liu Qi Shu.


Wei Heng menatapnya dengan serius dan mengukur energi milik Liu Qi Shu kemudian menggelengkan kepalanya. "Tidak akan cukup, mungkin kekuatanmu bisa mengimbangi biksu tua dari Kuil Lonceng Suci."


Biksu tua yang di maksud adalah MahaGuru An Xuan yang baru di jika biksu tersebut juga memiliki kekuatan yang besar.


"Hem..! Biksu tua? Jadi selain orang yang bernama Feng Ying itu masih ada lagi yang lain?." Tanya lagi Liu Qi Shu yang semakin penasaran.


"Tentu saja! Walau kekaisaran ini bukan termasuk yang terkuat, namun di sini juga menyimpan kekuatan besar yang belum di ketahui." Jawab Wei Heng.


"Sepertinya menarik!." Kata Liu Qi Shu dengan tersenyum lebar.


"Menarik kepalamu! Semoga nanti kau di hajar oleh mereka dan kalah, aku ingin lihat! Apa nanti kamu masih bisa bilang menarik!," Batin Wei Heng.


Para jendral iblis tidak ikut bersama rombongan mereka, karena mereka sudah lebih dulu berada di perbatasan Kota Anming dan menunggu kedatangan Wei Heng tiba.

__ADS_1


Andai mereka tidak membawa pasukan yang semuanya adalah manusia! Mereka pasti akan memilih terbang agar tidak terlalu lama.


Pasukan iblis juga tidak terlihat di antara mereka, karena sudah dibawa oleh para jendral dan tersimpan di dalam tubuh mereka.


Wei Heng berhasil mengumpulkan beberapa sekte kecil yang bergabung dengan sekte nya, mereka terpaksa ikut bergabung karena takut sekte mereka akan di hancurkan oleh pasukan iblis.


***


Ho Chen berhenti di salah satu desa yang ia lewati, dia berjalan menelusuri desa tersebut dengan harapan bisa mendapat informasi lebih banyak akan kabar yang ia lewati selama Tujuh bulan.


Ho Chen tidak berencana untuk menginap, dia hanya mencari rumah makan sekaligus beristirahat melepas lemahnya sebentar.


"Aku dengar seluruh penduduk kota Anming pergi mengungsi!."


"Iya aku juga mendengar kabar tersebut tadi pagi!."


"Itu sudah titah dari Kaisar, yang kudengar dalam waktu dekat akan ada pertempuran yang sangat besar di istana."


Beberapa penduduk desa mulai membahas tentang kabar dari kaisar yang tersebar dengan sangat cepat.


Ho Chen terus mendengarkan obrolan mereka dan membatalkan niatnya untuk mencari rumah makan.


Karena ingin mengetahui lebih jauh, Ho Chen mendekati mereka dan menanyakan secara langsung.


"Maaf Tuan dan nyonya semua, tadi saya tidak sengaja mendengar pembicaraan kalian! Apa benar akan ada yang menyerang kota Anming?." Tanya Ho Chen.


Mereka semua saling berpandangan satu sama lainnya karena mereka tidak mengenali Ho Chen.


"Kamu siapa? aku tidak pernah melihat mu sebelumnya!." Tanya salah satu dari mereka.


Ho Chen baru ingat jika dirinya adalah pendatang dan segera menjawab. "Nama Saya Hao Chen, dan saya sedang dalam perjalanan untuk pergi ke kota Anming untuk menemui saudara saya di sana." Kata Ho Chen.

__ADS_1


"Owh..! Anak muda lebih baik kau batalkan niat mu itu, aku yakin saudaraku sudah tidak ada di sana." Kata seorang wanita setengah tua.


"Sebenarnya apa yang terjadi di sana?." Tanya lagi Ho Chen.


"Seperti yang kau dengar tadi, di istana saat ini sudah tidak aman, yang ku dengar mereka akan di serang oleh mahluk aneh, jika tidak salah mereka menyebutnya iblis." Kata salah seorang lagi sekaligus menjelaskan.


Ho Chen mengerutkan dahinya, pandangannya mulai berubah dingin membuat semua orang yang berada di sana mulai bingung sekaligus merinding melihat tatapan Ho Chen.


Ho Chen segera menyadari itu dan langsung merubah sikapnya kembali. "Ah maafkan saya! Terima kasih sudah menyampaikan informasi ini, saya akan membatalkan perjalan saya kesana dan mungkin akan kembali pulang." Kata Ho Chen.


"Sama-sama anak muda, dan juga kau memutuskan hal yang bijak karena membatalkan niat mu untuk pergi kesana." Jawab salah satu dari mereka.


"Terima kasih tuan! Kalau begitu saya pamit dulu." Kata Ho Chen yang di balas oleh mereka dengan anggukan.


Ho Chen meninggalkan mereka dan pergi mencari Toko Elang Emas untuk membeli topeng, agar tidak ada yang mengenalinya ketika dirinya berada di kota Anming dan membantu pertempuran tersebut, karena dirinya sudah di anggap mati.


Tidak sulit bagi Ho Chen untuk menemukan Toko Elang Emas karena desa tersebut yang tidak terlalu besar.


Ho Chen tidak lagi menggunakan batu giok berbentuk Elang Emas pemberian Lien Xiayin untuk bisa membeli barang-barang lebih murah.


Setelah menemukan topeng yang di cari Ho Chen segera keluar dari Toko tersebut dan pergi keluar desa.


Setelah yakin tidak ada yang melihat! Ho Chen segera mengeluarkan pedang lidah apinya dan terbang dengan kecepatan tertingginya untuk pergi ke Kota Anming.


Dalam perjalanan, Ho Chen terus mengamati kebawah, berharap bisa bertemu dengan pasukan musuh terlebih dahulu sebelum mereka tiba di istana.


Namun dia tidak menemukan apapun membuat wajah Ho Chen lebih serius dan menambah kecepatan terbang nya.


"Semoga belum terlambat! Yang Mulia, Hua'er! Ku harap kalian semua baik-baik saja! Bersabarlah sebentar, aku akan segera tiba kesana dan akan menghentikan pertempuran ini." Gumam Ho Chen yang terbang menuju ke istana dengan kecepatan tinggi.


Saat ini yang terlintas di pikirannya hanyalah seluruh anggota keluarga Kaisar, walau di sana ada jendral yang menjaganya, namun mereka bukanlah tandingan salah satu dari jendral iblis.

__ADS_1


Ho Chen tidak lagi melihat kebawah, dia lebih Fokus untuk bisa lebih cepat sampai ke kota Anming sehingga tidak menyadari jika dirinya sudah melewati rombongan Wei Heng yang berjalan di bawah nya.


__ADS_2