
“Sekarang tugasku menjaga Alam Batin milikmu sudah selesai, sudah waktunya aku kembali." Kata sang penjaga Alam.
“Tunggu dulu! Aku belum tahu namamu.!." Kata Ho Chen.
Pemuda tersebut tersenyum kemudian menjawab. “Aku tidak memiliki nama." Jawabnya singkat.
Ho Chen hanya menggaruk kepalanya, dia bingung mau memangil dia dengan apa.
“Aku akan memberimu beberapa petunjuk agar mudah memahami semua tentang cara mengendalikan tempat ini."
Penjaga tersebut menyentuh dahi Ho Chen dan mengirimkan semua cara-cara melakukan pengendalian Alam batin tersebut.
Ho Chen merasa seperti dikirimkan sesuatu ke otaknya sehingga dia bisa mengingat dengan jelas semua yang di kirim oleh penjaga tersebut.
“Apa ini..?." Tanya Ho Chen setelah penjaga tersebut selesai.
“Ini adalah cara agar semua yang ku ketahui bisa langsung kamu pelajari Tampa harus membaca atau mendengarkan. Di dunia lain ada yang bisa melakukannya. Mereka biasanya di sebut Kaltivator." Kata penjaga tersebut.
Ho Chen tidak mengerti dia baru kali ini mendengar nama kaltivator, namun dia juga tidak bertanya. Dia yakin Naga putih dan Ming Hao pasti mengetahui tentang itu.
“Baiklah aku akan pergi, sebaiknya kamu sering-sering berlatih di sini ketika sedang istirahat, agar waktu tidak terbuang sia-sia." Kata penjaga tersebut dan secara perlahan tubuhnya mulai terlihat transparan.
“Terima kasih sudah memberiku petunjuk." Kata Ho Chen sambil memandangi tubuh penjaga tersebut yang mulai menghilang.
Penjaga tersebut hanya tersenyum dan menghilang dari pandangan Ho Chen.
Ho Chen hanya menghela nafas pada akhirnya dia tidak mengetahui nama orang tersebut. “Aku akan kembali dulu, masih banyak waktu untuk kesini." Gumam Ho Chen.
Dia kembali berkonsentrasi untuk kembali ke tubuhnya, dan secara perlahan dirinya pun juga menjadi transparan kemudian menghilang dari Alam Batin tersebut.
Ho Chen membuka mata secara perlahan dan melihat dua orang sedang tertidur di kursi dengan kepala di atas meja. “Terima kasih kalian sudah menjaga ku." Gumam Ho Chen dengan tersenyum lembut, kemudian mengambil dua kain yang berada di tempat tidurnya kemudian menyelimuti tubuh Jiu Rui dan Qiao Lin yang masih tertidur.
***
“Bagaimana kedaan Lin'er sekarang..?."
__ADS_1
Qiao Ho sedang duduk di kursinya sambil menatap keluar pintu, dia sangat merindukan cucunya yang pergi mengikuti Ho Chen.
Awalnya Qiao Jin protes kepada Qiao Ho karena mengijinkan Qiao Lin pergi. Namun Qiao Ho menjelaskan jika dia akan baik-baik saja, dan juga menjelaskan bahwa Qiao Lin juga bisa menambah pengalamannya di dunia luar.
Setelah berdebat beberapa lama, Qiao Jin akhirnya mengalah, dia tahu keputusan ayahnya tidak mungkin bisa di rubah walau hatinya sedikit keberatan.
“Ketua Ho! Salah seorang mendengar kabar mengenai keberadaan Peiyu." Wen Hua datang ke tempat Qiao Ho dan melaporkan informasi mengenai keberadaan Peiyu.
Setelah menghilangnya sekte Darah iblis dan sekte Racun Langit, seluruh sekte memerintahkan masing-masing seseorang dari sekte mereka sendiri untuk mencari keberadaan kedua sekte tersebut.
“Bagaimana dengan Wei Heng, apa ada informasi mengenainya?." Tanya Qiao Ho.
“Kalau informasi tentang Wei Heng masih belum ada, sepertinya dia pindah ketempat yang lebih jauh." Jawab Wen Hua.
“Kalau begitu dimana keberadaan ketua sekte Racun Langit itu?." Tanya Qiao Ho.
“Menurut informasi, Peiyu terlihat di kota Longnan, besar kemungkinan dia pasti mendirikan sektenya di dekat kota tersebut."
