Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 250 - Balasan Berkali Lipat


__ADS_3

Urat-urat merah kehitaman menjalar di dada Kaisar Yin yang sengaja dibuka untuk diperiksa, dari ratusan tabib dan ahli obat termasyhur sepenjuru Kekaisaran Qing, tak ada yang mampu menyelamatkan laki-laki itu dari mautnya. Dia kejang-kejang, melotot ganas dan mulai memperlihatkan tanda-tanda akan berubah. Sementara itu hampir sepuluh pelayan wanita dan laki-laki berdiri di sisi ranjang besarnya, menahan laki-laki itu agar tidak bergerak.


"Bagaimana ini, kita sudah kehabisan tabib!" Kepala Pengawal Kaisar telah masuk ke dalam ruangan dan tak menemukan apa-apa di luar sana. Bukan lagi orang biasa yang dibawa ke istana melainkan orang terhebat yang ahli di bidang racun, obat, dan penyakit. Tidak satu pun membuahkan hasil, membuatnya gamang tak karuan.


Tangan Kanan Kaisar berjalan memasuki pintu yang hampir seukuran dengan tubuh besarnya, wajah lelaki itu nampak tegang. Dia diikuti seseorang di belakang, samar-samar orang penting di dalam ruangan mulai bisa menebak siapa sosok tersebut.


Nama orang itu telah menyebar ke segala penjuru, tak ada yang tidak tahu siapa dirinya di ruangan tersebut. Kebanyakan tak berani menatap matanya dan hanya menunduk. Dia bahkan bisa membunuh Kaisar Shi tanpa ragu, apalagi hanya pelayan seperti mereka.


"Aku sudah tidak tahu lagi harus bergantung pada siapa, tapi jika benar penawar yang ada di tanganmu akan menyelamatkan Yang Mulia, maka-"


"Tidak, jangan!"


Leluhur Kedua menyergah dengan suara bentakan, "Dia adalah orang yang telah membunuh Kaisar Shi, bisa jadi dia sedang memburu Kaisar kita dan menggencarkan perang berikutnya!"


Xin Chen melirik ke lelaki sepuh itu, sekali dipukul saja semua tulangnya akan pindah pasti.


"Tetua, ini adalah kondisi darurat dan Tuan Muda Xin kedua ini jauh-jauh datang dari Kekaisaran Shang untuk membunuh terinfeksi di distrik 1 dan 6," Lelaki berbadan besar itu menyela putus asa.


Seorang wanita terhormat di belakangnya menimbrungi, ku melihat dua distrik itu sudah aman sekarang, kita mungkin bisa percaya padanya."


Tetapi saja si Leluhur Kedua tak percaya.


"Aku tidak setuju!"


Sementara itu Kaisar Yin akan kehilangan seluruh akal dalam hitungan menit, mereka terus berdebat hingga akhirnya tetap menemukan jalan buntu. Lelaki itu kekeh tak mau mempercayai Xin Chen, sementara pemuda itu sendiri malas berargumen dan memilih diam. Dia membalikkan badan.


"Aku tidak memaksa kalau memang tidak mau, lagipula kalau kau takut aku membunuhnya sebenarnya tanpa racun ini pun bisa langsung ku tikam orang itu sampai mati."


Jawaban sarkas dan tajam itu menghadirkan ketakutan yang semakin besar.


"Aku harus kembali ke tempatku setelah menyelesaikan beberapa laporan selepas misi, tapi biar kuberitahu pada kalian. Tak akan ada penawar untuk virus ini. Ini adalah virus yang diturunkan dari darah yang penuh dengan dosa dan hanya bisa ditawar dengan darah itu sendiri."


Xin Chen melirik sebentar sebelum pergi. "Pemimpin kalian tak akan selamat dari mautnya,"


Bunyi derap kaki Xin Chen menggema karena begitu heningnya ruangan tersebut, Tangan Kanan Kaisar ingin sekali mencucuk ujung tongkat ke mulut leluhur cerewet itu walau itu hanya khayalannya saja.


"Tuan Muda Xin kedua," panggil Leluhur Kedua tiba-tiba, wajahnya tampak berubah saat mendengarkan Xin Chen bicara untuk pertama kali.

__ADS_1


"Apa tujuan anda ingin menyelamatkan Yang Mulia?"


Xin Chen menghentikan langkahnya.


"Jika Kekaisaran Qing jatuh maka saat Kekaisaran Shang membutuhkan bantuan dari kalian, kalian tak akan bisa mengulurkan tangan. Saat ini Kekaisaran Shang juga berada di situasi yang hampir sama. Setiap harinya kami kehilangan ribuan nyawa dan prajurit," helanya.


"Dan juga ratusan ribu masyarakat kalian tak akan bertahan dari bencana ini."


Terjadi jeda beberapa saat sebelum akhirnya suara Leluhur Kedua kembali terdengar.


"Kalau begitu, mohon bantuannya."


Xin Chen membuang napas kesal, berdebat dengan orang tua seperti Leluhur Kedua sangat menyebalkan. Sekarang saja dia baru mau mengizinkan.


