Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kepanikan sang kaisar


__ADS_3

Di dalam istana sendiri sedang di adakan pertemuan penting, terkait kedatangan salah satu jendral dari 6 jendral kekaisaran Yun.


Dia adalah jendral Yin Lun, jendral wanita satu-satunya di kekaisaran Yun. kekuatan jendral Yin Lun Berada di Tingkat Alam puncak 1, Yin Lun adalah salah satu jendral terkuat urutan ke tiga.


“Yang Mulia.. ketika saya dalam perjalanan pulang, saya memdengar berita akan adanya kelompok Rantai Besi yang sering membuat resah para penduduk. Dan warga yang menjadi sasaran adalah para penduduk di pinggir kota." Jendral Yin Lun menjelaskan semua yang ia dengar.


“Aku juga sudah menerima laporannya jendral Yin, dan bahkan sudah kukirim utusan untuk menyelidiki kebenarannya." Jawab Kaisar Hong.


“Kalau boleh tau, seberapa kuat kah kelompok Rantai Besi ini yang mulia." Jendral Zhen juga ikut bertanya.


“Aku juga tidak tau." Kaisar Hong menggelengkan kepala. “hingga saat ini aku belum menerima laporannya."


“Maaf yang mulia, ijinkan saya untuk pergi memeriksanya sendiri dan menangkapnya." jendral Zhen maju kedepan kaisar dan menawarkan dirinya untuk pergi mencari kelompok tersebut.


“Tidak perlu gegabah jendral, kita tunggu saja sampai ada kabar dari utusanku. Saat itu tiba aku akan mengijinkan mu untuk pergi mengurusnya." Jawaban kaisar Hong membuat jendral Yin Lun sedikit iri.


“Saudara Zhen, apa aku bisa ikut denganmu?" Tanya jendral Yin sembari mengangkat alisnya. Menurutnya dia harus ikut andil dalam masalah ini.


“Saudari Yin, tentu saja bisa, namun untuk saat ini kamu istirahatlah dulu, bukan kah kamu baru tiba dari perjalanan yang jauh?"


“Baiklah saudara Zhen, jika dalam waktu dekat ada kabar, maka jangan lupa untuk memberitahuku." Kata jendral Yin.


Jendral Zhen mengangguk setuju. Tidak lama masuk seorang prajurit ke tempat pertemuan mereka.


“Maaf yang mulia, saya ingin melaporkan hal penting." Prajurit tersebut duduk berlutut.


“Lancang...! Beraninya kamu! Apa kamu tidak lihat kami lagi melakukan pertemuan..!" Jendral Zhen berkata dengan sangat geram.


“Ma-maaf kan saya jendral, namun ini sangat penting." Ucap sang prajurit dengan sedikit takut.


“Baiklah.. katakanlah apa yang ingin kamu sampaikan." Kaisar Hong mengijinkan walau dia sendiri tidak suka kalau di ganggu ketika sedang ada pertemuan.


“Yang mulia, Pendekar Dewa sudah datang dan sekarang berada di depan pintu. Namun..." Prajurit itu berhenti sejenak.

__ADS_1


“Namun apa? Cepat suruh masuk biar dia ku perkenalkan dengan jendral Yin Lun." Kata kaisar Hong dengan senyum lebar.


“Yang mulia, sepertinya Pendekar Dewa habis bertarung, dia sedang terluka dan tidak sadarkan diri di depan pintu gerbang." Jawab sang prajurit dengan sedikit gemetar.


“Apaa...! Siapa yang mencelakainya?" Kini giliran jendral Zhen yang kaget mendengar laporan itu.


Sedangkan kaisar Hong sangat panik dan segera pergi keluar dan di ikuti oleh ke dua jendral.


“Saudara Zhen. Siapa itu Pendekar Dewa?" Jendral Yin bingung melihat kepanikan sang kaisar dan bertanya ketika berjalan di belakang jendral Zhen.


“Ah benar Saudari Yin belum mendengarnya.


Apa saudari Yin pernah mendengar nama Pendekar Dewa Muda?" Tanya jendral Zhen.


“Tentu saja aku mendengarnya dan....!” jendral Yin menghentikan perkataannya.


“Saudara Zhen jangan bilang kalau Pendekar Dewa yang kalian maksud adalah dia?" Tanya jendral Yin.


“Memang dia orangnya, Nanti akan aku jelaskan, sekarang kita harus menolongnya terlebih dahulu."


