Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Meninggalkan Kota Anming


__ADS_3

***


Feng Ying menarik nafas panjang, dia bangun dan menatap ke arah timur. “Sudah mau pagi, namun aku masih belum bisa merasakan keberadaan Energi jendral iblis." Gumam Feng Ying.


Feng Ying berniat pergi namun dia merasakan keberadaan beberapa orang yang menuju ke arahnya.


Terlihat 9 orang sedang berjalan ke arahnya, mereka semua terdiri dari 2 pendekar Tingkat Bumi, 5 pendaekar Tingkat Langit, dan 2 pendekar Tingkat Alam. Baju mereka berwarna abu-abu.


“Guru lihat, ada orang di sana..!" Kata salah satu anak muda Sabil menunjuk ke arah Feng Ying.


“Jaga sikapmu.! kita tidak boleh menunjuk sembarang orang." Kata orang terlihat paling tua di antara mereka.


Mereka tiba di tempat Feng Ying yang sedang berdiri yang sedang memandangi mereka dengan tersenyum lembut.


“Permisi, maaf sedang apa anda di sini sendirian?." Tanya salah satu dari mereka setelah berhadap-hadapan dengan Feng Ying.


Feng Ying hanya tersenyum sebelum menjawab pertanyaan tersebut. “Aku hanya istirahat disini untuk melepas sedikit lelah.."


“Tunggu dulu..! Bukankah Anda ini adalah Sesepuh Feng Ying?." Salah seorang segera mengenali pakaian yang di kenakan Feng Ying.


Feng Ying hanya menjawab dengan anggukan, dia tidak kaget ketika ada orang yang mengenalinya.


“Maaf atas ketidak sopanan kami, perkenalkan Saya Zhang Mu, dari sekte Sisik Naga, dan ini semua adalah rekan-rekan Saya."


Mereka semua juga terperanjat kaget begitu mengetahui kalau di depan mereka saat ini adalah Feng Ying.


“Tidak perlu bersikap seperti itu, bersikaplah seperti biasanya Saja." Ucap Feng Ying


Mereka mengangguk dengan sedikit canggung. Walau Feng Ying berkata seperti itu, namun mereka tentu tidak berani, apa lagi Zhang Mu yang terkenal cepat emosi dan juga cepat marah, kini di depan Feng Ying dia tidak berani menunjukkan sikap tersebut.


“Kalau boleh orang tua ini bertanya, dari manakah kalian?." Tanya Feng Ying.


“Kami sedang berusaha mencari pasukan iblis yang selama ini selalu membuat onar dan membuat kekacauan." Kata orang yang terlihat lebih tua dari yang lain.


“Lalu, apa kalian berhasil?"


“Untuk malam ini kami tidak menemukan mereka, bahkan selama dua malam ini tidak terlihat tanda-tanda kehadiran mereka." Jawab Zhang Mu.

__ADS_1


Feng Ying menghela nafas, dia juga sedang mencari keberadaan jendral iblis yang di ceritakan Ming Hao. Namun selama semalaman penuh nyatanya tidak juga di temukan.


“Bagaimana dengan sesepuh? Apa sesepuh juga mencari keberadaan mereka?" Tanya Zhang Mu.


“Aku memang sedang mencari mereka, namun sepertinya mereka tidak keluar, aku tidak tahu apa alasannya, namun aku yakin mereka merencanakan sesuatu yang lebih besar."


Mereka semua saling berpandangan. Yang berani berbicara dengan Feng Ying hanya Zhang Mu dan temannya yang memiliki kekuatan Tingkat yang sama, sedang yang lain duduk sedikit menjauh, tidak berani untuk ikut berbicara karena takut salah berbicara dan menyinggung Feng Ying.


“Lalu apakah sesepuh memiliki rencana?." Tanya teman Zhang Mu.


Feng Ying hanya menggelengkan kepala, dia sama sekali tidak memiliki rencana apapun.


Mereka bertiga berbicara hingga matahari terbit.


“Apa sesepuh mau singgah dulu di sekte kami, sekaligus beristirahat di sana, saya yakin sekte kami akan sangat senang jika sesepuh singgah ke sekte kami.." Zhang Mu menawarkan dengan wajah berharap.


“Aku sedang ada urusan penting, jika suatu hari ada kesempatan, aku akan singgah kesana." Kata Feng Ying.


Zhang Mu hanya tersenyum pahit mendengarnya, dia bisa menebak jika Feng Ying akan menolak, namun tetap ada rasa sedikit kecewa di hatinya.


“Kalau begitu aku pergi dulu, satu pesan ku.! Selalu waspada dan bersiap-siaplah kalian semua, suatu hari nanti kemungkinan akan ada masalah yang lebih besar! Selamat tinggal."


