
Dentingan besi beradu dengan suara ledakan yang terjadi di sepanjang jalan kota, benteng besar yang menjadi pembatas distrik dipanjati oleh terinfeksi. Gulungan badai manusia tak pernah usai memakan korban jiwa di Kekaisaran Qing.
Jemari laki-laki berkebangsaan Yin mengusap dingin, tapi bukan karena cuaca melainkan situasi yang semakin membahayakan di depan.
Isu yang dikabarkan akan terjadi telah tampak nyata di depan mata, ketidakpercayaannya mengakibatkan situasi buruk yang telah merajai seluruh penjuru Kekaisaran Qing.
Di dalam distrik 6 terinfeksi menerobos keluar, mereka jauh lebih agresif dari dua hari sebelumnya. Dari ribuan manusia di dalam dipastikan tak ada satu pun manusia yang berhasil selamat. Satu per satu kekuatan terhebat Kekaisaran Qing punah, prajurit kebanggaan berubah menjadi musuhnya sendiri. Mereka sulit untuk dibidik dengan senjata api karena memiliki pelindung kepala, diledakkan pun tak akan berhasil, apalagi jika turun langsung untuk membunuh dengan pedang. Jauh lebih buruk.
Satu-satunya cara untuk menghabisi mereka adalah menghancurkan otak terinfeksi. Segala upaya dikerahkan, puluhan laporan datang. Petinggi dan menteri tak sanggup lagi memberikan pendapat, mereka sudah di ambang kehancuran.
Jika suatu waktu terinfeksi merebak hingga ke bagian pusat yang terlindungi, maka keselamatan Kaisar Yin menjadi taruhan. Untuk itu semua prajurit dan petarung mengerahkan kekuatan untuk melindungi Kekaisaran mereka. Yang dapat dilakukan hanyalah bertahan hingga situasi menjadi lebih baik.
Tangan Kaisar Yin terangkat, mengizinkan prajurit yang datang untuk memberitahu informasi yang didapatnya.
"Sampai saat ini pihak Kekaisaran Wei belum memberikan tanggapan. Namun dari Kekaisaran Shang, mereka akan mengirimkan seseorang ke sini."
"Siapa dia?"
"Xin Chen, putra Kedua Klan Xin. Seorang Pilar Bayangan. Hanya dia sendiri."
Kaisar Yin sampai melotot demi mendengarkan nama itu. Nama yang membuat mukanya berkilau cerah sampai-sampai mati pun tak sanggup menghilangkan rasa malunya.
Perang di antara Kekaisaran Qing dan Kekaisaran Shang telah menghancurkan hubungan kedua belah wilayah dan harga diri lelaki itu. Dia kehilangan Satu Terkuat dan beberapa orang kepercayaannya, dan sekarang setelah dengan berat hati meminta permintaan bantuan Kaisar Qin justru mengirimkan seseorang yang telah membuat laki-laki itu kehilangan wajah di hadapan masyarakatnya sendiri.
"Kita lihat apa yang bisa dilakukannya mengatasi krisis di sini..." Kaisar Yin menggeram sampai kepalanya bergetar, dia menegakkan wajah dan duduk di kursi dengan hiasan permadani.
"Kaisar Qin begitu sombong satu orang itu mampu menghadapi ratusan ribu terinfeksi berzirah."
Seseorang masuk dan berlutut, Kaisar Yin mempersilakan. Raut wajahnya sudah tak enak semenjak mendengar nama tadi dan sekarang kabar tak diduga kembali membuatnya semakin kesal.
"Yang Mulia, Pilar Bayangan telah sampai."
"Suruh dia masuk."
__ADS_1
Seseorang menapakkan kaki ke dalam ruangan luas yang hanya diisi oleh Kaisar Yin dan beberapa pengawal. Seperti biasa, Kaisar Yin pasti diselimuti oleh kemegahan. Pakaian, kursi kebesarannya dan juga sikap arogannya. Lelaki itu mengangkat wajah, "Jadi kau utusan dari Kekaisaran Shang?"
"Benar."
Terjadi hening sesaat, situasi berubah canggung. Xin Chen sendiri tahu apa yang sudah diperbuatnya sehingga laki-laki itu masih menyimpan dendam kepadanya.
"Yang Mulia mengatakan Anda membutuhkan bantuan untuk menyingkirkan terinfeksi di distrik satu dan enam," jelasnya.
"Tangan kananku akan menjelaskan situasinya." Kaisar Yin tampak enggan untuk bicara lebih jauh, dia dan lima orang pengawal keluar dari ruangan. "Ada beberapa hal yang harus kukerjakan. Meski begitu kuharap kau melakukan yang terbaik untuk misi ini," ujar lelaki itu melanjutkan langkahnya dan pergi dari sana bersama orang-orangnya.
Xin Chen tak berkata-kata, setelah itu Tangan Kanan Kaisar Yin yang tubuhnya tiga kali lipat lebih besar dari Xin Chen menjelaskan letak lokasi, situasi dan hal lainnya dari kedua distrik.
Selesai dengan segala urusan Xin Chen memutuskan untuk langsung melihat agar jelas. Dia tiba di gerbang besar distrik satu, mengingatkannya pada masa di mana dia, Wei Feng dan temannya lain menyusup menjadi prajurit dan berulang kali harus ditimpa kesialan. Kini distrik megah dan hebat itu tak ubahnya lautan terinfeksi berzirah yang menakutkan.
