Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Dantian


__ADS_3

Liu Wei memandangi pria tersebut yang berdiri di belakang Yin Fei.


" Senior Chungying." Liu Wei membungkukkan badannya memberi hormat kepada Wang Chungying.


Yin Fei langsung berdiri dan mengikuti Liu Wei memberi hormat kepada Wang Chungying.


"Apa kamu mau jika aku yang melatih mu?." Tanya Wang Chungying setelah mereka semua kembali duduk.


Yin Fei terkejut dengan pertanyaan tersebut. "Saya...!." Yin Fei bingung mau menjawab Apa, kemudian Liu Wei memegang pundaknya.


"Kau terima saja penawaran senior Chungying, suatu keberuntungan bisa di latih langsung oleh senior!." Kata Liu Wei.


Wang Chungying tersenyum tipis mendengar perkataan Liu Wei yang memuji tinggi akan dirinya, walau pujian itu terlihat meninggikan dirinya, namun jika di bandingkan dengan Jian Heeng jelas dia bukan apa-apa.


Wang Chungying yakin dalam beberapa tahun kedepan Jian Heeng pasti bisa menyusulnya mengingat bakat yang di miliki Jian Heeng.


"Apa senior Chungying tidak memiliki murid lain?." Tanya Yin Fei.


Liu Wei menggelengkan kepala. "Tidak, selain putranya dia tidak mengambil murid lain lagi!." Kata Liu Wei menjelaskan.


"Yang di katakan nya benar, aku tidak pernah mengangkat seorang murid lain karena aku hanya akan mengangkat murid yang benar-benar bisa mewarisi ilmu ku kelak." Ucap Wang Chungying.


"Kenapa senior memilih ku? Bukankah masih ada orang lain yang pasti lebih bisa mewarisi ilmu senior?." Kata Yin Fei yang menurutnya Wang Chungying salah memilih orang, karena dirinya tidak mengerti akan ilmu apapun.


Wang Chungying kembali menjawab. "Aku tau kau tidak pernah berlatih ilmu apapun namun Dantian yang kau miliki sangat cocok untuk menguasai ilmu ku."


"Dantian..? Apa itu..?." Tanya Yin Fei.


Wang Chungying menjelaskan kepada Yin Fei. "Dantian itu adalah tempat pusatnya penyimpanan energi, namun setiap Dantian berbeda-beda, letak Dantian itu sendiri berada di dekat pusar perut...!." Wang Chungying bangkit lalu mengambil sebatang ranting kemudian melemparkan ranting tersebut ke atas, kemudian dengan satu gerakan jari keluar api dari jarinya kemudian membakar ranting tersebut.


"Dantian ku berunsurkan api, karena itu aku bisa mempelajari Tehnik Api." Kata Wang Chungying.


Yin Fei sudah sedikit memahami Apa yang di maksud oleh Wang Chungying.

__ADS_1


Dantian adalah pusat perubahan energi, dalam dunia pendekar orang yang memiliki satu Dantian yang berunsur satu perubahan jenis energi akan di sebut sebagai berbakat.


Namun kadang ada juga yang memiliki lebih dari satu Dantian yang memiliki perubahan jenis energi, jika seseorang memiliki dua Dantian dia masih di sebut sebagai orang yang berbakat walau perkembangannya sedikit terlambat jika di bandingkan dengan orang yang memiliki satu Dantian.


Kang Jian, Qiao Ho sebagai contoh nya! Mereka hanya memiliki satu Dantian saja karena itu mereka menjadi sangat kuat, dan masih banyak lagi yang lainnya.


Namun berbeda dengan orang yang memiliki lebih dari satu atau bahkan sampai memiliki lebih dari dua, mereka tidak akan di sebut sebagai berbakat karena perkembangannya akan sangat lambat, Salah satunya adalah Dantian yang di miliki oleh Ho Chen.


Kasus seperti Ho Chen tidak akan pernah di temukan di tempat lain, karena Ho Chen memiliki banyak Dantian, seharusnya Ho Chen akan sangat lambat dalam perkembangan energinya karena tidak akan mudah untuk mempelajari banyak perubahan jenis energi.


Namun nyatanya Ho Chen mampu mempelajari beberapa Tehnik yang berbeda-beda. Saat ini saja Ho Chen sudah menguasai beberapa Unsur yaitu, Api, Air, Es, Bumi, petir, Angin dan kemungkinan akan bertambah lagi.


"Bagaimana apa kau mau menjadi murid ku?." Tanya lagi Wang Chungying setelah selesai menjelaskannya.


