
"Sial ... Arghhh! Kenapa harus jadi seperti ini?!"
Lian memperlambat langkahnya yang semakin kacau, beruntung mereka sudah berada di tempat yang jauh lebih aman. Remaja itu menopang kedua tangan di lutut sementara air matanya terus berjatuhan membasahi jalan.
"Maafkan aku-"
"Bukan salahmu, ini adalah salahku ..." Lian menyekalnya langsung, menggeleng kepala sambil berucap perih, "Aku berjanji akan melindunginya, tapi kenyataannya dia yang selalu melindungiku."
"Kalian sangat akrab."
Kali ini Lian berusaha tertawa walau hambar, bibirnya bergetar saat menyebut nama Shuo. "Aku dan Shuo sudah seperti adik kakak."
Dia berusaha menyeka air mata yang terus turun, dadanya terasa lebih sesak ketika mengingat kembali bahwa sekarang Shuo sudah tidak ada. "Aku tak mau menjadikan pengorbanannya sia-sia, apa pun yang terjadi kita harus menemukan tempat para pembelot itu dan menemukan persediaan makanan untuk orang-orang kita!"
"Semangat yang bagus ..." Xin Chen hampir tak percaya bagaimana bisa Lian pulih secepat itu dari sedihnya, dia berusaha memaklumi bahwa saat ini Lian tahu tugas mereka sangat penting. jika tak kembali secepatnya, orang-orang Perkemahan Tenggara akan mati kelaparan. Itu sudah pasti karena Yu sudah mengatakan sendiri di sekitar persembunyian tak adalagi tempat untuk dijarah. Persediaan makanan sama sekali habis. Sedangkan masih ada puluhan nyawa yang harus ditanggungnya.
"Yu dan yang lain bergantung pada kita," tambah Xin Chen saat menengok ke belakangnya. Dia baru saja berpikir untuk melanjutkan perjalanannya ketika sesuatu yang ganjil terasa begitu kenyal, mengancam keduanya dari berbagai sisi. Xin Chen tak bisa memastikan marabahaya apa yang sedang mengincar mereka. Namun di beberapa detik selanjutnya, seseorang datang dengan tampang mengerikan
Qin Yujin. Laki-laki itu memunculkan dirinya yang kini berada di atap paling atas, suaranya masih dapat terdengar Xin Chen dan Lian yang mulai waspada.
"Akhirnya aku menemukanmu, tikus brengsek."
Lian mengalihkan pandangannya ke arah Xin Chen seolah-olah bertanya, menebak mungkin keduanya saling kenal dan memiliki dendam yang tak tuntas. Tapi apa pun permasalahannya, Lian yakin itu adalah hal buruk. Sebab sosok yang berdiri di atap teratas itu terlihat sangat berbahaya.
"Para terinfeksi itu tidak menyerangnya?" Napas Lian tercekat ketika muncul beberapa terinfeksi tipe berbahaya di samping lelaki itu, semacam penjaganya.
"Kekuatanmu itu takkan berguna di sini!"
"Kebetulan aku sudah mencarimu ke mana-mana, lelah bersembunyi akhirnya kau memunculkan dirimu?" balas Xin Chen dengan kedua tangan mulai panas oleh bara Api Keabadian. Qin Yujin tersenyum iblis, Xin Chen menangkap ada yang berubah dari Qin Yujin.
__ADS_1
Tangannya yang dulu digantikan oleh besi kini telah berganti dengan tangan lain, begitu berurat dan berotot. Sekujur tubuhnya penuh dengan luka hasil percobaan. Dan bisa dikatakan saat ini tubuh Qin Yujin saat ini sudah lebih kuat dari sebelumnya.
"Aku akan memberi tahu padamu apa artinya kehancuran."
Lian semakin tak mengerti dengan apa yang keduanya permasalahkan tapi ketakutan terasa semakin kuat menggerayangi tubuhnya, Lian merasakan sesuatu seperti akan datang. Xin Chen juga menyadari hal yang sama, Qin Yujin tak mungkin datang kemari tanpa persiapan seperti sebelumnya laki-laki itu hendak menjebaknya dengan sekelompok pembunuh bayaran. Namun kali ini dia tak merasakan hawa kehadiran lain selain Qin Yujin. Xin Chen tak dapat memastikan dengan jelas, tapi jika terjadi hal buruk, Lian pasti akan ada dalam bahaya.
"Pergilah, Lian. Ini bukan urusanmu, biar aku yang menghadapinya."
"Hei, kau mengusirku?" protes Lian tak terima. Xin Chen menanggapi singkat, "Kau menyadari sendiri ada yang aneh di sini. Satu-satunya kesempatan mu selamat adalah sekarang. Lari sejauh yang kau bisa dan jangan sampai tergigit, paham?"
