
***
15 bayangan Ho Chen menyebar keseluruh aliansi gabungan, awalnya mereka mengira Ho Chen adalah penyusup karena tiba-tiba saja muncul di setiap sekte.
bayangan Ho Chen bukan hanya muncul di sekte-sekte besar saja, melainkan sekte kecil dan menengah juga ia datangi.
Sekte Hutan Bambu yang diketahui berdiri karena Ho Chen juga tidak luput dari bayangan Ho Chen.
Kuil Lonceng Suci tidak akan keluar jika masalah tidak benar-benar serius, namun setelah kedatangan salah satu bayangan Ho Chen, mereka mengerti jika situasinya mungkin akan lebih sulit.
Kedatangan bayangan Ho Chen tidak sepenuhnya disambut ramah, beberapa sekte bahkan menyerang Ho Chen begitu Ho Chen muncul di sekte mereka.
Sekte-sekte yang sempat menyerang Ho Chen adalah sekte Lembah Tengkorak, dan sekte Hutan Siluman, ketua sekte tersebut sedang tidak ada disana, sehingga mereka takut jika Ho Chen adalah salah satu penyusup dari pasukan iblis.
untungnya Ho Chen berhasil mengatasi mereka semua tanpa ada yang terluka ataupun sampai jatuh korban jiwa.
"Siapa kamu..? dan apa maumu datang ke Bukit Halilintar?" Kang Yelu, Yin Fei, danLiu Wei sama-sama siaga, bahkan Liu Wei sampai mencabut kedua pedangnya.
Kang Yelu dan Yin Fei hanya bertemu Ho Chen sesaat saja, jadi mereka tidak ingat seperti apa wajah Ho Chen.
Sedangkan Liu Wei sudah hampir 10 tahun tidak pernah bertemu, dia juga tidak tahu jika yang ada di hadapannya adalah Ho Chen.
Ho Chen terkejut karena dia juga hampir tidak mengenali mereka bertiga. Namun Ho Chen bisa mengenali pedang Liu Wei, dan juga energi petir milik Kang Yelu, dan sekarang dia tahu siapa wanita yang satu lagi.
"Beginikah cara kalian menyambut kedatangan teman lama kalian?" tanya Ho Chen.
Mereka bertiga saling berpandangan, sebenarnya mereka merasa tidak asing dengan wajah Ho Chen, namun mereka sungguh tidak bisa mengingat dimana pernah melihatnya.
"Tunggu tahan dulu!" Yuen tiba-tiba datang dan menghentikan mereka.
"Senior Yuen, orang ini adalah penyusup, kita tidak bisa membiarkan penyusup ini pergi begitu saja!" kata Kang Yelu.
Yuen memperhatikan Ho Chen dari atas sampai bawah kemudian bertanya padanya. "Siapa kamu?" tanya Yuen.
"Kan sudah kubilang dia penyusup! Kenapa senior masih bertanya lagi padanya," Kang Yelu merasa kesal, tanpa menunggu reaksi Yuen, Kang Yelu langsung menyerang Ho Chen.
"Tehnik Petir - Pukulan Naga Halilintar,"
Kang Yelu segera maju dengan kepalan tangan dialiri petir yang menyerupai kepala naga, dia melancarkan pukulannya kearah tubuh Ho Chen, namun Ho Chen menahan pukulan tersebut dengan sebelah tangannya saja.
__ADS_1
Jdarrr!
Benturan keras disertai dengan bunyi ledakan mengisi udara, Kang Yelu sampai terpental mundur beberapa meter, tangannya gemetar setelah membentur sebelah tangannya Ho Chen, dia tidak menduga jika Ho Chen mampu menahan serangannya, bahkan hanya dengan sebelah tangannya saja.
"Yelu..!" Yin Fei terkejut kemudia menoleh kearah Ho Chen.
"Kau..!" Yin Fei terlihat sangat marah kemudian seluruh tubuhnya mengeluarkan aura api yang panas.
"Tingkat Bumi, namun kekuatannya sebesar Tingkat Langit," gumam Ho Chen sambil mengamati Yin Fei.
"Sepertinya kau berlatih di bawah bimbingan senior Chunying!" Ho Chen sangat mengenali Tehnik yang digunakan Yin Fei sehingga bisa menebak jika Yin Fei adalah murid Wang Chunying.
"Tehnik Neraka - Tapak Raja Api,"
Yin Fei dengan wajah terlihat marah juga menyerang dengan serangan tapak yang di aliri energi api, dia terus menerus menyerang ke arah tubuh Ho Chen, namun Ho Chen dapat menghindarinya dengan sangat mudah.
Ho Chen menangkap pergelangan tangan Yin Fei kemudian mendorongnya sehingga dia mundur beberapa meter.
"Apa maumu, kenapa kamu menyerang kami?" tanya Liu Wei.
"Aku tidak menyerang, justru mereka yang menyerangku lebih dulu!" kata Ho Chen dengan tenang.
