Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Perasaan Yihua


__ADS_3

Ho Chen segera menoleh ke arah suara tersebut setelah bebera saat senyum Ho Chen melebar. “Kakak Rui..!” kata Ho Chen dengan senyum yang semakin lebar. kemudian melanjutkan pembicaraannya


“Kebetulan aku bertemu saudara Lu, jadi sekalian ikut ke sini. Kakak sendiri kenapa berada di sini?." Ho Chen balik bertanya.


“Aku dan guruku sengaja ke sini karena ada keperluan penting. Owh iya, guru bersama Senior Chungying di dalam, mari ikut masuk, mereka juga ingin bertemu denganmu." Ajak Jie Rui, berbeda dengan Jie Rui, Kang Yelu bersama Kakek Zhi masih bingung dengan obrolan mereka berdua.Sedangkan Kang Yelu tidak mengenal Jie Rui menjadi lebih bingung.


“Guru.. Senior... Lihat siapa yang datang..!" Kata Jie Rui setelah tiba di dalam.


“Memangnya siapa yang datang murid Ji..!" Yuan yang berbicara terhenti seketika, matanya melotot tidak percaya. Ketika Ho Chen masuk dengan Kang Yelu dan Kakek Zhi.


Wang Chungying yang awalnya hanya duduk santai kini bangkit dari tempat duduknya.


“Gur... Eh Chen'er...!" Wang Chungying hampir memanggil Ho Chen dengan sebutan Guru besar.


“Cha'er kenapa kamu tahu kalau kami tiba disini?." Tanya Jian Heeng sambil menghampiri Ho Chen.


Kang Yelu dengan kakeknya sama-sama belum mengerti akan kejadian tersebut. Kakek Zhi yang lebih kaget, Bukan kepulangan cucunya yang di sambut oleh mereka karena sudah tiba, namun malah Ho Chen yang lebih dulu di sambut oleh mereka.


Sebenarnya Wang Chungying beserta rombongannya baru tiba di kota Anming, ketika tiba mereka langsung pergi kerumah Kakek Zhi, sesampainya di rumah Kakek Zhi ternyata Kang Yelu sedang tidak ada di rumah kemudian mereka berencana menginap di rumah Kakek Zhi.


“Paman, saya hanya kebetulan saja mampir kesini..! ngomong-ngomong ada keperluan apa kalian ke ibukota?." Tanya Ho Chen sambil memandangi meraka semua yang ikut datang.


“Kami kesini untuk menjemput Tuan Yelu, rencananya besok lusa kami kembali ke Bukit Halilintar." Jawab Jian Heeng.


“Menjemput ku...?." Kang Yelu yang masih berdiri agak jauh tersadar dari kebingungannya ketika mendengar namanya di sebut oleh Jian Heeng.


Jian Heeng menganggukkan kepalanya. Ho Chen sendiri ingat ketika berbicara dengan Jie Rui sebelum meninggalkan Bukit Halilintar Jie Rui pernah menceritakan hal itu, seingat Ho Chen seharusnya Kang Yelu kembali ke Bukit Halilintar saat berusia 16 tahun, namun sekarang masih 15 tahun, terlalu awal dari yang di rencanakan.


“Aiya.. Kenapa bicara sambil berdiri? Mari kita bicara sambil duduk." Kakek Zhi segera mengajak mereka duduk.


“Terima kasih Kek, Paman dan semua senior yang ada di sini. Saya tidak bisa berlama lama disini, saya harus segera kembali ke istana untuk mempersiapkan perbekalan perjalanan besok." Kata Ho Chen yang berniat pamit.

__ADS_1


“Kamu tinggal di dalam istana..?" Tanya Jiu Rui penasaran.


“Iya..! Tapi besok aku akan segera melanjutkan perjalanan ku." Jawab Ho Chen.


“Chen'er sudah lebih 2 tahun kita tidak bertemu, kenapa kamu begitu terburu-buru? Tinggallah di sini sejenak." Kata Wang Chungying.


“Yang di katakan Senior benar, kenapa tidak mengobrol dulu walau hanya sebentar." Yuan ikut bersuara.


“Senior semua saya tahu itu, bagaimana pun saya tidak bisa seenaknya keluar masuk istana seperti ini. Jika kalian ingin bertemu denganku malam ini, silahkan ke istana saya akan menunggu disana."


Mereka semua akhirnya tidak bisa memaksa Ho Chen lagi, karena yang di katakan Ho Chen ada benarnya. “Baiklah kalau begitu kami tidak bisa menahanmu." Kata Jian Heeng.


“Terima kasih semuanya saya mohon pamit."


Ho Chen membungkuk dan berjalan keluar.