Lian berani tak berani, harus berjalan sendirian di tengah kerumunan terinfeksi. Dia menarik napas sedalam-dalamnya, Xin Chen tak memberikan opsi lain untuknya. "Kalau begitu, berhati-hatilah. Temui aku di terowongan bawah tanah. Pastikan kau kembali." Dia menepuk pundak Xin Chen dari belakang, kekhawatiran yang sama menyelimuti hatinya. Takut apa yang terjadi pada Shuo terulang kembali.
Dia melangkah menjauh. Qin Yujin tampaknya tak begitu mempedulikan Lian yang telah pergi.
"Kau mau mengajariku soal kehancuran?" Xin Chen menyatukan giginya dengan geram. "Kau sudah menghancurkan hidupku lebih dari banyak. Keluargaku, teman-temanku dan rakyat Kekaisaran Shang ... Kini kau mau membunuh semua orang tanpa pandang bulu?!"
"Begitu ... Marahlah, kau benci ini semua, bukan? Kau membenciku?"
"Bukan hanya dirimu, tapi juga setiap tarikan napas yang kau hirup."
Dentuman besar membuat tanah bergetar, Xin Chen berpikir ini kesempatannya membunuh Qin Yujin. Dia mulai mengeluarkan kekuatan besar-besaran, membakar seluruh tempat dengan Api yang berkobar hebat.
Penjara api naik begitu tinggi, menghanguskan tiang jalan dan tumbuhan di sekitarnya. Bebatuan mulai menyusut. Qin Yujin melotot kesenangan, menangkap musuhnya terlalap kemarahan.
"Kalau begitu aku juga membencimu, lebih dari siapa pun di dunia ini."
Xin Chen melemparkan pedang api biru, melesat tajam menyerbu Qin Yujin. Namun terinfeksi yang berada di sampingnya menepis benda itu.
Dia terdiam beberapa detik. "Mereka memiliki akal?" batinnya tak percaya. Bagaimana dia tak menangkap tanda kehidupan di tubuh lima terinfeksi itu. Mereka tak lebih dari mayat hidup yang tubuhnya telah mengalami perubahan dan semakin kuat. Tapi jika sampai memiliki akal sudah tentu akan semakin sulit menyingkirkan mereka.
__ADS_1
"Aku datang ke sini untuk mengakhirimu. Kau akan merusak niat baikku yang telah kurancang sesempurna mungkin untuk dunia ini. Tidakkah kau tak sabar menantikannya? Era baru yang jauh lebih baik?"
"Niat baik katamu?!"
Xin Chen masih menyerangnya, tapi lagi-lagi serangannya dihalau.
"Oh ... Aku lupa memberitahumu. Dunia impianku. Di mana tak adalagi yang namanya pemimpin keji, prajurit pemakan gaji buta atau rakyat yang menderita akibat semua hal bodoh yang terjadi di sekitar kita."
"Jangan katakan ..."
"Benar." Qin Yujin mengangkat jari telunjuknya sembari berjalan mondar-mandir. "Sebuah Era yang dibangun mulai dari awal lagi. Peraturan baru, idealisme baru, hanya kita-kita saja. Menciptakan tempat yang lebih baik dan pemimpin yang bisa mewujudkan semua itu dengan sempurna."
Matanya menilik ke bawah dengan bengis. "Dan pemimpinnya adalah aku. Bukan kau dengan Era Baru-mu itu."
"Aku tak pernah menginginkan kedudukan sebagai pemimpin itu. Dan aku tak akan sudi membiarkan kau memimpin semua orang. Kau pembawa kehancuran, apa pun yang kau sentuh akan berakhir dengan kehancuran-"
"Lalu kau tak lebih dari bencana. Kau pulang ke rumahmu, membawa malapetaka. Lalu di mana letak perbedaan di antara kita?"
Qin Yujin semakin puas ketika melihat sorotan mata yang kian kalap itu. Dia tersenyum sambil berucap. "Kehancuran dan Bencana. Bukankah kita sama saja?"
"Tutup mulutmu-"
Xin Chen berhenti menggunakan kekuatan ketika secara tiba-tiba terdengar bunyi ribut dari segala sisi. Satu per satu terinfeksi tipe S muncul, bukan hanya puluhan melainkan ratusan. Mereka bahkan membawa senjata, satu hal yang tak pernah Xin Chen lihat sebelumnya.
Makhluk-makhluk itu berkembang setiap detiknya, menjadi jenis yang lebih kuat dan pintar. Itu adalah pertanda bahaya. Dan sekarang juga, dirinya sebenarnya sedang berada dalam bahaya.
"Silakan berpikir sambil melayani para ciptaan terbaruku. Pastikan kau memikirkan ini baik-baik. Aku akan mengampunimu, jika kau mau bekerjasama denganku."
Xin Chen semakin terjepit, para makhluk itu mulai merapat dan hendak menyerangnya bersamaan.
__ADS_1