
Song Ye dan Meng Yin sama-sama berkeringat dingin, mereka berdua tidak menduga jika pemuda tersebut adalah seorang pendekar Tingkat Tinggi, bahkan kedua Jendral yang memiliki kekuatan Alam Dewa di kalahkan dengan sangat mudah.
"Siapa sebenarnya pemuda itu? Kekuatannya bahkan melebihi kedua pendekar sepuh itu!" kata Song Ye dengan suara pelan.
Meng Yin hanya bisa menatap Ho Chen dengan pemikiran yang juga di penuhi tanda tanya sama seperti Song Ye, namun dia juga kehabisan kata-kata.
Ho Chen kembali muncul di hadapan mereka berdua, mereka sudah melihat kekuatan Ho Chen yang menghilang dan muncul begitu saja sehingga sudah terbiasa dan tidak lagi terkejut.
"Kalian berdua, katakan kepadaku apa saja yang akan direncanakan oleh Raja iblis hitam kedepannya? Ceritakan semua yang kalian ketahui!" kata Ho Chen dengan nada dingin.
"Ba-baiklah senior, saya akan menceritakan nya!" kata Song Ye, dia merasa Ho Chen adalah seorang senior yang merubah penampilannya menjadi muda.
Song Ye tidak berani membantah Ho Chen dan menceritakan semua renacana Raja iblis hitam bersama Liu Qi Shu, namun hanya sedikit yang ia ketahui sehingga sebagian besar ceritanya hanya mengarah ke Liu Qi Shu yang sedang mengumpulkan pasukan mayat bersama Jendral Xu.
Ho Chen sudah mendengar cerita tersebut dari Yang Gang, sedang cerita dari Song Ye tidak ada bedanya dengan cerita Yang Gang. Ho Chen mengharapkan informasi yang lain namun ternyata tidak ada.
"Hanya itu yang saya ketahui senior, saya mohon jangan bunuh saya!" Song Ye memelas setalah selesai menceritakan akan semua yang ia ketahui.
"Aku tidak akan membunuh kalian, namun kalian tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatan kalian!" kata Ho Chen kemudian menyentuh pundak mereka berdua menghilangkan seluruh kekuatannya.
Setelah selesai, mereka berdua dikirim ke tempat Kaisar Cao disertai dengan surat sebagai penjelasan akan siapa mereka sebenar nya.
Mao Xuan dan Bao Lee baru pertama kali melihat cara Ho Chen menghilangkan seseorang di hadapan mereka berdua.
"Mereka menghilang kemana?" tanya Bao Lee keheranan.
"Mereka sudah di kirim langsung ke tempat Kaisar!" jawab Ho Chen.
"Bagaimana caranya? Hai.. Ajari aku juga ya?" Bao Lee penasaran dan ingin memperlajari Teknik yang Ho Chen miliki.
Ho Chen bingung bagaiman cara menjelaskannya, yang pasti itu bukan sebuah Teknik, tepatnya dia bisa mengirim orang dengan kekuatan alaminya sendiri, namun hanya mencakup wilayah kekaisaran Liu saja, jika dia berada di kekaisaran Yun, maka seluruh wilayah kekaisaran Yun akan ada dalam kekuasaannya.
__ADS_1
"Maafkan saya senior, saya benar-benar tidak bisa," Ho Chen merasa serba salah, bukannya tidak mau, namun untuk bisa menguasai ilmu tersebut maka Bao Lee harus bisa menyatu dengan alam, namun itu akan sangat sulit, dan juga mustahil bagi Bao Lee.
Bao Lee hanya tersenyum pahit, dia tidak lagi memaksa Ho Chen, lagi pula jika dia terus memaksanya, takutnya Ho Chen akan tersinggung, bukankah dirinya akan sangat mudah untuk dihabisi oleh Ho Chen.
"Sekarang apa rencanamu selanjutnya?" tanya Mao Xuan.
"Saya berencana kembali kekaisaran Yun, di sana sangat membutuhkan batuan saya. Akan tetapi..!" Ho Chen menghentikan kata-katanya.
"Kenapa? apa ada sesuatu yang membuat mu tidak bisa kembali?" tanya Mao Xuan kembali.
Ho Chen sedikit malu mengatakannya namun dia berusaha menyampaikannya. "Saya tidak mengetahui arah letak kekaisaran Yun..!" kata Ho Chen dengan perasaan malu dan tersenyum kecut.
Mao Xuan dan Bao Lee sama-sama tersedak ludahnya sendiri kemudian terbatuk-batuk, mereka tidak habis pikir, pendekar sehebat Ho Chen ternyata buta arah.
"Jika hanya itu kamu hanya perlu berjalan ke arah barat, namun kamu harus menyeberangi lautan dengan menaiki kapal, jika kamu berjalan lewat darat akan butuh waktu tiga bulan untuk sampai, namun jika kamu terbang hanya butuh waktu lebih dari satu minggu," kata Bao Lee menjelaskan.
