Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Memilih


__ADS_3

Ho Chen dan Qiao Lin muncul di depan istana, membuat kaget para prajurit penjaga pintu, bahkan penjaga pintu sampai mengarahkan ujung tombak mereka kearah Ho Chen.


"Si-siapa kalian?" tanya salah satu penjaga dari empat penjaga pintu dengan mengarahkan ujung mata tombak mereka ke arah Ho Chen.


Ho Chen sadar jika kemunculannya yang secara tiba-tiba itu membuat kaget mereka semua, jadi wajar mereka bersikap seperti itu.


"Para senior, kami datang dari sekte Gunung Es! Kedatangan kami untuk menemui Kaisar," kata Ho Chen.


Para penjaga tersebut saling berpandangan, mereka ragu akan perkataan Ho Chen, belum pernah ada seorang yang begitu muda ingin menemui Kaisar secara langsung, mereka ingin kembali bertanya namun baju yang dikenakan oleh Qiao Lin adalah baju dari sekte Gunung Es.


"Tunggulah di sini, aku akan melapor kepada Yang Mulia!" kata salah satu penjaga, namun tatapannya mengarah ke Qiao Lin.


Ho Chen dan Qiao Lin mengangguk, mereka menunggu prajurit penjaga tersebut datang. Ho Chen memperhatikan kesekelilingnya, tempat tersebut sedikit berbeda dari yang Ho Chen ingat.


Kali ini banyak berbagai senjata berbaris di sebuah tempat yang disediakan di samping pintu. Ho Chen bisa menebak jika senjata-senjata tersebut di persiapkan jika ada serangan mendadak sehingga para prajurit yang belum sempat memegang senjata bisa mengambilnya di sana.


Setelah beberapa saat, barulah prajurit tersebut datang. "Silahkan, Yang Mulia menunggu kalian di dalam," kata prajurit tersebut, namun tatapannya kembali fokus kapada Qiao Lin. Bukan karena suka akan kecantikan Qiao Lin, melainkan dia sedikit mengingat jika Qiao Lin pernah datang sebelumnya, karena itu dia melaporkan kepada Kaisar.


Qiao Lin dan Ho Chen berjalan memasuki istana, mereka tiba diaula pertemuan, terlihat banyak orang yang berada disana, dan mata mereka semua tertuju kepada Qiao Lin.


"Hormat Kepada Yang Mulia!" Qiao Lin membungkuk kemudian diikuti oleh Ho Chen.


Kaisar Hong tidak memperhatikan Ho Chen dia hanya melihat Qiao Lin sambil tersenyum lebar. "Pendekar Dewi Salju, ada apa kamu ingin menemuiku?" tanya Kaisar dengan sopan.


Beberapa orang yang hadir di sana seperti Penasehat Yuwen, dan beberapa pejabat tinggi lainnya, semuanya memandang kearah yang sama, yaitu terpana akan kecantikan Qiao Lin.


"Maaf yang mulia, kedatangan kami berdua kesini ingin bertemu dengan Tuan Putri!" kata Qiao Lin.


"Kalian berdua ingin bertemu dengan Hua'er?" Kaisar Hong kemudian memperhatikan pemuda tampan yang berdiri di samping Ho Chen, "Apa itu tunanganmu?" tanya Kaisar Hong kepada Qiao Lin.


"Maaf yang mulia, nama saya Ho Chen, semoga yang mulia masih mengingatku!" kata Ho Chen sambil tertawa kecil melihat ekspresi keterkejutan semua orang termasuk Kaisar Hong.


"Chen'er, benarkah itu kamu?" tanya Kaisar Hong, dia terkejut melihat perubahan Ho Chen.

__ADS_1


"Benar Yang Mulia!" Ho Chen membungkukkan badannnya.


"Sudah sangat lama sekali aku tidak melihatmu, dan sekarang kamu berubah menjadi laki-laki dewasa yang tampan, hahaha!" Kaisar tertawa lepas rasanya beban di pundaknya lepas begitu saja ketika tertawa seperti itu.


"Yang Mulia, bisakah kami menemui Tuan Putri?" Qiao Lin tidak ingin berbicara masalah hal yang tidak penting, dia ingin secepatnya menyelesaikan masalah yang terus menerus mengganjal di hatinya.


"Owh tentu saja, mungkin dia sedang berada di taman dengan adiknya!" kata Kaisar, namun sebenarnya dia sedikit bingung melihat Qiao Lin dan Ho Chen datang berdua.


"Terimakasih Yang Mulia, kami pergi kesana dulu" kata Qiao Lin kemudian menarik tangan Ho Chen menuju kebelakang istana.


Ho Chen sendiri yang ingin membungkukkan badan langsung ditarik tangannya dengan cepat sehingga hanya bisa mengikuti Qiao Lin tanpa protes sama sekali.


"Apa mereka berdua memiliki hubungan khusus?" batin Kaisar Hong, bahkan semua yang hadir disana juga dipenuhi tanda tanya yang sama.


"Dia begitu berubah saat masih berada disini dulu!"


