Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kematian Wei Heng


__ADS_3

Qiao Lin menatap Ho Chen yang tubuhnya mulai bercahaya keemasan, dia teringat akan sosok yang muncul ditengah danau. Aura yang Ho Chen pancarkan, sama dengan aura milik sosok yang muncul ditengah danau desa Tirai Kabut.


"Bagaimana ini? Kita bukanlah lawannya!" kata salah satu jendral iblis bertanya kepada temannya.


"Kalau kita menyatukan kekuatan, kita pasti bisa mengalahkannya!" kata Jendral iblis yang lain.


Mereka bertuju dan mengeluarkan energi secara bersamaan. Seketika itu juga seluruh Sekte Gunung Es bergetar hebat, bahkan gunung es yang begitu tinggi langsung ambruk akibat getaran besar tersebut.


Mereka bertujuh berhasil menetralkan Aura Ho Chen yang mengintimidasi mereka, namun tidak dengan Wei Heng, Liu Qi Shu dan semua pasukan yang ada dibelakang.


Ho Chen bukannya berhenti justru tersenyum lebar melihat mereka bertujuh yang berhasil menahan Aura yang dia lepas. Walau hanya 20 persen saja, tidak akan mudah bagi siapapun untuk bisa lepas dari tekanan milik Ho Chen.


"Sebaiknya kalian panggil para Raja kalian kesini!" kata Ho Chen.


"Lancang..! Manusia hina sepertimu tidak pantas menyebut nama Raja kami!" salah satu Jendral iblis terlihat murka kepada Ho Chen.


Ho Chen tertawa keras sebelum memandang merek semua dangan dingin. "Kamu bilang aku manusia hina, jika kamu merasa lebih mulia dariku, coba tahan ini!"


Ho Chen mengarahkan jari telunjuknya kepada jendral yang terlihat murka kepadanya, dalam satu ayunan jari telunjuk dari jarak sepuluh meter, jendral iblis tersebut terangkat keudara kemudian tubuhnya meledak dan berubah menjadi asap hitam.


Semua terjadi begitu cepat, bahkan tidak ada suara teriakan dari jendral iblis yang meledak itu.


Semua jendral iblis yang tersisa terkejut bukan main, mereka sampai mundur dua langkah dan mulai waspada, takut jika setelah itu, maka selanjutnya adalah giliran mereka.


Feng Ying dan semuanya hanya membuka tutup mulut mereka, mereka tidak menduga Ho Chen mampu membunuh jendral iblis hanya menggerakkan jari telunjuknya saja. padahal kekuatannya sama dengan kekuatan Feng Ying.


"Chen, biar kami yang menghadapi mereka!" suara Kun terdengar dari dalam gelang.


"Benar sekali, kami sudah sangat lama tidak mencoba kekuatan baru kami!" Niu ikut bersuara.


"Chen'er, aku dan Yu juga akan menampakkan diri, jadi tolong biarkan kami ikut bertarung melawan mereka!" Ming Hao juga meminta.


"Baiklah jika kalian memaksa, tapi ingat jangan biarkan mereka lolos dari sini!" kata Ho Chen.

__ADS_1


"Tenang saja, kami akan membunuh mereka semua!" kata Yu.


"Keluar dan habisi mereka semua!" kata Ho Chen kemudian mengangkat lengannya kelangit.


Langit berubah menjadi lebih gelap, dan petir menyambar keseluruh penjuru. Dari dalam gelang Ho Chen, keluar enam cahaya kecil kemudian membesar dan berubah wujud menjadi sosok seperti manusia namun bercahaya terang.


Mereka berenam memancarkan kekuatan yang sangat besar, bahkan melebihi kekuatan Raja iblis sekalipun.


"Siapa mereka itu?" tanya Qiao Ho setelah melihat keenam sosok bercahaya sedang melayang diudara.


Feng Ying mengenali salah satu sosok tersebut, dia adalah Ming Hao. Dari dulu Feng Ying tidak pernah mengetahui kekuatan Ming Hao, namun kali ini, dia bisa merasakan kekauatan besar yang ia pancarkan.


Keenam jendral iblis kini memandang keenam sosok bercahaya tersebut dengan mata melotot. Api ditubuh mereka semakin meredup setelah mengetahui masing-masing dari sosok tersebut memiliki kekuatan yang melebihi kekuatan ketiga Raja iblis mereka.


"Emm! Kenapa aku tidak melihat Ori, kemana dia?" kata Ming Hao.


Feng Ying mengerutkan dahi, dia baru sadar dari semua jendral iblis yang ada, hanya jendral Ori yang tidak terlihat.


"Aku tidak peduli, sekarang aku serahkan mereka pada kalian, sedangkan dia..! Biar aku yang mengurusnya!" Ho Chen menunjuk kearah Wei Heng membuat Wei Heng menelan ludah.


