Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Pertempuran Pilar Angin (6)


__ADS_3

Jendral iblis tertawa lantang setelah berhasil menghancurkan matahari buatan Feng Ying lalu memandang Feng Ying yang berada agak jauh darinya.


“Jika aku mengambil darahmu, sepertinya akan membuat Rajaku akan lebih cepat untuk melepas segelnya." Kata jendral iblis dengan tersenyum lebar.


“Tidak semudah itu.." Feng Ying mendengus kesal, dan mulai melapaskan Tehnik mataharinya.


“Tehnik Matahari - Pedang matahari."


Sebuah cahaya terang keluar dari telapak tangan Feng Ying, cahaya tersebut memanjang dan membentuk sebuah pedang yang sangat terang.


Feng Ying menghilang dari pandangan jendral iblis dan kemudian muncul kembali di belakang jendral iblis. Feng Ying menebas jendral iblis dari arah belakang dengan sangat cepat.


Namun jendral iblis sudah mengetahui pola serangan Feng Ying, dia segera berbalik dan langsung menangkap lengan Feng Ying dengan cepat.


Feng Ying merasa lengannya seperti terbakar ketika di cengkram oleh jendral iblis. Feng Ying segera meledakkan pedangnya di samping wajah jendral iblis yang masih mencengkram lenganya tersebut.


“Jdeaaaar.....!!! Ledakan tersebut sedikit menimbulkan efek kejut, walau tidak sebesar yang sebelumnya.


Jendral iblis melepaskan cengkeramannya, kemudian Feng Ying langsung mundur sambil memegang lengannya yang terasa panas. “Ternyata dia juga mampu menghisap energiku.." Gumam Feng Ying.


Memang benar, ketika jendral iblis memegang lenganya, Feng Ying bukan hanya merasakan lenganya seperti terbakar, namun dia merasakan energinya di hisap oleh jendral iblis.


“Kenapa? Apa kamu heran?." Tanya jendral iblis.


Feng Ying hanya menatap jendral iblis dengan tajam, dia mulai mengingat ucapan Ming Hao ketika terakhir kali bertemu denganya di puncak Gunung Tirai Kabut. Ming Hao pernah mengatakan. “Jangan terlalu yakin dulu... Semua itu bisa saja berubah tanpa kita ketahui."


Feng Ying hanya bisa tersenyum pahit setelah mengingat ucapan Ming Hao.


“Aku akan memberi tahumu. Kekuatan mu adalah energi panas, jadi energimu sangat cocok denganku, jika aku menghisap seluruh energimu, kemungkinan aku akan sedikit lebih leluasa bergerak di siang hari." Ucap jendral iblis dengan tersenyum lebar.


Feng Ying terkejut setelah mendengar penjelasan jendral iblis, dia tidak berpikir sampai sejauh itu.


Feng Ying berusaha berpikir mencari cara agar bisa mengalahkannya, setelah beberapa saat dia teringat dengan kubah Es raksasa di puncak gunung Pilar Angin.


Feng Ying berniat pergi kesana menggunakan Tehnik ruang waktu, namun terlambat, jendral iblis sudah berada di hadapannya, di tanganya kini terlihat seperti memegang pedang yang terbuat dari api


“Matilah kamu manusia hina.." kata jendral iblis dan segera menusuk bahu Feng Ying.

__ADS_1


Feng Ying mengerang kesakitan, namun dia segera menyerang balik jendral iblis.


“Tehnik Matahari - Cahaya Penghancur."


Dengan sisa tenaganya, dia membuat bola cahaya sebesar kelapa dan meledakkannya di wajah jendral iblis.


“Boooom....!!!” ledakan tersebut tidak hanya membuat jendral iblis terpental jauh, namun Feng Ying sebagai pemilik Tehnik tersebut juga terkena imbasnya.


Cahaya Penghancur memiliki daya hancur yang hampir mirip dengan Ledakan Sembilan Matahari, namun perbedaannya. Daya hancur Ledakan Sembilan Matahari lebih mengerikan.


Feng Ying yang sudah sedikit jauh jaraknya dengan jendral iblis segera menggunakan tehnik ruang waktu dan berpindah ke puncak gunung Pilar Angin.


Jendral iblis hanya menyaksikan Feng Ying yang sudah menghilang dari pandangannya, kemudian dia merasakan energi milik Feng Ying yang saat ini sudah berada di puncak gunung.


