Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 130 - Pilar Bayangan


__ADS_3

Ch 130


Keadaan di kota Fanlu saat itu begitu ramai, mereka tiba di Istana Kekaisaran Shang di mana Kaisar Qin telah menuggu mereka. Di sana terdapat banyak Pilar lainnya yang telah berkumpul di satu titik di mana patung-patung Pilar telah berhasil dibuat.


Xin Chen memperhatikan lama pada sebuah patung yang terletak asing di antara sepuluh pilar utama. Tak hanya dirinya yang menyaksikan patung pilar itu. Puluhan orang-orang penting berdiri di sana dan bertanya-tanya akan apa yang telah diputuskan Kaisar Qin.


Tak hanya Xin Chen, bahka Xiu Qiaofeng ikut terpaku pada satu pilar yang telah menyita banyak perhatian orang, dalam waktu sinkgkat saja semua orang berkumpul di hadapan patung pilar tersebut.


“Sebenarnya apa yang dilakukan Kaisar Qin? Mengapa keputusan ini diambil secara tiba-tiba?” Pimpinan bangsawan klan Chu tak mempercayai apa yang berdiri di depannya benar-benar nyata. Tanpa rapat keputusan atau diskusi terlebih dahulu, Kaisar Qin memutuskan secara sepihak akan pemuatan patung pilar tersebut.


Ren Yuan mulai mengikuti kerumunan yang telah berpusat di satu titik di mana patung pilar itu berada, diikuti Lang dan Ye Long yang sibuk grasak-grusuk menampar manusia dengan ekornya, mereka sama-sama terpana melihat patung pilar tersebut. Kepalanya menengadah ke atas penuh ketertakjuban.


Sementara di sisi lain, sosok Xin Chen menjadi pusat perhatian selanjutnya.


Pemuda bermata biru itu diam beribu Bahasa ketika melhat wujud dirinya dibentuk menjadi sebuah patung pilar, Kedua bola mata Patung Pilar tersebut diisi dengan sebuah berlian biru yang mana berlian biru itu akan menyala terang di dalam kegelapan. Dengan sebuah pedang melintang di balik punggungnya, garis wajah patung tersebut menunujukkan wibawa yang besar, semua orang yang melihatnya dibuat terpana. Selain itu, di antarasemua patung pilar, patung tersebut ukurannya lebih besar daripada patung lainnya.


“Apa kau suka dengan patung ini?”


Xin Chen lantas segera membalikkan badan ketika mendengar suara Kaisar Qin dari belakangnya, dia terdiam sebentar masih tak dapat berkata-kata. Menanggapi sikap Xin Chen lelaki itu tertawa kecil. “Aku ingin berterima kasih padamu, jika bukan karenamu mugkin Naga Kegelapan tak akan bisa ditaklukan. Dan menciptakan patng ini sebenarnya adalah bentuk terima kasih atas jasamu. Hanya saja aku memikirkan hal baru yang mungkin akan menghadirkan konflik di antara mereka semua.”

__ADS_1


Xin Chen melihat ke sekitarnya dan dapat memastikan apa yang dikatakan Kaisar Qin benar adanya.


“Pilar Bayangan. Itu melambangkan dirimu, sebagai pilar yang bergerak di bawah bayangan. Kau melakukan tugasmu untuk melindungi Kekaisaran ini dan menyelesaikan tugas-tugas besar yang tak bisa diatasi oleh Sepuluh Pilar Kekaisaran. Seharusnya aku mengumumkan tentang ini lebih awal,” ucap lelaki itu sembari menatap istrinya Lin Yun di belakang. Wanita itu juga menyetujui keputusannya.


“Tapi Yang Mulia,” sela seorang bangsawan Klan Jiang. Dia melanjutkan dengan nada protes, “Pemilihan dan perekrutan ini seharusnya dilakukan secara musyawarah. Yang Mulia tak mmeberitahukan soal ini kepada kami-“


“Karena aku tahu jika aku memberitahukan dan meminta pendapat kalian, maka kalian akan langsung menolaknya tanpa berpikir dua kali.” Jawaban Kaisar Qin membuat lelaki itu terdiam cukup lama dan tak memprotes lebih jauh, sementara Xin Fai juga sama herannya dengan yang lain. Namun setelah mendengar percakapan Kaisar Qin dengan anaknya, dia mulai mengerti sedikit keadaanya.


“Bukankah ini akan menimbulkan permasalahan? Penunjukan Pilar Bayangan secara tiba-tiba, aku kira Yang Mulia hanya membuat monument penghargaan.”


Begitu ramai orang di sekitarnya, tapi Kaisar Qin menjawabnya dengan tenang. “Aku menunjuk anakmu secara langsung, sebagai Pilar Bayangan yang akan melindungi Kekaisaran ini dari jauh. Tanpa terikat akan tugas dan misi, apakah itu kurang jelas?”


