
Angin bertiup kencang di sekujur tubuh Xin Chen, warna merah darah dan emas menyala pada pedang yang berada di tangannya.
"Ye Long, aku akan berburu daging. Kau pasti kelaparan, kan? Seperti biasa, merengek untuk meminta makan ...." Xin Chen mencengkram erat pedangnya. Menyadari bahwa selama ini dia bukanlah majikan yang baik. Tak pernah menawarkan makanan pada Ye Long, hingga naga itu terpaksa meminta setiap saat. Menyuruhnya melakukan hal-hal aneh.
Dan yang paling menyakitkan, ketika dulu Xin Chen terpuruk dan menyalahkan Naga Hitam itu atas kepergian ayahnya.
Naga itu menunggunya selama tujuh tahun di bawah patung Pedang Iblis yang telah kehilangan kepala. Kelaparan dan terbuang di tengah-tengah kobaran Api Keabadian yang membakar Kota Renwu.
Dirinya sejahat itu. Padahal naga itu rela mengorbankan nyawa demi dirinya.
Ingatan ketika dirinya melihat Ye Long menunduk di bawah patung, lalu berlari ketakutan saat tertangkap basah. Rasanya membuat Xin Chen tidak rela jika naga itu benar-benar akan meninggalkannya.
"Kawan, aku pergi sebentar."
Naga Kegelapan melihat Ye Long terbaring, mengejarnya. Lagi dan lagi Xin Chen dan Naga Kegelapan akan saling bertubrukan dalam hitungan detik.
Alunan energi yang amat sangat besar meledak, petir tiba-tiba saja terdengar. Dan Api Keabadian di tangan Xin Chen memancarkan hawa panas yang menggila. Roh Dewa Perang yang berada amat jauh dari lokasi pertarungan dapat merasakan suhu menusuk itu mulai menyerangnya. Dia bergerak cepat ke arah Fu Hua untuk melindungi manusia itu. Benar saja, armor di tubuh Fu Hua telah hancur. Dan selama beberapa menit terakhir dia hanya menggunakan sisa kekuatan untuk melapisi tubuhnya agar mengurangi suhu tinggi.
Hentakan angin yang begitu besar menerbangkan apa pun di sekitarnya. Xin Chen menusukkan pedang di jantung Naga Kegelapan. Naga itu membakarnya habis-habisan, dengan seluruh sisa kekuatannya. Siapa pun yang hancur lebih dulu akan menjadi penentuan nya.
Tak peduli lagi dengan tubuhnya, Xin Chen menggunakan seluruh kekuatan untuk menghabisi Naga Kegelapan.
Tubuh Huo Rong dan Shui mendadak menghilang. Berganti menjadi dua wujud siluman kecil yang langsung terbang menuju ke arah Xin Chen.
__ADS_1
Kekuatan Api dan Air ikut mengalir dalam Pedang Iblis yang bersatu bersama Pedang Kaisar Langit. Naga Kegelapan menjerit-jerit, tubuhnya memberontak.
Xin Chen tak akan membiarkan Naga Kegelapan lepas, dengan bantuan Shui dan Huo Rong serangan menjadi lebih besar. Xin Chen menghabiskan hampir seluruh kekuatan Api Keabadian dan kekuatan Petir dari Rubah Petir yang tersisa dalam darahnya.
Itu saja tak cukup. Naga Kegelapan masih bertahan. Xin Chen khawatir mereka bertiga saja tak akan sanggup menghabisi Naga Kegelapan. Karena memang level kekuatan naga itu jauh di atas mereka.
Secara mengejutkan dari dalam awan hitam yang menggulung di atas langit, sebuah tangan keluar. Menjatuhkan kekuatan petir yang mengenai Naga Kegelapan dari atas.
Xin Chen tak percaya, Dewa Petir memihak padanya. Bahkan tanpa dia meminta. Dewi Api muncul, di belakang tubuhnya delapan bola api terlihat.
"Saatnya turun tangan. Satu manusia keras kepala saja tak akan cukup untuk menghapuskan dosa terbesar ini." Matanya menatap Naga Kegelapan dengan tajam.
Dewi Api bergerak cepat ke atas kepala Naga Kegelapan, telapak tangan kirinya menyentuh kepala siluman itu. Sebuah mantra diaktifkan. Kepulan asap bermunculan hingga ledakan besar menghancurkan sebagian wajah Naga Kegelapan.