Qiao Ho diam kemudian kembali berbicara. “Apa sekte Bukit Halilintar juga mendengar akan informasi ini?."
“Baiklah Terima kasih sudah menyampaikan informasi ini" Kata Qiao Ho.
Yang membuat keberadaan Peiyu diketahui adalah anggota Enam kapak bersaudara dengan tidak sengaja membicarakan nama Peiyu ketika berada di rumah makan di kota Longnan, tidak mereka sadari jika ada orang yang mendengar pembicaraan mereka sehingga kabar tersebut segera di ketahui oleh orang suruhan dari Gunung Es.
Qiao Jin yang baru masuk juga mendengar kabar tersebut ketika berada di depan pintu. “Apa ayah akan pergi ke kota Longnan?." Tanyanya.
Qiao Ho mengelengkan kepala. “Tidak! Aku akan mengirim seseorang untuk menyelidiki dan memastikan terlebih dahulu, jika memang benar Sekte Racun Langit itu membangun sektenya di sana, maka kita bisa langsung kesana." Kata Qiao Ho.
Qiao Ho Sebenarnya tidak begitu peduli akan keberadaan Peiyu, yang dia inginkan adalah kabar keberadaan Wei Heng.
“Biar aku saja yang pergi kesana." Kata Qiao Jin menawarkan dirinya.
“Jika itu memang keinginan mu, maka aku akan mengijinkan mu. Namun kamu tetap harus berhati-hati." Kata Qiao Ho.
“Baiklah ayah, aku akan berangkat nanti siang, sekarang aku akan mempersiapkan segala keperluan untuk perjalananku." Kata Qiao Jin kemudian pergi meninggalkan Qiao Ho dan Wen Hua.
__ADS_1
“Kenapa ketua mengijinkan saudari Jin?." Tanya Wen Hua setelah Qiao Jin sudah keluar.
“Biarkan saja, lagi pula tidak ada yang bisa dia lakukan di sini." Ucap Qiao Ho.
Wen Hua tersenyum kecut, menurutnya justru dirinya lah yang tidak memiliki kesibukan.
“Apa ada kabar dari nona muda Qiao Lin?." Wen Hua kini membahas Qiao Lin.
“Tidak ada..!." Kata Qiao Ho singkat.
Mereka berdua berbicara sebentar kamudian Wen Hua pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Qiao Ho sendiri pergi ketempat Qiao Jin yang sedang mempersiapkan segala keperluanya dalam perjalanannya.
Setelah agak siang Qiao Jin pun berangkat dia membawa dua orang untuk menemaninya dalam perjalanan.
Rencana Qiao Jin bukan hanya untuk memastikan keberadaan sekte Racun Langit, namun dia juga ingin mencari Qiao Lin.
Sekte Bukit Halilintar juga mendengar berita tersebut setelah salah satu orang utusan dari Gunung Es tiba di sana.
Berbeda dengan Qiao Ho yang mengirimkan 3 orang untuk memastikan kebenaran tersebut. Bukit halilintar justru mengirim 13 jagoan termasuk Kang Jian untuk menyerang sekte Racun Langit.
Jian Heeng juga ikut dengan rombongan tersebut. Kang Jian sendiri yakin jika kekuatan sekte Racun Langit saat ini tidak lebih dari sekte kecil, karena mereka sudah banyak kehilangan jagonya ketika melakukan penyerangan di sekte Pilar Angin.
Mereka semua akan tiba di kota Longnan dalam waktu seminggu dengan mengunakan kemampuan mereka. Begitu pula dengan Qiao Jin.
***
Di sekte Racun langit, semua anggota sedang sibuk membangun sekte mereka.
Peiyu sendiri sedang membuat beberapa jenis racun di ruangannya. Setelah selesai dari pertempuran Pilar Angin, persediaan racun Peiyu sudah habis. Jadi dia kembali membuatnya.
“Ada apa Fen'er? Kenapa kamu terlihat sedih seperti itu?." Tanya Peiyu setelah melihat putrinya yang menghampirinya dengan wajah sedih.
Yin Fei membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu namun dia mengurungnya setelah melihat ibunya yang masih sibuk.
__ADS_1
Peiyu tersenyum melihat putrinya yang ragu-ragu. “Katakanlah! Kamu tidak perlu ragu. Siapa tahu ibu bisa membantumu." Kata Peiyu.