Kaisar Qin mengangkat keduatangannya, menatap ratusan orang di halaman istana Pilar Kekaisaran.


“Pilar Kekaisaran baru kita, Xin Chen. Akan menjadi seorang Pilar Bayangan. Aku sudah mengutus dua orang untuk memantau pekerjaannya selama di luar kekaisaran. Ini adalah keputusan mutlakku yang tak boleh dilanggar, bahkan oleh orang yang ku tunjuk sekalipun!”


Ketegasan dalam setiap kalimatnya seolah-olah tak membiarkan satu pun mulut membangkang atas perintahnya.


Semuanya berjalan begitu cepat, Xin Chen menemukan keluarganya bertepuk tangan meriah ketika Kaisar Qin memanggilnya untuk maju di hadapan semua orang. Seluruh Pilar Kekaisaran, elit dan pemimpin klan menyaksikan peresmian namanya sebagai Pilar Bayangan pertama Kekaisaran Shang.

__ADS_1


Detik di mana dia telah diresmikan, Xin Chen kembali menatap patung dirinya sendiri dan bertanya-tanya apakah dirinya mampu untuk tugas yang akan ditumpukan di atas pundaknya.


Poin yang harus dia ingat adalah; Pilar Bayangan adalah pilar yang menyelesaikan masalah yang tak dapat diselesaikan Pilar Kekaisaran. Dan melihat patungnya dibuat lebih besar dari yang lain sudah menjelaskan bahwa kedudukan Pilar Bayangan hampir sama atau bahkan lebih tinggi dari Pilar lainnya.


Tapi tampaknya Kaisar Qin telah mempertimbangkan keputusannya matang-matang dan menerima segala konsekuensi. Xin Chen tak bisa menolak bahkan memprotes keputusan mutlak itu. Dia mengangguk, mengatakan sumpahnya sebagai Pilar Bayangan Kekaisaran yang paling pertama. Kaisar Qin menunjukkan dua orang yang kelak akan mengawasi gerakannya dari jauh dan mencatat semua laporan kegiatannya. Tanpa perlu Xin Chen berkomunikasi langsung dengan mereka.


Sebenarnya itu adalah kemudahan untuk Xin Chen. Dia yakin Kaisar Qin memberikannya kedudukan ini agar semua elit busuk ketakutan. Dan benar dugaannya, Kaisar Qin dengan terang-terangan mengumumkan satu hak khusus Pilar Bayangan.


"Aku akan memperjelas tugas Pilar Bayangan. Selain mengerjakan misi di luar Kekaisaran dan menyelesaikan persoalan lain di luar jangkauan sepuluh Pilar Kekaisaran, Pilar Bayangan memiliki hak khusus untuk menggugat atau menghukum Sepuluh Pilar Kekaisaran yang berlaku curang atau melanggar aturan dan sumpah mereka dengan catatan memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan."


Xin Zhan yang saat itu berdiri di barisan paling terdepan tersenyum sinis. Dugaannya tak meleset. Kaisar Qin ingin menggunakan nama Xin Chen untuk memukul mundur musuh berjubah emas itu. Jika dia tak bisa menghancurkan mereka dengan tangannya sendiri, satu-satunya pilihan adalah menggunakan orang lain agar tangannya tak berlumuran darah.


Sebenarnya bukan hal yang buruk jika nama Xin Chen dipergunakan. Semua orang telah tahu siapa yang menumbangkan Naga Kegelapan dan memimpin perang di Lembah Para Dewa. Dipastikan para elit itu akan berpikir seribu kali jika ingin membuat perkara.


Sontak omongan Kaisar Qin barusan membuat situasi pecah ruah. Xin Chen menatap Kaisar Qin lama, meski lelaki itu menghindari tatapannya. Pemuda itu, perlahan membuang napas lama.


Setelah beberapa beban di pundaknya menghilang, kini semua tanggungjawab yang harus dipikulnya mulai bertambah. Xin Chen berusaha menerimanya, permainan politik bukan arus yang mampu diikutinya. Jika dengan cara ini dia bisa membantu Kaisar Qin sebelum kepergiannya, Xin Chen merasa tak masalah. Dia akan memikirkan cara untuk menghancurkan elit itu setelah pulang dari Kekaisaran Wei.


"Terima kasih atas kepercayaan Yang Mulia, aku akan menjalankan tugasku sebagai Pilar Bayangan dengan sebaik-baiknya. Kepercayaan mu adalah harga yang tak bisa kubeli, aku pastikan kau tak akan menyesali keputusan mu hari ini."

__ADS_1


__ADS_2