
Embun dari daun pepohonan berjatuhan ketika sekelompok orang berjubah hitam datang, menyusuri jalan setapak yang basah oleh air hujan.
Dari dalam bangunan lantai dua tempatnya berada, Yan She menengok ke sampingnya, menatap ke luar jendela di mana sekelompok orang-orang itu terlihat berdatangan dengan hanya membawa satu penerangan. Semua penjagaan di sekitar bangunan langsung habis dalam waktu kurang dari lima menit.
Lelaki itu menghela napas. Dia mengambil beberapa barang yang tertutup kain putih dengan tulisan berwarna merah dari bawah meja. Lalu menyerahkan benda itu kepada Fu Hua, raut wajah lelaki itu berubah sekilas.
"Boleh aku tahu sesuatu?"
"Katakan saja, aku akan menjawabnya semampuku." Fu Hua menjawab langsung, hingga tak lama dilihatnya lelaki itu membuang muka dan memperhatikan jauh ke luar jendela seperti ada sesuatu yang dicarinya di luar sana. Begitu hilang, dan juga penuh penyesalan. "Apa kau melihat seorang manusia setengah siluman dengan rambut merah dan mata yang semerah api?"
__ADS_1
"Maksud Anda, mantan Sepuluh Terkuat, Huo Rong?"
"Benar. Dia masih hidup?"
"Tentu saja. Dan dia sedang bertarung bersama seekor naga biru, Naga Air. Dan-"
"Dua keturunan klan Xin? Aku sudah tahu itu," selanya sembari melepaskan barang pemberiannya yang kini telah berpindah tangan ke Fu Hua. Gadis itu mengangguk sopan. Terdengar kembali suara dari Yan She, "Huo Rong adalah salah satu teman baikku. Kami sama-sama memiliki umur yang panjang walau umurku aku tak sepanjang umurnya. Katakan padanya, aku menyesal tak bisa membantunya menyelamatkan sahabatnya dulu. Hingga saat ini pun, dia masih mencariku saat membutuhkan pertolongan."
"Kalau begitu Anda bisa kabur bersama kami dan menyampaikan semua isi hati Anda kepada Huo Rong." Fu Hua memberikan sarannya yang langsung ditolak mentah-mentah oleh Yan She.
__ADS_1
Keriput di wajahnya semakin terlihat dalam, "Aku sudah tak sanggup untuk berlari. Dan aku sendiri pun tak yakin apakah aku benar-benar bisa memaafkan diriku sendiri dan menjumpainya. Karena itu, aku hanya bisa menyampaikan maaf ku pada surat yang ku selipkan di barang ini. Tolong bawa dengan baik dan berikan pada Huo Rong. Aku tahu benar dia begitu menunggu kabar dariku. Dia siluman yang begitu sensitif terhadap perasaan manusia, asal kau tahu haha."
Tawa itu terdengar sangat getir. Yan She sadar waktunya semakin menipis, Fu Hua ragu-ragu pada tempatnya berpijak. Ingin membawa Yan She dan menyelamatkannya sangat tidak memungkinkan. Laki-laki itu tak menginginkan pertolongan apa pun darinya selain menyerahkan surat permintaan maaf kepada Huo Rong.
Dan di sisi lain, jika mereka menyelamatkan Yan She sekarang kakaknya akan menyadari lebih cepat bahwa dirinya membelot dari perintah sang Tuan. Bukan tak mungkin, Fu Qinshan akan menghabisinya juga malam itu. Karena wanita itu bahkan tak segan untuk melemparkan Fu Hua ke rumah hiburan ketika kemarahannya sudah berada di ambang batas.
"Aku akan selalu mengenang kebaikan Anda, Ahli Obat Yan She. Beristirahatlah dengan tenang."
Sesaat Yan She tersenyum singkat. Lalu menggerakkan tangan mengisyaratkan Fu Hua dan rekannya untuk segera pergi. Fu Hua menyembunyikan pemberian Yan She ke dalam jubahnya dan mundur. Menutup pintu seperti semula dia masuk. Dan bersembunyi di ruangan berbeda.
__ADS_1
Hingga akhirnya terdengar keributan sekejap dan suara pedang yang disusul dengan suara gelindingan di lantai.
Yan She telah tiada.