Berbagai serangan yang masuk secara bersusulan membuat tubuh Naga Kegelapan mulai hancur, retakan tubuh naga itu berjatuhan ke bumi.
Xin Zhan dan seluruh anggota Empat Unit Pengintai dari kejauhan sampai menutup mata tatkala cahaya yang masuk ke kelopak mata mereka terasa membakar. Jika mereka tidak melakukannya, ada kemungkinan mata mereka buta. Diselingi oleh suara yang melengking tinggi hingga menusuk gendang telinga.
Kedahsyatan serangan yang dilancarkan Xin Chen menggetarkan tanah di bawahnya melayang. Naga Kegelapan semakin melemah, hingga pada akhirnya kulit pelindung luarnya retak total. Naga itu berusaha lari. Dia berhasil melepaskan diri sebelum tubuhnya benar-benar habis oleh gabungan kekuatan elemen yang sungguh mengerikan itu.
Naga Kegelapan merangkak naik ke atas langit. Tapi yang tidak disadarinya Xin Chen mengikuti dirinya dari belakang. Melompat di atas kepala Naga Kegelapan dan menusukkan pedang merah emas di tangannya tepat di tengah kepalanya.
Dengan mulut masih terbuka, Naga Kegelapan berhenti bergerak. Getaran di tubuhnya terasa jelas di kaki Xin Chen. Satu retakan di tengah kesunyian terdengar, Xin Chen waspada akan situasi mengejutkan yang bisa saja terjadi.
__ADS_1
Benar saja. Hal mengejutkan datang kembali. Tapi kali ini berasal dari Pedang di tangannya, pedang pemberian Xin Fai yang harus dirinya jaga. Pedang yang telah membangkitkan perang di tanah Lembah Para Dewa.
Kekuatan merah dan emas bergerak ke melingkari seluruh tubuh Naga Kegelapan yang sangat raksasa. Mengikat naga tersebut dan mencekiknya dalam satu kurungan, tanpa tempat untuk melarikan diri. Semua berjalan begitu cepat hingga apa yang telah Xin Chen nanti-nanti terjadi.
Naga Kegelapan hancur.
Kekuatan Pedang Iblis dan Kaisar Langit telah menghukumnya. Tubuh tersebut retak, berubah serupa debu yang melayang mengikuti irama angin.
Dari kejauhan, debu hitam itu terlihat indah. Dihiasi oleh cahaya emas seperti kunang-kunang yang menghiasi langit di awal fajar.
Dan bekas-bekas aliran kekuatan merah bergerak pelan di langit, berpendar kemudian menyatu bersama malam membentuk aurora.
Xin Zhan menengadah. Tak percaya mereka benar-benar berhasil mengalahkan Naga Kegelapan. Sebuah sejarah baru terlukis. Di mana manusia berhasil menyaingi Siluman Penguasa Bumi. Dengan bantuan kekuatan dari Siluman Penguasa Bumi lainnya bersama Roh Elemen.
"Peperangan yang Gila." Komentar Roh Dewa Perang, mengeluarkan Fu Hua dari penjara roh yang sebelumnya melindungi gadis itu.
Api Keabadian padam, suhu menurun drastis. Namun kehancuran yang terjadi masih ada di sana. Bukti pertempuran yang telah merenggut banyak nyawa dan waktu, dan bisa dikatakan sebagai salah satu peperangan paling mematikan di antara Kekaisaran ini.
Semuanya hening. Termasuk Xin Chen yang masih tak percaya akan kenyataan di depannya. Permata berwarna hitam melayang di udara dari sisa-sisa kekuatan kegelapan milik naga itu. Xin Chen menadahkan tangannya, melihat langsung bagaimana benda pusaka yang telah menghidupkan Naga Kegelapan itu terbakar oleh Api Keabadian miliknya sendiri.
"Selamat tinggal."
Xin Chen mengalirkan sedikit kekuatannya untuk menyelamatkan satu-satunya peninggalan keluarga Ye Long. Pusaka Hitam Naga Kegelapan masih berada di genggaman tangannya, hanya tersisa sedikit kekuatan di sana. Andai pun dijual Pusaka Naga Kegelapan tak akan memiliki harga. Karena tak ada yang ingin memiliki benda berbahaya tersebut.
__ADS_1
Sekilas, Xin Chen melihat di bawah sana Ye Long bergerak-gerak di atas tanah. Dia tak bisa berdiri. Namun mata naga itu menatap Xin Chen dengan tatapan yang berbeda.
Ternyata, Ye Long juga bisa sedih.