Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Ho Chen vs Pimpinan Ular Hijau.


__ADS_3

Mereka segera maju menyerang rombongan Zhu Yu yang sudah sangat ketakutan itu, dengan semangat mereka maju dengan pedang siap di tegaskan ke pada mereka.


Namun setelah hampir satu meter jarak mereka dengan rombongan Zhu Yu, tubuh mereka terpental dengan sendirinya dan kemudian terjatuh, seolah menabrak sesuatu dengan keras sehingga kepala mereka ada yang mengeluarkan darah.


Qiao Lin dan Jiu Rui tidak terlihat kaget melihat kejadian tersebut, sedangkan Zhu Yu dan semua rombongannya justru kaget bercampur heran.


"Apa yang sedang terjadi..?." Beberapa pendekar yang sudah bersiap untuk bertahan kini hanya terheran-heran melihat para kelompok Ular Hijau yang terjatuh dan bahkan ada darah yang mengalir dari kepalanya.


Kini semua mata pendekar tertuju kepada Qiao Lin dan Jiu Rui yang masih terlihat tenang, mereka mengira ini adalah ulah mereka yang menggunakan ilmu yang tidak terlihat oleh mata.


"Aku yakin pemuda yang saat ini berhadapan dengan pimpinan Ular Hijau itu juga kuat! Kalau menurut mu gimana?."


"Mungkin saja, kalau mereka berdua saja bisa membuat perlindungan yang tidak terlihat oleh mata, apa lagi dengan pemuda yang satunya? Pasti lebih kuat lagi!."


Para pendekar kini saling berasumsi dan mencoba mengukur kekuatan Ho Chen serta kekuatan Qiao Lin dan Jiu Rui.


Mereka tidak mengetahui jika yang membuat perlindungan yang sebenarnya adalah Naga putih yang sejak tadi berdiri di samping kuda milik Qiao Lin, andai mereka mengetahui jika seekor kuda lah yang mampu membuat pelindung tersebut mungkin mereka akan bertambah kebingungan nya.


Di sisi lain Ho Chen sedang berhadapan dengan pimpinan Ular Hijau, tidak satu pun dari mereka berdua yang menyerang lebih dulu.


Ho Chen tidak buru-buru menyerang karena dia ingin memastikan jika rombongan Zhu Yu dalam keadaan aman, dan dia bisa melihat jika Naga putih berhasil membuat perisai pelindung.


Sedangkan pimpinan Ular Hijau masih berusaha mengukur kekuatan Ho Chen, dia yakin saat ini Ho Chen berada di Tingkat Bumi awal 3, sedangkan dia sendiri berada di Tingkat Langit awal 4.


Namun melihat Ho Chen yang masih terlihat tenang dan tidak terlihat sedikitpun tanda-tanda ke khawatiran, membuat pimpinan Ular Hijau mulai waspada, bisa saja Ho Chen memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari yang ia ketahui.


"Apa kau masih ingin bertarung atau hanya mau berdiri saja di situ?." Tanya Ho Chen.


"Kau benar-benar sombong, apa kau tidak menyadari kekuatan antara kita? Masih terlalu jauh kekuatanmu untuk melawan ku, dan sebaiknya kau menyerah saja!." Kata sang pimpinan Ular Hijau itu.


Ho Chen tidak menjawab dia menoleh ke arah rombongan Zhu Yu yang berusaha di serang dari berbagai arah, namun tidak satupun dari mereka yang berhasil menembus perisai naga putih tersebut.


Pemimpin Ular Hijau kesal dengan sikap Ho Chen yang seolah-olah tidak memperdulikan perkataannya. "Beraninya kau tidak memperdulikan perkataan ku..!." Kata pemimpin tersebut dengan geram kemudian menyerang Ho Chen dengan tinjunya.

__ADS_1


Ho Chen tidak menghindar atau menahan pukulan tersebut sehingga pukulan tinju mengenai dadanya dengan telak.


BAAAM...!!!


Suara pukulan dan dentuman kecil terdengar dan membuat sedikit gelombang kejut di sekitarnya.


Pemimpin Ular Hijau tersebut melompat mundur dan menatap Ho Chen dengan tidak percaya, pukulan tinju yang ia gunakan sebesar 50 persen dari kekuatannya seharusnya mampu membuat pendekar tingkat langit sekalipun terpental atau setidak nya merasakan sakit.


Namun nyatanya Ho Chen masih berdiri tegak dan bahkan terlihat tidak terjadi apa-Apa, kecuali hanya asap putih bekas pukulan di dada Ho Chen.


"Mustahil..! Ini tidak mungkin, bagaimana bisa kau..!." Dia sulit berkata-Kata lagi.


