Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Tehnik Neraka Tahap 3


__ADS_3

Jian Heeng memandangi jasad pasukan iblis yang terbelah dua, perlahan-lahan jasad tersebut menjadi asap hitam dan menghilang tanpa meninggalkan sisa apapun.


Jian Heeng menghela nafas melihatnya, kini dia memandang kobaran api yang membakar kelima pasukan iblis yang perlahan-lahan mulai mengecil.


Jiu Rui yang menyaksikan dari tempat yang agak jauh juga bisa melihat api yang begitu besar menyembur bagai siraman api yang di jatuhkan lalu menyala sangat besar dan mulai mengecil.


Ketika api sudah padam, Wang Chungying mengerutkan dahinya, ketika melihat pasukan iblis yang di bakarnya belum musnah, perlahan lahan mereka kembali bangkit namun kondisi mereka lebih lemah dari sebelumnya.


Yuan yang berdiri di depan ketiga pendekar dari sekte Gagak Hitam juga menyaksikan dan ikut bingung. Selama ini orang yang terkena Tehnik Neraka tahap 3 yaitu Semburan badai api. selama korban masih berada di Tingkat Energi Langit tidak akan pernah bisa selamat.


Namun nyatanya pasukan iblis yang berada di Tingkat Energi Langit masih bisa berdiri walau mulai sedikit melemah. “sepertinya mengunakan Tehnik yang berunsurkan api tidak terlalu efektif untuk mengalahkan mereka." Gumam Yuan dan berbalik badan menghadap ke arah ketiga pendekar di belakangnya.


“Apa kalian baik-baik saja?" Tanya Yuan dengan expresi wajah datar.


Pendekar yang sedang berlutut penuh luka cakaran sudah sedikit lebih baik, kemudian ia bangkit dan menjawab pertanyaa Yuan.


“kami baik baik saja, itu semua karena bantuan kalian. nama saya Whu Ling dari sekte Gagak Hitam, sedangkan mereka berdua adalah murid dari sekte Gagak Hitam juga." Jawab Whu Ling dan maju selangkah


“Terima Kasih sudah datang menolong kami, sekte Gagak Hitam berhutang satu pada Sekte Bukit Halilintar." Whu Ling mengepalkan kedua tangannya kedepan.


“Kalian tidak perlu merasa berhutang, sudah lama mereka menjadi incaran seluruh aliran putih dan netral." Wang Chungying berkata singkat, kemudian kembali fokus kepada 5 pasukan iblis yang sudah kembali bangkit.


Jian Heeng pun segera bergabung bersama Wang Chungying dan Yuan. “Saudara Heeng, bagai mana dengan iblis yang satunya?." Tanya Yuan begitu Jian Heeng tiba di dekatnya.


“Dia berhasil ku bunuh." Jawab Jian Heeng sambil memandang ke 5 pasukan iblis yang tersisa.


Wang Chungying menoleh ke Jian Heeng, “Tehnik apa yang kamu gunakan?" Tanya Wang Chungying keheranan. Padahal dia sudah menyerang ke 5 pasukan iblis tersebut dengan Tehnik neraka tahap 3, namun tidak berhasil.

__ADS_1


“Saya mengunakan Tehnik petir senior, dan membelah tubuhnya menjadi dua. Namun begitu dia mati tubuhnya menjadi asap hitam dan menghilang."


Cerita Jian Heeng langsung di mengerti oleh Wang Chungying. “Pantas Tehnik api ku tidak terlalu berpengaruh kepada mereka." Ucap Wang Chungying dengan nada kesal.


“Saya ada sedikit rencana Senior." Ucap Jian Heeng.


Wang Chungying menoleh dan menatap Jian Heeng dengan penasaran. “Apa rencanamu saudara Heeng?"


“Serangan Senior memang tidak terlalu berfungsi, namun mampu melemahkan mereka." Jian Heeng terus menjelaskan rencananya dengan detail.


Yuan dan Wang Chungying mendengarkan semua yang Jian Heeng sampaikan, setelah Jian Heeng selesai menyampaikan rencananya mereka mengangguk setuju. Sedangkan Whu Ling juga ingin ikut membantu namun Yuan melarangnya dan menyuruhnya memulihkan kondisinya.


Yuan berjalan mendatangi pasukan iblis di depannya. Pasukan iblis lansung waspada ketika Yuan sudah berada 5 meter di depannya.


