Pendekar Pedang Iblis 3

Pendekar Pedang Iblis 3
Ch. 37 - Pertemuan yang Menyakitkan


__ADS_3

Sebelum Xin Chen menyadari wanita tadi telah menghilang dari tempatnya berdiri. Apa yang dia lihat hanyalah rombongan sisa-sisa prajurit Kekaisaran Qing mulai mundur. Menandakan bahwa perang telah berakhir. Namun, perang selanjutnya baru saja dimulai. Perang melawan sesuatu yang lebih besar, dan tak dia sangka-lagi dan lagi, situasi ini datang lebih cepat sebelum dirinya merasa siap untuk menghadapinya.


Binar matanya meredup, Xin Chen menundukkan kepalanya. Berhenti dengan diam sejenak menatap kakinya sendiri. Lalu dia mengangkat tangan kanan dan memerhatikan lamat-lamat tangan tersebut.


Seperti apa yang Xin Zhan katakan. Dia kalah, maka dia harus kehilangan kembali. Luka itu akan membunuhnya, bahkan andai dirinya masih hidup pun. Kehilangan ibunya akan membuat Xin Chen seakan-akan mati. Perbedaannya hanyalah jasadnya yang tak dikubur.


Atmosfer semakin berat. Terasa jelas kekuatan kegelapan mengepung tanah penuh darah tersebut. Aliran kekuatan yang berbahaya dan nyaris tak ada batasan memaksa siapapun untuk tunduk takut saat munculnya Naga Kegelapan. Salah satu dari Siluman Penguasa Bumi yang seharusnya telah dihapuskan. Mahkluk itu kembali. Hidup oleh keserakahannya akan kekuatan. Semakin kuat dari waktu ke waktu karena merebut kekuatan dari Siluman Penguasa Bumi lainnya.


Suara naga itu menggema di atas langit. Menimbulkan gema yang berulang-ulang dan timbul tenggelam.

__ADS_1


Mata milik Xin Chen melebar saat dia kembali menatap ke atas, Naga Kegelapan berbalik haluan dan terbang ke arahnya. Dan di atas kepala naga itu berdiri sesosok yang langsung membuat jantungnya seakan-akan berhenti berdetak.


"Ayah ..."


"Ayah ..."


Tanpa sadar Xin Chen dan Xin Zhan mengatakan hal yang sama. Mata biru Xin Chen dan mata hitam pekat Xin Zhan terkunci di arah yang sama. Mereka menggigil ketakutan saat tak merasakan hawa yang dulu selalu mereka rasakan saat bersama ayahnya. Hawa yang begitu hangat, lembut dan penuh kasih sayang. Energi positif yang selalu membuat orang-orang bahagia berada di dekatnya.


Tatapan mata yang bengis dan tajam. Raut muka yang biasanya tersenyum ramah itu, kini mampu membuat orang dewasa pun lari ketakutan. Kekuatan cahaya yang biasanya mengelilingi sekitarnya tergantikan oleh kekuatan berwarna milik Naga Kegelapan.

__ADS_1


Di sekujur tubuh laki-laki itu, terdapat banyak luka yang tampaknya tak akan sembuh lagi. Xin Chen mematung, membisu. Ayahnya menanggung luka sebanyak itu selama bertahun-tahun, dan dirinya belum bisa menyelamatkannya. Padahal saat itu Xin Chen telah berjanji akan menolong Xin Fai saat laki-laki itu tak berdaya.


Terakhir kali Xin Chen meneteskan air matanya, saat Xin Fai pergi 7 tahun lalu. Atas kemauannya untuk melindungi Kekaisaran Shang. Pengorbanannya tak berhenti sampai di situ. Kini Xin Fai penuh luka berdarah, dia disiksa bertahun-tahun dan telah kehilangan kesadarannya. Kenyataan itu seperti memukul kepala Xin Chen. Dan tanpa dia sadari, air mata yang dulunya telah mengering kini turun membasahi pipi dingin Xin Chen.


"Ayah ... Apa aku membuatmu menunggu terlalu lama sehingga kau datang kemari untuk menjemput ku?" Mulutnya mulai bersuara, nada bicaranya bergetar. Xin Chen mulai merasakan pandangannya memburam, wajah ayahnya yang sangat dia rindukan dan pertemuan yang seharusnya membahagiakan berubah menjadi pertemuan yang membahayakan nyawa mereka.


Jarak mereka dengan Naga Kegelapan semakin menipis. Hingga akhirnya terlihat pergerakan dari Xin Fai.


"Aku minta maaf, ayah. Aku bahkan tak mampu menepati janjiku untuk menolongmu. Maafkan aku ..."

__ADS_1


Xin Zhan tak bisa membiarkan Xin Chen terlalu berlarut-larut dengan rasa bersalahnya. Dia melihat Xin Fai bergerak ke arah mereka dan dapat dipastikan serangan berskala besar akan langsung menghujam di tempat itu hingga babak belur.


__ADS_2