“ Apa dimaksud oleh sesepuh maksud tadi?." Zhang Mu bertanya kepada temannya setelah kepergian Feng Ying.


Aku juga tidak tahu, namun yang pasti kita harus waspada, karena sesepuh pasti mengetahui sesuatu yang kita tidak ketahui."


Jawab temanya.


Setelah beristaraht sebentar, mereka semua akhirnya melanjutkan perjalanan kembali ke sekte mereka. Zhang Mu jelas akan menyampaikan pesan dari Feng Ying kepada ketua sektenya.


***


Di pintu gerbang Kota Anming Jiu Rui dan yang lainnya sedang menunggu Ho Chen,


Mereka semua adalah, Jian Heeng, Wang Chungying, Yuan beserta ke empat rekanya, Kang Yelu dan Kakek Zhi.


Di kejauhan terlihat prajurit istana yang begitu banyak sedang mengarah ke pintu gerbang. Di paling depan terlihat Kaisar Hong sedang menaiki kuda putih, Ho Chen, Yihua, dan juga tiga jendral juga terlihat. Mereka semua ikut mengantar kepergian Ho Chen ke pintu gerbang.

__ADS_1


“Senior Chungying, Paman dan semuanya." Ho Chen turun dari kudanya dan menyapa semua yang menunggunya di sana.


“Chen, aku harap kamu tidak mengingkari janji kita." Yihua kembali mengingatkan Ho Chen namun dengan sikap seperti tidak ingin berpisah dengan Ho Chen.


Jiu Rui melihat itu dengan di penuhi tanda tanya di pikirannya. “Apa yang sudah mereka berdua janjikan? Apa Adik Chen berjanji ingin menikahinya?" Pikir Jiu Rui.


Bukan hanya Jiu Rui, semua juga di penuhi tanda tanya yang sama, termasuk Sang Kaisar dan para jendral, bahkan pikiran mereka semua sama dengan apa yang di pikirkan Jiu Rui.


“Terima kasih Yihua, aku juga tidak akan melupakan janji kita." Ho Chen kemudian menghampiri Sang Kaisar. “Yang Mulia, dan juga semuanya. Aku tidak akan pernah melupakan kebaikan kalian semua." Kata Ho Chen.


“Chen, kamu sudah kami anggap sebagai keluarga kami, jadi tidak perlu merasa berhutang kepada kami." Ucap Sang Kaisar dengan senyum penuh makna.


Ho Chen mengangguk kemudian menghampiri Jian Heeng dan yang lainnya.


“Saudara Lu, walau pertemuan kita singkat, semoga kedepannya kita bisa terus menjadi saudara." Ho Chen berbicara kepada Kang Yelu.


“Tentu saja saudara Chen, kita akan tetap menjadi Saudara." Kata Kang Yelu dengan senyum lebar.


“Kakek, maaf sebelumnya karena saya menolak tawaran kakek."


“Sayalah yang seharusnya minta maaf, karena kemarin sikap saya yang tidak sopan." Kakek Zhi sedikit malu karena sudah mengetahui identitas Ho Chen.


Ho Chen sedikit heran dengan sikap Kakek Zhi yang berubah drastis. “Paman, senior dan semuanya, selamat tinggal, sampaikan Salam ku untuk Ketua Jian."


Wang Chungying hanya mengangguk dan di ikuti dengan yang lainnya. “Tentu saja akan aku sampaikan, kamu juga berhati-hati dan jaga diri baik-baik, sekaligus kakak mu itu..!" Kata Jian Heeng.


Ho Chen hanya tersenyum sambil melirik ke arah Jiu Rui, menurutnya yang tua harus melindungi yang lebih muda, namun ini kebalikannya.


“Apa kakak sudah yakin dengan keputusan ini?." Kali ini Ho Chen ingin memastikan akan keputusan Jiu Rui untuk mengikuti dirinya.


“Tentu saja adik, apapun yang akan terjadi nantinya aku tidak akan menyesalinya" Jawab Jiu Rui meyakinkan.


“Selamat tinggal semuanya, jaga diri kalian baik-baik." Ho Chen melambaikan tangan.


Setelah Jiu Rui berpamitan dengan guru dan lainnya kemudian mengikuti Ho Chen.


Semua melambaikan tangan, yang paling sedih dari semuanya hanya satu orang, yaitu Yihua. Dia merasa sangat tidak rela, bahkan menutup mulutnya agar tidak menangis.

__ADS_1


Ho Chen pun pergi meninggalkan Kota Anming, dan perlahan-lahan menghilang dari pandangan.


__ADS_2