“Heuuuumm..." Suara salah satu pasukan iblis, seolah-olah berbicara dengan rekannya.


Mereka kaget begitu Yuan muncul kembali di belakang mereka yang berjarak 2 meter dari mereka dengan kedua telapak tangan di selimuti aura biru dan di aliri percikan seperti petir kecil


“Tehnik Petir - Perisai Petir"


Seketika aura biru di telapak tangan Yuan melebar dan membentuk sebuah dinding kurungan berwarna biru setinggi 5 meter dan memiliki luas 10 meter. petir-petir kecil yang sangat banyak juga menyelimuti dinding tersebut.


Yuan segera menghilang dan kembali ketempat Jian Heeng berada. “Aku serahkan sisanya kepada kalian." Ucap Yuan dengan sedikit kelelahan. Tehnik yang ia gunakan hampir menguras 60 persen energinya.


Para pasukan iblis panik, mereka mencoba menerobos dinding, namun setiap kali mereka menyentuh dinding tersebut maka petir-petir yang sangat banyak segera menghantam mereka, membuat mereka terpental ke belakang.


“Tehnik Neraka - Badai Api Neraka"

__ADS_1


Wang Chungying terbang di atas kurungan tersebut dan melepaskan api yang sangat besar, api tersebut segera memenuhi bagian dalam dinding. Dinding biru yang di buat Yuan ternyata mampu menahan api dan tidak merembet keluar.


“Kyaaaak.."


“Kyaaaaaak"


Terdengar Teriakan kesakitan yang memekik telinga dari dalam dinding tersebut, seolah olah mereka tersiksa.


Wang Chungying baru berhenti setelah membakar mereka selama hampir 2 menit. Andai yang di bakar adalah tubuh manusia, sudah pasti tubuh itu akan hancur menjadi debu. Wang Chungying kemudian turun perlahan-lahan dan berdiri di samping Yuan dan Jian Heeng. Mereka menunggu api tersebut padam.


Whu Ling dan dua juniornya terpana menyaksikannya, Whu Ling sempat berpikir bahwa Wang Chungying dengan ketua sekte darah iblis Wei Heng adalah satu perguruan, karena tehnik yang mereka miliki hampir sama.


Sekitar 1 menit kemudian api sudah menghilang dan dinding biru pun mulai pudar, tepat seperti yang di duga, walau sudah terbakar dengan api yang begitu besar para pasukan iblis nyatanya tidak mati, namun energinya semakin berkurang.


Perlahan lahan mereka kembali mulai berdiri. Namun Energi mereka saat ini Setingkat dengan pendekar Tingkat Energi Jiwa puncak 3.


“Sekarang Saudara Heeng..!" Ucap Yuan ketika melihat para pasukan iblis hampir berdiri.


“Jian Heeng mencabut pedangnya dan segera melesat menyerang ke 5 pasukan iblis yang sudah terlihat lemah. Para pasukan iblis yang sudah sangat kelelahan hanya bisa menatap Jian Heeng yang mendekat dengan tatapan marah namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa.


“Tehnik Petir - Tebasan Sambaran Petir"


Jian Heeng bergerak sangat cepat dengan mengaliri pedangnya dengan energi biru dan memiliki percikan petir. Jian Heeng segera menebas para pasukan iblis yang belum bisa berdiri dengan sempurna.


Para pasukan iblis hanya bisa pasrah ketika pedang Jian Heeng mengenai tubuhnya dan langsung membuat tubuhnya terbelah menjadi dua, Jian Heeng berhasil membunuh semuanya tanpa perlawanan.


Semuanya bernafas lega ketika ke 5 pasukan iblis sudah tidak lagi bangkit. Secara perlahan-lahan tubuh para pasukan iblis pun mulai menjadi asap hitam dan kemudian lenyap. Jian Heeng kembali ke dekat Wang Chungying sambil kembali menyarungkan kembali pedangnya.

__ADS_1


Setelah pertarungan selesai, Jiu Rui pergi menyusul gurunya, Jiu Rui memang tidak bisa melihat kejadian tersebut kerana jarak dari pertempuran agak sedikit jauh, namun cahaya api dan petir sangat jelas terlihat, terlebih lagi para senior yang menemaninya menceritakan semuanya.


__ADS_2