Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 110 - Kristal Merah


__ADS_3

Sekitar mereka sudah lebih lengang, Xin Chen tak menjawab beberapa saat. Alih-alih dia justru mengubah topik pembicaraan.


"Kau bukan orang asli sini?"


Raut muka setenang air itu berubah sedikit terkejut. Namun dia menunjukkan sedikit kekaguman ketika berbicara, "Anda orang yang amat teliti, Tuan."


"Aku tak bermaksud menyinggung mu. Tapi di situasi seperti saat ini, hadirnya orang asing adalah sebuah ancaman. Salah-salah kau akan dihakimi sepihak oleh orang-orang, meski dalam artian kau tak bersalah." Nasehat Xin Chen sepertinya sudah lebih dulu dirinya ketahui, meski dia masih mengangguk-angguk kecil.


"Saya sadar akan hal itu, Tuan. Tapi saya sendiri mempunyai surat izin masuk. Ada beberapa kepentingan di kota seberang. Saya akan meninggalkan kota ini usai fajar."


Xin Chen tak memaksa pemuda itu berbicara lebih jauh soal kepentingannya. Dia menghargai privasi pemuda itu. Tapi pemuda itu sendiri yang memperkenalkan dirinya.


"Namaku Luo Li. Tabib dari Kekaisaran Wei. Saya ke sini untuk mengambil beberapa sample tanaman obat yang diperlukan untuk penelitian kami. Tentu kami telah membayar banyak untuk mendapatkan perizinan di tempat ini."


Dia menjelaskan sejelas-jelasnya tanpa menutupi apa pun. Khawatir Xin Chen menganggapnya sebagai musuh. Xin Chen menepuk pundaknya. "Tak perlu begitu serius. Aku tak melihat ancaman dalam dirimu. Sudah mencoba teh bunga terkenal dari Kekaisaran kami?"


"Aku sering mendengarnya. Tapi tak pernah meminumnya langsung. Katanya teh itu mempunyai khasiat untuk penyembuhan, bukan?"


Xin Chen mengangguk meski pemuda itu tak melihatnya. "Aku akan mengantarmu."


Pada akhirnya keduanya duduk di kedai tersebut. Menikmati teh yang baru saja dihidangkan.


"Aku perlu informasi mengenai sebuah penyakit langka di Kekaisaran kami. Seseorang bilang itu berasal dari Kekaisaran Wei. Apa kau keberatan untuk membagikannya padaku?"

__ADS_1


"Tidak, Tuan. Tapi sebenarnya apa yang ingin Anda ketahui merupakan rahasia Kekaisaran yang amat rahasia. Membeberkannya hanya akan mengundang marabahaya untukku."


"Katakan bayaran yang setimpal untuk marabahaya itu."


Xin Chen tak mau bermain-main kata terlalu banyak, dia sadar kondisi Ren Yuan sudah separah apa dan membutuhkan penawar secepatnya. Jika untuk ibunya, Xin Chen tak akan perhitungan.


Pemuda itu tersenyum tipis dan singkat, menyangkal pemikiran Xin Chen bahwa dia orang yang gila uang. "Saya membutuhkan empat puluh jamur api yang dikatakan tumbuh sejak tiga tahun lalu di daratan pulau Renwu. Tempat itu telah menjadi lautan api yang utuh, nyaris tak ada manusia yang dapat masuk ke sana. Kebanyakan menghilang tanpa jejak."


"Aku sempat tinggal di sana selama tujuh tahun." Pernyataan tersebut kontan membuat si tabib muda kaget terheran-heran. Benar adanya, terdengar kabar tentang seorang pemuda yang menghuni pulau itu sendirian. Dan ketika dia tahu akan siapa sosok yang sedang bicara di depannya, tabib itu menjadi lebih segan.


"Maafkan kelancanganku, Tuan. Guruku menyuruhku mengambil 40 jamur api. Tapi aku sendiri belum tahu cara mendapatkannya. Jika anda menyetujui permintaan ini, saya akan mengatakan semua informasi yang anda butuhkan."


Tak menyia-nyiakan kesempatan, Xin Chen segera menyetujui permintaan Luo Li.


"Aku setuju."


**


Tujuh tahun era kehancuran kedua di Kekaisaran Shang, era berperang untuk Kekaisaran Qing dan era kemusnahan di Kekaisaran Wei.


Kekaisaran Wei terkenal akan peradaban mereka yang sangat maju. Mereka menciptakan peralatan praktis dan instan untuk mempermudah kehidupan. Hanya saja Kekaisaran itu terlalu tertutup, nyaris tak ada distribusi pasar antar Kekaisaran di tempat itu. Terlebih dalam bidang medis, mereka mempunyai ribuan alkemis hebat yang setiap tahunnya menciptakan alat baru.


