Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 83 - Selamatkan Aku


__ADS_3

Entah dari mana asalnya, Fu Hua melihat iblis-iblis roh muncul dari balik punggungnya dan tengah bergerak cepat membunuh. Gadis itu menggunakan teknik bertahan dengan membuat lingkaran angin di sekitar tubuhnya, mementalkan segala jenis serangan. Dia terus mundur, mata safirnya terbuka lebar saat menyadari sebuah pergerakan tak jauh dari sana.


Xin Chen sedang menghadapi sekarat di Dimensi Hujan Darah, meski tak terlihat dari gerak-gerik tubuhnya tapi Fu Hua dapat menyadari itu dari raut wajah dan energi kekuatan yang semakin melemah darinya.


Tak merasa memiliki waktu lebih banyak gadis itu nekad mendekati Xin Chen. Di dalam situasi itu, Xin Fai tak serta merta diam membiarkan lawannya yang hampir bisa dia musnahkan diselamatkan oleh musuh baru. Dengan Kitab Terlarangnya, laki-laki itu menciptakan penjara merah yang dikelilingi oleh energi hitam. Tak menyisakan jalan masuk untuk Fu Hua yang hanya beberapa puluh meter dari tempat Xin Chen berada.


'Aku tak bisa mendekati dia sekarang, tak ada pilihan lain selain menghadapi Pedang Iblis lebih dulu.'


Fu Hua menyentuh pergelangan tangannya sendiri, dirinya mulai merasa armor yang melapisi tubuhnya mulai rusak. Tubuhnya merasakan panas tak wajar.


'Mungkin hanya sepuluh menit sebelum armor ini rusak. Aku harus berhasil dengan satu obat ini, Ahli Obat Yan She sudah mengatakan jika ini gagal tak ada kesempatan lain untuk mengembalikan ingatannya.'

__ADS_1


Satu mantra yang kini dia genggam erat dalam tangan, benda itu adalah satu-satunya harapan yang bisa menyembuhkan Xin Fai. Di dalamnya terdapat penghapus kutukan yang dibuat oleh Yan She, untuk menghancurkan kegelapan yang menyelimuti pikiran dan hati seseorang.


Selain kutukan, ramuan obat juga memiliki andil dalam membuat ingatan Xin Fai hancur. Meski hanya sedikit dibandingkan jenis kutukan yang diberikan orang-orang Kekaisaran Qing yang memiliki level tingkat tinggi hingga tak sembarang tabib dapat menyembuhkan.


Sebelum Fu Hua menyerang saja, Xin Fai sudah berada di balik belakangnya secara tiba-tiba. Gadis itu melebarkan mata tak percaya merasakan hawa kehadiran yang sangat mendadak, dia tak berbalik badan dan langsung menghindar. Berhasil menghindar, Fu Hua mundur.


Beberapa helai rambutnya yang terkena sayatan pedang Xin Fai berjatuhan di tanah. Gadis itu mengeluarkan belati kecil di tangannya, napasnya terdengar tak beraturan.


"Aku hanya perlu bertahan sambil mencari celah. Aku akan baik-baik-"


Fu Hua terdiam.

__ADS_1


Darah menetes dari mulutnya, begitu banyak. Mata indahnya kembali terbuka, sangat lebar. Tiba-tiba saja seorang pria muncul, dari wujud rohnya yang bisa menghilang kapan saja dan kini telah berada di depannya.


Dengan pedang menancap di perut Fu Hua. Gadis itu menggenggam bilah pedang tersebut. Merasakan sakit yang langsung membuat seluruh tubuhnya membeku mati rasa. Lalu ketika dia menyadari, Xin Fai telah menyiapkan serangan lainnya yang seratus persen akan membunuhnya dalam hitungan detik.


Masih di ambang ketidakpercayaan, Fu Hua berusaha sekuat tenaga, dia berhasil melepaskan benda tajam itu dari perutnya. Darah keluar begitu deras, membasahi tanah lumpur. Lalu gadis itu merangkak, menatap ke atas dengan tidak berdaya di mana ratusan pisau cahaya tengah mengintai, hendak merebut nyawanya.


Gadis itu menutup mata, melindungi mantra yang harus dia berikan kepada Xin Fai. Kekuatan besar itu mulai membuat sekujur tubuhnya merinding ketakutan. Disertai angin kencang yang rasanya hampir membuat kulit gadis itu terkoyak.


Tak bisa menghindari. Dia tak memiliki waktu untuk kabur sedangkan ribuan-atau bahkan ratusan ribu pisau petir di atasnya menguasai ratusan meter di sekitarnya.


Bibir gadis itu bergetar hebat.

__ADS_1


"Tolong selamatkan aku."


__ADS_2