
“Chen serahkan dia padaku, aku ingin memotong lidahnya dan mencongkel kedua matanya!." Kata Qiao Lin yang terlihat sangat membenci pria tersebut.
Jiu Rui dan Ho Chen kaget mendengarnya, selama perjalanan Qiao Lin tidak pernah menunjukkan sikap kasar seperti yang ia tunjukkan barusan.
Pria tersebut juga tidak kalah terkejut, andai dia tidak kehabisan energi, mungkin dia bisa tertawa mendengar perkataan Qiao Lin, namun sekarang, dia benar-benar kehabisan energi sehingga hanya bisa pasrah.
“Sudahlah, biar aku saja yang mengurusnya, kalian berdua bisa menunggu di sana, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan kepada-nya.!." Kata Ho Chen.
Qiao Lin terlihat tidak setuju, namun Jiu Rui memaksanya, sehingga dia pergi mengikuti Jiu Rui. Sedangkan Ho Chen kembali berbicara dengan pria tersebut.
“Siapa namamu?." Tanya Ho Chen setelah Qiao Lin sudah duduk di bawah pohon yang sedikit jauh dari mereka.
“Nama ku Shan Xi berasal dari kota Longnan.?." Jawabnya.
“Baiklah sekarang ceritakan semua yang kau ketahui mengenai Tehnik Pedang Langit.." Kata Ho Chen sambil memandangi semua anggota Shan Xi yang masih mengobati luka di betis mereka. Shan Xi menceritakan tentang asal mula keluarganya menguasai Tehnik tersebut.
Leluhur Shan Xi adalah salah satu anggota sekte Pedang Langit. Sekte tersebut adalah sekte kecil aliran netral. Mereka yang menjadi murid sekte tersebut akan di ajarkan Tehnik Padang langit, semakin tinggi Tingkat energinya semaikin banyak yang akan di ajarkan kepada nya.
Namun suatu bencana terjadi kepada sekte kecil tersebut, ketika malam tiba, sekte Pedang Langit mendapat serangan dari sekte besar aliran hitam, jumlah mereka ratusan ribu sedangkan sekte Pedang langit hanya ratusan saja.
Ketika malam pembantaian leluhur dari keluarga Shan Xi sedang pergi menjalankan misi dengan gurunya, sehingga dia selamat dari pembantaian tersebut.
Ketika kembali sektenya sudah rata jadi tanah, dan seluruh mayat saudara seperguruannya juga mati semua termasuk ketua sekte dan putrinya yang mati setelah di lecehkan.
Semenjak kejadian itu, mereka yang selamat memilih hidup sendiri-sendiri, dan menjalani kehidupan layaknya seperti biasa, ada yang menjadi petani, pedagang, ada yang membuka usaha, dan ada juga yang menjadi sebagai pengawal atau prajurit istana.
__ADS_1
Yang selamat dari pembantaian tersebut tidak sampai 7 orang, sedangkan leluhur Shan Xi yang baru menguasai 2 tahap akhirnya hanya memilih hidup sebagai buruh di pasar.
Sekitar 50 tahun kemudian sekte hitam yang membantai sekte Pedang langit di lenyapkan oleh seseorang, menurut kabar, yang menghancurkan sekte tersebut adalah calon suami dari putri ketua sekte Pedang langit yang terbunuh setelah di lecehkan.
Sejak itu leluhur Shan Xi menurunkan tehnik tersebut kepada keturunannya hingga saat ini. Tehnik Pedang Langit di anggap sebagai warisan keluarga yang tidak bisa di turunkan kepada siapapun kecuali keluarga mereka sendiri.
Namun kenyataannya Shan Xi sangat terkejut setelah Ho Chen mengunakan Tehnik yang sama. Shan Xi berpikir kemungkinan Ho Chen adalah salah satu keturuna dari salah satu anggota sekte yang selamat.
Ho Chen mendengarkan kisah Shan Xi dengan seksama, kini dia mengerti jika kitab yang di berikan oleh gurunya itu adalah kitab milik sekte yang sudah hilang. Namun yang menjadi pertanyaan di pikiran Ho Chen. Dari mana gurunya mendapatkan kitab tersebut?.