Ho Chen membuat mantra tangan kemudian membuat satu bayangan lagi, bayangan tersebut segera pergi kearah Liu Qi Shu berada.


"Itu ilusi..!?" kata Qiao Ho ketika melihat bayangan Ho Chen yang sama persis dengan sosok aslinya.


Ming Hao bersama kelima pecahan energi menghilang dari tempatnya kemudian muncul kembali di hadapan masing-masing jendral iblis.


Wei Heng seperti biasa, dia ingin kabur! Namun masalahnya dia benar-benar tidak bisa melangkahkan kakinya sama sekali.


Saat dia ingin melihat ke arah Ho Chen, ternyata Ho Chen sedang berjalan ke arahnya. Wei Heng menjerit dalam hatinya, dia benar-benar sangat ketakutan ketika Ho Chen sudah semakin dekat dengannya.


"Pe-pendekar, kita tidak ada dendam, kenapa kamu ingin berurusan dengan ku?" kata Wei Heng kepada Ho Chen dengan suara gugup.


"Apa kamu yakin kita tidak ada dendam? Apa kamu lupa kejadian 15 tahun yang lalu di desa Air Bukit?" tanya Ho Chen namun dia tidak menghentikan langkahnya sama sekali, dan jarak keduanya semakin dekat.

__ADS_1


Para jendral iblis sekarang sudah memulai pertempuran mereka melawan keenam pecahan energi. Kun sudah tidak lagi berwujud Kuda, melainkan berwujud seperti manusia, bagitu juga dengan Niu, Ying, dan Yang.


Mereka bertarung di udara dan suara pertarungan menimbulkan gelombang kejut yang sangat besar dari setiap pukulan.


Feng Ying sendiri berhasil mengerakkan tubuhnya setelah Ho Chen berjalan dan menyentuh pundaknya, dia membantu Qiao Ho yang belum bisa bergerak.


"Desa Air Bukit..!?" Wei Heng berusaha mengingatnya namun tidak lama, dia teringat akan sesuatu yang pernah terjadi 15 tahun yang lalu.


"Kau! Kau anak yang waktu itu!" Wei Heng sekarang ingat pernah bertemu dengan Ho Chen dua kali, pertama ketika di Bukit Halilintar, kedua di Sekte Pilar Angin.


"Bagus, sekarang kamu masih mau bilang jika tidak ada dendam di antara kita? Baik kau bisa bilang demikian, anggap saja aku melupakan kejadian itu, namun masalah sekarang adalah, kamu tetap harus mati! Bagaimanapun kamu adalah otak dan sumber masalah kekacauan yang terjadi selama ini!"


Perkataan Ho Chen memang benar, ide untuk menyerang Sekte Gunung Es juga idenya. Ho Chen mengetahuinya karena dia bisa mendengarkan apa yang ada di pikiran Wei Heng.


Wei Heng juga kehabisan kata-kata, dia tidak menduga akan kembali bertemu dengan Ho Chen, bahkan kali ini Ho Chen yang memiliki kekuatan setara dengan Wang Dunrui, setidaknya itu pemikiran Wei Heng.


"Emm!! Jadi benar, Raja iblis kalian saat ini adalah saudara Dunrui?"


Wei Heng terkejut bukan main setelah Ho Chen berkata demikian, padahal dia tidak menyebutnya secara lisan kapada Ho Chen, namun Ho Chen seolah mengetahui pikirannya.


"Pendekar sudah tahu bukan, lebih baik sekarang Pendekar melepasku saja, karena jika tidak, Raja baru kami akan sangat marah jika dia mengetahui aku mati disini!" Kata Wei Heng, dia berharap Ho Chen takut setelah mengetahui jika Wang Dunrui adalah Raja baru mereka.


"Benarkah? Apa kamu yakin saudara Dunrui akan membalas dendam untukmu jika kamu mati?" Ho Chen sudah berdiri tepat dihadapannya.


Wei Heng terlihat ragu untuk menjawab namun belum sempat dia untuk mencari jawaban yang tepat, Ho Chen sudah lebih dulu berbicara.


"Aku ingin bertemu dengan saudara Dunrui, dengan kematianmu, dia pasti akan mencariku,"


Setelah berkata demikian, sebuah bongkahan es berbentuk pedang dari bawah kaki Wei Heng tiba-tiba bergerak keatas dengan sangat cepat.


Wei terlambat menyadarinya sehingga tidak sempat menghindar, dan akhirnya tubuh Wei Heng terbelah menjadi dua, dan dia mati tanpa bertarung sama sekali.


Kematian Wei Heng mengejutkan Qiao Ho dan juga semua pendekar yang berada disana, termasuk Liu Qi Shu, dia saat ini tidak bisa bergerak, dan di hadapannya bayangan Ho Chen sedang berdiri mengarahkan telapak tangannya menghadap kearah pasukan mayat dan juga bonekanya.

__ADS_1


__ADS_2