
Ho Chen ikut tertawa melihat mereka berdua. “Saudrara muda Chen! Apa latihanmu tidak terganggu dengan keberadaan para naga itu?." Yuen kembali bertanya setelah mereka semua sudah mulai berhenti tertawa.
“Tidak ketua Yuen! Justru Pemimpin naga tersebutlah yang melatihku.." Jawab Ho Chen.
Mereka semua melongo mendengar ucapan Ho Chen. Mereka berpikir Ho Chen adalah orang yang paling beruntung bisa belajar langsung dengan seekor naga.
“Baik sekali pemimpin naga itu? Coba dia ada di sini, aku mau berlatih denganya..!" Kata Jiu Rui yang duduk berdua dengan Yuen Fang di samping jendela.
“Aku tidak yakin dia mau melatihmu..! Kalau sampai dia berada di sini! Bisa-bisa kamu pingsan duluan..!" Kata Ho Chen.
Jiu Rui merasa dirinya di ejek oleh adiknya. Jika tidak ada para ketua sekte yang berkumpul mungkin Jiu Rui akan protes habis-habisan.
“Aku penasaran dengan pemimpin naga itu." Kata Feng Ying.
“Iya aku juga penasaran, apa memang dia sekuat itu, dan sebesar yang di ceritakan oleh Chen'er..!" Qiao Ho juga menjadi ikut penasaran.
Ho Chen tersenyum canggung, secara tidak langsung, mereka meragukan apa yang telah di ceritakan olehnya.
“Suatu hari nanti para senior akan melihatnya.!" Ucap Ho Chen dengan tersenyum penuh makna.
Mereka semua menatap Ho Chen dengan heran, mereka menduga kalau Ho Chen menyimpan sesuatu yang besar namun masih belum ingin menunjukan kepada meraka
“Guru! Sebaiknya kita memikirkan masalah jendral iblis bersama para pengikutnya, apa tidak sebaiknya kita pergi ke sekte Darah iblis?." Ho Chen mengalihkan topik pembicaraannya.
“Saat ini kekuatan mereka sangat lemah, ini adalah kesempatan yang baik untuk kita menyerang balik mereka..!" Kata Yuen.
“Tidak.! Mereka tidak akan sebodoh itu untuk tetap tinggal di sana. Aku yakin mereka semua sudah memindahkan sektenya." Qiao Ho menyuarakan pendapatnya.
Feng Ying hanya diam sambil mengelus-elus jenggotnya. “Begini saja! Biar aku pergi kesana untuk memastikan mereka ada atau sudah pindah, jadi tunggulah sebentar di sini." Ucap Feng Ying
Tampa menunggu reaksi mereka semua, Feng Ying sudah menghilang dari tempat duduknya, memebuat mereka hanya bisa memandang kursi tempat Feng menghilang.
“Sesepuh Feng ini terlalu terburu-buru.." kata Biksu Shao Sheng sambil menggelengkan kepalanya.
Ho Chen tersenyum kecut mendengar itu, dia juga sependapat dengan Biksu Shao Sheng.
Namun tidak lama Feng Ying kembali muncul dan berdiri di samping Kang Jian.
“Bagaimana hasilnya Guru...?" Tanya Ho Chen.
__ADS_1
Feng Ying terlihat bingung dengan wajah sedikit malu. Dia menggaruk kepalanya. “Ehh... Anu..! Aku tidak tau di mana letak Sekte Darah iblis...!" Kata Feng Ying yang masih menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Mereka semua mendengar itu hampir terjatuh dari kursinya. Mereka tidak menyangka, Feng Ying yang terkenal kehebatannya nyatanya tidak mengetahui tempat sekte besar seperti Darah iblis.
“Kenapa guru tidak mencari energi mereka saja? Bukankah akan lebih mudah." Kata Ho Chen memberi saran.
“Aku tidak bisa merasakan energi jendral iblis, sepertinya dia menyembunyikan energinya..!"
“Sesepuh Feng. Carilah ke arah selatan, letaknya tidak jauh dari desa Chen'er.." Kata Kang Jian.
“Baiklah..!" Feng Ying kembali menghilang.
“Semoga kali ini dia menemukanya..!" Kata Qiao Ho.
Mereka kembali berbincang-bincang sambil menunggu Feng Ying kembali dari sekte Darah iblis. Sekitar hampir dua jam. Feng Ying kembali muncul di tempat mereka.
“Bagaimana? Apa guru menemukan sekte mereka?." Tanya Ho Chen memastikan gurunya tidak lagi nyasar.
Feng Ying mengangguk. “Mereka sudah tidak ada di sana, sepertinya mereka baru pindah siang tadi."
“Selagi mereka masih berkeliaran, maka kita masih jauh dari kata tenang." Ucap Qiao Ho sambil mengepalkan tangannya.
