Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Memihak.


__ADS_3

"Tio Bai, tidak ku sangka kamu semakin hebat, namun aku juga terkejut karena Ketua Loi Seng ikut bersamamu, apa murid-murid dari perguruan Bulan Merah semuanya sudah menjadi anjingnya Tang Zin?."


"Kurang ajar, beraninya kau berkata seperti itu kepada ku..!." Loi Seng tidak terima dengan perkataan Pangeran Tang Li, dia merasa telah di rendah kan oleh Pangeran Tang Li.


Loi Seng mengangkat pedang nya dan bersiap menebas leher Pangeran Tang Li, namun. Tio Bai menghentikannya. "Ketua Loi..!." Kata Tio Bai dengan telapak tangan mengarah ke ketua Loi Seng memberi tanda agar tetap tenang. Loi Seng menurut dan menahan amarahnya.


Ho Chen hanya tersenyum tipis melihat sikap mereka berdua, Ho Chen bisa melihat, Tio Bai sangat pintar berbicara, namun nada bicara nya mengandung kelicikan yang tersembunyi di balik wajah sopannya.


Loi Seng adalah ketua perguruan Bulan Merah, salah satu perguruan besar aliran sesat, namun tidak sebesar perguruan Jurang Hitam. Di dunia yang Ho Chen datangi ini, tidak ada nama sekte, melainkan perguruan, Aliran Sesat adalah aliran Hitam, Aliran Lurus adalah aliran Putih, sedangkan aliran netral, di sini adalah aliran bebas. Ho Chen tentu sudah dapat mengetahui semua dari cerita Wu Jian, sehingga Ho Chen bisa bersirkulasi demikian.


Tio Bai menaikan alis nya ketika menyadari Ho Chen yang sedang tersenyum tipis kepadanya. Pikiran nya semakin di penuhi tanda tanya melihat Ho Chen yang tidak terlihat takut kepada mereka bertiga, padahal Wu Jian saja dari tadi tidak henti-hentinya bergetar.


"Pangeran Li, pikirkan baik-baik tawaran ku ini sebelum saya berubah pikiran." Kata Tio Bai kembali mengingatkan Pangeran Tang Li akan tawarannya untuk menyerah.


"Percuma Tio Bai, seperti apapun tawaran mu aku tidak akan melakukannya, lebih baik bertarung sampai mati dari pada menyerah kepada mu dan juga kepada perguruan Aliran sesat seperti mereka!." Pangeran Tang Li menunjuk Loi Seng yang sejak tadi sudah menahan nafsunya untuk membunuh.


"Kamu sudah dengar sendiri, jadi tunggu apa lagi, cepat habis pangeran itu, dan kita bawa kepalanya kepada Tang Zin." Kata salah satu pendekar yang dari tadi hanya diam namun wajah nya terlihat kesal.


"Baiklah pendekar Rui, aku akan membunuh nya." Kata Tio Bai kepada pendekar yang di panggil Rui.


Ho Chen mengerutkan dahinya, panggilan nama tersebut mirip dengan kakak angkatnya, membuat Ho Chen kembali teringat kepada Jiu Rui. Nama aslinya adalah Rui Xien, salah satu pilar kekuatan Perguruan Bulan Merah.


"Pangeran maafkan aku, dan bersiaplah untuk mati!." Kata Tio Bai kemudian mulai mengayunkan Golok panjang ke leher Pangeran Tang Li dengan sangat kuat, dia yakin baik Wu Jian maupun pemuda yang berdiri di samping Pangeran Tang Li tidak akan mampu menghentikannya.


Wu Jian sendiri sudah tidak mampu lagi berdiri,di akibatkan tubuh nya yang terus gemetar, sehingga kakinya menjadi lemas dan akhirnya jatuh dengan posisi berlutut dengan bergumam. "Berakhir sudah..!."


Loi Seng tersenyum lebar, mata Rui Xien berkaca-kaca mengharap pangeran Tang Li segera mati, Tio Bai yakin nyawa pangeran Tang Li akan habis di golok panjang nya. Sedangkan pangeran Tang Li tahu tidak akan bisa melawan Tio Bai, jadi hanya bisa menutup mata dan pasrah berharap semuanya akan cepat selesai.


Trannnk!!!


Tiba-tiba saja, golok panjang dan tajam yang sedikit lagi sampai di leher Pangeran Tang Li tertahan oleh telapak tangan sehingga suara nya seperti membentur besi yang sangat keras, dan golok tersebut terpotong menjadi dua.

__ADS_1


"Apa..! Bagaimana bisa kau..?."


Tio Bai terkejut bukan main, dia yakin goloknya adalah pusaka tingkat Tinggi terlebih lagi dia mengalirkan tenaga dalam dalam jumlah yang tidak sedikit, namun melihat golok tersebut terpotong hanya karena berbenturan dengan telapak tangan, merasa tidak tidak masuk di akal.


Pendekar  Api Tahap akhir 3 memang bisa menangkis dengan telapak tanganya, namun jika sampai membuat golok pusaka nya terpotong seperti tahu, itu tidak masuk di akal.


Loi Seng yang awalnya tersenyum lebar, tersedak ludah nya sendiri, sedangkan Rui Xien menahan nafasnya, mereka sangat mengetahui kualitas golok pusaka milik Tio Bai.


"Pendekar  Api..!." Mereka bertiga segera melompat mundur tiga meter dan mulai siaga mereka yakin Ho Chen masih sangat begitu muda, sehingga tidak mungkin jika Ho Chen berada di Tingkat Pendekar Api.