“Apa yang terjadi? Siapa yang melakukan ini?" Kaisar Hong sangat kaget melihat kondisi Ho Chen, terlebih lagi ada banyak noda darah di bajunya.


Jendral Yin mengamati Ho Chen dari kepala hingga kaki, ini petama kalinya dia melihat Ho Chen yang di juluki “Pendekar Dewa Abadi" yang terkenal


“Kami tidak tau yang mulia, ketika tiba di depan dia bejalan lemah dan tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri. Dan ada luka tusukan di pinggangnya." Para prajurit yang bersujud memberi kesaksian serupa.


“Kalau begitu cepat bawa ke dalam. Dan panggil tabib istana untuk mengobatinya." Perintah kaisar.


“Baik yang mulia." Para prajurit menjawab serempak, dan mengangkat tubuh Ho Chen kedalam istana.


Setibanya di dalam Ho Chen di baringkan di kamarnya. Tabib istana tiba setengah jam setelahnya, Tidak seorang pun di ijinkan masuk kecuali kaisar dan tabib sendiri.


Selagi tabib memeriksa, kaisar Hong menunggu di depan pintu kamar, kaisar terlihat gelisah, dia berjalan mondar mandir di depan pintu sambil menggelengkan kepala, dan kadang menghela nafas.

__ADS_1


“Sayang apa yang sedang terjadi?"


“Ayah apa yang terjadi kepada saudara Chen?"


Permaisuri Xiang Mey dan Yihua tiba, kabar tentang Ho Chen tidak sadarkan diri karena bertarung tersebar dengan cepat di dalam istana. Begitu mendengar kabar tersebut Permaisuri dan Yihua segera menuju kamar Ho Chen.


“Aku tidak tau apa yang sebenarnya terjadi. Namun sekarang kita hanya bisa menunggu sampai Tabib selesai memeriksanya." Jawab kaisar.


“Siapa sebenarnya yang mencelakai Ho Chen?" Permaisuri berkata dengan keheranan.


Yihua hanya diam memandangi pintu kamar Ho Chen. Tidak lama penasehat Yuwen jendral Zhen jendral Yin dan jendral Shing juga tiba di sana, mereka juga ingin mengetahui perkembangannya.


Namun jawabannya dari kaisar tetap sama, yaitu menunggu tabib selesai memeriksa dan mengobatinya. Sekitar 1 jam tabib pun keluar dari kamar Ho Chen.


“Tabib. Bagai mana keadaannya?" Tanya kaisar yang sedari tadi terlihat cemas.


“Yang mulia tidak usah hawatir, Dia hanya kelelahan dan juga kehabisan energi. Luka di pinggangnya juga sudah membaik." Jawab tabib tersebut


“Apa tidak ada luka serius lainya?" Tanya permaisuri Xiang Mey


“sepertinya pendekar ini sudah minum pil penyembuh luka dalam dan pil yang bisa menghentikan pendarahan sebelum tidak sadarkan diri." Tabib tersebut mengeluarkan obat.


“sekarang biarkan dia istirahat dulu, mungkin sekitar satu jam dia akan segera siuman. Kalau dia sudah siuman segera berikan obat ini agar proses penyembuhannya lebih cepat."


Setelah menyerahkan obat tabib tersebut segera pamit dan pergi, kaisar Hong dan lainnya pun segera memasuki kamar, terlihat Ho Chen yang terbaring tidak sadarkan diri dengan di balut kain putih di pinggangnya.


“Lebih baik kita biarkan dia istirahat, tapi siapa yang akan menjaga di sini dan memberinya obat?" Tanya kaisar Hong kepada semua orang yang ada.


Sebenarnya jendral Shing ingin menawarkan diri namun kaisar Hong kembali bicara sebelum jendral Shing sempat bersuara


“Yihua.! Tolong jaga Ho Chen, jika dia sudah siuman kamu minumkan obat ini, apa kamu mau?" Tanya kaisar Hong.


“Saya..?" Yihua kaget begitu mendengar permintaan ayahnya. “Baiklah ayah saya akan menjaganya." Jawab Yihua di sertai dengan anggukan pelan.

__ADS_1


“Bagus.." Kaisar Hong mengangguk bangga. Dia sengaja mendekatkan putrinya dengan Ho Chen agar kelak putrinya bisa menarik hati Ho Chen, walau kemungkinan itu sangat kecil.


__ADS_2