
Wei Heng membatalkan serangannya ketika melihat Feng Ying yang muncul di hadapannya. “Kenapa Kekek tua ini berada di sini?." Batin Wei Heng kemudian memandangi jendral iblis yang masih jauh. Dia dapat melihat jendral iblis yang mulai terbang ke arahnya.
“Sesepuh Feng? Apa anda baik-baik saja?." Kang Jian bertanya karena melihat kondisi Feng Ying. Feng Ying mengalami luka di bagian bahunya, dan jubah di lenganya terlihat hangus terbakar. Namun Feng Ying terlihat masih kuat menahan lukanya tersebut.
“Siapa diantara kalian yang memiliki Tehnik Es?." Tanya Feng Ying sembari mengalirkan energinya Ken luka di bahunya.
Qiao Ho segera menjawab pertanyaan Feng Ying. “Saya yang bisa menggunakan Tehnik air sesepuh."
Feng Ying menoleh ke arah jendral iblis yang mulai mendekat. “Dengar, iblis ini terlalu kuat, bahkan kekuatanku tidak berpengaruh banyak padanya."
Feng Ying kemudian kembali menoleh kepada Qiao Ho. “Alirkan energi Es mu ketubuhku, aku akan menggunakannya untuk menahan serangannya." Kata Feng Ying.
“Baiklah Sesepuh." Qiao Ho langsung mengerti maksud Feng Ying, kemudian berjalan kebelakang Feng Ying.
Wei Heng mengerutkan dahi, dia ingin segera menyerang Qiao Ho, namun keberadaan Feng Ying membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
Qiao Ho meletakkan kedua telapak tangannya ke punggung Feng Ying, kemudian mengalirkan energi yang sangat dingin ke tubuh Feng Ying.
Tubuh Feng Ying perlahan-lahan di selimuti kabut putih, semakin lama semakin tebal, Feng Ying juga bisa merasakan energi dingin tersebut menyembuhkan luka bakar yang ada di lengannya.
Qiao Ho sudah mencapai batas, energinya sudah habis terkuras, dia segera berbalik. “Sesepuh, semoga itu bisa membantu mengalahkannya." Ucap Qiao Ho yang terlihat kelelahan.
“Terima kasih, ini akan sedikit membantu untuk melemahkan nya." Ucap Feng Ying. Feng Ying segera menyerap seluruh energi tersebut hingga habis.
Jendral iblis sudah terlihat mendekat, dia tersenyum kepada Qiao Ho sejenak lalu menghilang dan muncul kembali di hadapan jendral iblis.
Wei Heng melihat Qiao Ho yang terlihat sudah kehabisa energi tersenyum lebar, dia merasa memiliki kesempatan untuk membunuh Qiao Ho yang sudah tidak memiliki banyak energi itu.
“Ayo kita serang skarang..!" Seru Wei Heng di sertai dengan teriakan seluruh sektenya.
“Lindungi ketua Ho..!" Seru Whu Zhi yang merasakan aura energi pembunuh milik Wei Heng terarah ke Qiao Ho.
Semua jagoan dari Gunung Es maju dan membelakangi Qiao Ho. Walau mereka sadar saat ini mereka bukanlah tandingan Wei Heng.
__ADS_1
“Tehnik Api Iblis - Membakar Bumi."
Wei Heng melepaskan api yang sangat besar dan juga panas. Api tersebut melebar dan maju lurus ke arah Qiao Ho berada. Namun sebelum sempat api tersebut mendekat beberapa tembok keluar dari dalam tanah.
Terlihat Xiu Huan, Guru An Xuan, Ming Mei dan dua jagoan dari Gunung Es maju menghadang api tersebut
“Tehnik Bumi - Dinding Dewa Bumi."
“Tehnik Baja - Segel Siluman."
“Tehnik Air - Tarian Naga Air."
“Tehnik Es - Pembekuan Alam."
Mereka berempat membuat dinding dari tehnik masing-masing, sehingga tercipta 3 dinding yang kokoh dan menahan semburan api besar milik Wei Heng.
“Kalian semua tidak akan bisa bertahan...!" Seru Touli.
Touli juga melepaskan Tehnik apinya, api Wei Heng dan api milik Touli bergabung sehingga membuat api semakin besar dan semakin panas.
Dinding baja yang berada di paling depan meleleh karena tidak mampu lagi menahan panasnya kobaran api tersebut. Xiu Huan mencoba menahannya lagi dan berusaha membuat dinding tersebut kembali berdiri. Namun tetap saja gabungan dua api besar tersebut mampu melelehkan dinding besi tersebut hingga habis.