Wu Jian yang awalnya sudah berlutut lemas kini kedua matanya melebar melihat kejadian itu, dia tidak menduga jika Ho Chen mampu mematahkan Golok Tio Bai semudah itu.


Pangeran Tang Li sendiri yang sudah sangat pasrah dan siap menyerah kini memiliki harapan baru, namun dia juga masih mematung antara senang dan terkejut bercampur aduk di dalam hatinya.


"Baik, sekarang aku sudah mengerti semuanya. Sekarang aku sudah memutuskan untuk berpihak kepada siapa, jadi selama aku di sini jangan harap kalian bisa berbuat sesuka hati kalian." Kata Ho Chen berkata pelan namun terdengar sangat jelas oleh Tio Bai dan kedua rekannya. Ho Chen sudah mengambil keputusan untuk memihak kepada Pangeran Li.


"Bagaimana ini jendral Tio?." Tanya Rui Xien.


Ho Chen menggelengkan kepala nya pelan, tidak di sangka dia harus ikut terlibat dalam masalah ini.


Tio Bai menyerang mengunakan goloknya yang masih tersisa, sedangkan Loi Seng dan Rui Xien menyerang mengunakan pedang yang bentuknya melengkung.


"Jurus Golok Membelah Samudera."


Tio Bai memutar goloknya dan menebas ke tubuh Ho Chen dengan pola yang begitu rumit sekaligus serangannya di aliri tenaga dalam.


"Jurus Pedang Pecahan Bulan."


Loi Seng dan Rui Xien juga menyerang dari arah yang berbeda dan mengunakan gerakan tubuh menjongkok dengan serangan pedang seperti ingin menyayat korbannya.


Ho Chen tidak bergerak dari tempatnya, dia hanya tersenyum tipis sebelum akhirnya mengeluarkan Aura Raja nya.

__ADS_1


Senjata mereka belum sampai ke tubuh Ho Chen, tiba-tiba tubuh mereka bertiga sama-sama tersungkur ke lantai kemudian tubuh mereka tidak bisa di gerakkan seperti ada gunung besar yang menindih tubuh mereka dari atas.


"Si.. sihir apa.. I.. ini..?." Rui Xien sulit bernafas, bahkan berbicara pun juga sedikit kesulitan.


Mulut Wu Jian menganga, dia tidak menduga jika pemuda yang menolongnya di hutan adalah seorang pendekar sakti. Sedangkan Pangeran Tang Li sudah memperkirakan sebelumnya jika Ho Chen bukan lah orang biasa, melainkan seorang pendekar, namun dia tidak menduga jika kekuatan Ho Chen sekuat itu.


Ho Chen merasa membunuh mereka bukan tanggung jawabnya, dia hanya ingin membantu dan menghentikan kebrutalan mereka, sehingga Ho Chen merasa tidak pantas membunuh manusia yang bukan dunia nya sendiri kecuali dalam keadaan terpaksa.


Ho Chen mendekati tubuh ketiganya yang masih dalan posisi tengkurap karena tidak kuat akan tekanan Aura Raja dari Ho Chen. Ho Chen menendang perut mereka satu persatu, mereka hanya bisa merintih kesakitan sebelum akhirnya tidak sadarkan diri, setelah itu dia menarik kembali Aura Raja nya.


"Pangeran, saya serahkan mereka bertiga kepada pangeran. Pangeran juga tidak perlu khawatir, sekarang mereka sudah bukan lagi seorang pendekar, melainkan sebagai manusia biasa." Kata Ho Chen. Dia sudah menghilangkan ilmu mereka bertiga sehingga mereka tidak ada bedanya dengan manusia biasa.


"Terima kasih kerana Pendekar Chen sudah menolong saya." Kata Tang Li, nada bicara nya juga berubah lebih sopan.


"Simpan rasa terima kasih itu pangeran, pertempuran di luar masih belum selesai." Kata Ho Chen kemudian berjalan keluar dan melihat pertempuran tersebut.


Pasukan pangeran Li kini hanya tersisa sekitar 20 orang saja, dan itu pun dalam kondisi tidak baik. Sedangkan pihak musuh masih ratusan.


"Berhenti semuanya...!." Seru Ho Chen.


Suara Ho Chen bagai guntur yang menggelagar sehingga semuanya berhenti bertarung.


"Dengarkan baik-baik! Tio Bai dan Ketua Loi Seng sudah kami lumpuhkan, mereka bertiga akan menjadi tahanan istana, dan akan mendapatkan hukuman berat dari pangeran karena telah mencoba berusaha membunuh pangeran.


Sampaikan kepada pangeran Zin untuk menghentikan pertempuran ini. Jika tidak..! Maka aku sendiri yang akan mendatangi nya." Suara Ho Chen terdengar ke seluruh penjuru istana.


Ratusan prajurit tidak percaya dengan perkataan Ho Chen, mereka yakin tidak akan ada yang mampu mengalahkan Tio Bai, bahkan yang bisa menandinginya hanya para Ketua perguruan Besar saja, sedangkan orang lain tidak akan bisa.


Namun setelah melihat tubuh Loi Seng yang di angkat oleh Wu Jian dan di bantu oleh salah satu prajurit menuju penjara, barulah mereka yakin jika yang dikatakan Ho Chen memang benar.


Mereka segera lari dengan sekuat tenaga tampa menoleh lagi kebelakang, mereka ingin segera melaporkan apa yang sudah mereka lihat, sedangkan Ho Chen tidak menghentikannya, menurutnya membunuh mereka adalah hal yang percuma, lebih baik menangkap atau membunuh dalang dari semua kekacauan ini itu yang lebih penting.

__ADS_1


__ADS_2