
Di tempatnya berada, Ye Long samar-samar dapat melihat pertempuran di atas langit. Kesadarannya belum sepenuhnya kembali tapi dia dapat merasakan getaran yang tidka biasa. Disertai dengan cahaya menyilaukan yang tembus di matanya. Saat itu tubuhnya belum bisa dikendalikannya sepenuhnya. Akan tetapi Ye Long mulai dapat melihat sebuah tubuh raksasa berwarna hitam diselimuti oleh cahaya merah dan emas.
Serbuk-serbuk cahaya emas turun ke bumi, menyentuh tubuh Ye Long dan hilang dibawa angin. Naga itu berusaha bersuara, dia ingin Xin Chen berhenti sebentar agar dirinya bisa melihat sosok Naga Kegelapan lebih lama lagi. Tapi keinginannya itu sirna ketika bayangan hitam di langit telah hancur.
Bayangan yang menandakan kemenangan bagi seluruh manusia. Dan kehilangan bagi dirinya. Ye Long menutup mata perlahan-lahan. Dan berpikir jika Naga Kegelapan terus hidup, mungkin saja majikannya yang justru dibunuh. Pertarungan di antara Naga Kegelapan dan Xin Chen hanya akan berhenti pada satu titik. Antara salah satunya mati. Dan inilah akhir dari Naga Kegelapan.
Ye Long bersuara kecil.
"Rrarrgh ..."
Tubuhnya kembali ambruk ke tanah. Dia tak bisa terbang sebab sayapnya telah terbakar seusai pertarungan sebelumnya. Naga hitam itu dengan ajaibnya kembali bangun, memang detak jantungnya telah berhenti sebelumnya. Namun kekuatan Api Keabadian menjaganya untuk tetap hidup.
Xin Chen mendarat di depannya. Ye Long hanya bisa melihat kaki itu menapak mendekat. Mengenali hawa tersebut adalah majikannya, Ye Long tiba-tiba berdiri meski tubuhnya ambruk.
Xin Chen menjaga tubuh Ye Long dari jatuhnya. Dia menyodorkan sebuah batu hitam berkilat yang begitu indah. Cahaya matahari pagi mulai muncul, membuat pantulan dari pusaka itu menjadi semakin indah di mata Ye Long.
"Kau suka benda-benda berkilap, bukan?"
Ye Long menatap lama pada pusaka Hitam yang dia ketahui adalah milik Naga Kegelapan. Lalu matanya berangsur pada Xin Chen yang sebenarnya sedang menyembunyikan kesedihan. Tak mampu melihat Ye Long menerima kenyataan bahwa dirinya justru kehilangan satu-satunya keluarga yang telah dicarinya ribuan tahun.
Bayangan ketika Xin Chen menemukan Ye Long di sebuah air terjun dan naga itu menatap lama batu-batu yang tersusun. Keluarganya telah tiada. Dan semua ingatan itu justru membuat Xin Chen lebih cengeng dibandingkan Ye Long.
"Berjanjilah kau tak akan menghilangkannya lagi."
Ye Long tetap diam. Naga itu menatap kosong.
Xin Chen tahu, Ye Long masih belum sadar sepenuhnya. Bahwa ayahnya telah terbunuh.
Xin Chen mengambil pedangnya. Karena dia tak menemukan satu pun ranting di tanah ini. Berusaha melukis sesuatu di tanah. Ye Long mengikuti gerakan majikannya dengan matanya. Hingga dia bisa melihat sebuah lukisan rumah. Empat orang manusia dan satu naga di tengah-tengah mereka.
"Ini keluargamu."
"Keluarga ...?"
Mata nanar Ye Long terlihat begitu terpuruk. Ye Long tak bisa mengungkapkan perasaannya seperti halnya manusia. Tapi dia mengerti, Xin Chen berusaha menghiburnya.
"Kita keluarga?"
__ADS_1
"Tentu saja. Kau sudah memiliki sebuah keluarga. Aku akan memastikannya utuh agar kita bisa selalu bersama."
Perubahan sikap Xin Chen membuat Ye Long bingung. Dia menatap lukisan acak-acakan serupa cakar ayam di tanah itu sambil bersuara. "Dan sebuah rumah?"
"Iya."
"Hei, kau menangis?" celutuk Ye Long ketika melihat majikannya sekilas, orang itu langsung memalingkan wajah. "Tidak."
"Hei, hei. Sudahlah ... Aku baik-baik saja, mengapa kau begitu sensitif heh."
