Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Menuju ke Sekte Ular Hijau


__ADS_3

Matahari sudah mulai menampakkan dirinya, dari jauh terlihat tiga orang menunggangi kuda datang ke Desa Jinhu, mereka adalah Lho Zian,  Qiao Lin dan Jiu Rui, mereka datang dengan memacu kuda mereka dengan sangat cepat.


Setibanya di depan Desa, mereka di sambut dengan pemandangan yang mengerikan, banyak mayat para pendekar terbaring di tanah, Bau amis darah bercampur dengan bau asap juga mereka rasakan.


Mereka melihat Ho Chen yang sedang berbicara dengan beberapa pendekar dan berjalan mendekatinya.


"Itu Tuan Lho, dia sudah datang..!." Seru salah satu pendekar menunjuk ke arah Lho Zian yang berjalan ke arahnya.


Lho Zian sendiri cukup terkejut setelah melihat para pendekar dari sekte Ular Hijau sudah tidak bernyawa, tidak satu pun yang hidup.


Lho Zian bingung harus bereaksi seperti apa,  apakah harus senang karena menang, namun di bilang menang nyatanya banyak penduduk desa yang mati, di tambah lagi dengan para pendekar.


Namun Lho Zian masih punya rasa hutang budi kepada Ho Chen, setidaknya dirinya beserta pendekar dan beberapa gadis bisa selamat karena bantuan Ho Chen.


Kesembilan pendekar lainnya juga tidak menduga jika bantuan yang datang hanya seorang diri, namun mampu mengalahkan mereka semua sendiri hanya dalam waktu sepertiga malam saja.


"Pendekar Chen, terima kasih banyak sudah membantu Kami!." Kata Lho Zian dengan membukukkan badannya.


"Tuan Lho, simpan saja terima kasih mu, sebaiknya kita urus dulu mayat-mayat  ini sebelum menimbulkan penyakit." Kata Ho Chen.


Mereka semua setuju dan segera mengumpulkan mayat-mayat para warga, mayat para penduduk di makam kan secara masal, sedangkan mayat dari sekte Ular Hijau di tumpuk lalu di bakar oleh Ho Chen.


Seharian penuh mereka bekerja, saat malam tiba semua mayat sudah selesai di makamkan.


Setelah semua nya selesai, mereka semua duduk termenung, mereka tidak tahu harus melakukan apa kedepannya, semua rumah sudah habis terbakar sehingga tidak ada rumah yang layak untuk di huni oleh mereka.


"Tuan Lho, apa yang akan anda lakukan sekarang?." Tanya Ho Chen yang duduk bersama Jiu Rui dan juga Qiao Lin.


Lho Zian menggelengkan kepala sekaligus menjawab, saya juga tidak tahu!." Kata Lho Zian.


"Baiklah Tuan Lho, jika Tuan Lho dan semuanya tidak keberatan, saya ada sedikit saran untuk kalian semua." Kata Ho Chen.


Lho Zian segera menoleh ke Ho Chen dan bertanya. "Apa saran pendekar? Katakanlah kami akan mengikuti nya." Kata Lho Zian.

__ADS_1


"Jika kalian mau, pergilah ke arah selatan, dan carilah nama Desa Hutan Bambu, kalian bisa hidup disana dan memulai hidup baru kalian, disana juga ada sekte yang baru di bangun, jadi para senior semua juga bisa bergabung dengan sekte tersebut." Kata Ho Chen.


"Pendekar, jangan panggil kami senior, kami hanya lah pendekar kampung biasa, jadi tidak pantas jika pendekar memanggil kami dengan sebutan senior." Jawab salah satu dari mereka.


"Kalian semua lebih tua dari ku, jadi sudah sepantasnya bagi ku untuk memanggil kalian senior." Kata Ho Chen.


Lho Zian tentu sudah tahu jika Ho Chen masih sangat muda, namun yang lainnya sedikit ragu, karena mereka belum melihat wajah Ho Chen.


"Saya salut kepada pendekar Chen, ini sebagai bukti bahwa pemuda jaman sekarang masih menghormati mereka yang lebih tua, walau pun pendekar Chen sangat kuat, namun dia tidak mau bersikap kurang ajar kepada orang yang lebih tua darinya." Kata Lho Zian memuji ke sopanan Ho Chen.


"Anda pasti bercanda tuan Lho, apa menurut anda pendekar ini masih muda?." Kata salah satu dari mereka.


"Benar, pendekar ini memang sangat lah muda." Kata Lho Zian meyakinkan mereka, namun tidak satupun dari mereka yang percaya.


Ho Chen hanya tersenyum tipis di balik topeng nya mendengar pembicaraan mereka yang memperdebatkan tentang usia dirinya yang menurutnya itu tidak terlalu penting.


"Tuan Lho, ada yang ingin saya bicarakan, bisakah kita bicara berdua saja?." Kata Ho Chen.


"Tentu saja bisa pendekar Chen!." Jawab Lho Zian.


