Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Dua Tehnik terkuat


__ADS_3

Peiyu melempar pisau yang berhasil ia tangkap ke arah pisau yang mengarah ke Yin Fei. Sedangkan dia sendiri menangkap beberapa pisau lagi yang masih terbang, kemudian melemparnya kembali ke pisau yang masih berdatangan.


“Ibu..!." Yin Fei yang berada di pintu memanggil ibunya dengan tubuh gemetar, mukanya juga terlihat pucat karena ketakutan.


“Fei'er cepat masuk kedalam..!." Kata Peiyu yang masih berusaha menghindari diri dari serangan pisau yang masih berdatangan.


“Ta-tapi ibu..!." Yin Fei sedikit ragu untuk meninggalkan ibunya sendiri.


13 jagoan yang tersisa dari sekte Racun Langit juga tiba di tempat Peiyu, mereka semua Langsung melindungi Peiyu dari pisau yang masih berusaha menyerangnya.


“Ketua! Siapa yang menyerang kita?." Tanya salah satu jagoan setelah semua pisau tersebut sudah tidak ada.


“Aku tidak tahu!." Kata Peiyu kemudian di berjalan ke Yin Fei yang masih berdiri di pintu.


“Fei'er! Sekarang masuklah kedalam. Kamu sudah lihat ibu sudah tidak sendiri lagi." Kata Peiyu dengan tersenyum lembut.


Yin Fei mengemati semuanya sebelum mengangguk kemudian berniat untuk masuk. Namun belum sempat dia masuk, seseorang sudah berbicara dengan lantang.


“Owh..! Lihat betepa menyedihkannya kalian, menjadi sekte pelarian, dan sepertinya kau memiliki calon penerus." Suara yang tidak asing di telinga Peiyu segera menampakkan dirinya.


“Kang Jian? Bagaimana kau bisa menemukan sekte ku..?." Tanya Peiyu.


“Kau tidak perlu tau dari mana aku mengetahuinya. Namun yang jelas, sekarang aku akan membinasakan kalian semua sampai ke akar-akarnya termasuk calon penerus mu itu." Kata Kang Jian sambil menunjuk ke arah Yin Fei.


Peiyu sangat geram mendengar perkataan Kang Jian. “Jangan kau pikir aku akan diam saja, sampai matipun aku tidak akan membiarkanmu melukainya." Kata Peiyu kemudian mengeluarkan Aura energi kematiannya.


Kang Jian tersenyum sinis. “Tidak ku duga perempuan iblis sepertimu masih memiliki perasaan." Ucap Kang Jian yang juga mengeluarkan Aura energi kematian.


Semua anggota sekte Racun Langit berkumpul dan bersiap menghadapi Kang Jian.


Peiyu mengamati sekitarnya, dia cukup yakin jika Kang Jian tidak mungkin datang sendiri. Kecurigaan Peiyu akhirnya terjawab, ketika semua sudah bersiap menyerang Kang Jian! Muncul 12 jagoan lainnya dan berdiri di samping Kang Jian.


Wajah Peiyu sedikit buruk setelah melihat para jagoan tersebut, Peiyu juga melihat 3 diantara jagoan tersebut bukan dari Bukit Halilintar, melainkan mereka berasal dari Sekte Gunung Es.


“Bagaimana mereka bisa mengetahui keberadaan ku di sini?." Batin Peiyu.


Yin Fei mulai ketakutan dia bisa melihat pertempuran ini tidak mungkin bisa di hindari. Namun yang membuatnya sedikit aneh ketika menatap Kang Jian. Dia merasa seperti memiliki ikatan yang tidak ia mengerti.


Kang Jian disisi lain juga merasakan hal yang sama, walau dia berkata ingin membunuhnya, namun nalurinya menolak untuk melakukan itu.

__ADS_1


“Tunggu apa lagi? kita tidak perlu mengulur waktu." Kata Qiao Jin yang sudah bersiap menyerang.


“Saudara Jin benar mari kita serang secara bersamaan." Kata Jian Heeng.


Mereka semua segera menyerang Tampa menunggu perintah dari Kang Jian. Sedangkan Kang Jian baru tersadar ketika semua orang yang dibawanya sudah berada di depan.


“Semua anggota sekte Racun Langit dengarkan! Pertahankan sekte sampai akhir, kita tidak boleh membiarkan mereka menghancurkan sekte." Peiyu segera memberi perintah, bagaimana pun sekte mereka lebih unggul jika di lihat dari jumlah.


Walau para jagoan berjumlah sama, namun anggota yang berada di Tingkat Langit juga masih ada puluhan orang, di tambah ratusan yang berada di Tingkat Bumi.


Setiap jagoan yang di bawa Kang Jian menghadapi satu jagoan dari sekte Racun Langit dan beberapa pendekar Tingkat Langit dan pulahan dari pendekar Tingkat Bumi.


Para pendekar yang Tingkat Langit sudah bersiap mengeroyok Jian Heeng yang menghadapi jagoan Racun Langit. Namun para pendekar tersebut mendadak tidak dapat mengerakkan tubuh mereka. Sedangkan pendekar yang berada di tingkat bumi jatuh dalam posisi berlutut, dan nafas mereka terlihat sesak.