*


Tak terkendali.


Dikatakan sebuah biro yang menjadi pusat instansi di Kekaisaran Qing telah ambruk oleh peristiwa aneh, apalagi kalau bukan terinfeksi yang berubah ganas dan agresif. Dalam kurun dua hari saja puluhan kabar buruk muncul. Kekhawatiran menguasai dirinya, Kekaisaran Shang mungkin mengalami hal yang sama seperti di tempat ini.


Akhir-akhir ini dia begitu khawatir, diam saja membuatnya hampir gila. Bukan sekali dua kali lantai bawah bergetar seperti akan runtuh. Bunyi-bunyi dari kejauhan membuat telinganya pengang. Xin Chen harus turun ke sana untuk melihat apa yang terjadi.


Seseorang mengetuk pintu tiga kali tapi karena Xin Chen terlalu fokus mendengar suara dari kejauhan dia sampai tak sadar. Seorang pelayan wanita masuk membawa kabar, "Tuan Muda, Yang Mulia sudah bangun. Anda dipanggil untuk datang ke ruangannya."


Xin Chen sempat menoleh ke belakang dan sebelum gadis itu kembali menutup pintu, Xin Chen sudah lebih dulu keluar dari ruangan tersebut. Dia sampai diam membatu, memperhatikan Xin Chen pergi sangat terburu-buru.


"Akhirnya kau datang," ujar Tangan Kanan Kaisar, di sampingnya beberapa leluhur dan dua pelayan berkumpul. Usai menghadapi situasi darurat yang hampir merenggut nyawa Yang Mulia Kekaisaran Qing, mereka akhirnya bisa kembali menarik napas lega.


Xin Chen merutuk. Laki-laki itu perlu waktu dua hari lebih untuk bangun, Xin Chen bahkan hanya butuh waktu semalaman untuk sembuh.


"Kau menyelamatkanku, Tuan Muda."


"Aku hanya membantu sebisaku," jawabnya formal. "Tapi aku bersyukur Anda baik-baik saja."


"Kurasa semua uang dan hadiah yang kuberikan tak akan cukup untuk membalas kebaikanmu. Dan bahkan kau juga menyelamatkan dua distrik." Wajahnya yang biasa terlihat kaku dan kejam melunak, mau bagaimana lagi, di saat-saat seperti ini orang yang dia kira adalah musuh ternyata akan menjadi malaikat penyelamatnya.


"Anda terlalu sungkan,"

__ADS_1


"Xianlun, kau sudah menyiapkan hadiah dan uangnya? Maafkan aku karena tidak bisa memberikannya langsung, tubuhku masih belum pulih total. Aku akan menyampaikan terima kasihku. Terima kasih telah menolong kami, aku pastikan akan mengirimkan dua puluh ribu prajurit dari distrik kami. Untuk membantu kalian mengevakuasi masyarakat dan membantu membangun tempat penanggulangan. Aku sudah menyampaikan lewat surat kepada Kaisar Qin."


saat itu Xin Chen juga tertegun. Lelaki itu memang terlihat sangat kejam dan tak punya hati, tapi dia tahu cara membalas kebaikan bahkan berkali lipat.


"Bantuan Anda sangat berarti, aku sangat berterima kasih atas kebaikan hati Anda."


Sejenak Kaisar Yin tersenyum pahit. "Maaf aku sempat berpikir buruk tentangmu. Jika tahu begini..."


Lelaki itu menunduk penuh penyesalan, tak melanjutkan kalimatnya. Tapi Xin Chen tahu maksud pembicaraannya.


"Kita harus menghentikan iblis itu. Dia tidak termaafkan lagi. Aku akan mengirimkan petarung terhebatku untuk mengambil kepalanya. Setelah semua yang diperbuatnya ..."


Tangan di sisi tubuhnya mengepal. "Aku akan membunuhnya."


"Tidak perlu," ucap Xin Chen menyangkal, "Aku yang akan membunuhnya. Saat ini yang dicarinya adalah aku."


Setelah mengatakannya sebuah guncangan besar terjadi dari kejauhan. Kaisar Yin mengangguk.


"Apa pun yang kau butuhkan, kami sebisa mungkin akan membantumu."


Xin Chen berpamitan, tanpa banyak basa-basi lagi. Namun sejenak terdengar Kaisar Yin memanggilnya sambil terbatuk.


"Aku ini sudah tua, suatu saat dunia ini akan membutuhkan seorang pemimpin yang berani dan cukup tangguh untuk menghadapi situasi seperti ini..."


Dia tak tahu ekspresi seperti apa yang dibuat Xin Chen.


"Aku pernah mendengar seseorang yang ingin Menyatukan Tiga Kekaisaran."


Xin Chen beranjak, mengucapkan perpisahan sekali lagi.


"Aku pamit."


**


Satu chapter dulu ges yak, gk kuat author krn kemaren2 terus up 3 novel. Dua di nt satu di g00dnovel


~remajajompo

__ADS_1


__ADS_2