“Dia pindah kesana? Apa dia berniat ingin menggunakan bantuan manusia yang memiliki unsur Es itu.?." Kata jendral iblis dengan suara gumam nya.


***


Di tempat Qiao Ho mereka sedang memulihkan energi mereka masing-masing. Ming Mei berjalan mendekati Lun Whilin yang sedang duduk memulihkan energinya.


“Ada apa? Kenapa kamu menghampiriku..?" Tanya Lun Whilin.


Sebenarnya Ming Mei juga tidak suka bekerjasama dengan Lun Whilin, namun dia tidak punya pilihan lain.


Lun Whilin terdiam sejenak lalu menggangguk dan menjawab perkataan Ming Mei. “Kamu benar saudari Ming, sebaiknya kita bekerjasama terlebih dahulu dan mengesampingkan masalah pribadi kita." Jawab Lun Whilin.


Ming Mei tersenyum tipis, dan kemudian berbicara dengan Qiao Ho. “Ketua Ho sepertinya suhu panasnya tidak lagi bertambah."


“Benar saudari Ming. Aku juga bisa merasakannya." Kata Qiao Ho


Setelah mereka selesai berkata demikian, tiba-tiba hari menjadi gelap kembali, semua orang menjadi kebingungan dan bertanya-tanya, tentang apa yang sedang terjadi di luar sana.


Bukan hanya anggota mereka, anggota Wei Heng juga sama kagetnya. Perisai milik Qiao Ho dan Wei Heng sama sama terbuka untuk melihat apa yang sudah terjadi.


Setelah perisai mereka berdua terbuka, mereka bisa melihat cahaya merah yang jauh sedang menyala-nyala. Mereka juga melihat kilatan cahaya dan ledakan. Walau jauh mereka bisa mendengar dengan sangat jelas.


“Aku merasakan energi iblis itu semakin besar, bahkan jauh melebihi sesepuh Feng." Guru An Xuan yang pendiam kini mulai bersuara.

__ADS_1


“Senior An, sepertinya energi sesepuh Feng mulai melemah." Kata Qiao Ho ketika merasakan energi Feng Ying yang berkurang sedikit demi sedikit.


“Sepertinya begitu." Jawab Guru An Xuan.


“Apa sebaiknya kita kesana dan membantu sesepuh Feng?." Tanya Kang Jian.


“Jangan harap aku akan membiarkan kalian pergi kesana." Suara Wei Heng segera terdengar.


Qiao Ho mengerutkan dahinya, ketika melihat Wei Heng baik-baik saja. Begitu pula Kang Jian ketika melihat Peiyu yang sudah sembuh dari luka dalam nya.


Touli melihat Guru An Xuan, kali ini dia sedikit ragu untuk berhadapan lagi dengannya, Karena sebelumnya dia tidak bisa melukai biksu tersebut.


“mari kita lanjutkan pertempuran yang sempat tertunda tadi." Kata Qiao Ho dengan bersiap membuat tehniknya.


“Saudara Jian, Kali ini biar aku yang menghadapi Peiyu." Shilin berkata kepada Kang Jian sambil menatap Peiyu.


“Baiklah, aku serahkan dia padamu." Jawab Kang Jian, sebenarnya dia ingin menolak, namun mengingat dia berhutang nyawa pada Shilin akhirnya dia menyetujuinya.


Sebelum mereka bergerak maju, sebuah suara ledakan besar terdengar dari arah jendral iblis dan Feng Ying bertarung.


“Boooom....!!!"


Mereka segera menoleh sesaat ke arah ledakan tersebut, kemudian kembali menatap musuh masing-masing.


“Ayo kita musnahkan tempat ini....!" Teriak Wei Heng dan segera membuat tehniknya.


Qiao Ho juga langsung membuat tehniknya untuk melawan Wei Heng kembali. Sebelum sempat mereka melangkah maju, Feng Ying tiba-tiba muncul di hadapan kelompok mereka berdua.


****


**Perhatian


Terima kasih sudah mendukung dan memberi vote PDA.


Saya akan tetap up setiap hari, tepatnya malam hari, kemungkinan paling banyak 3 Ch, setiap malam, atau 2 Ch, tergantung kondisi kesibukan.


Namun tidak lupa saya ingin mengingatkan untuk terus memberikan like dan dan vote bagi yang tidak keberatan.

__ADS_1


Terima kasih banyak


selamat membaca dan semoga terhibur**.


__ADS_2