Ye Long meraih kepala Xin Chen dan dengan tangan silumannya, berusaha menepuk-nepuk kepala Xin Chen seperti anak kecil.
"Berhenti naga bodoh, kau ini ..."
Xin Chen kembali menyodorkan permata hitam di tangannya. Dia merobek jubahnya sebagian, menjadikannya tali tipis dan mengikat permata hitam itu di tengah-tengah. Kalung untuk Ye Long.
Namun saat Xin Chen mengikat kalung tersebut di leher Ye Long, kekuatan milik Naga Kegelapan dalam permata tersebut bereaksi. Menunjukkan sedikit keajaiban yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Cahaya biru terang membentuk sebuah tulang sayap, lalu dengan begitu cepat, sayap Ye Long kembali.
"Dia ingin melindungi ku." Ye Long berbicara, "Aku tahu sisa kekuatan Api biru miliknya memang dia tinggalkan untuk menyelamatkan ku."
Xin Chen diam. Karena apa pun yang keluar dari mulutnya justru akan membuat Ye Long tambah sedih.
Ye Long mengepakkan sayapnya pelan-pelan, lalu menengok ke arah Xin Chen yang hanya diam menatapnya.
"Ayahmu pasti bisa diselamatkan. Jangan pernah lepaskan dia lagi. Berjanji padaku. Rasa kehilangan itu menyakitkan."
"Aku tahu."
**
Jauh dari tempat Xin Chen dan Ye Long, Shui dan Huo Rong kembali ke wujud manusia. Huo Rong menatap kedua tangannya bergantian, merasa kekuatannya telah kembali sepenuhnya. Di dalam kepalanya Huo Rong memaki Dewi Api yang sempat mengkhianati dirinya. Hal itulah yang membuat wajah Huo Rong terlihat sedang marah.
Shui yang menatap wajah murka itu merinding, tangannya gatal ingin menampar Huo Rong.
"Aku lupa, sial!!"
Huo Rong terkaget-kaget di sampingnya, melihat wajah Shui sebegitunya membuatnya berpikir bahwa masalah Shui sangat penting. "Ada apa?! Jangan katakan kau sedang menciptakan bahaya?"
__ADS_1
"Justru sangat-sangat berbahaya!" Air muka Shui pucat pasi.
"Katakan." Huo Rong mencoba tenang meski dia ikutan panik.
"Meski aku sempat mati dibuat Naga Kegelapan, kutukan ini mungkin masih ada ..."
Shui menciptakan dinding air di depannya yang langsung memantulkan bayangan dirinya. Huo Rong mendesak di samping demi bisa melihat bayangan yang sedang di lihat Shui.
"Kutukan apa? Cepat katakan sebelum terlambat!"
"Sial, kutukan ini masih ada!?" teriak Shui tak percaya.
"Kutukan apa, hah?! Katakan yang jelas, bodoh!"
Shui memegang sebelah pundak Huo Rong yang sepuluh kali lebih panik dari dirinya. Bukan apa-apa, Huo Rong takut terdapat ancaman yang membuat Naga Kegelapan kembali bangkit. Itu masalah yang mengerikan.
"Lihatlah wajahku, kawan."
Mereka saling berhadap-hadapan. Huo Rong diliputi ketakutan yang tak kira-kira.
"Jangan katakan kau akan kesurupan roh Naga Kegelapan ..."
"Bukan. Masalah ini jauh lebih mengerikan dari yang kau bayangkan."
Shui mengusap poni rambut birunya ke atas sambil memasang gaya di depan Huo Rong.
"Kutukan mengapa aku terlahir terlalu tampan ini menyiksaku. Aku bahkan hampir mati melihat bayanganku sendiri~"
Huo Rong diam tak berkata-kata. Saat Shui membuka sebelah mata dia dapat melihat kilatan cahaya merah di mata Huo Rong. Dan tiba-tiba saja sebuah tinju muncul di depan matanya.
Xin Chen dan Ye Long yang hendak menyusul ke tempat teman-temannya berada dikagetkan oleh sesuatu berwarna biru yang melayang tinggi di udara. Ye Long melihat takjub.
"Majikan, kau tadi berjanji memberikan ku makanan?"
"Mungkin."
"Kau mau memberiku cicak geprek?"
__ADS_1
"Ye Long, itu bukan cicak geprek. Itu Shui, pasti dia berulah dan membuat Huo Rong kesal."
***