Xin Chen berdiri di lantai teratas benteng yang mengelilingi seluruh distrik 1. Angin dari bawah berhembus kencang, ratusan ribu manusia bergerak-gerak di bawah sana, mereka telah mati tapi mampu menghancurkan puluhan bangunan dan fasilitas di dalam. Benteng tinggi mulai dipanjati, mereka akan memasuki distrik lain yang sudah bersiap untuk menghabisi mereka. Jika terinfeksi menyebar ke distrik lain jelas mereka juga akan berakhir sama dengan Distrik-1 dan Distrik-6.
Xin Chen pernah melihat yang lebih parah dari ini. Pikirannya masih saja terganggu oleh bayangan ratusan ribu terinfeksi di Labirin Kematian. Itu adalah neraka mayat.
"Apakah Anda punya cara untuk mengatasi mereka? Paling tidak untuk memastikan sembilan puluh ribu terinfeksi ini tidak menyebar ke distrik lain?"
Dua orang di belakang tangan kanan Kaisar sama sepertinya. Ragu.
"Aku punya cara."
Xin Chen melihat tiga orang di belakangnya dan mulai berpikir. Dia hampir saja memaksa satu orang di sana jadi umpan. Seperti cara yang dilakukan Huo Rong, sepertinya teknik itu yang paling ampuh untuk menghabisi ribuan terinfeksi itu.
"Ini akan memakan waktu setengah hari. Dan juga membuat kehancuran besar."
"Maksud Anda, Tuan?" Kali ini salah satu orang di belakang Tangan Kanan Kaisar menjawab.
"Akan ada lubang selebar seratus meter dan kedalaman hingga ribuan meter ke bawah tanah. Tapi jika kalian tidak setuju aku akan memakai cara lain, yang pastinya memakan waktu lebih dari seminggu."
Xin Chen menunduk ke tepian distrik satu yang terhubung dengan distrik lain.
__ADS_1
"Sebelum itu aku yakin piramida itu sudah sampai ke luar dan menghabisi manusia di distrik lain. Mereka sangat peka dengan bau manusia."
Lelaki berbadan besar berpikir, Kaisar Yin hanya memerintah untuk menghabisi semua terinfeksi dengan cara apa pun. Dia rasa tak ada salahnya mengikuti saran yang Xin Chen berikan.
"Kami menyetujuinya."
"Kalau begitu mundurlah, ini akan sangat berbahaya untuk kalian. Bawa penjaga lain ke tempat yang lebih jauh."
"Baik."
Atap-atap bangunan dan tiang mulai beterbangan oleh sebuah kekuatan besar yang melingkupi distrik 1. Beberapa tubuh melayang akibat kencangnya angin yang berputar melingkar tempat tersebut.
Xin Chen berada di tengah-tengah, mengumpulkan kekuatan sebanyak mungkin di tangan.
Tangan kanannya bercahaya biru terang, dipenuhi oleh kekuatan api biru dan roh yang terus bergerak mengitari. Puluhan ribu mayat hidup mendengar suara dari Xin Chen dan berduyun-duyun berkumpul di bawah kakinya. Saling memanjat dan mendorong.
Persiapan telah dilakukan, Xin Chen sendiri tak yakin dapat menciptakan lubang sebesar yang Huo Rong buat tapi dia harus melihat sendiri seberapa mampu dirinya.
Mengambil ancang-ancang penuh, Xin Chen menumbukkan kepalan tangannya ke tanah. Terinfeksi di sekitarnya terpental sangat jauh, dentuman besar terjadi dan retakan beterbangan bersama terciptanya sebuah lubang raksasa.
Lebarnya mungkin mampu menyamai yang dibuat Huo Rong, tapi kedalamannya sangat menyedihkan. Xin Chen bahkan tak yakin dengan kedalaman dua puluh meter saja sembilan puluh ribu terinfeksi itu akan terbenam bersamaan.
"Ini namanya bikin kerjaan." Xin Chen merutuk. Dengan kedalaman seperti itu mungkin dia butuh 3-4 kali pembakaran.
Dia mencebik sesaat, tidak ada pilihan lain selain bergantung dengan kekuatan roh. Xin Chen menggunakan hawa kosong sebelum mengulanginya, karena dia tahu setelah ini dirinya akan kekuatan roh secara besar-besaran.
"Kitab Pengendali Roh - Garis Hitam."
Kekuatan roh bergerak ke seluruh penjuru, awan putih tertutup oleh gelapnya kekuatan hitam yang telah menguasai langit. Mahkluk berkaki banyak keluar dari dalam tanah, berteriak, menunjukkan wujudnya yang hitam dengan bentuk seperti makhluk laut raksasa.
Tangan kanan Kaisar beserta dua pengawal yang masih dalam perjalanan menuju tempat aman dibuat ngeri. Mahluk itu memenuhi hampir setengah distrik satu. Dia bergerak dan terus menghancurkan lubang yang dibuat Xin Chen sebelumnya semakin dalam.
"Kekuatan yang mengerikan... Akhir-akhir ini kurasa orang-orang lebih takut mendengar nama Pilar Bayangan dibanding Pedang Iblis," ucap Tangan Kanan masih merinding.
__ADS_1
"Dia telah membunuh Satu Terkuat kita dan juga membunuh Kaisar Kekaisaran Wei. Entah dia pahlawan atau orang jahat... Tapi memang dia orang yang menakutkan," sambung yang lain sepemikiran. Satu dari mereka menegur.
"Sebaiknya kita beri tahu ini kepada Yang Mulia."