"Iya, sepertinya dia juga semakin kuat!"


"Dulu dia dijuluki Pendekar Dewa Muda, namun kekuatannya saat itu sangat kecil, aku heran kenapa dia dulu bisa menyelamatkan sekte Bukit Halilintar? Jika dibandingkan dengan yang dulu, sekarang dia lebih pantas menyandang gelar itu!"


Semua membicarakan tentang Ho Chen setelah Ho Chen sudah tidak ada diruangan tersebut, pembicaraan semakin tidak terarah sampai-sampai Kaisar angkat bicara.


"Mohon semuanya tenang! Lebih baik kita membahas yang lebih penting saja!" kata Kaisar Hong membuat semuanya terdiam.


Kaisar Hong kembali membahas masalah prajurit yang ada di garis perbatasan, saat ini dia akan lebih memfokuskan masalah pasukan yang berjaga disana, sedangkan masalah pasukan iblis dia akan membahasnya nanti dengan Ho Chen.


***


"Lin'er, tenanglah jangan terburu-buru seperti ini!" ketika sudah keluar dari ruangan, Ho Chen berusaha menahan Qiao Lin agar tidak tergesa-gesa.


"Aku hanya tidak senang, di sana banyak orang yang memandangiku seperti itu!" kata Qiao Lin, dia bisa merasakan banyak mata yang mengarah padanya sehingga dia merasa kurang percaya diri.


"Kurasa mereka menatapmu seperti itu karena dirimu terlalu cantik!" kata Ho Chen.

__ADS_1


Qiao Lin melirik Ho Chen sesaat namun tidak berkata apa-apa, dia melanjutkan pergi ke taman yang sudah ada di depan mereka.


Yihua sedang duduk dipinggir kolam ikan. Di sampingnya Hai Chuan sedang asik bermain sendiri, setelah beberapa saat Hai Chuan melihat kedatangan Ho Chen dan Qiao Lin kemudian memberitahukan kepada Yihua.


"Jiejie-jiejie, itu teman Jiejie datang lagi! Dia datang bersama temannya," kata Hai Chuan memberitahukan Yihua.


Yihua segera menoleh kearah yang dimaksud oleh Yihua, dia melihat Qiao Lin bersama laki-laki yang tidak asing baginya.


"Qiao Lin, kenapa kamu tidak mengabari ku jika mau datang kesini?" kata Yihua menyambut kedatangan Qiao Lin, namun tatapannya terus mengarah ke Ho Chen, dia merasa tidak asing akan wajahnya.


"Ah maaf, aku tidak sempat mengabarimu, ini saja aku datang secara mendadak!" kata Qiao Lin namun dia bisa melihat jika tatapan Yihua mengarah ke Ho Chen.


Yihua tidak bicara lagi, dia membisu menatap wajah Ho Chen, setelah memperhatikan secara teliti, tanpa diberitahu oleh Qiao Lin dan Ho Chen, dia langsung bisa mengingatnya.


"Kau! bagaimana kamu bisa datang bersamanya?" tanya Yihua setelah menyadari sosok laki-laki di hadapannya.


"Yihua, bagaimana kabarmu?" Ho Chen menyapa Yihua dengan menanyakan kabarnya.


Dia tidak menduga jika Yihua dengan cepat bisa mengenalinya, padahal Qiao Lin yang lebih lama berpetualang dengannya saja butuh waktu sebelum mengenalinya.


Pertanyaan Ho Chen membuat Yihua jadi salah tingkah, andai tidak ada Qiao Lin dia pasti sudah memeluknya.


Dia agak heran, Qiao Lin dan Ho Chen datang berdua, sehingga dia mulai menduga jika Ho Chen sudah lebih dulu menemui Qiao Lin.


"Aku baik-baik saja!" kata Yihua, dia ingin terus menatap Ho Chen namun keberadaan Qiao Lin membuatnya tidak bisa melakukannya.


"Yihua maksud kedatangan kami kesini adalah untuk menyelesaikan perjanjian kita! Sekarang Chen akan memilih salah satu dari kita. Siapapun yang ia pilih, aku harap tidak ada dendam antara kita berdua!" kata Qiao Lin mengutarakan maksud kedatangannya.


Yihua mengangguk, dia sudah tentu tahu akan maksud kedatangan mereka berdua. Mereka berdua segera menatap Ho Chen secara bersamaan membuat jantung Ho Chen berdetak tidak karuan.


"Benar-benar merepotkan!" batin Ho Chen sambil menelan ludah ditatap oleh dua wanita cantik di hadapannya.


"Chen, sekarang kamu tentukan pilihanmu, Pilih aku atau Yihua?" kata Qiao Lin.

__ADS_1


Ho Chen mulai bingung untuk memilih antara Qiao Lin atau Yihua, andai ada pilihan ketiga Ho Chen mungkin akan memilih kabur, sayangnya pilihan itu tidak ada.


"A-aku! Aku!" Ho Chen menjadi gugup dan sulit untuk bicara.


__ADS_2