Ho Chen melihat dadanya yang mengeluarkan asap putih dari bekas pukulan tersebut, di balik baju nya tentu saja dia memakai baju Murah sisik naga pemberian naga putih, sehingga semua serangan saat ini sudah tidak ada apa-apannya lagi baginy


Melihat ekspresi keterkejutan pimpinan Ular Hijau tersebut, Ho Chen tertawa kecil dan seolah-olah  mengejek dengan mengibas-ngibas dadanya menghilangkan asap putih tersebut.


Pimpinan Ular Hijau tersebut semakin geram kemudian merapatkan giginya dan melesat kembali menyerang Ho Chen.


Kali ini bukan lagi 50 persen kekuatannya yang di gunakan, namun seluruh kekuatannya dia pusatkan di kepalan tinjunya.


BAAAAMM..!!!


Kali ini suara dentuman lebih besar dari sebelumnya terdengar ke seluruh ke berbagai penjuru, bahkan gelombang kejut nya membuat area di sekitar mereka bersih.


"Ini tidak mung...!!!


BAAAAAMM..!!!


"Argghh.!!


Pimpinan Ular Hijau tersebut terkejut karena lagi-lagi pukulannya tidak berpengaruh kepada Ho Chen, belum sempat hilang rasa terkejutnya, Ho Chen segera memberikan pukulan tepat di perutnya sehingga pimpinan Ular Hijau tersebut terlempar jauh dan menabrak batu besar hingga terlihat retakan di  batu tersebut.


"Tetua..!." Seru salah satu anggotanya yang melihat ketua kelompoknya meringkuk menahan rasa sakit di perutnya.

__ADS_1


Semua anggota yang lain yang masih berusaha untuk menembus perisai tersebut kini berhenti dan semuanya menghampiri ketua kelompoknya.


Bukan hanya kelompok Ular Hijau saja yang terkejut, namun pendekar sewaan Zhu Yu juga menganga melihat kejadian tersebut, mereka tidak menduga jika Ho Chen dapat memukul pimpinan Ular Hijau tersebut dengan sangat mudah.


"Tetua! Apa anda baik-baik saja?." Tanya salah satu dari mereka.


"Uhuk-uhuk!!." Pimpinan Ular Hijau tersebut terbatuk dengan mengeluarkan darah segar dari mulutnya, perutnya terasa sakit seolah-olah isi di dalamnya hancur.


"Baik-baik saja kepalamu! Cepat kalian serang dia..!." Kata pimpinan tersebut sambil kedua tangannya menahan perutnya yang masih sakit.


Mendengar perintah tersebut mereka semua segera menyerang Ho Chen secara bersamaan.


Melihat Ho Chen yang diserang oleh kelompok Ular Hijau sebanyak itu membuat para pendekar sewaan Zhu Yu menahan nafasnya, mereka tidak yakin jika Ho Chen akan selamat dari serangan tersebut.


Ho Chen melihat semua musuhnya dengan tatapan dingin kemudian menghentakkan kaki nya ke tanah.


"Tehnik Bumi - Getaran Bumi."


Dengan satu kali hentakan ke tanah, bumi seolah bergetar dan terasa gempa kecil si seluruh tempat tersebut.


Mereka semua yang berlari ke arah Ho Chen menjadi kehilangan keseimbangan dan berhenti berlari karena berusaha membuat tubuh mereka stabil kembali.


Baru selesai mereka berhasil mendapatkan keseimbangan nya, tiba-tiba tubuh mereka semua sangat sulit untuk di gerakkan, bahkan untuk bernafas pun sedikit susah.


Ho Chen mengunakan Aura Raja nya untuk menekan semua kelompok Ular Hijau, kemudian berjalan melewati mereka semua yang duduk tidak berdaya akibat tekanan tersebut tanpa ada yang menahan langkah Ho Chen.


Ho Chen berjalan ke arah pimpinan Ular Hijau yang masih kesakitan tersebut.


Ketika melihat Ho Chen yang berjalan ke arahnya, pimpinan Ular Hijau tersebut menelan ludah, baginya saat ini Ho Chen terlihat bagai monster yang siap menelan dirinya hidup-hidup.


Ho Chen terus melangkah setelah hampir dekat dengan pimpinan Ular Hijau tersebut, tiba-tiba terdengar suara yang menggema di sertai energi yang sangat kuat.


"Beraninya kau membuat keponakan seperti itu...!!." Suara tersebut terdengar sangat kuat, bahkan suaranya mampu membuat orang-orang yang mendengarnya akan kesakitan.

__ADS_1


Para pendekar sewaan Zhu Yu Qiao Lin dan Jiu Rui juga tidak mampu menahan energi suara tersebut, mereka berusaha menutup telinganya dengan mengunakan tangannya, karena energi milik mereka tidak mampu menahan energi suara tersebut.


__ADS_2