“Apa yang terjadi dengan mereka..?." Jagoan Racun Langit menjadi menjadi heran melihat itu. Dia segera mencari sumber masalah tersebut, setelah beberapa saat dia bisa melihat seorang pemuda sedang berjalan ke arah merak dengan mengeluarkan aura putih keperakan yang sedikit terang.


Ho Chen berjalan ke arah musuh yang di hadapi oleh Jian Heeng, dia mengeluarkan Aura Raja nya untuk menekan para pendekar yang berniat mengeroyok Jian Heeng.


Jian Heeng tersenyum lebar, kemudian kembali menatap jagoan musuh di hadapannya. “Ayo kita lanjutkan satu lawan satu!." Kata Jian Heeng dan segera maju menyerang jagoan tersebut mengunakan pedangnya.


Jagoan tersebut juga menyambut serangan Jian Heeng dengan mengunakan Rantai yang memiliki ujung bulat dan ada banyak duri kecil-kecil di seluruh bulatan tersebut.


“Kau sungguh hebat, namun kau bukanlah tandingan ku!." Kata jagoan tersebut.


Peiyu dan Kang Jian mulai berhadapan, dendam antara keduanya sangat besar. Kang Jian dendam kepada Peiyu karean sudah membunuh istrinya, sedangkan Peiyu dendam karena merasa di hianati dan membuat dirinya dan putrinya menderita.


“Ayo kita selesaikan semuanya malam ini!." Kata Kang Jian lalu maju menyerang Peiyu.


Peiyu sendiri segera menyambut serangan Kang Jian.


“Tehnik Petir - Pukulan naga halilintar."


Kang Jian langsung melepaskan Tehniknya. Namun Peiyu tidak mundur. Dia juga melepaskan Tehnik miliknya.


“Tehnik Racun - Tapak Racun Hitam."


Tapak Racun Hitam adalah tahap ke 4 dari Tehnik racunnya. Kekuatanya melebihi Tapak asap neraka.


Kang Jian melepas kan pukulanya yang di selimuti kilatan petir kecil dan membentuk kepala Naga, dan Peiyu melepaskan tapak yang melaindi selimuti energi berwarna hitam pekat.

__ADS_1


Jdeaaar!!!."


Pukulan Kang Jian dan Tapak Peiyu berbenturan sehingga menimbulkan suara ledakan dan gelombang kejut di area tersebut.


Kang Jian kembali menyerangnya kembali, begitu pula Peiyu. Mereka saling beradu pukalan hingga puluhan jurus sehingga di area mereka sedikit rusak.


Para anggota Racun langit yang lain menghindari pertempuran mereka karena hawatir terkena dampak dari pertempuran mereka.


“Kau semakin kuat." Kata Peiyu sambil melepaskan serangan tapak racunnya.


Kang Jian juga masih menyerang dengan pukulanya sambil tersenyum sinis. “Kau tidak perlu memujiku, jika kau ingin menyerah maka sekarang saatnya." Kata Kang Jian


“Sudah kubilang! Aku tidak akan mengalah darimu walau harus mati." Kata Peiyu kemudian merubah Tehniknya.


“Sekarang kita lihat siapa yang akan mati terlebih dahulu." Ucap Peiyu.


“Tehnik Racun - Raja Racun Langit."


Tubuh Peiyu di selimuti oleh Aura Hitam yang pekat. Kedua mata Peiyu juga terlihat hampir menghitam.


“Ketua jangan lakukan itu..!." Teriak beberapa anggota yang melihat perubahan pada tubuh Peiyu.


Raja racun langit adalah Tehnik terlarang yang di miliki oleh setiap orang yang menjadi ketua sekte Racun Langit. Tehnik ini akan membuat dirinya menjadi berpuluh-puluh kali lipat lebih kuat dari biasanya, bukan hanya fisiknya, namun kekuatan racunya juga akan menjadi lebih mematikan.


Namun sumua itu akan ada resikonya. Jika sudah selesai mengunakan Tehnik ini, maka tubuh si pengguna akan membusuk akibat menyerap racunnya sendiri dan kemudian akan mati.


Semua itu bukan tanpa alasan bagi Peiyu. Dia ingin Kang Jian ikut mati bersamanya, walau dia dendam, namun dia masih mencintainya.


“Kau berniat mati denganku? Itu hanya ada dalam mimpi mu!." Kata Kang Jian yang menyadari perubahan Peiyu.


“Tehnik Halilintar - Tubuh Halilintar."


Kang Jian melompat ke udara. Kali ini tubuh Kang Jian seluruhnya di aliri listrik yang begitu besar, kedua mata Kang Jian bercaha biru dan mengeluarkan percikan listrik kecil.


Peiyu juga melompat ke udara, mereka berdua kini sama sama melesat untuk melepaskan Tehnik mematikan milik mereka.


Boooom!!!."


Dua Tehnik terkuat berbenturan di udara menimbulkan suara ledakan besar. Ledakan tersebut menyebabkan Efek kejut sampai ratusan meter di udara.

__ADS_1


Terlihat asap hitam dan juga kilatan petir di udara terlihat, semakin lama semakin tipis. Semua yang berada di bawah menatap ke atas.


Mereka semua penasaran apa yang terjadi kepada Kang Jian dan Peiyu saat ini, apakah salah satu dari mereka kalah, atau kedua-duanya kalah, atau masih sama-sama hidup. Setelah asap tersebut hilang mereka terkejut akan apa yang mereka lihat.


__ADS_2