
Su Hui, Gwo Jian, Jhin Kwen dan Qiao Ho saling berpegangan tangan kemudian Feng Ying menyentuh pundak Qiao Ho dan seketika itu juga mereka menghilang dari tempat tersebut.
Pandangan Qiao Ho menjadi sangat gelap, namun itu hanya berlangsung 2 tarikan nafas saja kemudian pandangannya kembali terang.
Dia melihat ke sekelilingnya dan ternyata sudah berada di depan pintu sekte nya sendiri. "Ini berbeda dengan pelemparan Es jarak jauh!." Batin Qiao Ho.
Pelemparan Es jarak jauh pernah ia gunakan ketika pergi ke Sekte Pilar Angin, namun waktu yang di butuhkan tidak secepat ilmu ruang waktu milik Feng Ying.
Ketika Qiao Ho masih melamun, tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya dari belakang. "Apa kau baik-baik Saja ketua Gunung Es?." Tanya Feng Ying.
"Ah.. maaf! Mari silahkan masuk..!." Kata Qiao Ho dengan agak canggung.
Pertama-tama Qiao Ho memberikan masing-masing kamar untuk mereka ber istirahat.
Di sekte Gunung Es saat ini masih sepi, bukan hanya karena waktu yang masih malam, namun sebagian murid di sekte tersebut masih belum tiba.
***
"Ada apa Jendral, kenapa anda tiba-tiba berhenti?." Tanya Liu Qi Shu.
Jendral iblis Xu mendadak berhenti, raut wajahnya memburuk dan dia hanya berdiri mematung.
"Muo sudah mati!." Kata jendral iblis Xu.
Liu Qi Shu terkejut mendengar nya, kini sudah terbukti jika perasaan nya yang sebelumnya ia rasakan tidak enak kini benar-benar terjadi.
"Ini salahku, andai aku mengikuti saran mu, mungkin Muo tidak akan mati." Jendral iblis Xu mengepalkan tangannya erat-erat. Amarah dan penyesalan manjadi satu.
Jendral iblis Xu mengeluarkan energinya yang besar sebagai pelampiasan amarahnya, tidak lama kemudian, terdengar suara yang hanya bisa di dengar oleh jendral iblis Xu.
"Xu, kembalilah ke sini!." Kata suara tersebut.
"Ba-baik Raja ku..!." Kata jendral iblis Xu karena yang memanggilnya adalah Raja iblis hitam.
"Raja Hitam meminta kita untuk kembali, ayo..!." Kata jendral iblis Xu kemudian terbang lebih dulu tanpa menunggu respon dari Liu Qi Shu.
Liu Qi Shu menghela nafas panjang kemudian terbang menyusul jendral iblis Xu yang sudah terlihat jauh.
Mereka tiba di tempat Raja iblis hitam ketika hampir pagi dan segera masuk ke ruangan menemui Raja iblis hitam.
__ADS_1
Terlihat raut wajah Raja iblis hitam yang merasa tidak senang sekaligus terlihat kecewa. "Xu, sebenarnya apa yang terjadi?." Tanya Raja iblis hitam dan menatap Liu Qi Shu yang baru memasuki ruangan.
"Ini adalah kesalah ku Raja, saat itu kami melihat kumpulan ratusan manusia di satu tempat, saat itu Muo ingin bersenang-senang dan meminta ku untuk pergi duluan.
Kami lihat tidak ada dari mereka yang memiliki kekuatan Raja langit sehingga aku mengijinkannya dan memberikan dua ratus pasukan mayat untuk membantunya, setelah itu aku pergi duluan bersama dengan nya." Kata jendral iblis Xu sembari menunjuk ke arah Liu Qi Shu.
"Apa benar yang di katakan Xu?." Tanya Raja iblis hitam kepada Liu Qi Shu yang duduk agak jauh di belakang jendral iblis Xu.
"Yang di katakan nya benar, kami berdua pergi duluan karena itu adalah permintaan jendral iblis Muo sendiri." Kata Liu Qi Shu membenarkan penjelasan jendral iblis Xu.
"Bukan kah sudah ku katakan agar kalian jangan gegabah dan berhati-hati, lihat apa yang terjadi sekarang, aku harus kehilangan satu jendral lagi gara-gara kalian tidak mau mendengarkan perkataan ku." Raja Iblis hitam berbicara dengan nada keras sekaligus mengangkat satu jari nya dan melepaskan energi yang sangat besar menekan jendral iblis Xu dan Liu Qi Shu.
Jendral iblis Xu dan Liu Qi Shu tidak mampu mengerakkan tubuhnya setelah ditekan oleh Raja iblis hitam. Liu Qi Shu sendiri kehilangan kesadarannya karena tidak mampu menahan tekanan tersebut.
"Ra..raja ku, a.. aku memang bersalah dan pa.. pantas di hukum ma..mati..!." Jendral iblis Xu berbicara namun sedikit kesulitan, sedangkan Liu Qi Shu sudah terbaring di tanah.
Raja iblis hitam kembali menarik Aura energinya sehingga jendral iblis Xu kembali bisa menggerakan tubuhnya.