Nafas Xiu Huan memburu, dia benar-benar sudah banyak mengeluarkan energinya, dan sekarang hanya tersisa dua tembok tanah dan tembok es yang masih bertahan.
***
“Saudari Peiyu, aku tidak berharap pertarungan ini terjadi antara kita berdua." Shilin berhadapan dengan Peiyu.
“Kamu sendiri yang memilih bergabung dengan musuh kita, berarti kamu memang ingin menjadi musuh kami."
“Kamu pikir aku juga mau bergabung? Andai bukan karena Wei Heng yang lebih dulu membunuh beberapa anggota ku dengan menggunakan pasukan iblis nya, tentu aku tidak akan ikut bergabung dengan mereka."
Shilin memang sempat berselisih dengan Wei Heng setelah menerima kekalahan dari sekte Bukit Halilintar. Namun Shilin tidak memiliki niat sedikitpun untuk bertarung melawan sesama sekte aliran hitam.
__ADS_1
Ketika beberapa anggotanya meninggal secara misterius, saat itu Shilin berencana meminta bantuan kepada Wei Heng untuk mencari tau siapa yang telah membunuh anggotanya.
Ketika Shilin ingin pergi ke sekte Darah iblis, Xiu Huan sudah lebih dulu tiba di tempat Shilin dan menceritakan semua tentang dalang pelaku dari para pembunuh misterius tersebut.
Awalnya Shilin tidak terlalu percaya akan penjelasan Xiu Huan, namun setelah Xiu Huan mengatakan kalau Xiu Huan siap menanggung resikonya jika pendapatnya itu keliru.
Shilin mencoba untuk mempercayai Xiu Huan, kemudian mengikuti rencana Xiu Huan untuk bergabung dengan sekte aliran putih dan netral.
Sekarang Shilin sudah melihat sendiri jika Wei Heng benar-benar adalah orang yang bersekutu dengan iblis, dan termasuk dalang dari beberapa anggotanya yang mati secara misterius.
“Apa yang sebenarnya kalian pikirkan? Mengorbankan sesama aliran hanya demi kepentingan kalian sendiri, sungguh ini tidak bisa di maafkan..!" Ucap Shilin dengan geram.
Peiyu hanya menghela nafas, dia sadar pertempuran dengan Shilin hari ini tidak bisa lagi di hindari. “Maafkan aku saudara Shi.." kata Peiyu dan maju lebih dulu menyerang Shilin.
“Bagus.! keluarkan lah semua racun yang kamu miliki...!" Shilin juga menyambut serangan Peiyu. Kedua ketua sesama sekte aliran hitam akhirnya memulai pertarungannya.
Saat ini semua jagoan sudah mulai sibuk bertarung dengan lawan masing, kecuali Guru An Xuan, Xiu Huan, Ming Mei dan 4 jagoan dari Gunung Es sedang bersatu melawan Wei Heng yang menggabungkan Kekuatannya dengan Touli.
“Pasukan ke dua sekarang saatnya kalian menyerang...!” Wei Heng menghentikan serangannya kemudian berseru lantang.
Terlihat ribuan pasukan yang masih berdiri di barisan belakang pun maju setelah mendengar perintah dari Wei Heng.
Wei Heng melihat banyak jagoan dari lawannya yang mulai kelelahan, situasi tersebut di gunakan olehnya untuk melepaskan seluruh pasukannya dengan kekuatan penuh agar segera menggempur Pilar Angin yang sudah tidak lagi memiliki pelindung.
Pasukan iblis akhirnya mampu menembus pertahan Pilar Angin. Ribuan pasukan iblis yang tergabung dengan anggota Darah iblis dan Racun Langit segera menyerang bagian dalam sekte.
“Saudara Yuen? Apa murid Rui ada di dalam?." Tanya Kang Jian ketika melihat musuh yang sudah berada di dalam sekte.
“Saudara Jian tidak perlu hawatir! Saat ini dia berada di ruang bawah tanah bersama istri dan anakku, mereka tidak akan berhasil menemukan keberadaan mereka." Jawab Yuen.
Kali ini Yuen tidak lagi menyerang para pasukan iblis, kerena tehniknya benar-benar tidak berguna untuk melawan mereka. Dia lebih memilih menyerang para anggota Racun Langit. Karena mereka adalah manusia dan bukan ras iblis.
“Bagaimana dengan pintu batu itu? Apa ada yang menjaganya?." Kang Jian kembali bertanya.
__ADS_1