“Aku merasakan Energinya semakin bertambah." Wang Chungying berbicara setelah Ho Chen keluar dari pintu.


Wang Chungying dan semuanya mengukur Tingkat Energi yang dimiliki Ho Chen dan dapat dirasakan kalau Ho Chen berada di Tingkat Energi Bumi puncak 1. Namun Wang Chungying yakin Ho Chen menyembunyikan kekuatan yang sesungguhnya.


Mereka semua saling berpandangan. Yuan maju dan menjelaskan tentang identitas Ho Chen. Sudah bukan rahasia lagi untuk semua pendekar yang ada di kekaisaran Yun tentang siapa Feng Ying dan siapa Ho Chen. Walau Yuan tidak mengatakan kalau Ho Chen di juluki sebagai Pendekar Dewa Muda namun Kakek Zhi langsung mengetahuinya.


“Lagi-lagi aku bersikap yang tidak pantas." Kata Kakek Zhi.


“Kenapa anda bicara seperti itu?." Tanya Jian Heeng.


“Tadi Anak itu sudah menyelamatkan cucuku dari para pembunuh bayaran." Jawab Kakek Zhi.


“Hem..? siapa yang berani ingin membunuhmu.“ Tanya Wang Chungying kepada Kang Yelu.


“Mereka adalah para pembunuh bayaran yaitu kelompok Enam Kapak Bersaudara. Dan mereka di bayar oleh Sekte Racun Langit untuk membunuh ku." Kata Kang Yelu.

__ADS_1


“Pasti Peiyu yang menyuruh mereka.. Peiyu...!." Ucap Wang Chungying geram.


“Guru, bagaimana kalau kita pergi menemui adik ke istana?" Kata Jiu Rui dengan nada bertanya.


Jian Heeng dan semua saling berpandangan mereka terlihat sedang berpikir. “Ayolah guru.. Bukankah besok adik sudah akan meninggalkan istana, jadi malam ini lah kesempatan kita untuk bertemu dengannya." Bujuk Jiu Rui.


“Baiklah, setelah ini kita akan kesana, kebetulan ada sesuatu yang ingin ku bahas dengannya." Ucap Jian Heeng.


“Terima kasih guru.." Jiu Rui terlihat senang.


Wang Chungying juga menyetujuinya, sedangkan Yuan dan lainnya memilih untuk tidak ikut. Mereka semua beristirahat hingga sedikit malam sebelum berangkat untuk menemui Ho Chen.


***


Di dalam istana Ho Chen duduk di taman seorang diri, walau terlihat diam dan ngelamun, sebenarnya Ho Chen sedang berbicara dengan Ming Hao di dalam pikirannya. Ho Chen mendengarkan Ming Hao yang sedang menceritakan pertemuannya dengan Feng Ying sekaligus rencana Feng Ying.


“Chen..! Kenapa kamu duduk ngelamun sendirian disini?"


Ketika Ho Chen sedang mendengarkan Ming Hao yang sedang bercerita, suara yang terdengar akrab menyapa dari arah belakang. Dia adalahYihua. Yihua yang melihat Ho Chen duduk ngelamun seorang diri segera menghampiri untuk menemaninya.


“Aku sedang memikirkan rencana perjalanan ku besok." Kata Ho Chen, dia tidak mungkin mengatakan kalau dia sedang berbicara dengan Ming Hao melalui pikirannya.


Yihua secara spontan menoleh ke Ho Chen dengan expresi terkejut begitu mendengar kata perjalanan. “Kamu akan pergi.? Kenapa..? Apa kamu tidak suka berada di sini? Atau karena aku selalu mendatangimu, sehingga kamu tidak suka di sini?." Berbagai pertanyaan di lontarkan oleh Yihua membuat Ho Chen bingung menjawabnya.


Yihua terlihat panik, bagaimana pun dia memiliki perasaan terhadap Ho Chen sehingga sedikit tidak senang mendengar Ho Chen mengatakan ingin pergi meninggalkan istana.


“Yihua..! Bukan karena itu alasannya.!."


“Lalu apa yang membuat mu ingin pergi?."


Belum sempat Ho Chen menyelesaikan penjelasannya, Yihua malah kembali melemparkan pertanyaan. Ho Chen hanya menggaruk kepala, dia bingung bagaimana cara menjelaskannya.

__ADS_1


“Yihua tolong dengarkan dulu penjelasanku." Kata Ho Chen mencoba menenangkan Yihua.


Akhirnya Yihua menurut dan diam. Dia menunggu Ho Chen memberikan penjelasan atas keinginannya untuk pergi meninggalkan istana.


__ADS_2