Mereka semua kembali ke kamar masing-masing. Feng Ying dan Ho Chen pergi menuju ke samping rumah Yuen dan berbincang-bincang.
“Chen'er, aku sudah tidak punya sesuatu yang bisa di ajarkan kepadamu. Sekarang kau bisa menentukan masa depanmu sendiri."
Ho Chen terkejut mendengar perkataan gurunya. “Tidak Guru. Masih ada yang harus guru ajarkan kepadaku..!"
Feng Ying tersenyum tipis, dia tau apa yang di maksud oleh Ho Chen. Ho Chen ingin mempelajari Tehnik Ruang waktu. Karena itulah dia melakukan perjalanan ke tempat gurunya.
“Kemana Ming Hao? Kenapa dia belum keluar juga?." Tanya Feng Ying karena tidak merasakan keberadaanya.
Ho Chen menghela nafas panjang kemudian menjelaskan. “Guru Hao sedang tertidur, dan akan butuh waktu yang lama baginya untuk bangun."
“Apa Maksudmu?." Tanya Feng Ying yang kebingungan.
Ho Chen kemudian menjelaskan. Setelah Ming Hao dan Yu memberikan tenaganya kepada Ho Chen! Yu akan menghilang, sedangkan Ming Hao akan tertidur di dalam gelangnya karena energinya sudah habis. Untungnya Ming Hao tidak ikut menghilang seperti Yu.
Feng Ying mendengar penjelasan tersebut dan mengerti akan situasinya. “Chen'er mulai saat ini akan banyak masalah yang akan kau hadapi, jangan terlalu bangga dengan kekuatan yang kau miliki. Kamu harus ingat! Di atas Langit masih ada Langit."
__ADS_1
“Baik guru. Murid akan mengingat nasehat guru." Kata Ho Chen. Kemudian mereka berjalan menghampiri Kun yang sedang tidur-tiduran di bawah pohon.
Feng Ying masih ingat akan kelakuan kuda itu, dia masih menyimpan rasa kesalnya. “Chen'er! Dari mana kamu mendapatkan kuda sapi itu?." Tanya Feng Ying.
“Guru.. Namanya Kun, bukan kuda sapi." Kata Ho Chen.
“Iya-iya.. maksudku dari mana kamu mendapatkan Kun ini?." Tanya lagi Feng Ying karena tidak mau di protes untuk kedua kalinya oleh Ho Chen.
“Tentu saja di Dunia Naga..!" Jawab Ho Chen sambil berjalan menghampiri Kun.
“Ho Chen! Andai dia bukan gurumu! Sudah dari tadi aku memakannya."
Ho Chen tiba di depan Kun, kemudia Kun mulai berbicara padanya, pembicaraan yang hanya bisa di dengar oleh Ho Chen.
Ho Chen hanya tersenyum mendengar perkataan Kun. Dia mengusap kepala Kun dengan lembut. “Terima kasih karena kamu tidak jadi memakannya." Kata Ho Chen dengan berbicara memakai behasanya sendiri.
“Memakan siapa?." Feng Ying mendengar ucapan Ho Chen dan langsung bertanya.
“Ini guru.. Kun ingin memakan bunga di depan sekte tadi tapi tidak jadi." Jawab Ho Chen dengan mencari alasan.
“Hah.! Apa kau mengerti bahasanya?." Tanya Feng Ying keheranan.
“Dia menunjukan dengan isyarat saja.." jawab Ho Chen dengan santai.
“Kau sungguh aneh bisa mengerti isyarat sapi itu!" Kata Feng Ying.
Kun menoleh ke arah Feng Ying yang memakinya, dia hampir tidak tahan lagi karena terus di Katai sapi oleh Feng Ying.
“Kun! Apa aku boleh mengubah namamu?." Tanya Ho Chen.
“Biar aku saja yang berinya nama yang bagus.!" Kata Feng Ying.
“Ho Chen, aku tidak yakin gurumu itu akan memberikanku nama yang bagus.!" Kata Kun karena dia tau Feng Ying kesal kepada dirinya.
Namun anggapan Kun salah, ternyata Feng Ying memberinya nama yang dia sendiri juga menyukainya.
“Karena kamu membawanya dari dunia naga maka nama yang cocok denganya adalah Kuda Naga...! Bagaimana?."
Kuda tersebut langsung bangun begitu memberinya nama Kuda Naga dan menghampiri Feng Ying. “Terima kasih! Aku menyukainya..." Katanya.
__ADS_1
Feng Ying tidak mengetahui jika kuda tersebut berbicara padanya, yang ia tahu kuda tersebut hanya terdengar suara dengkuran dan dengusan bukan berbicara.