"Sebenarnya kesalahan kalian berdua sangat besar, dan memang sepantasnya aku menghukum kalian, namun aku tidak ingin kehilangan jendral lagi, dan kali ini aku ampuni kalian, dan selanjutnya jangan mengulangi lagi kejadian seperti ini." Kata Raja iblis hitam.
"Terima kasih Raja ku!." Kata Jendral iblis Xu bersujud di hadapan Raja iblis hitam.
Liu Qi Shu kembali muncul di tempat tidurnya, sedangkan kabut hitam tersebut menghilang.
"Sekarang katakan, sudah berapa banyak pasukan mayat yang kau kumpulkan?." Tanya Raja iblis hitam.
"Sekitar hampir Lima Ribu Raja, itu sudah termasuk mayat Hewan Iblis Liar." Jawab Jendral iblis Xu.
"Baru Lima Ribu? Kalau begitu besok kalian pergi ke daerah yang lebih jauh dan kumpulkan lah pasukan sebanyak mungkin di sana." Kata Raja iblis hitam.
Jendral iblis Xu terlihat bingung, dia tidak mengetahui daerah yang di maksud. "Maaf Raja, Daerah apa yang Raja maksud?."
"Biasanya mereka menyebut di luar kekaisaran dan memasuki wilayah kekaisaran lain, aku juga tidak tahu nama-nama kekaisaran tersebut, hanya Liu Qi Shu yang mengetahui nya, jadi pergilah besok dengannya!." Ucap Raja iblis hitam.
"Baik Raja, besok malam aku akan berangkat!." Kata jendral iblis Xu.
Karena tidak ada lagi yang ingin di bahas, jendral Xu pun keluar dari ruangan tersebut dan berjalan ke tempat peng istirahatan nya yang telah disiapkan sebelumnya.
***
__ADS_1
Ho Chen dan yang lainnya sudah keluar meninggalkan Desa Hutan Bambu. Sebelum meninggalkan Desa tersebut, dia sempat berpesan kepada Sui Long agar menjaga sekte Hutan Bambu dengan baik karena suatu saat nanti Ho Chen berencana kembali lagi ke Sekte Hutan Bambu untuk melihat perkembangannya.
"Adik, kenapa kamu terlihat murung, apa semalam kamu tidak tidur?." Tanya Jiu Rui melihat wajah Ho Chen seperti memikirkan sesuatu.
Ho Chen terlihat murung bukan karena kurang tidur, dia memang bisa di bilang tidak tidur karena setiap malamnya dia selalu berlatih di Alam Batin, apalagi saat ini Ming Hao juga menjadi teman berlatih di dalam Alam batinnya.
Namun bukan itu alasannya, yang membuat Ho Chen terlihat murung adalah pikirannya sendiri, saat ini pikirannya masih terganggu akan Yihua dan Qiao Lin, hingga saat ini Ho Chen belum menemukan orang yang dapat mengutarakan permasalahan nya agar bisa menemukan solusi dari masalah tersebut.
"Aku baik-baik saja!." Kata Ho Chen namun sesekali melirik Qiao Lin yang terlihat sangat senang dan bahagia.
"Kakak, seberapa jauh lagi gunung Tirai Kabut dari sini?." Tanya Ho Chen.
"Kalau di lihat dari peta sudah cukup dekat, mungkin dalam waktu tiga bulan lagi kita akan sampai di sana, itupun kalau kita tidak berhenti terlalu lama dan tidak ada gangguan apapun." Kata Jiu Rui mencoba memperkirakan hanya melihat dari peta.
"Bagaimana dengan desa atau kota? Apa ada yang terdekat dari sini?." Tanya nya lagi.
"Kalau kota masih jauh dari sini, kalau desa terdekat ada, namun kita harus berjalan dua hari lagi untuk tiba di sana." Kata Jiu Rui.
"Itu bukan dekat, tapi jauh!." Kata Qiao Lin.
"Aku kan bilang yang terdekat." Jawab Jiu Rui yang tidak terima dengan perkataan Qiao Lin.
Qiao Lin sadar akan ucapan nya yang keliru dan memilih diam.
"Chen'er semenjak meninggalkan desa itu aku lihat kau sedang memikirkan sesuatu. Apa ada masalah yang mengganggu pikiran mu?." Ming Hao bertanya melewati pikiran Ho Chen.
"Tidak Guru, aku tidak memikirkan apa pun." Jawab Ho Chen mengelak dari Ming Hao.
"Berhenti Chen'er..!." Kata Ming Hao dan langsung menghentikan Naga Putih.
"Ada apa Guru? Kenapa menyuruhku berhenti?." Tanya Ho Chen yang kebingungan.
"Chen, kenapa kamu berhenti?." Tanya Qiao Lin.
Ho Chen hanya memberi isyarat agar semua diam, karena dia sendiri juga tidak tahu kenapa dia di suruh berhenti.
"Kun, apa kau merasakannya?." Tanya Ming Hao kepada Naga Putih .
"Iya, sepertinya tidak jauh dari sini!." Jawab Naga Putih.
__ADS_1