Liu Wei memutar tubuhnya dan menyerang Ho Chen dengan putaran pedang yang sangat cepat. Ho Chen menghindari serangan pedang yang di arahkan ke jantungnya, dan tidak satupun serangan yang berhasil mengenainya.
"Tehnik Petir - Tebasan Halilintar,"
Yuen sudah tidak bisa tinggal diam lagi, dia juga mencabut pedangnya yang sudah dialiri energi petir kemudian ikut menyerang membantu Liu Wei.
"Mundurlah, biar Aku yang menghadapinya!" kata Yuen.
Liu Wei segera mundur dan pergi kearah Kang Yelu dan Yin Fei berada, namun mereka sudah berdiri.
pertarungan antara bayangan Ho Chen melawan Yuen yang memiliki kekuatan Tingkat Alam membuat suara keras yang didengar ke penjuru sekte.
Yuen mulai keheranan setelah melihat Ho Chen bisa menghindari setiap serangan yang ia lancarkan.
"Ada apa ini?" Jiu Rui juga datang setelah mereka bertarung cukup lama.
Jiu Rui datang karena mendengar suara pertarungan, namun Yuen sama sekali tidak mau menghentikan serangannya dan terus menyerang Ho Chen dengan pedang yang dialiri petir.
__ADS_1
"Senior Rui, ada penyusup masuk, sepertinya dia pendekar Tingkat tinggi," kata Liu Wei.
Jiu Rui terlihat murka dan mencabut pedangnya. "Siapapun yang berani menyusup kesini harus mati!" kata Jiu Rui dia tidak peduli orang itu adalah pendekar Tingkat tinggi atau bukan.
"Semuanya kepung dia dan jangan biarkan dia lolos!" kata Jiu Rui kemudian bersama-sama maju mengelilingi Ho Chen.
"Ayo serang bersama-sama, dan jangan biarkan dia lo...!" mata Jiu Rui melebar, dia sampai menghentikan kata-kata nya setelah mengenali pemuda yang di hadapannya.
"Adik Chen..!" seru Jiu Rui.
Semuanya terkejut setelah Jiu Rui berkata demikian, bahkan Yuen langsung menghentikan serangannya dan hanya berdiri dengan expresi wajah penuh keterkejutan.
"Lama tidak berjumpa kak Rui!" kata Ho Chen.
Yuen mundur mendekati Jiu Rui dan bertanya kepadanya. "Apa kamu yakin dia itu saudara angkatmu?"
"Tentu saja senior, aku sangat mengenalnya, walau dia sudah banyak berubah, namun aku tetap akan mengenalinya," kata JiuRui.
Liu Wei, Yin Fei, dan Kang Yelu sama-sama terdiam, mereka butuh beberapa saat untuk mengingat wajah Ho Chen, setelah mengingat baik-baik barulah mereka bisa mengingat akan wajah yang tidak terlalu asing bagi mereka.
Liu Wei hanya mematung, matanya sampai tidak berkedip menatap Ho Chen yang sudah dewasa,
"Wei'er, ada apa? Kenapa kamu menatapku seperti itu? Apa ada yang salah pada diriku?" tanya Ho Chen setelah melihat Liu Wei menatapnya tanpa berkedip.
Liu Wei tidak menjawab, dia melangkah maju mendekati Ho Chen dengan tatapan yang masih sama. "Kamu! Kamu! Kenapa kamu lama sekali datang kesini?" kata Liu Wei bertanya dengan suara sedikit gugup dan juga pelan.
"Maafkan, aku terlalu sibuk berlatih sehingga tidak sempat datang berkunjung kesini untuk menemui kalian," kata Ho Chen.
Liu Wei ingin menyentuh wajah Ho Chen bahkan dia sampai ingin memeluknya, sudah hampir sepuluh tahun dia tidak bertemu dengannya, pertemuan secara tiba-tiba itu membuat rasa rindunya yang hampir hilang kini kembali muncul.
"Owh iya aku sampai lupa! Selamat untukmu karena sudah bertunangan dengan saudara Yelu!" kata Ho Chen, walau dia hanya sesosok bayangan, namun semua informasi yang didapatkan dari masing-masing bayangan dan tubuh aslinya juga diketahui oleh dirinya.
Liu Wei yang ingin mengerakkan tangannya ke wajah Ho Chen langsung berhenti, dia menjadi kaku. Liu Wei lupa akan statusnya sebagai tunangan Kang Yelu.
Kang Yelu hanya tersenyum kecut mendengarnya, dia sadar telah mengambil paksa hati Liu Wei, namun melihat Ho Chen yang mengetahuinya hanya bersikap biasa saja, itu artinya Ho Chen tidak memiliki perasaan sama sekali kepada Liu Wei.
"Terimakasih atas ucapannya saudara Chen, dan maaf atas sikap kami sebelumnya!" Kang Yelu membukukkan badan.
"Pantas dia bisa menghindari seranganku dengan mudah!" gumam Yuen, dia juga menghampiri dan meminta maaf kepada Ho Chen atas penyerangan yang dilakukannya.
__ADS_1