Ho Chen dan Lho Zian pergi ke tempat yang agak jauh dari mereka dan berhenti setelah yakin tidak ada yang dapat mendengar pembicaraan mereka berdua.


"Tuan Lho, saya ingin bertanya! Dari mana Tuan Lho mendapatkan cincin ini?." Tanya Ho Chen sambil menunjukkan cincin yang di berikan oleh Lho Zian padanya.


Lho Zian terdiam sejenak lalu mulai menceritakan asal dari cincin tersebut.


"Cincin itu sudah di miliki oleh para kepala desa terdahulu, dan terus di waris kan kepada kepala desa berikutnya hingga kepada saya.


Menurut cerita, dulu seseorang pernah menemukan cincin tersebut di dalam sebuah Goa, lalu memberikannya kepada kepala Desa Jinhu yang pertama." Kata Lho Zian menceritakan secara singkat.


Ho Chen mengangguk kemudian berkata. "Apa Tuan Lho tahu jika sebenarnya meraka datang dan menyerang desa hanya demi cincin ini?." Tanya Ho Chen yang di sambut keterkejutan Lho Zian.


"Apa..! Jadi cincin ini sebenarnya yang mereka cari? Tapi kenapa? Apa ke istimewa an dari cincin ini?." Tanya Lho Zian dengan tidak menutupi rasa keterkejutan nya.

__ADS_1


Ho Chen mulai menceritakan tentang rahasia di balik cincin tersebut dengan sangat singkat sehingga membuat Lho Zian semakin terkejut.


Lho Zian tidak menduga jika cincin yang selama ini menemani dirinya adalah benda pusaka, namun Lho Zian sadar jika dia tetap memiliki cincin tersebut, maka dia akan menjadi incaran para aliran hitam yang sudah bersekutu dengan para Iblis.


"Pendekar, sebaiknya pendekar saja yang menyimpan cincin itu, itu akan lebih aman dari pada berada sama saya." Kata Lho Zian yang kini tidak lagi menginginkan cincin pembawa petaka tersebut.


"Baiklah jika Tuan Lho memberikannya padaku, aku akan menjaganya dengan baik!." Jawab Ho Chen.


Setelah selesai berbicara, mereka kembali ke tempat Jiu Rui berada dan kembali berbincang-bincang hingga larut malam.


Pagi harinya, mereka pun berkumpul di depan Desa Jinhu yang kini sudah musnah. "Sebaiknya kalian segera pergi ke Desa Hutan Bambu, lebih cepat akan lebih baik, dan katakan kepada Ketua Sekte Hutan Bambu jika kalian datang kesana atas perintah ku." Pesan Ho Chen.


"Terima kasih pendekar Chen, kami akan segera kesana, namun jika boleh saya tahu, kemana tujuan kalian berikutnya?." Tanya Lho Zian.


"Aku akan pergi ke Sekte Ular Hijau dulu, jika urusan ku di sana sudah selesai, maka kami akan kembali melanjutkan perjalanan kami kembali." Kata Ho Chen.


"Baiklah semuanya, jaga diri kalian baik-baik, ingat segera pergi ke Desa Hutan Bambu! Sampai jumpa lagi...!." Kata Ho Chen kemudian melanjutkan perjalanannya.


Mereka semua terus memandangi kepergian ketiganya hingga tidak terlihat dan kemudian segera bersiap untuk berangkat ke Desa Hutan Bambu mengikuti saran Ho Chen.


***


"apa kita benar-benar pergi ke Sekte Ular Hijau?." Tanya Qiao Lin setelah mereka sudah jauh dari Desa.


"Iya, kita akan kesana, aku harus memperbaiki kesalahan yang sudah ku lakukan dulu." Kata Ho Chen.


"Apa maksud mu, apa kamu berencana berbicara dengan Shuo Jie?." Tanya Jiu Rui.


"Tidak, aku tidak akan bicara apapun dengannya, melainkan ingin melenyapkan sekte itu dari bumi ini."


"Melenyapkan sekte Ular Hijau? Kita hanya bertiga, apa mungkin kita sanggup menghancurkan sekte itu?." Tanya Jiu Rui dengan penuh keraguan.


Ho Chen tersenyum tipis lalu berkata. "Kalian tidak perlu ikut kesana, biar aku Niu dan Naga Putih saja yang kesana, kalian tunggu saja di tempat yang aman." Kata Ho Chen berbicara dengan tenang.

__ADS_1


Jiu Rui dan Qiao Lin sudah tahu kekuatan Naga Putih yang bisa berubah wujud menjadi Se ekor naga yang sangat besar, namun mereka tidak tahu seperti apa kekuatan Niu jika berada di medan pertempuran.


Mereka bertiga terus berjalan menuju ke Sekte Ular Hijau, kali ini niat Ho Chen sudah bulat, dia sudah tidak mau lagi membiarkan Sekte yang bersekutu dengan iblis terus berkembang. "Tunggulah Shuo Jie, aku datang untuk membuat perhitungan dengan mu." Kata Ho Chen dengan mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat.


__ADS_2