"Terimakasih atas petunjuk senior, saya mohon pamit! Owh iya, sampaikan permintaan maaf dari saya kepada Kaisar Cao karena tidak bisa mampir lagi ke istana!" kata Ho Chen dan berniat untuk berpindah tempat.
"Tunggu dulu, sampaikan salam dari kami juga untuk gurumu, dan jika boleh kami tahu, sebenarnya berada ditingkat apa kekuatanmu itu?" tanya Mao Xuan penasaran dan menunggu jawaban dari Ho Chen, begitu juga dengan Bao Lee.
"Selamat tinggal senior, semoga kita bisa bertemu lagi!" kata Ho Chen kemudian menghilang dari pandangan mereka berdua.
Mao Xuan dan Bao Lee masih berdiri menatap tempat Ho Chen menghilang, masih terngiang di telinga mereka akan perkataan Ho Chen.
Setelah beberapa saat, Mao Xuan mengehela nafas panjang. "Aku merasa kekuatanku adalah puncaknya kekuatan, tidak ku duga ternyata masih ada Tingkat yang lebih tinggi lagi!" gumam Mao Xuan.
Selama ini dia merasa bangga dengan kekuatan yang dimiliknya, namun ketika dia melihat Ho Chen yang mampu membunuh dua jendral iblis yang sangat kuat dengan mudah, dia baru sadar, betapa kecilnya dirinya, dia merasa bagai seekor semut di hadapan Ho Chen.
"Apa menurutmu perkataan anak muda itu benar? Aku baru mendengar jika ada Puncak kekuatan dari seluruh kekuatan ini! Jika benar Tingkat Dewa Abadi itu ada, kenapa kita yang hidup ribuan tahun baru mendengarnya?" kata Bao Lee merasa tidak percaya.
"Menurutku memang benar! Jika tidak, bagaimana mungkin dia bisa mengalah dua iblis yang kekuatannya setara dengan kekuatan kita?"
__ADS_1
Perkataan Mao Xuan membuat Bao Lee sadar jika yang dikatakan oleh Ho Chen mungkin memang benar. "Sebaiknya kita kembali berlatih dengan giat agar bisa memiliki Tingkat Dewa Abadi ini!" kata Bao Lee dengan bersemangat.
"Mari kita kembali, lagi pula Lembah ini sudah tidak berkabut seperti sebelumnya," kata Mao Xuan mengamati kesekitarnya.
Kabut tebal yang menutupi Lembah Terlarang sekarang sudah menipis akibat pertarungan mereka dengan kedua Jendral iblis tersebut.
Mereka berdua terbang dan pergi menuju istana untuk menyampaikan pesan Ho Chen kepada Kaisar terlebih dahulu. Mereka terbang selama tiga hari dan kemudian tiba di depan istana Kaisar.
***
"Lapor Yang Mulia, kedua pendekar sepuh ada di depan istana Yang Mulia!" kata salah satu prajurit istana.
"Benarkah? Baiklah aku sendiri yang akan menyambut kedatangan mereka!" kata Kaisar Cao kemudian berjalan keluar untuk menyambut sendiri kedatangan Mao Xuan dan Bao Lee.
"Pendekar sepuh sekalian selamat datang kembali ke istana!" kata Kaisar Cao, dia sedikit bingung karena tidak melihat keberadaan Ho Chen.
Mereka berdua hanya mengangguk kemudian Sang Kaisar mempersilahkan mereka berdua untuk masuk kedalam.
"Kaisar, anak muda itu menitipkan salam kapadamu, dia meminta maaf karena tidak bisa kembali ke sini!" kata Mao Xuan.
"Jadi kemana sekarang anak muda itu sesepuh?" tanya Kaisar Cao.
"Dia sudah pulang ke rumah nya tiga hari yang lalu!" kata Bao Lee.
"Kaisar, apakah kamu menerima kiriman dua orang pendekar dari Lembah Terlarang?" tanya Bao Lee.
"Benar sesepuh, itu sudah tiga hari yang lalu, bukan hanya mereka berdua, bahkan sebelumnya ada sekitar puluhan orang yang tiba-tiba saja muncul di sini, mereka adalah para tawanan dari Lembah Terlarang, mereka memberikan surat kepadaku, katanya dari pemuda yang menyelamatkan mereka semua!" kata Kaisar Cao menceritakan kejadian yang dialaminya.
Bao Lee hanya menarik nafasnya, ternyata perkataan Ho Chen memang benar jika kedua pendekar dari Lembah Terlarang sudah dikirim ke istana.
"Puncak kekuatan dari seluruh kekuatan ya!" gumam Mao Xuan.
__ADS_1
"Ada apa sesepuh?" tanya Kaisar Cao kepada Mao Xuan karena dia mendengar sedikit gumaman dari Mao Xuan.
"Ah tidak, aku hanya ingin kembali saja ke gunung!" kata Mao Xuan, dia tidak berniat menceritakan tentang kekuatan yang Ho Chen miliki, cukup dirinya dan Bao Lee saja yang mengetahuinya.