Tak heran senjata api mudah didapatkan di sana. Obat-obatan yang menambah kekuatan setara dengan kekuatan siluman, atau transplantasi organ siluman ke dlaam tubuh manusia. Menciptakan spesies aneh. Banyak bahan percobaan yang gagal dan dibiarkan menguasai jalanan lalu mati. Atau paling tidak membunuh masyarakat sekitar.

__ADS_1


Mereka tidak peduli akan hal itu. Namun dikatakan Kaisar Kekaisaran Wei memiliki rencana tersendiri untuk memusnahkan dua saingannya Kekaisaran Shang dan Qing. Yaitu menciptakan sebuah peledak dalam radius raksasa dan cukup untuk menghabisi ratusan ribu jiwa dalam satu kali serangan. Atau bahkan, menciptakan sebuah penyakit menular yang membunuh banyak orang dengan perlahan.


Tingginya ilmu medis di Kekaisaran Wei sudah tak bisa dibandingi. Terkadang mereka turun ke Kekaisaran lain, mengumpulkan bahan penelitian dan calon kelinci percobaan. Pergerakan itu sempat Xin Chen hentikan di sebuah Desa Hantu. Semua orang di sana dijadikan bahan percobaan. Usus, otak, dan organ tubuh lainnya dipisahkan. Mereka terlampau keji. Manusia tak ubahnya boneka yang bebas dibongkar pasang seenaknya.


Namun dalam tujuh tahun terakhir, terjadi sesuatu yang mengerikan di sejumlah bagian wilayah Kekaisaran Wei. Semua pihak menggembok rapat-rapat mulut mereka atas musibah yang melanda tanah itu.


Senjata makan tuan. Cukup menjelaskan seluruh kisah yang akan Luo Li katakan. Dia berhenti, menyesap teh bunga yang mulai dingin. Napasnya panjang dan pelan. Xin Chen masih menyimak serius. Tak ingin ketinggalan satu pun informasi.


Terjadi sebuah kekacauan. Dari sana, muncul beberapa jenis penyakit turunan dan penyakit baru. Salah satu penyakit jenis baru itu adalah ciri-ciri dari penyakit Ren Yuan yang telah Xin Chen ceritakan sebelumnya. Awal mulanya, salah seorang alkemis yang bisa dikatakan masih amatir melakukan penelitian secara gegabah. Melibatkan 12 korban yang dicocokkan dengan tubuh serigala.


Tak jelas untuk motif apa. Tapi alkemis itu melakukan ribuan percobaan, semua prosedur dilakukan dengan tidak steril hingga darah dan penyakit bawaan saling bercampur aduk. Menciptakan jenis penyakit baru. Menginfeksi tubuh manusia dengan gejala kelumpuhan selama berjam-jam, menurunnya berat badan, batuk berdarah, sekujur tubuh terbakar dan masih banyak lagi yang belum diteliti. Semuanya berujung pada satu titik. Kematian."


Wajah Xin Chen berubah buruk.


Di sisi lain mendengar penjelasan Luo Li sedikit membuat otak Xin Chen berputar-putar. Seumur hidupnya dia tak pernah berurusan dengan ilmu alamiah. Terlalu rumit dan di tempatnya masih jarang yang mengetahui segala seluk beluknya.


Luo Li menyadari bahasanya terlalu tinggi dan mencoba menjelaskan dengan lebih sederhana.


"Kristal Merah. Itulah nama penyakit ibumu." Lebih jauh Luo Li menjelaskan. Penderita penyakit tersebut memiliki sebuah bagian tubuh yang mengeras berwarna merah. Benda itu tak bisa dipisahkan dari inangnya dengan sembarang karena itu hanya akan mempercepat kematian.


"Di mana aku bisa mendapatkan penawarnya?"


"Sayangnya, belum ada yang membuat penawar untuk penyakit itu. Ada empat penyakit mematikan. Satu penyakit saja membutuhkan waktu tiga tahun untuk mencari obatnya."

__ADS_1


Harapan Xin Chen satu-satunya hancur. Mungkin inilah yang membuat Xin Zhan tak berani buka mulut mengenai penyakit Ren Yuan. Dia sudah tahu lebih dulu, mustahil mendapatkan penawarnya. Tidak ada yang tahu bagaimana cara menyembuhkan Kristal Merah.


Xin Chen mengepalkan tangan, menarik napas gusar. Luo Li tak tega melihatnya, "Namun jika kau benar-benar membutuhkan pertolongan. Aku bisa mengantarmu pada guruku. Dia mungkin bisa menemukan cara untuk menyembuhkannya."


__ADS_2