Pendekar Dewa Abadi

Pendekar Dewa Abadi
Kewajiban kaisar


__ADS_3

“Mungkin aku hanya sedikit lelah, sekarang kamu istirahat dulu, aku akan pergi menemui Ayah." Yihua mencoba mencari alasan kepada Ho Chen.


Yihua bangkit dan melangkah keluar dengan muka semakin merah bagai buah tomat. Setelah menutup pintu kamar Ho Chen, Yihua langsung bersandar di dinding luar kamar, nafasnya tidak karuan dan matanya terpejam. Setelah nafasnya sedikit teratur Yihua pergi menemui ayahnya.


Ho Chen menyaksikan Yihua yang melangkah keluar hanya bisa menatap heran dengan sikap Yihua, Dan Yihua menutup pintu kamarnya.


“Chen'er, ternyata kamu sangat bodoh..!" Ming Hao segera berbicara setelah pintu kamar tertutup.


“Memangnya kenapa guru? Apa karena aku kalah bertarung dengan anggota Rantai Besi?" Ho Chen tidak mengerti kenapa gurunya mengataka dirinya bodoh.


“Bukan soal itu...! melainkan soal Yihua. Apa kamu tidak mengetahui perasaan wanita?" Ming Hao juga melihat sikap Yihua, menurutnya Yihua memiliki perasaan kepada Ho Chen, namun Ho Chen malah tidak mengerti akan hal itu.


“Aku tahu guru, Perasaan Yihua sekarang sedang tidak enak, mungkin memang sedikit lelah."


Ming Hao hanya menghela nafas panjang mendengarnya, menurutnya Ho Chen hanya terlalu polos dan hanya berlatih meningkatkan kekuatannya sehingga tidak berlatih tentang perasaan seorang wanita.


“Sudahlah guru, sekarang yang terpenting aku harus cepat pulih dan berlatih kembali."


Ho Chen duduk bersila dan mengeluarkan Pil Gunung matahari yang di berikan oleh Feng Ying untuk mengembalikan energinya.


Ho Chen menelan Pil tersebut, Ho Chen segera meditasi dan menyerap hasiat dari pil Gunung matahari tersebut, sekitar 5 menit Ho Chen bisa Merakan energinya perlahan lahan mulai terisi kembali, Ho Chen terus menyerap hasiat dari Pil tersebut hingga habis.


Setelah setengah jam energinya sudah lebih 50 persen dan Ho Chen menghentikan meditasinya karena mendengar langkah kaki orang yang datang ke kamarnya.


Pintu kamar Ho Chen terbuka dan 6 orang memasuki kamarnya mereka adalah kaisar Hong, permaisuri, Penasehat Yuwen, Jendral Shing, Jendral Yin, dan Jendral Zhen.


“Chen.. Bagaimana kondisimu?" Tanya Kaisar Hong dengan tersenyum lebar.


“Kondisi hamba sudah lebih baik yang mulia, terima kasih sudah menolong hamba.!" Ho Chen berbicara sambil tetap duduk besila.


Pandangan Ho Chen tertuju kepada seorang wanita berumur 40 tahunan dan mengunakan baju zirah berwarna kuning keemasan, sedangkan di bahunya ada selendang warna biru melingkari lehernya.

__ADS_1


“Itu tidak seberapa, jadi Tidak perlu berterima kasih kepadaku." Jawab Sang Kaisar


“Benar Chen ini hanya bantuan sederhana jadi tidak perlu di pikirkan." Kata sang permaisuri dengan tertawa pelan dan di tutupi oleh jubah lengannya.


“Ah aku hampir lupa, perkenalkan ini Jendral Yin Lun dia baru tiba tadi sore." Kaisar memperkenalkannya.


“Salam kenal Pendekar Dewa, sebuah kehormatan bagi saya bisa bertemu dengan anda secara langsung!" Yin Lun membungkukkan badannya.


Ho Chen membalas salamnya dengan anggukan pelan disertai senyuman lembut.


Ho Chen juga merasakan Tingkat Energi Jendral Yin yang berada di tingkat Alam.


“Sebenar apa yang sudah terjadi padamu Chen? Kenapa kamu bisa terluka? Siapa yang menyerang mu?" Tanya kaisar dengan penasaran.


Ho Chen menarik nafas panjang, kemudian menceritakan garis depan kejadian yang di alaminya. mulai dari pertemuannya dengan Nenek Kiew hingga bertemunya dengan tiga orang anggota kelompok Rantai Besi.


