Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 79 - Mata Biru yang Pucat


__ADS_3

Kekuatan kegelapan di tubuh Xin Fai berganti dengan kekuatan asli dari sang pemilik tubuh yang bahkan berkali-kali lipat dari kekuatan aslinya.


Xin Chen terjatuh berpuluh-puluh kali hanya untuk menerima serangan yang tiap menitnya semakin memusnahkannya. Pemuda itu terjatuh, tak lagi sanggup berada di atas udara menyeimbangkan tubuhnya yang saat ini di ambang batas kekuatan sendiri.


Tanpa Xin Chen sadari, Roh Dewa Perang telah jatuh dan dia mengambil tindakan mundur; kembali masuk ke dalam Kitab Pengendali Roh sebelum masalah semakin runyam dan Naga Kegelapan benar-benar menghabisinya. Andai pun Roh Dewa Perang bisa menarik kekuatan lebih banyak, itu akan berakibat buruk pada Xin Chen.


Xin Chen terpojokkan. Jika sebelumnya dia masih bisa lolos dari tangan Xin Fai, kali ini keberuntungannya telah habis. Lelaki itu berhasil mencekik leher Xin Chen. Tangan Xin Fai dipenuhi kabut hitam yang merasuk ke dalam tubuh Xin Chen, mengelilingi sekujur tubuhnya.

__ADS_1


Xin Chen tak lagi mencoba melepaskan diri, tubuh rohnya telah rusak. Bibir pemuda itu bergetar susah payah, entah sejak kapan dia lupa bagaimana rasanya merasakan sakit ketika tubuh tergores benda tajam atau sekedar terkena panasnya api kecil. Tangan Xin Fai kembali mengingatkannya akan hal itu, kesakitan seperti mati pun sudah tak sanggup.


Seluruh sakit yang didera oleh tubuhnya kian menjadi-jadi, Xin Chen tahu sekarang dia ada di mana. Neraka milik ayahnya, dimensi dari Hujan Darah dengan langit merah dan awan yang menurunkan rintik-rintik merah darah. Tempat itu adalah tempat yang sempat membunuh Xin Zhan sebelumnya. Kakaknya itu kembali tak bernyawa setelah memasuki neraka ini.


'Pada akhirnya giliranku akan tiba. Masih ada waktu 6 jam sebelum mereka kembali. Kurasa tak akan sempat. Jika pun aku benar-benar kehilangan nyawa sehabis ini ...' Xin Chen mengangkat wajah, melihat ribuan iblis bagaikan prajurit di medan tempur berlari ke arahnya, mereka hendak membunuh Xin Chen dengan masing-masing senjata di tangan.


'Aku berharap apa hahaha. Mereka pasti bisa menang tanpa aku. Sesudah Kakak kembali dan membawa Ahli Obat Yan She, Shui akan membantu mereka. Ahli Obat itu akan membantu ayah mengembalikan ingatan. Dan semua akan baik-baik saja.'

__ADS_1


Xin Chen merasakan rantai besar dari atas langit mulai membelenggu lehernya, membuat kakinya tergantung begitu saja. Kedua tangannya pun ikut tergantung. Jarak para iblis itu sudah tak berapa jauh. Saat Xin Chen melihat ke bawahnya, akar tanaman rambat keluar. Ujungnya yang tajam naik ke permukaan dan langsung bergerak melilit tubuhnya, lalu menusuk dadanya hingga tembus sempurna.


Beberapa detik sebelum kekacauan benar-benar terjadi pada dirinya, Xin Chen memejamkan mata. Dia tahu saat itu seharusnya tubuhnya melakukan perlawanan agar bisa selamat. Tapi apa yang bisa diperbuatnya hanya diam pasrah. Tubuhnya mati rasa. Tak ada cara untuk keluar dari sana. Dan terlebih lagi, Xin Chen sudah kehabisan seluruh kekuatannya. Keseluruhan.


Seandainya dia berhasil selamat dari dimensi Hujan Darah, Xin Fai akan kembali menangkapnya dan membunuhnya dengan cara yang berbeda.


Mata birunya yang biasa menyala terang kini mulai terlihat pucat. Salah satu iblis dengan kapak besar melayangkan benda tajam itu, tepat di depan matanya. Dan di saat yang sama pula akar-akar di bawahnya keluar makin banyak dan langsung menggerogoti tubuhnya.

__ADS_1


__ADS_2