“Bagaimana dengan keluargamu sekarang? Apa mereka mengetahui akan apa yang kau kerjakan?." Tanya lagi Ho Chen.
Shan Xi mengelengkan kepalanya lalu menjawab. “Anak dan istriku tidak tau, yang mereka tau aku sedang bekerja di desa yang jauh." Kata Shan Xi dengan wajah sedih.
Shan Xi terkejut mendengarnya namun dia segera menyetujuinya. Ho Chen kemudian menghampiri mereka semua yang masih berusaha mengobati luka mereka, ketika melihat Ho Chen mendekati mereka, mereka semua terlihat ketakutan, ada juga yang berusaha bangkit untuk lari, namun mereka terlihat sulit mengerakkan kaki mereka.
“Ampun...! Ammpuni kami saya pendekar..!."
Seru mereka mengharap belas kasih Ho Chen.
Ho Chen melihat itu menggaruk kepalanya kemudian berkata. “Tenanglah, aku kesini bukan untuk membunuh kalian. Namun aku akan mengobat luka kalian, dan aku juga minta maaf karena terpaksa melukai kalian." Mereka semua saling berpandangan dengan tatapan heran.
Seharusnya mereka yang minta maaf karena sudah berusaha membunuhnya, namun ini malah terbalik. Mereka semua benafas lega setelah Ho Chen tidak akan membunuh mereka.
Ho Chen mengobati mereka satu persatu, hingga semuanya di obati. Mereka semua segera mengucapkan rasa terima kasih mereka, sekaligus meminta maaf.
__ADS_1
Ho Chen kemudian kembali melanjutkan perjalanan, kali ini Qiao Lin tidak lagi menaiki Naga putih namun memakai salah satu kuda milik mereka.
Shan Xi berjalan paling depan, lukanya juga sudah pulih karena Ho Chen juga mengobatinya, saat ini Shan Xi tidak berani menoleh atau menatap Qiao Lin. Karena sikapnya yang telah memandang rendah Qiao Lin saat pertama kali bertemu.
Mereka berjalan selama dua hari dan tiba di kota Longnan saat sore hari, kota Longnan memiliki ukuran yang hampir sama dengan Kota Anming. Ho Chen memandangi kota tersebut teringat akan kota Anming.
“Pendekar menginaplah di rumahku." Kata Shan Xi menawarkan Ho Chen untuk menginap di rumahnya.
“Aku akan mampir saja di sana, kalau hanya untuk menginap nanti aku akan menginap di penginapan." Kata Ho Chen.
Shan Xi tidak kecewa dengan perkataan Ho Chen, kemudian pergi kerumahnya di ikuti oleh Ho Chen dan Qiao Lin bersama Jiu Rui. Anggotanya yang lain sudah pergi kerumah masing-masing setelah berpamitan kepada Ho Chen.
“Kamu sudah pulang..?." Seorang wanita keluar mengendong bayi kecil menyambut kedatangan Shan Xi.
Ho Chen sedikit terkejut, pria tersebut sudah berumur lebih dari 40 tahun namun memiliki istri yang mungkin lebih tua sedikit dari Qiao Lin.
“Mereka siapa..?." Wanita tersebut bertanya setelah melihat Ho Chen dan lainya
“Nama Jiu Rui, dan ini Qiao Lin, sedangkan dia..!." Jiu Rui berniat memperkenalkan Ho Chen namun Ho Chen segera memberinya kode agar tidak menyebutkan namanya. “Dia adikku..." Kata Jiu Rui.
“Mari silahkan masuk..!." Kata Shan Xi
mereka semua masuk kedalam rumah Shan Xi yang tidak terlalu besar, kehidupan Shan Xi cukup sederhana dan tidak terlalu miskin. pekerjaan Shan Xi tidak tetap, biasanya dia akan bekerja sebagai buruh.
Namun, akhir-akhir ini Shan Xi sering bepergian keluar dengan alasan kepada istrinya mencari kerja di luar kota.
__ADS_1