“Ternyata ulah kelompok Rantai Besi lagi." Ucap Jendral Zhen dengan nada geram.


“Apakah yang mulia juga sudah mengetahui akan keberadaan kelompok tersebut.?" Tanya Ho Chen.


“Aku juga sudah mendengarnya dari laporan para warga kepada para penjaga, dan hingga saat ini belum di ketahui letak markas mereka." Jawab Kaisar Hong dengan wajah lesu.


"Pendekar Dewa, mulai saat ini jika anda ingin pergi keluar, saya akan menemani anda."


“Saya juga akan ikut menemani...!"


"Saya juga..." Ketiga jendral saling menawarkan diri untuk menemani Ho Chen.


“Mereka benar, pilihlah salah satu dari mereka untuk menemanimu jika ingin pergi ke kota, jika sampai bertemu dengan kelompok Rantai Besi lagi, kamu tidak perlu turun tangan sendiri." Kata kaisar.


“Terima kasih yang mulia, hamba lebih suka berjalan sendiri dan tidak perlu di temani." Jawab Ho Chen dengan canggung. Ho Chen berpikir, Jika sampai dia dikawal oleh jendral dan juga pasukan, maka dia tidak bisa leluasa bergerak bebas.

__ADS_1


“Pendekar dewa tolong terimalah tawaran sang kaisar! semua ini demi keamanan pendekar Dewa." Penasehat Yuen juga ikut membujuk Ho Chen.


Ho Chen sangat frustasi di buat oleh mereka, tidak dia duga hidup di lingkungan kekaisaran akan sangat merepotkan. Ho Chen hanya bisa menghela nafas, sekarang dia berpikir ingin cepat pergi dari istana dan melanjutkan kembali perjalanan yang tertunda.


Setelah berpikir cukup lama akhirnya Ho Chen memiliki ide. “Yang mulia, bisakah hamba meminta bantuan yang mulia?" Tanya Ho Chen


“Oh,, tentu.! Bantuan seperti apa yang kamu inginkan?" Senyum kaisar semakin melebar begitu mendengar Ho Chen meminta bantuannya.


“Yang mulia, tolong kirimkan beberapa penjaga untuk menjaga penduduk di pinggiran kota, dan tolong juga berikan beberapa bantuan seperti baju, beras, dan juga dana untuk memperbaiki rumah warga miskin."


Permintaan Ho Chen membuat permaisuri dan sang kaisar terpana sekaligus berdecak kagum. Penasehat Yuwen da para jendral juga saling berpandangan.


“Bagaimana? Apa kaisar bersedia untuk memberikan bantuan itu?." Tanya Ho Chen ketika kaisar dan lainnya hanya diam.


“Tentu saya bersedia...! Besok saya akan mengirimkan para prajurit ke sana untuk menjaga para penduduk disana, dan juga akan mengirimkan bantuan lainnya." Jawab Kaisar Hong dengan semangat.


Ho Chen begitu senang mendengarnya. “Terima kasih kaisar."Ho Chen menganggukkan sedikit kepalanya.


“Ho Chen, kenapa kamu bilang terima kasih? Ini sudah menjadi kewajiban ku sebagai seorang kaisar. Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu karena sudah mengingatkanku sekaligus membantu rakyatku." Kata Kaisar Hong.


“Kalau begitu ijinkan saya ikut membantu menjaga keamanan disana." Ucap jendral Yin, dan kedua jendral lainnya juga ikut menyuarakan hal yang sama.


“Sekarang kamu istirahat yang cukup, agar kondisimu cepat pulih, biar nanti saya suruh Yihua membantu menjagamu." Kata permaisuri dengan berkata lembut.


“Permaisuri sepertinya Yihua sedang kelelahan jadi biarkan dia istirahat juga."


Permaisuri bingung, karena sebelumnya dia melihat Yihua baik-baik saja ketika Yihua mengabarkan tentang kondisi Ho Chen yang sudah siuman.


“Baiklah kalau begitu kami akan kembali." Kata kaisar.


Setelah berpamitan mereka semua pergi dan kini hanya Ho Chen seorang diri di dalam kamar. Ho Chen menghela nafas lega ketika semuanya sudah pergi, dia kembali duduk bersila untuk menyembuhkan lukanya dengan menggunakan energinya hingga pagi hari.

__ADS_1


__ADS_2