"Saya akan meminta pendapat ayah dulu! Jika dia mengijinkan maka saya akan belajar kepada senior." Kata Yin Fei.


Wang Chungying tersenyum lebar mendengar ucapan Yin Fei, dengan begitu secara tidak langsung Yin Fei mau menjadi murid nya.


"Saudari Fei, mungkin ketua akan tiba kesini sekitar satu bulan lagi, karena tempat pertemuan akbar tersebut sangatlah jauh! Apa kamu yakin masih mau menunggu kedatangan  ketua untuk meminta ijin?." Kata Liu Wei sekaligus bertanya akan keputusan Yin Fei.


Yin Fei mengangguk. "Aku akan tetap menunggunya walau itu selama satu bulan sekalipun, karena hanya ayah lah yang bisa mengijinkan ku untuk berlatih." Kata Yin Fei.


"Baiklah kalau begitu! sekarang aku akan pulang, kalian berdua silahkan berbincang-bincang kembali." Kata Wang Chungying dan di balas dengan kedua gadis tersebut dengan angukan.


Wang Chungying pergi kerumahnya dan  meninggalkan mereka berdua.


.


Liu Wei  dan Yin Fei kembali duduk mereka berdua kembali mengobrol  seperti biasanya.


"Saudari Fei! Apa menurutmu saudara Chen menyukai Qiao Lin?." Liu Wei membuka topik terlebih  dahulu.


Setelah ia mengetahui bahwa Ho Chen tidak hanya berdua saja dengan Liu Rui melainkan ada Qiao Lin yang juga ikut pergi dengannya.

__ADS_1


Pikirannya mulai tidak tenang akan kabar tersebut, dia bertekad akan lebih giat lagi berlatih dan berencana akan menyusul Ho Chen dan mengikutinya seperti Liu Rui dan Qiao Lin.


"Kenapa kamu malah bertanya seperti itu? Apa jangan-jangan kamu cemburu..!." Tanya Yin Fei dengan tersenyum menggoda.


"Aku..!." Liu Wei malu untuk menjawab wajahnya menjadi memerah karena sudah keceplosan berbicara seperti itu, dia memalingkan wajahnya di serta dengan gelengan kepala pelan. "Ti-tidak bukan begitu aku hanya bertanya kok..!." Kata Liu Wei berusaha menutupi wajahnya.


Senyum Yin Fei semakin lebar, sebagai sesama perempuan jelas dia tahu akan perasaan Liu Wei, kemudian Yin Fei kembali menggoda. "Jika melihat dari sikap Ho Chen, sepertinya dia juga menyukai saudari Lin!." Kata Yin Fei yang semakin membuat hati Liu Wei seperti terbakar.


Liu Wei tidak berkata sepatah katapun, dia sudah mengerti jika Yin Fei sengaja menggodanya, walau perkataan Yin Fei belum tentu benar, namun hati Liu Wei masih tidak terima jika hal itu benar-benar terjadi.


Yin Fei menepuk pundak Liu Wei yang terlihat melamun. "Aku hanya becanda jangan terlalu di ambil hati! Aku juga tidak tahu apa dia juga menyukai saudari Lin atau tidak! Namun jika kau juga menyukainya, maka kau harus berusaha bagaimana caranya agar bisa membuat Ho Chen menyukai mu, jika kalian berjodoh apapun yang terjadi kalian akan tetap bisa menjadi pasangan yang sebenarnya! Namun jika tidak berjodoh, maka kau harus merelakan dirinya dan mencari jodoh mu yang lain." Kata Yin Fei menasehati Liu Wei.


Liu Wei mengangguk. "Terima kasih atas nasehatnya saudari Fei." Kata Liu Wei yang wajahnya sudah kembali normal.


Mereka berdua berbincang-bincang cukup lama sebelum akhirnya mereka berdua kembali ke rumah mereka masing-masing.


***


Catatan


maaf ini memang di luar rencana saya.


Saya juga ingin kembali up 2 episode setiap malam.


Namun waktu yang tidak mendukung saya, karena kesibukan pekerjaan saya yang semakin padat di bulan puasa ini.


Jika semua kembali normal, saya pasti akan up 2 episode lagi setiap malamnya.


Namun saya tidak tahu kapan semua itu akan kembali normal. mungkin sampai puasa ini berakhir, berdoa saja mudah-mudahan semua kembali lancar.


jadi Mohon bersabar.


Terima Kasih.

__ADS_1


__ADS_2